Thursday, May 17, 2018

3 Tips Sukses Puasa Ramadan Saat Hamil dan Menyusui

May 17, 2018 1 Comments



Alhamdulillah.. sampai lagi di bulan penuh berkah ini. Tahun 2015 yang lalu (di atas itu foto saat usia kehamilan saya 38 minggu), saya dihadapkan pada posisi menyusui bayi usia 2 bulan saat bulan ramadan tiba. Tahun ini? Pada kepo gak? hahaha. Saya belum hamil lagi sih. Gatau nanti pas pertengahan puasa. Wohoooooow XD

Saat melahirkan Rania, ilmu per-puasa-an dan ilmu segala-gala saya masih minim banget deh. Support group juga gak ada. Belum tau lah ternyata banyak banget birth club dan komunitas menyusui gitu. Jadi dukungan terbesar saya saat itu ya 'cuma' dari suami dan keluarga besar. Bukannya gak cukup, tapi ternyata kita juga butuh banget nget teman senasib sepenanggungan yang sudah berpengalaman lebih dulu dan jauh lebih mengerti tentang ilmu beserta praktik di lapangannya.

Pasca resign 3 bulan setelah melahirkan, saya diberitahu oleh Mbak Sukma, kakak tingkat saya semasa kuliah, untuk bergabung di facebook group AIMI Lampung. Dari situlah mata saya jauuuhhh lebih terbuka tentang dunia per-ASI-an. Berawal sejak itu pula saya mulai cukup sering mengedukasi orang-orang terdekat sebisa dan semampu saya. Salah satunya lewat media sosial. Itu juga yang menjadi salah satu alasan saya untuk membuat blog ini. Agar lebih banyak lagi orang yang bisa membaca tulisan saya.


Ramadan tahun ini, alhamdulillah saya bisa mengikuti kuliah whatsapp langsung di grup Ibu Profesional Lampung, dengan pembicara Mbak Upi Fitriyanti, Ketua AIMI Cabang Lampung. Saya coba rangkum kembali diskusi kami di grup hari itu ya.. Semoga bermanfaat bagi para bumil dan busui yang tetap ingin sukses manjalankan ibadah di bulan ramadan ini.





3 Tips Sukses Puasa Ramadhan Saat Hamil dan Menyusui

Berbicara tentang ibu hamil dan menyusui, yang perlu kita ingat yaitu bahwa hamil dan menyusui adalah kondisi normal pada tubuh wanita, bukan kondisi medis. Pada saat hamil dan menyusui ini, metabolisme dan penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih efisien. Ibu hamil dan menyusui membutuhkan tambahan asupan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan mencegah terjadinya pengurangan zat gizi pada jaringan tubuh ibu. Dan ternyataaa, ibu menyusui tidak membutuhkan makanan khusus loh untuk meningkatkan produksi ASI, yang penting tetap gunakan Pedoman Gizi Seimbang.

Ini harus saya bilang kabar baik atau kabar buruk sih? wkwkwk. Kan jadi gaabisaa modus lagi minta beliin ini itu yaah XD *kidding*


Pedoman Gizi Seimbang

Prinsip gizi pada ibu menyusui:
• Jika asupan ibu tidak cukup, tubuhnya akan menggantikan gizi yang kurang untuk produksi ASI, sehingga kandungan ASI tetap lengkap dan baik
• Jika ibu mengalami kekurangan gizi, tubuhnya akan “mengorbankan” zat gizi dari tubuhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi ASI


So, here it is.. 3 Tips Sukses Puasa Ramadan Saat Hamil dan Menyusui 

1. Niat, Persiapan dan Dukungan

• Niat yang kuat
Ini bener banget menurutku. Meskipun dalam islam ada rukhsoh (keringanan) untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui. Namun ga ada salahnya juga untuk kita coba terlebih dahulu, diawali dengan niat yang kuat. Saat hamil, kita bisa komunikasi sama bayi yang ada di perut. Komunikasi yang baik ini bisa jadi sugesti yang positif untuk diri kita dan dedek bayi. Saat menyusui juga, kita harus yakin kalau ASI itu rezeki bayi. Dan yang Maha Pemberi Rezeki itu Allah, maka bismillah kita coba puasa sambil mengamati reaksi bayi.

• Persiapan – berkonsultasi ke dokter
Dokter insyaAllah paham kondisi kita *eh bumil dan busui sih, saya belomm, haha* Berkonsultasi dan mendengarkan saran dokter bisa membuat kita lebih yakin saat mengambil keputusan untuk lanjut berpuasa atau tidak.
 
• Dukungan – meminta bantuan keluarga atau pihak lain
Meminta dukungan suami dan keluarga kita. Kalau orang terdekat belum mengerti, kita bisa edukasi sebelumnya atau sekalian diajak saat berkonsultasi dengan dokter.


2. Menjaga Asupan Minum dan Makan

• Cukup minum dan hindari konsumsi minuman berkafein dan berkarbonasi
Air putih harus banget cukup. Yang suka ngopi dan minum colaa, coba tahan dulu, hehehe.
• Usahakan minum air putih sebanyak 2 liter per hari atau 10-12 gelas

Sumber: DanCommunity.com

• Mengatur agar asupan makanan yang bergizi tetap terjaga
Ingat-ingat bahwa berpuasa hanya menggeser jam makan.
• Minum secukupnya setiap jam atau makan dalam porsi kecil namun sering
Jangan sekaligus, kamu gak akan kuat :P


3. Mempertahankan Menyusui

• Menyusui dan memerahlah seperti biasa
Ini harus kita coba terlebih dahulu, sambil mengamati reaksi si anak.

Kapan Puasa Harus Dihentikan?

Jika Bayi
• Berat badannya tidak bertambah atau menurun
• Buang air kecil lebih sedikit. Bayi sedikitnya harus buang air kecil sebanyak 6 kali per hari
• Rewel sepanjang waktu bahkan setelah disusui, atau sebaliknya bayi lemas dan selalu mengantuk 

Jika Ibu
• Mendadak merasa lemas
• Warna air seni lebih pekat
• Pusing atau rasa sakit yang tidak tertahankan


Kulwap hari itu berlangsung seru karena banyak peserta yang menyimak dan aktif memberi tanggapan. Berikut beberapa diskusi dan tanya jawab bersama Mbak Upi Fitriyanti yang saya rangkum:

Irma: 
Bumil galau ingin berpuasa namun BB bayi kurang.
Upi:
Untuk calon bayi yang BB nya kurang, sebaiknya ibu tidak berpuasa. Islam memberikan kemudahan bagi ibu hamil dan menyusui dengan mengqadha puasa.

Evi: 
Saya insyaAllah melahirkan dua hari sebelum ramadan, minta tips dan trik tetap fit menyusui karena makan dan ngemil harus sembunyi-sembunyi dari anak yang sedang belajar berpuasa.
Upi:
Butuh proses untuk bisa mengedukasi anak-anak memahami tentang apa itu nifas dan mengapa ibu tidak berpuasa. Semoga dimudahkan memberikan edukASI ke anak-anak.

Linda: 
Jadi bumil dan busui tinggal diatur pola makannya saja ya mbak?
Upi: 
Iya, atur pola makan dan minum jangan sampai berkurang seperti saat tidak puasa. Terutama minum ya.

