Saturday, December 15, 2018

Ke Jogja Bawa Balita. Pilih Naik Mobil, Pesawat, Bus atau Kereta?

December 15, 2018 11 Comments
Ebuset opsinya panjang amat, hahaha. Serius saya bikin judul begitu karena memang sudah pernah merasakan semuanya XD Jadi tergerak untuk sharing tentang enak gak enaknya ke Jogja naik macem-macem transportasi ituh. Supaya parents lain yang mungkin sedang bingung memutuskan, bisa mantep menentukan pilihan.

Pic from : @malioboro_insta

Sejak menikah dengan mas suamik yang jogja tulen, saya si jogja jadi-jadian ini (akhirnya) jadi sering pulang kampung juga. Minimal setahun dua kali saya pasti ke Jogja untuk menemui mertua, eyang dan saudara-saudara dari Papah. Jadi sudah bisa dipastikan, akhir tahun begini adalah jadwalnya suami melingkari tanggal-tanggal libur nasional cuti bersama tahun 2019 yang sekiranya bisa dipake untuk pulang kampung, hahaha.

Ke Jogja Bawa Balita Part 1 : Naik Mobil Pribadi

Ke Jogja naik mobil pribadi sambil membawa Rania ini baru satu kali kami rasakan, waktu usia Rania 9 bulan. Naik mobil dari Lampung ke Jogja artinya kami juga harus naik kapal laut untuk menyebrangi Selat Sunda. Perjalanan kali itu kami tidak hanya bertiga, melainkan bersama dengan orang tua, adik dan mb saya beserta satu anaknya. Rame banget ya, huehehehe.

Plus :
~ Kosakata Rania bertambah. Mungkin karena sepanjang perjalanan, kami sekeluarga banyak mengobrol. Rania jadi mendengarkan dan meniru.
~ Pengalaman baru yang seru. Saat itu Rania baru pertama kali melihat laut dan naik kapal laut. She was very excited.
~ Murah. Berangkat rombongan seperti ini memang akan lebih murah dengan mobil pribadi ketimbang pesawat.
~ Bebas menyusui karena satu mobil isinya keluarga semua, hehehe.
~ Santai di perjalanan. Mau mampir untuk sholat dulu kek, beli jajan kek atau ke kamar mandi, bebass, semuanya kita yang atur.

Rania usia 9 bulan. Tertidur pulas setelah makan dan nenen.
Minus :
~ Lama sampenya. Kami memang mampir-mampir dulu sih supaya gak pegel-pegel amat. Nginep di Depok semalam, di Purwokerto semalam, baru deh sampai Jogja.
~ Capekk, baik supir maupun penumpang. Fisik harus bener-bener setrong. Makan yang bener, minum air putih dan multivitamin. Meskipun lelah, tapi Rania happy aja loh, mungkin karena ada keponakan saya ya. Jadi kompak berdua. Main, berantem, main lagi, berantem lagi. Gitu aja terus sampe di Jogja XD
~ Ribet menyiapkan MPASI. Saat itu saya buat bubuk teri, bubuk tempe, bawa pisang, ubi rebus, telur rebus dan macem-macem bahan makanan yang sekiranya awet di perjalanan darat yang bakal lama itu supaya tetap bisa MPASI 4 bintang.


Ke Jogja Bawa Balita Part 2 : Naik Pesawat

Pengalaman pertama membawa Rania pulang kampung naik pesawat itu waktu usianya masih 2,5 bulan. Yes, bayik belum 3 bulan udah naik pesawat. Memangnya boleh? BOLEH, alhamdulillah. Seterusnya, beberapa kali kami pulang ke Jogja menggunakan pesawat karena memang paling memungkinkan. Selain karena cuti suami yang terbatas, kami juga belum punya mobil pribadi yang kompatibel untuk dibawa perjalanan jauh, hehehe.

Plus :
~ Cepat sampai (meskipun beberapa kali kami harus mengalami delayed), hingga menghemat waktu perjalanan, terutama untuk yang hanya punya sedikit waktu cuti.
~ Fasilitas ruang tunggu bandara dan suasana di dalam pesawat yang relatif nyaman.