Indah: 
Galau di kehamilan saat ini memasuki 3 bulan, masih suka mual dan muntah.
Upi: 
Jika masih mual-mual hebat yang menyebabkan lemas dan pusing, sebaiknya tidak berpuasa dulu. Selanjutnya silahkan dikonsultasikan ke dokter untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Saat kondisi masih morning sick, lebih dianjurkan untuk makan sedikit tapi sering. Pada usia kehamilan 0-3 bulan itu masa pembentukan otak calon bayi, maka diperhatikan sekali asupan gizi pada menu makanannya. Pastikan memenuhi kaidah Pedoman Gizi Seimbang pada menu makanan sehingga memiliki “cadangan makanan” yang dapat digunakan pada saat menyusui nanti. Termasuk jika ASI pada hari 1-3 belum keluar, bayi juga memiliki cadangan makanan.

Mira:
1. Busui, bayi 1 tahun. Syarat minimum buang air kecil bayi sebanyak 6x dalam sehari berlaku sampai usia berapa?
2. Dulu waktu hamil anak pertama, saat usia kandungan 3 bulan, saya memaksakan puasa. Sesuai anjuran, saat berbuka dan sahur sering makan. Tapi hampir setiap sore sekitar jam 4 saya muntah cairan kuning dan saya tetap melanjutkan puasa sampai maghrib. Bagaimana dengan kondisi yang seperti itu?
Upi:
1. BAK bayi minimal 6x sehari berlaku untuk bayi ASI Eksklusif (6 bulan). Jika sudah lewat dari 6 bulan, perhatikan saja warna BAK nya, jika pekat sebaiknya puasa ibu dihentikan. Untuk anak usia 1 tahun, sebaiknya fokus saja pada pemberian makannya. Usia 1 tahun sebenarnya sudah makan dengan menu keluarga.
2. Kalau sampai menyebabkan lemas dan pusing pasca muntah, sebaiknya puasa dihentikan jangan dipaksakan.

Iin: 
Bayi saya berusia 2 bulan nanti ketika masuk bulan ramadan, sekarang saya sudah latihan persiapan ramadan, coba puasa sunah tapi di hari pertama puasa, bayi menjelang sore menyusu dan setelahnya muntah lumayan banyak. Apakah ini efek puasa atau kekhawatiran saya saja terbawa mindset karena puasa?
Upi: 
Ada beberapa bayi yang memberikan “sinyal” berbeda saat berpuasa. Pastikan pola makan dan minum ibu tidak berkurang. Terutama minum minimal 2 liter per hari. Jadi harus diatur selama berbuka sampai dengan sahur terpenuhi jumlah air yang diminum. Selama ibu dan bayi kuat, tidak masalah. Namun pastikan juga tanda-tanda kecukupan ASInya. Untuk bayi ASI eksklusif, minimal 6x BAK dan tidak berwarna pekat. Kenaikan berat badan bayi 600-800 gram. Jadi sebaiknya dikonsultasikan juga ke dokter sebelum memutuskan untuk tetap berpuasa.

Baca: Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Bandar Lampung

Lusia:
Asupan tetap sama seperti saat tidak puasa ya mb? Hanya beda waktu makan dan minumnya.
Upi: 
Iya, jumlah asupan tetap sekitar 500 kalori, hanya beda waktu/jadwal makannya. Sebaiknya jumlah sayur dan buah lebih banyak dari karbo.

Ummu Azzam: 
Si kecil tanggal 3 Juni genap 2 tahun, berarti ramadan nanti mulai tahap penyapihan. Namu saya khawatir si kecil rewel. Apakah sebaiknya saya tunda setelah bulan ramadan ya?
Upi: 
Saya pakai metode Weaning With Love (WWL). Anak saya tidak ada yang pas 2 tahun menyapihnya. Saran saya ditunda saja dulu.

Linda: 
Untuk bumil dan busui saat puasa apakah ada makanan tertentu yang sebaiknya dihindari agar tetap fit?
Upi: 
Untuk makanan tidak ada larangan, yang penting harus seimbang antara karbo, protein, sayur dan buah. Sedangkan untuk minuman, kurangi minuman yang berkafein.
Evi: 
Pengalaman saya, kalau anak sudah MPASI akan lebih nyaman berpuasa. Tapi kalau belum MPASI, benar-benar harus dipersiapkan dan diperhatikan kondisi bayinya, karena dalam islam juga ada keringanan untuk ibu menyusui.
Upi: 
Ya betul, sebaiknya tidak berpuasa untuk yang masih ASI Eksklusif.

Intermezzo yaa pemirsaaa, hahaha

Selesaii. Semoga beberapa pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan para pembaca blog juga yaa, hehehe. Mbak Upi Fitriyanti menutup diskusi dengan pesan untuk para ibu hamil dan menyusui, agar memastikan diri untuk mempersiapkan lahir batin, dimulai dari niat yang tentunya juga disesuaikan dengan kekuatan tubuh dan bayi. Ibadah puasa ramadan akan dapat dilaksanakan dengan bahagia jika kita melakukan persiapan yang optimal.

Sepakaaatttttt!!! Gimana bumil dan busui? Semoga kuliah whatsapp bersama Ketua AIMI Cabang Lampung, Mbak Upi Fitriyanti ini bermanfaat yaa. Saya dokumentasikan resumenya di blog juga sebagai pengingat kalau-kalau suatu saat saya jadi bumil atau busui lagi, hihihi. Kamu yang lagi baca, puasa pertama lancar jaya kan? Teruss semangat yaaa.

Saturday, May 12, 2018

Asyiknya Berenang di Global Surya Swimming Pool Bandar Lampung

May 12, 2018 4 Comments
harga tiket masuk kolam renang global surya lampung


Akhir pekan ituu jadwalnya tidur olahraga, jalan-jalan dan jajan-jajan. Yeayyy! Minggu kemarin, kami sekeluarga memutuskan untuk berenang. Udah kangen banget mau main air, hihihi. Dari rumah siap-siap bekal, baju ganti dan peralatan mandi. Ikut pengajian minggu pagi dulu sambil mikir nanti mau berenang dimana. Rencana awal sih pengen berenang di seputaran Natar, tapi selesai pengajian itu sudah agak siang. Akhirnya kami memutuskan untuk berenang di sekitaran Rajabasa aja. Global Surya Swimming Pool jadi pilihan karena kami memang belum pernah ke tempat ini sebelumnya. Ceki-ceki google, eh ada prosotannya, cocok nih, hehehe.




Begitu sampai, suami saya memilih bertanya terlebih dahulu kepada penjaga di stand tiket. "Ini ada kolam renang untuk dewasanya kan Mas?", "Ada Pak." Oke fix, saya dan Rania ikut turun sambil menenteng tas dan bekal sarapan. Harga tiket masuk kolam renang Global Surya adalah Rp 17.000/orang. Semua yang masuk, berenang ataupun tidak, harus tetap bayar. Senengnya, tiket ini bisa ditukar dengan satu teh botol di area kantin bagian depan. Berasa dapet minuman gratis gitu, padahal sih bayar ya, LOL.

Baca: Main di Trans Studio Mini Transmart Lampung, Mahal Gak Sih?