Minus :
~ Saat masih usia 2,5 bulan, kami harus ke dokter terlebih dulu untuk meminta surat izin terbang. Gapapa sih ya sekalian konsultasi meyakinkan bahwa Rania saat itu boleh terbang. Karena di beberapa artikel ditulis sebaiknya usia minimal anak saat naik pesawat itu 3 bulan kan.
~ Harus pakai baju menyusui yang super nyaman/bawa apron/pakai jilbab lebar supaya pewe saat menyusui. Karena di pesawat kita akan duduk sebelah-sebelahan dengan penumpang lain.
~ Wajib siap siaga membangunkan anak untuk menyusui saat take-off dan landing supaya telinganya gak sakit.

Baca : Sukses Menyusui dalam Berbagai Kondisi

~ Setelah anak agak gedean dan gak menyusui lagi, kita harus menyiapkan jawaban atas pertanyaan "Kenapa telingaku ada yang aneh?" dan menenangkan mereka sebisa mungkin saat take off dan landing.
~ Semua perlengkapan yang dibutuhkan harus lengkap di dalam tas, karena ketika pesawat sudah jalan, gak mungkin lagi kan kita minta minggir bentar untuk ke indomar*t XD
~ Mahal. Berasa banget pas Rania udah bayar sendiri setelah usianya di atas 2 tahun, hahaha.

Time flies, sekarang anaknya sudah harus duduk di bangku sendiri :D


Ke Jogja Bawa Balita Part 3 : Naik Bus

Ini sudah dua kali kami lakukan. Yang terakhir saat lebaran tahun 2018 kemarin, memanfaatkan fasilitas mudik gratis BUMN, hehehe. Alhamdulillah kami dapat bus yang cukup nyaman. Kendalanya satu : gak ada kamar mandinya. Padahal Rania saat itu sudah gak pakai pospak, huwaaaaaa!

Plus :
~ Sangat-sangat ekonomis. Gratis gaess. Konsumsi ditanggung pulak. Paling keluar uang kalau mau beli jajan tambahan.
~ Pengalaman yang seru untuk Rania karena bertemu banyak orang dan melihat banyak pemandangan di jalan.

Bus mudik gratis. Rania dan Ayah sedang sibuk motretin emaknya XD


Minus :
~ Bus yang kami dapat kebetulan tidak ada kamar mandinya. Itu super duper membuat saya deg-deg-an. Tiap mampir berhenti di rest area, saya harus menawarkan Rania untuk pipis. Harus, gak boleh ditawar lagi. Karena ya segan amat kalo nanti minta berhenti untuk pipis pas di tengah jalan.
~ Lama sampenyaa. Wajar ya karena perjalanan darat. Waktu itu lebaran pula, jadi bisa dipastikan macet, meskipun tidak separah tahun sebelumnya.
~ Harus buru-buru saat ada kesempatan berhenti di rest area. Ya iyalah kita gak mungkin lama-lama karena bisa diklaksonin supir atau dicemberutin penumpang lain. Jadi kami mengutamakan sholat dan ke kamar mandi, kalo makan sih bisa dibungkus.
~ ROKOK. Sebel banget hyaampuunnn. Ini bukan di bus mudik gratis BUMN ya. Tapi di bus sebelumnya yang pernah kami naiki. Sebut saja bus Putri Remaja. Meskipun dibilang bus AC, tapi sopir dan keneknya terus aja ganti-gantian ngerokok di dekat pintu, yang mana asepnya ya masuk juga dan tercium di seluruh penjuru bus. Huh sebal!
~ Wajib pakai baju yang nyaman untuk menyusui. Karena di bus, para bapak ganti-gantian nongkrong di pintu untuk merokok dan itu melewati bangku kita. Pastikan posisi aman. Oh ya, tips tentang naik bus membawa balita sebelumnya sudah pernah saya posting ya. Coba dibaca dulu supaya siap fisik dan mental.