Global Surya Swimming Pool ini sebenarnya kolam renang milik Sekolah Global Surya. Tidak sulit mencapai tempat ini. Berada di Jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung, Global Surya Swimming Pool berlokasi tepat di belakang Tribun Lampung. Rute menuju ke tempat ini bisa ditempuh dengan bus trans dan angkot biru jurusan Rajabasa atau transportasi online. Kolam renang dibuka untuk umum hanya pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 07.00 sampai dengan 17.30. Di hari-hari biasa, kolam ini dipakai khusus untuk anak-anak Sekolah Global Surya.


Pintu masuk kolam renang Global Surya

Minggu pagi itu, arena kolam didominasi oleh anak-anak yang sedang les renang. Begitu sampai di tempat, saya langsung membuka bekal. Lafaaarrr!  Sembari sarapan, saya ngobrol dengan ibu-ibu yang duduk di pondokan sebelah saya. Kebetulan, anak si ibu ikut les renang disitu, baru beberapa kali pertemuan. Saya juga berkenalan dengan salah satu guru renang. Kepoo dong sama les renangnya, hihihi.

Untuk delapan kali pertemuan selama satu bulan kita cukup membayar biaya sebesar Rp 300.000. Jadwal bisa disesuaikan dan murid boleh memilih guru renangnya sendiri. Saya lihat ada beberapa guru disitu. Ada mbak-mbak, mas-mas dan bapak-bapak. Nah tinggal pilih deh. "Minimal umur berapa ya Mbak untuk ikut les renang ini?", "Gak ada batas minimal Bu. Asal anaknya mau dan berani. Biasanya sih mulai dari 4 atau 5 tahun udah bisa." FYI, disini bukan khusus swim school atau aquatic baby kayak di instagram-instagram gitu yaa. Ini les renang biasa yang bisa untuk segala usia. Kalo yang khusus untuk les renang bayi di Bandar Lampung, saya belum tauu infonya, hehehe. Saya save nomor salah satu guru, mana tau pengen ikut les juga kaan suatu saat. Tapi gak saya jembreng disini yaa, khawatir ganggu privasinya. For more info bisa coba dateng aja langsung tanya-tanya kesini.

Ana-anak sedang les renang. Ibu-ibu yang ikutan les renang juga ada loh!

Selesai sarapan, saya dan Rania udah gak sabarr pengen segera nyemplung. Setelah salin di ruang ganti, kami berdua langsuungg menuju ke kolam anak-anak. Rania happy banget main air disitu. Biasanya di rumah cuma pake bak mandi aja kan, hahaha. Yang bikin terharu, Rania udah tambah gede bangett ihh.. Dulu tuh kalo main air selalu nempel sama saya. Ini dia udah main air sendiri aja. Doi pindah ke kolam anak-anak di sebelahnya, terus sok ikrib dengan anak-anak yang lain. Aaakkk anakku udah gede! XD





Ayah kemana? Dia sibuk berenang dengan gaya andalan yang sampe sekarang belom ada kemajuan! hahaha. Global Surya Swimming Pool punya 3 kolam renang. Dua kolam anak-anak dan satu kolam dewasa yang dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama kedalamannya mungkin sekitar 1,2 meter ya. Anak-anak yang les renang banyak di tempat ini. Bagian kedua di sebelahnya saya kok ngerasa itu lebih dari 1,5 meter ya, soalnyaa saya yang 157 cm inih kelelep, huhu. Ga bisa napak gitu. Tapi masih bisa jinjit lah, pas leher banget. Antara bagian pertama dan kedua gak ada tali. Cuma dibatesin sama keramik warna biru tua. Harus lebih hati-hati kalau belum bisa berenang, takutnya panik kaan tiba-tiba turunan dan tambah dalem. Di bagian ketiga, kedalamannya mungkin sekitar 1,75 meter. Suami saya yang tingginya 170 cm itu kelelep, hehehe. Nahhh antara bagian kedua dan ketiga ini barulah ada tali pembatas.

3 bagian di kolam renang dewasa Global Surya Swimming Pool

Foto-foto dulu nih buat kenang-kenangan, hihihi.

No filter, jadi tolong harap maklum, wkwk
Belajar gerakan kaki sama Ayah

Asyiknya disini, dengan harga segitu, kita bisa nikmatin main perosotan. Walaupun perosotannya cuma dua biji yaa, xixixi. Rania belum berani mrosot sendirian. Saya sih seneng banget disuruh nemenin, yes yes bisa ikut prosotan juga *swimming goals* hahaha. Kayaknya cuma saya sih, ibu-ibu yang naik ke atas prosotan itu. Gapapa lah yaa, palingan kami dikira kakak adik, wkwkkwkw *ngareppp*

Anak-anak semuahh yang main disini, hehehe

Satu jam kemudian kami laper lagiii. Karena olahraga dan makan harus seimbang, kami memutuskan untuk jajaaann, hahahah. Kantin disini menjual gorengan dan mie instan. Namun saat itu kami memilih memesan somay yang ada di luar gerbang sekolah. Perlu keluar sebentar memang, tapi gak jauh kok. Jerit aja bisa sih sebenernya, cuma gak sopan kaan, hihihi. Kami makan somay sembari menukar teh botol.

Global Surya Swimming Pool punya beberapa pondokan yang cukup nyaman untuk santai-santai. Ada juga 2 buah ayunan dan satu mainan gini nih, apa sih namanya, hehehe.


Tempat duduk-duduk shantaii

Selesai makan, kami lanjut berenang lagih. Tiap berenang rata-rata kami menghabiskan waktu 4 jam. Lama yaaaa, hahaha. Kalo harus buru-buru mending gak renang karena Rania pasti bakal cranky.Berenang segitu lama gak takut masuk angin? Nggak.. Alhamdulillah selama ini tiap selesai berenang 4 jam, Rania baik-baik aja. Paling malemnya pegel-pegel dan minta pijet sih, xixixi.

Latihan pernapasan XD

Selama 4 jam itu, saya dan Rania main di seputaran kolam renang anak-anak aja. Ayah sih asik sendiri di kolam renang dewasa, hmmmh. Jelang dzuhur baru deh kami siap-siap pulang. Saya sarankan untuk membawa kacamata renang, karena air di kolam renang dewasa entah kenapa terasa pedih di mata saya. Untuk kolam renang anak, ada beberapa titik lantai keramik yang pecah. Gak banyak memang, hanya satu dua. Karena saya kecipak-kecipuk disitu sampai 4 jam, jadi saya sudah hapal letaknya dimana, hahaha. Gak tajam sih, cuma akan lebih baik kalo diperbaiki. Overall berenang disini asikk, terutama karena tiket masuknya yang murah meriah gak bikin kantong jebol, hehehe. Kolam renangnya juga gak terlalu crowded, jadi kita bisa bebas berenang dengan lega. Saya mau banget balik kesini untuk berenang lagi, yeay!



Udah weekend lagi nih, ada rencana apa di hari libur ini? Di rumah aja ataupun jalan-jalan keluar, semoga kita semua selalu berbahagia bersama keluarga tercinta ya!

Thursday, May 10, 2018

Main Hape Boleh Tapiii... Ada Batasannya Ya! Ini Dia 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

May 10, 2018 3 Comments
cara menghentikan ketagihan gadget
8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

Halo halo haiiii, hai hai halooo. Pasti udah kangen banget yaaaa sama obrolan mamah mamah kece cem kami berdua??? wkwk. Iya nih, udah hampir 2 bulanan kami gak ngopi-ngopi bareng di blog karena berbagai alasan keadaan. Monmaap para fans *ditimpuk cangkir*, here it is! Ngupi Pay kali ini kami akan membahas tentang gadget. Saya sharing tentang aturan main hape di rumah, sedangkan Mama Rayyaan Razqa bahas tentang sahabatnya hape, yaitu tivi. Iyes, hape dan tivi adalah dua sahabat karib yang saya juga sukaaaa banget, tapi kemudian sadar sepenuhnya harus nahaannnn jangan kasih kendor demi habit yang lebih baik untuk anak.


Ada yang udah bete duluan baca judul hape dan tipi ini? Sok-sokan banget, emang anak situ gak pernah ketagihan gadget? Gadget bisa jadi sarana belajar juga kok. Anak saya anteng main gadget dan tetep suka baca buku. Ya situ di rumah cuma ngurus anak, lah sini kerja.

Oke, satu, Rania pernah banget ketagihan tipi di usia 16 bulan. Saat itu Rania bahkan baru bisa jalan, tapi udah ngerti tipi dan ketagihan *cry*


Rania juga pernah banget ketagihan hape karena saya berpikir hape bisa untuk sarana belajar, tapi saat itu masih bebas belum pake aturan. Hasilnya, Rania keterusan dan tantrum. Kalo udah main hape, emosi Rania jadi gak stabil, dikit-dikit marah, persis saya kalo seharian kebanyakan online, eh.


Jadi ibu bekerja itu tantangan. Jadi ibu di rumah juga tantangan. Karena blog saya gak suka bahas working mom versus stay at home mom, jadi marilah kita sama-sama berusaha, fokus dengan segala daya dan upaya untuk buah hati tercinta. InsyaAllah ada jalan... *akur*

Via : Giphy


Setelah beberapa kali trial and error, 8 tips inilah yang sekarang saya terapkan untuk membatasi Rania bermain hape di rumah. Well pastinya ini bukan akhir, besok-besok mungkin bisa berubah lagi, ya karena masing-masing usia punya tantangannya sendiri kan? Baca : Anak Umur 3 Tahun Harus Sudah Bisa Apa?

1. Syarat dan Ketentuan Berlaku

Hape hanya akan saya berikan kalau Rania sudah sarapan, sudah mandi dan sudah sisiran. Yang terakhir itu penting banget karena anaknya suka males sisiran, wkwk. Rania hampir selalu mengambil jatah main hape di pagi hari. Persis kek mamaknya, bangun tidur yang diinget hape *rrrr*

2. Pasang Timer

Berdasarkan trial and error selama ini, Rania kalau dikasih lihat hape lebih dari 30 menit udah pasti bakal tantrum. Jadi saya menerapkan aturan main cukup 30 menit. Sebelum hape dikutak-katik, set timer. Rania sekarang bahkan udah bisa mencet sendiri timer-nya sambil senyum manis ngambil hati saya. "Alarm dulu yah Bundaa.." Duh Nak kamu manis banget kalo mo minta hape, kek mamak pas minta jatah kuota sama Ayah, HAHAHAH

Via : Giphy


3. Beri Pengertian Bahwa Hape Adalah Sarana Belajar

Itulah kenapa saya gak donlotin film kartun di hape. Video-video dengan durasi pendek lebih saya sukai. Kalo yang durasi panjang, biasanya saya setel di tipi. Terus kalo gak ada film kartun, Rania nonton apa? Banyak. Beberapa lagu nasional dan lagu daerah (lagu anak-anak udah nggak, dulu itu yang bikin Rania ketagihan tipi, jadi saya anggep dia udah banyak hapal, cukup lah), phonic song untuk belajar alfabet, pengenalan huruf hijaiyah dan angka, asmaul husna, surat-surat pendek (al-fatihah, an-naas, al ikhlas), science for kids, video masak, video DIY mainan dan beberapa lagu anak dalam bahasa inggris. Pan kapan saya pengen bahas deh tentang channel yutub andalan, hihi.


4. Mau Nonton Kartun? Di Tipi Nasional Ajah

Gak donlotin kartun di hape, bukan berarti saya gak ngebolehin Rania nonton kartun. Boleh banget lah, refreshing. Kayak kita juga kan, sekali-kali butuh nonton inpotemen *eh* Buat saya pribadi, yang receh-receh penting juga buat nyeimbangin otak, hahaha. Oke ini gak ada teorinya ya, cuma karangan saya aja XD Tayangan kartun yang saya izinkan untuk ditonton, harus tetep saya pilih. Yang paling penting adalah aman dari adegan kekerasan, adegan dewasa dan kesimpulan yang ngajarin ga bener. Menurut saya contoh kartun yang cukup aman itu seperti Tayo dan Robocar Poli. Etapi Rania sukanya Rainbow Ruby, hihihi. Karena Rainbow Ruby tayang siang dan Tayo itu malam, Rania harus pilih salah satu. Jadi kalau siangnya sudah nonton, malamnya jatah saya dan suami nonton berita atau kalau lagi pengen, ya nonton film yang juga aman ditonton sama Rania :D

5. Meminta Izin Saat Mengecek Hape

"Rania sedih kalo Bunda main hape terus.." Huhu, piye Mak perasaanmu, kalo anak bilang begitu? Kek ngobatin panu pake kalpanak ya, perih.. Rania akan bilang begitu tiap kali saya mulai sibuk sendiri. Maka semenjak menerapkan aturan main hape, saya hanya akan ngintip-ngintip hape saat Rania lagi melengos, tidur siang, main ke tempat tetangga, udah tidur ataupun diizinkan langsung saat dia dalam kondisi sadar. "Nak Bunda liat hape dulu ya, ini ada yang penting." "Ya sudah jangan lama-lama. Nanti kalo main hape terus pusing loh, matanya bisa sakit." Oemjii, anak gue ceramahnya udah lebih pinterr *emejing*

Via : Giphy


6. Meminta Dukungan Semua Pihak

Orang-orang terdekat harus tau aturan 'main hape gak boleh di depan Rania'. Kalo Rania masih santai acuh tak acuh, sesekali okelah. Tapi kalo Rania udah mulai ikutan ngintip, plis stop! Percayalah dia akan ketagihan lalu mulai tantrum lagi. So stop! Pindah deh ke tempat lain. Di rumah, saya udah deal-deal an sama suami. Di rumah orang tua, saya juga udah warning. Di rumah mertua, belom berani HAHAHA. Kan pulang kampung jarang-jarang, mo banyak aturan kok saya terlihat kek mantu cerewet banget ya. Yasudahlah sedikit menjaga reputasi, limpahkan tugas 'mengkomunikasikan' ke suami, wkwkwk. Se-strict itu memang, karena Rania tipikal anak visual yang mudah banget terdistraksi sama hape.