Baca : Tips Mudik Nyaman Naik Bus Bersama Balita


Ke Jogja Bawa Balita Part 4 : Naik Kereta 

Saat itu Rania berusia 22 bulan. Sebelumnya kami piknik tipis dulu di Bandung selama 2 hari, lalu lanjut perjalanan naik kereta dari Bandung ke Jogja.

Plus :
~ Pemandangannya bagus deh, tsakeepp. Banyak yang bisa kita lihat dan obrolin sama anak.
~ Harga cukup terjangkau.
~ Tempat duduk nyaman, tidak sesempit seperti saat di pesawat atau bus.
~ Entahlah kumerasa lebih aman aja ketimbang naik pesawat yang harus terbang di udara itu, hehehe.
~ Melengkapi portofolio perjalanan Rania naik berbagai macam transportasi *penting* XD

Di depan Gedung Sate Bandung, sehari sebelum ke Jogja.


Minus :
~ Toiletnya so so. Gak kotor, tapi gak yang bersih banget juga.
~ Tidak ada kesempatan berhenti mampir di warung gaes, jadi semua yang dibutuhkan dalam perjalanan harus sudah lengkap ada di tas.
~ Sampenya cukup lama, dari Bandung ke Jogja hampir seharian, dan jalannya rataaaa aja gitu terus, gak ada tantangan, haha. Membuat suasana terkadung jadi super ngantuk, atau super bosen. Harus siap macam-macam amunisi, semisal buku dan mainan untuk penghalau bosan. Saya sendiri memang prefer gak kasih anak hape saat di perjalanan, supaya Rania bisa menikmati dan lebih peka dengan pemandangan di sekitarnya.

Baca : 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

~ Tempat duduk antar penumpang yang agak berjauhan, membuat Rania kebingungan saat mau mencari teman main.

***

Nah itu dia plus minus ke Jogja membawa balita dengan berbagai macam moda transportasi. Kalau disuruh memilih, dari segi waktu, saya pilih naik pesawat. Dari segi kenyamanan perjalanan, saya pilih naik mobil pribadi. Dari segi ekonomis, saya pilih bus. Tapi dari segi pengalaman perjalanan, saya pilih naik kereta. Kan kan, setiap moda transportasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita.

Kalau kamu, bakal pilih yang mana?


Thursday, December 13, 2018

Tinggal Berjauhan dengan Anak? Lakukan 10 Hal Berikut Untuk Mendidik Fitrah Seksualitasnya

December 13, 2018 0 Comments
Pejuang LDR mana suaranyaaaaa??? XD

Postingan blog kali ini adalah sebagian tugas dari game level 11 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang baru sempat saya publish *sungguh alasan klasik* hihihi. Sepuluh tips ini saya buat berdasarkan pengalaman nyata ketika harus menjadi anak dari orang tua yang tinggal berjauhan. Semoga relate yah dengan kondisi teman-teman yang saat ini 'harus' berjauhan dengan keluarga. 
 
Pic from: Pinterest

Apa itu Fitrah Seksualitas?

Menurut Harry Santosa, seorang pakar pendidikan anak, fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnyasebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki, tidak ada yang lainnya. Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai feminitas secara seimbang. anak laki-laki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Begitu pula dengan anak perempuan yang membutuhkan 75% suplai feminitas dan 25% suplai maskulinitas.

Tujuan dari fitrah seksualitas ini adalah agar anak tumbuh sesuai dengan peran sejatinya dan suatu saat mampu menjadi ayah sejati dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik.


Mengapa Pendidikan dengan Fitrah Seksualitas ini Penting bagi Para Orang Tua LDR?