7. Orang Tua Harus Memberikan Contoh Baik tentang Penggunaan Hape

Children see, children do.
Children are great imitators, so give them something great to imitate.
Children learn more from what you are than what you teach.
Jangan ngarep anak berhenti main hape, kalo saat makan bareng aja tangan kita gak berhenti ngecek hape. Saya termasuk contoh yang buruk deh. Masih sering ngintip hape, gatel sama notif. Ada aja gitu bisikan setan yang ngerayu untuk buka hape. "Cek love instagram deh sist.." "Cek chat WA  shayy, mana tau ada job." *cih* Memang lah syaithan itu kuat banget godaannya bagi mamak lemah hape macem saya. Tapi alhamdulillah, alarm alami saya masih hidup dengan baik. Saya sadar sepenuhnya harus jadi contoh untuk hal yang satu ini. Saya juga gak tega denger rengekan Rania, i will stop, whenever she asks me to stop *meskipun dalam beberapa kasus yang penting banget, saya tetep coba ngelobi sih, huft*

8. Temani Anak Bermain

Anak perlu kita kenalkan dengan berbagai macam kegiatan lain yang menyenangkan. Dan yang terpenting, we are into them

Pic from : Pinterest

Banyak permainan sederhana yang bisa kita lakukan di rumah. Mulai dari membaca buku, bermain dengan cat air, membuat sains project, menggunting dan menempel kolase, mengenalkan anak dengan permainan tradisional atau membuat prakarya bersama anak. Ini bisa jadi bahasan tersendiri dalam sebuah blogpost panjang, hahaha. Ide bermain dengan caption singkat biasanya saya posting di instagram  @dwiseptiani.dwi aja sih, follow dong! XD


~

Baiklah, sesungguhnya 8 tips ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya pribadi. Kalau suatu saat Rania ketagihan hape *lagi*, bisa jadi saya melanggar salah satu atau salah dua atau bahkan lebih tips yang sudah saya tulis sendiri. Do'akan saya istiqomah menjalankan ke-8-8-nya yaa.

Percayalah, anak akan jauhhh lebih bahagia dengan beragam aktivitas. Sama seperti kita, yang sudah pasti pusing kalo mulai kelamaan online. They just need to stop, but they don't know how. Karena masih kecil, mereka belum tau caranya. Tugas kitalah, para orang tua, untuk mengenalkan dunia lain yang gak kalah menyenangkan dari sekedar layar berukuran sekian senti ituh. Tugas kita juga menjadikan kemajuan teknologi sebagai sahabat dalam pengasuhan, bukan musuh dalam membesarkan anak.

Kamu setuju kaan? Okesip, sampai jumpa di Ngupi Pay selanjutnyaa yaa. Love!

Sunday, April 29, 2018

Anak Umur 3 Tahun Harus Sudah Bisa Apa?

April 29, 2018 0 Comments
Anak umur sekian tahun harus sudah bisa apa? Pertanyaan ini selalu hadir di benak mamah-mamah dalam tiap fase perkembangan anak. Pentingkah untuk tahu indikator perkembangan anak di setiap usia? Penting banget! Karena kita bisa tahu apakah anak kita tergolong ke dalam pertumbuhan yang normal atau ada penyimpangan.

Salah satu alat/instrumen yang digunakan dalam pemeriksaan perkembangan anak adalah KPSP. Kuesioner Praskiring Perkembangan Anak atau yang biasa disingkat dengan KPSP merupakan kuesioner yang berisi 9 sampai dengan 10 pertanyaan tentang kemampuan perkembangan yang telah dicapai anak dengan sasaran anak umur 0-72 bulan (Depkes RI, 2006).



Tanggal 29 April 2018 ini, alhamdulillah Rania genap berusia 3 tahun. Kalau udah hari H gini rasanya time flies so fast deh. Kemarin-kemarin mah pas lagi ngadepin naik turunnya emosi Rania, rasanya mamaks ingin Rania cepat dewasa gitu, hahaha. Eh tapi remaja kan emosinya labil juga yaaa? OOH ternyataa ujian hidup seorang ibu akan selalu ada, jadi mari kita nikmati saja setiap fasenya :D


Dalam usia 3 tahun ini, ada beberapa hal yang harus sudah bisa dilakukan oleh anak. Kita bisa melakukan praskrining awal dengan menggunakan KPSP untuk anak usia 36 bulan, diantaranya:

1. Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petunjuk? (gerak halus)
Alhamdulillah Rania iya. Memang lagi hobi banget main coret-coret ini. Di rumah, saya membiasakan Rania untuk coret-coret pada tempatnya. Di buku, di papan tulis atau kadang di lantai yang saya sediakan khusus lalu setelah mencoret kami membersihkannya sama-sama. Untuk saat ini masih bisa diatur, ke depannya belum tau, hahaha. 

2. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu per satu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2,5-5 cm. (gerak halus)
Yak, Rania bikin susunan balok tinggi-tinggi lalu bilang, "Bunda, ini mall." -__- Kenapa harus mall Nak?? Kenapa gak menara masjid? Biar mamaks bisa pencitraan sedikit gituh XD

3. Dapatkah anak menggunakan 2 kata pada saat berbicara seperti "minta minum" ; "mau tidur"?. "Terima kasih" dan "Dadag" tidak ikut dinilai. (bicara dan bahasa)
Kata orang tua jaman old, anak tuh punya kelebihannya masing-masing. Rania kala itu baru bisa jalan di usia 16 bulan. Tapi untuk berbicara, di usia 13 bulan, kata pertamanya sudah muncul, yaitu "Ayah", yang bisa berarti Ayah beneran dan ayam, xixixi. "Ohh belum bisa jalan ya, ngomong duluan biasanya." Yak, kita tahu itu adalah mitos. Tapi sebagai orang tua baru yang saat itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa anak-anak usia segitu rata-rata sudah bisa berjalan, kalimat tadi cukup menghibur lah, hahaha.


4. Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar-gambar ini tanpa bantuan? (bicara dan bahasa)







Alhamdulillah she can mention it, meskipun menurut mamaks gambar nomor 4 agak samar ya, xixixi.

5. Dapatkah anak melempar bola lurus ke arah perut atau dada anda dari jarak 1,5 meter? (gerak kasar)
Stimulasi motorik kasar adalah salah satu peer saya untuk Rania, mengingat anaknya kalau dibawa ke area outdoor malah lebih suka banyak mengamati ketimbang ikut bergerak. Tapi alhamdulillah sekarang sudah lebih mendingan. Rania sudah mau manjat-manjat prosotan dan lebih berani jalan di titian, kemajuan banget itu *sparkling*


6. Ikuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberikan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di lantai." ; "Letakkan kertas ini di kursi." ; "Berikan kertas ini kepada Ibu." Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi? (bicara dan bahasa)
Saya mah malah modus, awalnya mau ngajarin anak mengerti perintah. Lama-lama, asik juga yak Rania udah bisa dimintain tolong, hahahah. Kalau mau mandi, Rania yang ngambilin handuk. Setelah selesai, Rania yang taruh pakaian kotornya di dalam keranjang. Mayan banget kann, kubahagiaa *sungguh kau mamak modus XD

7. Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurang-kurangnya 2,5 cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping garis tersebut. (gerak halus)






Rania kalau diminta gambar begini, malah gambar balon, wkwk. Tapi beberapa kali tanpa sengaja, saya mengamati Rania sudah bisa menggambar garis mayan lurus :D

8. Letakkan selembar kertas seukuran buku di lantai. apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari? (gerak kasar)
"Aaak, Bunda aja." Itu kata-kata pertama yang keluar. Setelah beberapa kali saya contohkan, barulah Rania mau mencobanya daaan "Capek." Oke baeklah.

9. Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? (sosialisasi dan kemandirian)
Bisaa, alhamdulillah. Meskipun untuk beberapa model sepatu, Rania masih suka kebalik antara kiri dan kanan, hehehe.

10. Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter? (gerak kasar)
Nah ini. Rumah kami ada 3 meter gak ya? hihi. Soalnya selama ini Rania main sepeda hanya di dalam rumah. Alasan saya karena jalan di depan rumah itu batu, gak bisa dipake main sepedahan. Kenapa gak dibawa ke PKOR misalnya atau jalanan perumahan yang lebih mulus? Errr iya juga ya. Kemarin-kemarin belum kepikiran. Coba minggu depan deh. Gak boleh males nyuci rodanya yaa. Tuh, terungkap alasan mamak yang sebenarnya XD


Sepuluh pertanyaan di atas merupakan indikator tumbuh kembang anak usia 3 tahun. Bagaimana cara membaca hasil KPSP tersebut? Menurut Depkes RI (2006), interpretasi hasil KPSP adalah:
  • Hitunglah jumlah "YA"
  • Jumlah jawaban "YA" = 9 sampai 10, artinya perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangannya (S)
  • Jumlah jawaban "YA" = 7 sampai 8, perkembangan anak meragukan (M)
  • Jumlah jawaban "YA" = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P)


Setelah mendapatkan hasil skrining, maka intervensi yang bisa diberikan adalah:

Bila perkembangan anak sesuai umur (S), lakukan tindakan berikut:
  • Alhamdulillah ibuk, berilah pujian pada diri sendiri karena telah mengasuh anak dengan baik
  • Teruskan pola asuh anak sesuai dengan tahap perkembangan anak
  • Beri stimulasi perkembangan anak setiap saat, sesering mungkin, sesuai dengan umur dan kesiapan anak
  • Ikutkan anak pada kegiatan penimbangan dan pelayanan kesehatan di posyandu secara teratur sebulan sekali
  • Lakukan pemeriksaan skrining rutin menggunakan KPSP setiap 3 bulan pada anak berumur kurang dari 24 bulan dan setiap 6 bulan pada anak berumur 24 sampai 72 bulan

Berikut adalah link untuk mengunduh KPSP lengkap mulai dari 3 bulan sampai dengan 72 bulan.


Bila perkembangan anak meragukan (M), lakukan tindakan berikut:
  • Berusaha untuk melakukan stimulasi perkembangan pada anak lebih sering lagi
  • Pelajari (bisa bertanya ke tenaga kesehatan atau searching) berbagai cara untuk menstimulasi perkembangan anak untuk mengatasi penyimpangan atau mengejar ketertinggalannya
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencari kemungkinan adanya penyakit yang menyebabkan penyimpangan perkembangan anak
  • Lakukan penilaian ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang sesuai dengan umur anak
  • Jika hasil KPSP ulang jawaban "YA" tetap 7 atau 8, maka kemungkinan ada penyimpangan (P)


Bila tahapan perkembangan terjadi penyimpangan (P), lakukan tindakan berikut:
  • Rujukan ke rumah sakit dengan menuliskan jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan (gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian)



Yuk sama-sama kita rajin kerjakan KPSP untuk mengetahui indikator perkembangan anak. Apakah sudah sesuai, meragukan atau terjadi penyimpangan. Dear mamah milenials, KPSP ini sungguh bukan untuk keren-kerenan, melainkan agar kita tahu langkah apa yang bisa kita tempuh selanjutnya supaya anak bisa berkembang dengan lebih baique. Stop membanding-bandingkan anak!

Barakallahu fii umuriik anakku Ramaniya Fatiha Subekti. Semoga menjadi anak sholehah penyejuk hati Ayah dan Bunda. Btw, tahun depan mulai sibuk cari sekolah ya, huhu gak kerasaa.






Friday, April 27, 2018

Tapis Blogger Gathering 5 dan Resep Tekwan Ala Nuola Food

April 27, 2018 0 Comments
Bahagia itu, bisa makan makanan berkuah yang pedas dan segar. Itu bahagia sederhana versi saya. Saking bahagia, yang saya inget tentang Tapis Blogger Gathering 5 kali ini adalah betapa happynya saya saat dapet resep tekwan dari Mbak Yeni Harnita, Nuola Food, xixixi.

resep tekwan simpel
Tekwan Ala Mb Yani Nuola Food. Foto: Naqiyyah Syam

Minggu, 15 April 2018 kemarin, Tapis Blogger kembali mengadakan gathering yang bertema "Tips Lolos Google Adsense". Dalam acara tersebut, Mas Yoga, selaku presiden jomblo, sharing tentang pengalamannya tembus google adsense selama menjadi blogger beberapa tahun belakangan. Saya jadi flashback, pertama kali membuat blog itu ketika Maret 2017, lalu memutuskan untuk mengubah alamatnya ke top level domain sekitar Oktober 2017 dan mulai serius ngeblog sedikit demi sedikit di tahun 2018 ini.


Tapis Blogger Gathering 5

Sejak gabung ke Tapis Blogger, saat itu saya banyak mendengar istilah tentang google adsense (GA) dan baru 'ngeh' kalau GA bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pantesan kadang saya ketemu blog yang ngeselin deh, harus klik iklan dulu baru bisa masuk. Ternyataa, satu kali klik iklan itu ada nilainya loh. Meskipun teknik maksa nge-klik ini nggak diperbolehkan ya, dan harusnya klik iklan natural aja. Manggut-manggut lah saya mendengar cerita tentang blogger yang punya penghasilan fantastis sampai bisa membeli properti dari hasil GA ini. Bener-bener baru tau kalo jadi blogger tuh se-menjanji-kan itu.

Masuk bulan Februari 2018, kepikiran terus deh buat daftar GA. Biar blog sayah ada iklannya gitu, keren kan, orang dari luar ngeliatnya, wow, ada iklannya, padahal belum tentu di klik dan belum tentu menghasilkan secepat itu juga sih. Cuma bagi saya yang blogger pemula inih, ya keren aja, hahaha *monmaap receh* Baca-baca tentang tips lolos GA di banyak blog, kemudian saya daftar deh. Alhamdulillah dalam sehari itu, langsung dapet balesan email dari GA, tapi saya bacanya dua hari kemudian, hahaha. Anggota Tapis Blogger yang baru-baru sekarang ya kalik gw senior kudu bersyukur banget lah, sampe ada gathering khusus untuk pembahasan lolos GA ini.

Sejak keterima GA, jadi makin semangat nge-blog, walau ternyata supaya cepet gajian itu butuh waktu dan tentunya tips n trik yang yahud. Masuk bulan April 2018, saya ikutan lomba nge-blog yang diadakan oleh STMIK Pringsewu dengan tema pariwisata Pringsewu. Alhamdulillah tulisannya menang dan dapat juara 3.


Tapi sejak ikut lomba itu, iklan di blog saya hilang. Saya pikir nantinya bakal muncul lagi, tapi sudah 2 minggu, belum muncul-muncul juga. Saya sekalian konsul deh ke Yoga saat gathering. Selain mendengarkan sharing dari Yoga, kami bisa diskusi-diskusi ringan sambil menikmati sajian yang sudah disediakan oleh teman-teman dari Nuola Food. Ada buah pepaya dan beberapa cemilan yang keluar terlebih dahulu. Ada juga Nafoura Kurma Water yang segerr banget. Dan tak lama kemudian, keluarlah TEKWAN! Saya serasa sejenak menghirup aroma surga, wanginya itu loh, langsung bikin nggak konsen, wkwk. Sambil menunggu Yoga kutak-katik iklan yang gak muncul di blog, saya memilih untuk makan tekwan dan mendekati Mbak Yeni. Apalagi kalo bukan mencoba peruntungan minta resep! hahaha.

minuman sari kurma
Nafoura Kurma Water yang seger bgt!