Tidak semua kondisi keluarga itu ideal. Saat ini banyak keluarga yang harus tinggal berjauhan (LDR) dikarenakan salah satu dari ayah/ibu seringkali ditugaskan keluar kota, memiliki pekerjaan di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan atau ditempatkan oleh perusahaan di daerah tertentu. Dalam mendidik fitrah seksualitas diperlukan kehadiran, kedekatan dan kelekatan Ayah Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqil baligh. Ketidakhadiran salah satu orang tua secara fisik di dekat anak bisa menjadi tantangan tersendiri dalam membimbing dan mengarahkan fitrah seksualitas anak. Kesalahan pola asuh ini bisa berakibat pada banyaknya banyaknya laki-laki yang bersikap gemulai atau perempuan yang bersikap kelaki-lakian, tidak menutup kemungkinan bisa pula berakibat pada lahirnya LGBT dimana-mana.


10 Langkah Pengasuhan Anak yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua Long Distance Relationship (LDR)

1. Bangun kekompakan antara ayah dan ibu agar satu suara dihadapan anak-anak.

2. Ajak anak bicara dari hati ke hati. Berikan pengertian mengenai alasan mengapa kedua orang tua harus berjauhan.

3. Berikan pemahaman bahwa meskipun berjauhan, kehadiran keluarga akan tetap utuh dan komunikasi tetap lancar.

4. Manfaatkan teknologi agar anak tidak merasa kehilangan sosok ayah/ibunya. Saat menelepon/video call, tanyakan mengenai keseharian anak dan dengarkan ceritanya.

5. Meskipun berjauhan, orang tua bisa menceritakan dan menggambarkan tentang peran yang dilakukan oleh ayah/ibu dalam kesehariannya.

6. Tetap berikan gambaran/figur/contoh tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keseharian lewat orang-orang terdekat yang ada di sekitar anak, misal kakek, paman, nenek, bibi dan lain-lain.

7. Atur waktu untuk pulang dan terlibat sepenuhnya saat sedang bersama anak. Tidak hanya hadir secara fisik, namun juga hati dan pikiran.

8. Peluk erat dan belai anak saat bertemu. Pelukan akan membuat anak tumbuh menjadi lebih peka serta memberikan perasaan tenang dan bahagia. Jangan remehkan keajaiban pelukan antara orang tua dan anak.

9. Berikan contoh nyata peran ayah (suplai maskulinitas) dan ibu (suplai feminitas) saat sedang bersama dengan anak.

10. Sediakan waktu khusus untuk bicara dari hati ke hati dan melakukan aktivitas tertentu yang sesuai dengan peran sosial laki-laki atau peran sosial perempuan bersama masing-masing anak (buat jadwal nge-date dengan masing-masing anak)

Intinya adalah, saat orang tua memutuskan untuk berjauhan, keduanya harus sama-sama tetap berkomitmen dalam pengasuhan anak. Tidak bisa berat sebelah, karena masing-masing orang tua punya peran penting dalam tumbuh kembang anak. Hal penting lain selain komitmen adalah komunikasi. Orang tua tidak boleh beralasan tidak bisa berkomunikasi, kaku, tidak terbiasa atau apapun. Karena masalah komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak diperbaiki sejak dini, akan menjadi masalah di kemudian hari. Jika saat ini memang harus LDR dan belum ada jalan lain untuk tinggal bersama, ingat dua hal, KOMITMEN bersama untuk mendidik anak dan KOMUNIKASI yang lancar, luwes tanpa gengsi.

Nah, presentasi lengkapnya tentang ini loh gaes. Pan kapan saya sambung yha. Luv.





























Thursday, December 6, 2018

Susu Kental Manis Tak Layak Dikonsumsi Anak, Ini Alasannya

December 06, 2018 33 Comments
Familiar dengan jingle iklan berikut?

Susu saya.. susu Bender*

atau
Susu kental manis Cap E**k, yang penting enakk.


Saya yakin anak 90an langsung auto nyanyi,  wkwk. Jaman saya kecil dulu, dua iklan susu kental manis tersebut seringkali muncul di tivi. Apalagi hari Minggu di jam nonton kartun. Sudah pasti dengar berkali-kali sampai hapal diluar kepala. Iklannya selalu digambarkan dengan anak kecil yang sehat dan cerdas karena suka minum susu.

Susu Kental Manis (SKM). Foto: news.detik.com

Kamis, 29 November 2018 kemarin, saya dan teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan menghadiri talkshow "Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu kental Manis" yang diadakan oleh PP Muslimat NU bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendikia (YAICI). Acara dibuka oleh ibu Dr. dr. Hj. Reihana, M. Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Hadir sebagai narasumber hari itu :
~ Dr. Lusi Darmayanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
~ Ibu Masruroh, perwakilan dari BPOM Lampung
~ Dra. Hj. Susiyati, PP Muslimat NU PW Lampung
~ Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.

Foto: Naqiyyah Syam.

Acara ini membuat ingatan saya sejenak kembali ke masa kecil. Jaman esde, saya akrab sekali dengan 'nyanyian' ibu saya tiap pagi jelang berangkat sekolah, "Diminum susunya, biar pinter.." Iya, beliau menganggap bahwa susu kental manis adalah bagian dari '5 sempurna'  yang harus diberikan pada anak setiap hari. Sebegitu lekatnya imej susu kental manis (SKM) sebagai susu dengan harga yang murah, praktis dan bergizi tinggi kala itu.

Lalu bagaimana dengan kondisi hari ini? Nyatanya masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa susu kental manis adalah sumber nutrisi utama yang boleh diminum anak setiap hari, bahkan ada yang menggunakannya sebagai pengganti ASI. Acara talkshow ini pun salah satunya dilatarbelakangi oleh keprihatinan kasus meninggalnya bayi Arisandi (10 bulan) di Kendari, Sulawesi Tenggara bulan Februari 2018 lalu. Bayi Arisandi diberi susu kental manis oleh ibunya karena tak sanggup membeli susu bayi yang harganya sangat mahal. Sebelumnya, dua bayi juga menderita kasus gizi buruk akibat pemberian susu kental manis.

Di sisi lain, kita juga tentu pernah mendengar soal kasus anak-anak yang mengalami obesitas. Saya sendiri punya tetangga usia SD yang sangat suka minum susu kental manis. Bahkan dijilat gitu aja tanpa diseduh air. Awal-awal sih gendutnya lucu ya. Tapi lama kelamaan makin menjurus ke obesitas. Hingga dokter menyarankan untuk diet dan memperbanyak aktivitas fisik seperti bermain di luar dan berenang. Penggunaan susu kental manis (SKM) yang tidak tepat, menjadi salah satu penyumbang masalah gizi ganda yang dihadapi oleh Indonesia saat ini, yaitu obesitas dan kekurangan gizi.

fakta susu kental manis
Apa saja fakta seputar si "kental manis" ini hingga tak layak dikonsumsi sebagai susu anak dan balita? Berikut penjelasannya.

Susu kental manis mengandung gula sebesar 40-50 persen.

Tekstur kental dalam susu kental manis didapatkan dari proses memanaskan susu pada suhu tinggi sampai 60% kadar airnya hilang. Gula ditambahkan hingga menciptakan warna yang agak kecokelatan dan rasa yang sangat manis. Fungsi gula sebenarnya adalah untuk tujuan pengawetan. Namun, kandungan gula yang sangat tinggi pada susu kental manis ini tidak pernah diinformasikan oleh produsen. Yang selama ini ditonjolkan hanyalah kandungan nutrisinya yang padahal jauuuhh lebih sedikit ketimbang kandungan gulanya. Coba tonton deh video tentang "manisnya" janji-janji iklan susu kental manis berikut. Sedih akutu dibohongi :(





Kadar gula yang tinggi pada susu kental manis meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Dalam satu gelas susu kental manis (140 ml air) terdapat dua sendok makan gula atau setara dengan 21 gram. Jika kita minum dua gelas susu kental manis setiap hari, seperti anjuran iklan, berarti kita telah mengonsumsi empat sendok makan gula, atau setara dengan 42 gram. Kadar gula ini sangat besar dan berbahaya bagi anak. Merujuk pada aturan WHO, konsumsi gula maksimal untuk anak usia 4-6 tahun adalah 40 gram per hari. Dua gelas susu kental manis saja sudah melebihi kuota maksimal konsumsi gula harian anak, belum lagi ditambah dengan gula yang datang dari makanan lain, seperti permen, cokelat ataupun biskuit. Kandungan gula yang tinggi pada susu kental manis berisiko menyebabkan obesitas, perubahan pola makan, gizi buruk dan diabetes tipe 1. Penyakit lain yang juga dapat ditimbulkan oleh konsumsi gula yang berlebihan ini adalah risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, jantung, stroke, kanker dan lain sebagainya.