"Tekwan ini makanan favorit saya banget loh mbak. Tapi selama ini belum pernah bikin sih. Beli aja terus, haha. Kalo kepala lagi pusing, wajib banget makan tekwan. Sambel rawitnya ini loh, bikin kemepyar. Ribet nggak sih mbak bikin tekwan itu?" Saya memulai percakapan soal tekwan dengan Mbak Yeni. Mbak Yeni dari Nuola Food ini ramah banget, sejak awal sudah care sama Rania. Ngambilin crayon, kertas, mainan, apa aja lah yang bisa bikin Rania anteng. Berbeda dengan gathering Tapis Blogger sebelumnya yang saya datangi sendirian, gathering hari itu saya memang mengajak Rania karena Mas Agung sedang dinas ke luar kota.


"Ahh gampang kok. Harus bisa bikin sendiri, lebih puas soalnya."
"Iya yaa, xixixi. Sambelnya ini juga seger banget mbak, pake cabe rawit doang atau ada campurannya sih mbak?"
"Ohh itu campur kuah tekwan aja. Jadi cabe rawit direbus, terus diulek, campurin deh sama kuah tekwan ini."
"Wihh pantesan sedepp. Tekwannya juga enak banget ini." *sambil ngunyah*
"Ini kita bikin 1 banding 1. Jadi tepung sekilo, ikannya juga sekilo."
"Woh, banyak ya mbak ikannya. Pantesan enakk. Aku mau sih mbak resepnya." *Eaaaaa*

Mbak Yani mungkin kasian ya ngeliat saya yang makan tekwan hari itu kek orang kelaperan banget, hahaha. Ish tapi emang baik banget lah Mbak Yani ini, malah minta pena dan kertas, "Sini saya catetin." Wow. Langsung semangat banget saya ngambil catatan, gak denger deh anggota Tapis Blogger lagi pada sibuk sharing apa, huahahaha.

nuola food
Suasana gathering ditemani tekwan dan kawan-kawannya. Foto: Naqiyyah Syam

Resep Tekwan Ala Mbak Yani Nuola Food

Bahan yang diperlukan untuk membuat pentul tekwan:
1 kg ikan giling
2 buah telur
1 gelas belimbing air
2 sdm garam halus
2 sdm gula pasir
2 sdm bawang putih yang sudah dihaluskan
1 kg sagu tani

Cara membuat:
Masak air secukupnya dalam panci untuk merebus pentul tekwan.
Mixer semua bahan (kecuali sagu tani) sampai terasa padat dan berat, lalu campurkan dengan 1 kg sagu tani. Aduk menggunakan tangan.
Cubit sedikit demi sedikit adonan, masukkan ke dalam air yang sudah mendidih.
Angkat pentul tekwan matang yang sudah mengambang di atas permukaan air.

Untuk kuah tekwan, Mbak Yani hanya memberikan resep secara garis besar nih, saya kudu ngira-ngira sendiri kalo buat nanti, haha. Maklum lah namanya masak kan seringnya feeling ya. Jadi kalo diminta resep akurat kadang memang bingung :D

Bahan yang diperlukan untuk membuat kuah tekwan:
Air secukupnya
Bawang putih, cincang
Udang kering
Lada
Garam
Penyedap jika suka (saya mah jelas sukak lah, wkwkwkw)
Kalau sudah jadi, lengkapi dengan taburan daun seledri, bawang goreng dan potongan timun

Bahan yang diperlukan untuk membuat sambal tekwan:
Rebus cabai rawit secukupnya
Blender, lalu tambahkan dengan kuah tekwan

Ntappsss! gampang ya kayaknya. Bintangin dulu *cem whatsapp* Rasanya saat itu juga saya pengen lari ke Gudang Lelang, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Bandar Lampung yang banyak menjual ikan segar. Mbak Yani berpesan untuk membeli ikan giling di Toko Raja Laut karena ikan giling disana segar-segar. Bukan pertama kali sih saya mendengar tentang toko itu, Mamah juga sering beli ikan disitu tiap buat pempek.

Happyyy banget dapet resep tekwan yang super simpel tapi hasilnya yummy. Printilan tekwan biasanya ditambahkan dengan bunga sedap malam, jamur kuping dan bengkuang ya. Hari itu, meskipun tekwannya polos tapi tetep enak! *jadi kepengeen, huhu* Tempat makan tekwan yang biasa saya beli itu letaknya di sebrang Taman Makam Pahlawan, sebelah Istana Buah, daerah Kedaton, Bandar Lampung. Lupa deh nama tendanya, buka dari sore sampai malem. Disitu kuah tekwannya juga segerrr dan sambalnya bikin kemepyar. Cuma yaa gak bisa makan sepuasnya kann. Rasanya pengen cepet-cepet praktik banget. Nanti saya bikin postingan sendiri yaa kalau udah cobain buat, hehehe.

nuola food
makan sambil gathering Gathering sambil menikmati makanan. Foto: Latifah

Nuola Food ini memang spesialisnya olahan ikan. Macem-macem produknya, ada pempek pelangi dan siomay ikan juga. Yang terbaru, Nuola Food mulai merambah ke bisnis abon ayam rendang. Ehhhm, cucok ini buat temen sarapan, hihi.

Nuola Food
Whatsapp : 081368665766 / 082377687388
Telepon : (0721) 5602242
Instagram : @nuolafood
Alamat : Jalan Terusan Darussalam RT 08 LK II, Susunan Baru, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung (Belakang SMA 16 Bandar Lampung)

Setelah mengganyang semangkuk tekwan sambil ngobrol dengan Mbak Yani, saya kembali fokus ke gathering ya iyalah ini kan intinya gathering bos! bukan makan-makan, hahaha. Ternyata ooh ternyata, GA saya kena banned! Duh sedih bangetttt. Lagi bahas tips lolos GA, ehh GA saya malah kena banned. Dibantu Yoga, saya mengajukan banding ke GA. Hasilnya, beberapa hari kemudian saya mendapatkan email balasan bahwa permintaan banding saya ditolak. Rasanya pataaaaahhhhhh banget hati saya. Kayak ditolak masuk universitas lewat jalur PMDK *pengalaman*

Email dari google adsense yang bikin saya patah hati, huhu

Iklan di blog hilang, ke-keren-an saya berkurang, wkwk. Sekarang mah iya udah bisa ketawa, kemaren? duuh nangis mbrebes mili, sedih bgt gitu. Di hari saya terima email penolakan, pas banget Mas Agung pulang ke rumah sebentar ngambil catatan yang ketinggalan. Seperti sudah takdir *eaa* Air mata saya tumpah di pelukan hangat berbalut seragam kantor ituh :'D Wejangan demi wejangan keluar supaya saya kembali meluruskan niat. "Mas kan kemarin bangga banget pas blog adek ada iklannya, huhuhu." "Iya mas bangga, tapi bukan itu yang paling penting, mas seneng ngeliat adek semangat nulis." Uwuwuwuw, dilanjut dengan mengirimkan whatsapp link blog teman kuliah mas Agung yang saat ini profesinya juga sebagai blogger. Udah lah, dibikin happy aja. Yang penting, me time dengan menulis tetap jalan dan rezeki blogger gak cuma dari GA aja kok.