Asupan gula yang berlebihan akan merusak gigi anak.

Konsumsi gula yang berlebih, termasuk susu kental manis, dapat memicu kerusakan gigi. Dikutip dari laman ayahbunda.co.id,  zat gula yang menempel pada sela-sela gigi akan menjadi 'makanan' bagi bakteri dalam mulut dan menghasilkan zat asam. Zat asam inilah yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi keropos atau berlubang.


Kandungan gizi susu kental manis lebih rendah dibandingkan jenis susu lainnya.

Ada beberapa jenis susu yang dijual di pasaran, diantaranya susu segar, UHT, pasteurisasi, susu full cream, susu skim, low fat dan susu evaporasi. Dibandingkan dengan semua jenis susu itu, susu kental manis memiliki kandungan gizi paling rendah.





Ibu-ibu muda cem kita gini ((ehmmm)) mungkin kebanyakan udah tau ya informasi soal tingginya kandungan gula pada susu kental manis. Tapi gimana dengan simbah simbah kita? Masyarakat di sekitar kita? Yang masih mengonsumsi SKM dan menganggap SKM adalah salah satu minuman yang bergizi tinggi. Gimana caranya ngasih tau mereka kalau susu kental manis itu sebenarnya bukan susu, tapi gula. . Pertanyaan menarik dari seorang peserta Sosialisasi Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu Kental Manis siang ini. . "Gampang banget." jawab salah satu pemateri. "Ibu tinggal beli susu kental manis, trus rebus. Lama kelamaan dia akan jadi karamel. Itu bukti kalo SKM itu gula, bukan susu." . WOW, aku kok tetiba dapet ide bermain masak-masakan sama Rania 😆😆😆 . . @sahabatyaici @bpom_ri @kemenkes_ri @tapisblogger #RoadshowMuslimatNU #BijakPakaiSKM #bloggeronduty #TapisBlogger #BloggerLampung #BloggerIndonesia
A post shared by Dwi Septiani (@dwiseptiani.dwi) on



Kalsium dan protein susu kental manis lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.

Bukannya mendapatkan kalsium dan protein, anak justru hanya akan mendapatkan kandungan gula tinggi yang dapat menimbulkan sugar rush. Sugar rush dapat terjadi saat anak mengonsumsi makanan/minuman dengan indeks glikemiks yang tinggi. Makanan/minuman seperti ini cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat cepat lalu turun lagi. Kenaikan gula darah ini memompa energi balita dan berdampak buruk bagi konsentrasinya. Oleh karena itu, asupan gula yang tinggi ini harus kita batasi. Meminum susu segar adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan kalsium dan protein yang paling tinggi.



Cara Bijak dan Aman Menggunakan Susu Kental Manis

Susu kental manis bukanlah susu pertumbuhan, bukan pula susu untuk pemenuhan gizi. Kandungan gula yang tinggi membuat SKM tidak layak dikonsumsi sebagai nutrisi harian anak, apalagi digunakan sebagai pengganti ASI.

fakta susu kental manis
Sudah ada peringatannya di belakang kemasan loh. Jangan nekat dikasih ke bayi ya. Saya pernah ngasih SKM ini ke 4 anak kucing yang baru lahir karena ditinggal induknya. Eh, empat-empatnya mati :'( Kucing aja gitu kan.. apalagi bayi, hiks.

Ibu Masruroh, selaku perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada talkshow hari itu mengatakan, konsumen harus teliti sebelum membeli dan mengonsumsi suatu produk. Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kadaluarsa) -nya terlebih dahulu.

Pic from: bundabiya.com

Di akhir tahun 2018 ini, BPOM juga mengeluarkan aturan lengkap terkait label dan jam tayang iklan susu kental manis. Para produsen pun sepakat menghapus kata 'susu' pada kemasan SKM yang terbaru. Kalau punya stok SKM di rumah, coba lihat deh. Sudah gak ada kata-kata 'susu' nya lagi. Tinggal 'kental manis' aja.


BPOM menegaskan bahwa susu kental manis tidak boleh diseduh sebagai minuman utama. Konsumsi susu kental manis boleh digunakan dalam jumlah wajar sebagai topping atau tambahan pada makanan dan minuman, misal martabak, kue, jus, es teler dan sebagainya.

Seperti olahan makanan dan minuman yang dibuat oleh ibu-ibu dari PP Muslimat NU Provinsi Lampung ini nih gaess.

olahan dari susu kental manis
Pic from: instagram @vitarinda

Ini dilombakan lho, lihat deh wajah-wajah sumringan para pemenang. Hadiahnya bikin mupeng XD

sosialisasi skm muslimat nu
Pic from: Naqiyyah Syam

Saya dan teman-teman Tapis Blogger hari itu mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat tentang cara bijak menggunakan susu kental manis. Terlebih, kami yang hadir hari itu adalah para orang tua dan calon-calon orang tua yang akan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045. Tahun dimana Indonesia akan genap berusia 100 tahun dan mengalami 'bonus demografi'. 70 persen jumlah penduduk saat itu berada di usia produktif (15-64 tahun). Merupakan tugas kita bersama untuk mempersiapkan kualitas calon pemimpin masa depan terbaik di masa depan, berawal dari asupan nutrisi yang kita berikan pada anak-anak kita hari ini.

Squad Tapis Blogger. Para ibu dan calon ibu pendidik generasi hebat. Ehmmm, boleh minta aamiin?

Sebagai penutup, Ibu Susiyati dari PP Muslimat NU PW Lampung mengajak peserta untuk merenungkan firman Allah yang tertera dalam QS An-Nisa ayat 9, bahwa Allah memerintahkan kita agar jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah. Dan Allah beritahukan pula dalam QS Al-Baqarah ayat 168 agar kita memberi makanan yang halal dan baik.

Makanlah makanan yang halal lagi baik. Gula halal, susu kental manis halal, tapi kalau kebanyakan, jadi tidak baik.

Yuk, bijak pakai SKM! :)






Saturday, December 1, 2018

10 Tips Bahagia Sehat Lahir Batin untuk Ibu Rumah Tangga

December 01, 2018 1 Comments
Jadi ibu rumah tangga yang harus stand by 24 jam memang bukan perkara mudah ya gengs. Pekerjaan yang berulang dan itu-itu saja bisa menimbulkan stres dan kejenuhan loh. Kejenuhan itulah yang seringkali membuat kita merasa jadi yang paling capek sedunia dan yang paling butuh me time dibanding suami kita. Iya atau iya? Nah, kalau sudah begitu, seorang ibu rumah tangga harus pandai-pandai mengatur ritme supaya beban pekerjaan tetap terasa ringan dan dijalankan dengan bahagia. Karena pepatah happy mom raise a happy family itu benar adanya loh gengs. Simak 10 tips bahagia sehat lahir batin untuk ibu rumah tangga berikut:

tips sehat dan waras di rumah untuk ibu rumah tangga

Menjaga pola makan

Makan teratur dan ciptakan menu sehat dengan gizi seimbang di rumah. Tidak harus mahal, kita bisa membuatnya dari bahan-bahan sederhana yang tersedia di pasar. Jangan takut mencoba menu-menu baru. Suami dan anak-anak biasanya suka dengan menu yang variatif, lezat dan bergizi.