Di banned nya saya oleh GA mengundang tanda tanya. Padahal kan saya gak pake tools apa-apa demi cepet gajian dari GA atau sengaja nge-klik iklan sendiri. Curhat lah di grup Tapis Blogger, dan dijawab oleh Mas Mail. "Invalid Traffic bisa disebabkan oleh seringnya refresh, meskipun gak disertai dengan nge-klik iklan sendiri." Nah, itu bener banget. Saya memang suka ngedit setelah published dan itu otomatis sering saya refresh. Jadi belajar hal baru deh soal google adsense.

Tak apalah, toh hari Minggu saat gathering kemarin itu saya banyak mendapatkan pengalaman berharga yang tak kalah penting. Apa aja? Salah satunya dapet resep tekwan, makanan favorit, obat di kala masuk angin datang melanda. Selanjutnya? Saya berhasil nyetir sendiri doooongggg hari itu, hahahah. Mulai dari ngaji di pagi hari, lanjut ke acara Tapis Blogger terus jemput suami di bandara. Ciieee cieeee mamaksss, akhirnyaaaa bisa juga kau bawa mobil sendiri. Alhamdulillah yaaaaah, sesuatu :3

Bonus foto mamaks di akhir postingan ya, hahaha. Have a nice day!

Thursday, April 26, 2018

Berlibur ke Genting Highland, Tidak Sekedar ke Kasino

April 26, 2018 10 Comments
Genting Highland. Pic: 66hk
Malaysia punya kenangan manis tersendiri untuk saya *uhuk* Di tahun 2012, saya mendapatkan beberapa surprise sekaligus. Yang pertama, saya berhasil diterima kerja di sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang good corporate governance. Kedua, bahagia sangat karena akhirnya bisa membuat orang tua tersenyum saat wisuda S1. Ketiga, di usia saya yang 22 tahun saat itu, akhirnyaaa, saya ngerasain naik pesawat jugaaa dan gratis dibayarin kantorr, hahaha. Gak tanggung-tanggung, langsung ke luar negeri, salah satunya ke Malaysia. Disana, kami mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik, termasuk Genting Highland. 

Image saya saat itu, "Lha ngapain ini rombongan tour dibawa ke tempat judi?" Pfft, ternyata salah besar! Genting Highland bukan sekedar kasino, tapi banyaaakkk tempat-tempat lain yang menarik dan yang pasti gak ada hubungannya sama judiii *teeewww* hahaha makanya google dimanpaatin neng XD

Genting Highland adalah salah satu kawasan wisata di Malaysia yang terletak di perbatasan Selangor dan Pahang. Dari namanya yaitu Genting Highland atau Tanah Tinggi Genting kita bisa tahu bahwa kawasan ini berada di ketinggian, tepatnya berlokasi di puncak gunung di area Pegunungan Titiwangsa. Karena lokasinya berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, maka kawasan ini menyajikan panorama pegunungan yang indah dengan suasana yang sejuk.

Tidak sulit mencapai Genting Highland. Kamu bisa menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan menumpang pesawat Malaysia Airlines yang merupakan salah satu maskapai penerbangan terbaik ke Malaysia. Maskapai ini melayani banyak rute penerbangan dari dan menuju Malaysia. Jangan kuatir untuk kamu yang low budget, karena Malaysia Air sering memberikan tiket promo untuk penerbangannya. Tidak sulit juga mendapatkan tiketnya, kamu bisa dengan mudah memesan tiket Malaysia Air secara online melalui Traveloka.

Setelah tiba di Kuala Lumpur, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan bus. Terdapat bus yang langsung menuju Genting dengan bertuliskan ‘Go Genting’. Dari Kuala Lumpur, bus berwarna merah ini akan langsung membawamu menuju Genting Highland.

Walaupun Genting Highland terkenal dengan kawasan berjudinya, namun kamu tidak harus berjudi loh untuk mengunjunginya. Banyak atraksi wisata yang bisa kamu nikmati bahkan bersama keluarga sekalipun. Beberapa tempat berikut akan memberikan pengalaman menarik saat berkunjung ke Genting Highland.

Awana SkyWay

Awana SkyWay, sensasi melayang di ketinggian. Pic: bigkl

Perjalanan darat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ke Genting butuh waktu 2 jam, jadi setelah turun dari pesawat Malaysia Air dan melanjutkan perjalanan, jangan sampai lupa untuk mencoba Awana SkyWay. Alat transportasi yang menghubungkan Awana Transport Hub, Kuil Chin Swee, dan SkyAvenue Mall ini adalah sistem lift gondola yang dapat mengangkut 3.600 penumpang per jamnya. Tiap gondola memiliki kapasitas 10 orang untuk satu kali perjalanan. Dengan menaiki gondola ini kamu bisa menikmati seluruh pemandangan Genting dari ketinggian. Ingin yang lebih extrem, coba pilih gondola dengan lantai kaca (glass floor gondola). Sensasi berdiri melayang di ketinggian akan memacu adrenalinmu. 


Kuil Chin Swee

Kuil Chin Swee yang sungguh instagramable. Pic: singaporeable

Salah satu tempat wisata terkenal di Genting Highland adalah Kuil Chin Swee yang selain menjadi tujuan wisata, kuil ini juga masih aktif digunakan untuk beribadah bagi para pemeluk agama Tao. Kuil ini cukup luas, dibangun pada lahan seluas 28 hektar. Daya tarik utama kuil ini adalah adanya patung biksu Budha bernama Qingshui.
 
Mbak Beby, saya dan Mbak Rika, jomblo-jomblo bahagia kala itu XD

Amusement Park

Bagian dalam Amusement Park. Pic: Mbak Ria

Taman hiburan yang bisa dikunjungi bersama seluruh anggota keluarga ini memiliki 2 area, yakni outdoor dan indoor. Berbagai wahana disajikan di outdoor theme park seperti snow world, Genting bowl, vision city, flying coaster hingga fantasy video games. Sementara indoor theme park berisi permainan yang lebih ringan dan cocok untuk anak-anak. Indoor theme park ini berlokasi di hotel First World, yang merupakan hotel terbesar ketiga di Dunia.


Fashion Forest

Suasana hijau di Fashion Forest. Pic: malaysianfoodie

Bagi kamu yang suka berwisata alam, tidak ada salahnya mengunjungi Fashion Forest. Yang unik dari hutan tropis ini adalah fasilitas wifi coverage sinyal 4G di seluruh areanya. Jadi susah sinyal saat naik gunung tidak berlaku di sini kamu bisa selalu update sosial media :P Di beberapa tempat juga dipasang QR Code dan tag NFC. Tujuannya adalah agar pengunjung dapat mengakses informasi seputar flora yang ada di sana. Kamu cukup memindai QR Code dan tag NFC tersebut, lalu kamu akan terhubung dengan laman internet yang menjelaskan informasi flora tersebut.

Menarik banget kan kan kan? Jadi kangen pengen liburan ke Malaysia lagi, huhu. Enaknya Malaysia ini karena suasana dan bahasanya gak jauh beda sama Indonesia. Komunikasi nyambung, makanan halal banyaak, masjid juga dimana-mana. Semoga ada rejeki untuk jalan-jalan kesana sekeluarga. Aamiin. Kalau kamu, ada rencana jalan-jalan kemana nih? Yuk, rencanakan liburan dengan matang dan langsung berburu tiket di Traveloka.