Baca : 5 Rekomendasi Buku Resep Masakan dan Kue untuk Pemula


Memperbanyak minum air putih

Meskipun sepele, hal ini sering terlupakan ya. Saya juga begitu. Dalam hal ini, saya mencoba untuk menggunakan tips mamah saya, yaitu membuat jadwal minum. Kita bisa mengatur jadwal minum yang paling nyaman, misal 1 gelas setelah bangun tidur, 1 gelas setelah sarapan, dst. Dalam sehari, tubuh memerlukan sedikitnya 8 gelas air putih.

Sumber gambar : olvista.com

 Olahraga
Melakukan pekerjaan rumah tangga juga bisa membakar kalori loh. Contohnya mencuci piring. Dalam waktu 30 menit, kita sudah bisa membakar kalori sebanyak 160 kalori. Kita juga bisa menjadwalkan hari olahraga keluarga untuk jalan sehat atau berenang di akhir pekan.
 
 
Istirahat cukup
Saya sendiri sekarang-sekarang ini sudah tidak mau lagi begadang. Kalaupun ingin melakukan hobi seperti ngeblog, saya akan memilih untuk tidak menunda tidur malam dan bangun lebih cepat keesokan paginya. Kebiasaan begadang memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan kita, misal rentan sakit dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Beri tubuh waktu yang cukup untuk istirahat, terutama di malam hari.
 
 
 
 Menekuni hobi
Untuk menghidari kejenuhan dari rutinitas harian, seorang ibu rumah tangga harus menyediakan waktu untuk dirinya sendiri. Akan sangat baik jika waktu tersebut digunakan untuk kegiatan yang produktif semisal menekuni hobi. Saya sendiri selain me time leyeh-leyeh scroll hape biasanya juga melakukan hobi baca buku atau ngeblog, hehehe.
 
 
 
Stop sosial media
Pernah merasa tiba-tiba rumah kita menjadi sempit? hati menjadi sesak saat melihat kebahagiaan orang lain yang ada di sosial media. Kita sibuk membanding-bandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain yang kelihatannya lebih menyenangkan. Stop sosial media! Meskipun memiliki beberapa dampak positif, sosial media juga memiliki banyak dampak negatif jika digunakan terlalu sering. Atur waktu online kita agar bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

 
 
Get dressed!
Bangun dan berpakaianlah keluar rumah! Perbanyak interaksi di dunia nyata dengan tetangga sekitar rumah. Kita juga bisa menghirup udara segar sambil mengurus tanaman. Saya sendiri suka sekali mengoleksi beberapa tanaman buah di halaman rumah. Bahagia rasanya saat melihat hijau-hijau di depan mata, apalagi momen saat memetik buahnya. Benar kalau tanaman itu bikin happy.

 
Sumber gambar : cardiffandvaleuhb.wales.nhs.uk
 
Fleksibel
Don't be too hard on yourself. Atur waktu yang fleksibel agar kita tetap bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar pekerjaan rumah. Santai, tetapi tidak menunda-nunda pekerjaan. Jangan lupa untuk selalu mengagendakan waktu bermain dengan anak-anak. Sesekali ambil 'liburan' saat seluruh anggota keluarga ada di rumah. Libur memasak misalnya :D



Terus meng-upgrade diri
Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita berhenti belajar. Justru babak baru pembelajaran baru saja dimulai. Terus upgrade diri dengan ilmu ke-rumah-tangga-an. Banyak hal yang bisa kita pelajari, misal tentang ilmu parenting, dapur hacks, seni beberes rumah ala konmari, mengelola sampah plastik di rumah atau mencoba menu-menu baru.

 
 
Berpikiran positif
Kunci kebahagiaan yang utama bagi seorang ibu rumah tangga memang harus selalu berpikiran positif. Sebenarnya mudah sekali untuk terbawa pada pikiran negatif seperti stigma masyarakat pada seorang ibu rumah tangga. Tapi bahagia itu kita yang tentukan gaes. Niatkan segala aktivitas yang ada di rumah untuk ibadah dan jangan lupa untuk melakukan kesembilan aktivitas diatas supaya terhindar dari kejenuhan. Cheers :D

Sumber gambar : www.themostlysimplelife.com