Sunday, September 30, 2018

Memotret Dieng dalam Kenangan Momen Terbaik 2018

September 30, 2018 26 Comments


"Waktu kecil dulu, ibu sama bapak gak selalu bisa nemenin Mas dan Bayu jalan-jalan. Setiap tiba waktu liburan, kita berdua biasanya nginep di rumah Bu Sri, adik ibu. Besoknya diajak jalan, paling sering ke pantai. Berangkat pagi-pagi banget supaya pas sampe sana udaranya masih segar. Bu Sri kan guru, ada waktu liburnya. Kalo bapak sama ibu harus tetep jaga toko." Hening menyelimuti pembicaraan kami malam itu. Bukan sekali dua Mas Agung bernostalgia tentang masa kecilnya. Dan saya dengan senang hati menyediakan telinga untuk mendengar kisahnya.

"Pokoknya dulu tuh seneng banget kalo ibu dan bapak bisa meluangkan waktu untuk liburan."
Kulihat pandangannya semakin jauh.
"Kenapa Yah?"
"Hehe gapapa. Mas cuma keinget perjuangan ibu dan bapak dulu. Sekarang ini rasanya pengeen banget, ngajak ibu sama bapak jalan-jalan, kemanaa gitu. Ke tempat yang belum pernah bapak sama ibu kunjungi, yang kira-kira bakal bikin seneng. Apalagi sekarang udah ada Rania kan, pasti tambah seneng deh. Kapan-kapan ya, Nda..”

Ajakan itu tentu saja ku-iya-kan. Meski belum tahu kapan akan terlaksana. Seperti luluh hati ini melihat suami yang berwajah sangar namun berhati mawar. Uhuk.

*** 

Waktu berlalu sejak pembicaraan hari itu. Nyatanya, justru ibu yang berinisiatif lebih dulu untuk mengajak jalan-jalan keluarga. Kebetulan kami berdua sedang pulang kampung, Dik Bayu libur kuliah, bapak dan ibu juga memutuskan libur jaga toko. Tujuan kami adalah kawasan wisata di Dataran Tinggi Dieng. Sekitar lima jam perjalanan dari Jogjakarta. Sejak menjadi bagian dari keluarga besar di tahun 2014, ini adalah kali pertama saya bepergian jauh bersama ibu dan bapak.

Foto pernikahan kami di tahun 2014.

Sepanjang perjalanan, kami sekeluarga sibuk bercengkerama. Ehm, mungkin lebih tepatnya makan cemilan, sambil mengobrol, hihi. Saya duduk di kursi paling belakang bersama Rania yang tak henti berceloteh. Sebenarnya hari itu saya masih memiliki deadline tulisan yang belum diselesaikan. Jadi, sambil sesekali menanggapi, saya curi-curi waktu untuk mengetik. Target saya, tulisan harus selesai sebelum sampai Dieng, supaya bisa berlibur dengan tenang.

Jelang sholat jum’at kami sekeluarga sampai di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Miniatur surga dunia yang terkenal dengan sebutan Negeri Di Atas Awan. Tak heran kawasan ini disebut sebagai "tempat bersemayam para dewa". Pemandangan indah berselimut kabut, ditambah hamparan pertanian yang subur dan legenda kutukan si rambut gimbal.


Segera sebelum naik ke atas, saya menekan tombol send. Alhamdulillah, tulisan sudah terkirim. Tujuan pertama kami adalah kawasan yang paling mudah dijangkau, yaitu Kawah Sikidang. Di tempat ini, kami disuguhi pemandangan lumpur panas meletup-letup dan asap putih pekat mengepul di udara. Sungguh background yang instagramable bukan? Banyak spot menarik yang bisa diabadikan. Siang itu udara sangat sejuk, namun matahari bersinar tak kalah terik. Berkali-kali saya mencari tempat yang bebas dari backlight untuk mendapatkan hasil foto yang optimal. Di tempat ini saya juga melihat bermacam-macam hasil bumi yang sebagian besar diantaranya merupakan tanaman khas Dieng, seperti carica, purwaceng atau ginseng jawa dan juga kentang merah, bahkan kentang ungu! Waw.



Puas mengeksplorasi Kawah Sikidang, kami berpindah tempat ke Telaga Warna. Hawa mistis sekaligus romantis sangat terasa begitu memasuki tempat ini. Air telaga yang tenang makin sempurna dengan guratan kabut pekat dan pepohonan rindang. Iya, saat itu kami memang salah memilih waktu. Pemandangan terbaik Telaga Warna seringkali terlihat di pagi atau siang hari. Saat telaga disinari terik panas matahari, dan airnya yang mengandung sulfur, bisa berubah warna menjadi hijau, kuning atau bahkan warna pelangi. Namun sungguh, itu sama sekali tidak mengurangi rasa takjub saya yang tak berhenti mengucap "Maasyaa Allah" saat mengagumi kecantikan Telaga Warna.



Pikiran saya otomatis sibuk mengatur angle foto. Namun sore itu, pengunjung masih sangat ramai dan kami harus mengantri untuk mendapatkan spot terbaik. Saya dan bapak akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di tepi telaga terlebih dahulu. Mata saya menangkap objek cantik berupa aneka macam bunga di tempat ini. Decak kagum saya tak berhenti memandang berbagai warna-warni ciptaan Allah yang tumbuh disana, sambil terus mengambil foto dari berbagai posisi. Tiba-tiba, "Nda! Kosong Nda!" Suara suami dari kejauhan memanggil. Ohh, alhamdulillah, saya lekas berlari menghampiri suami dan mulai mengatur posisi. Tiba giliran kami untuk berfoto di tepian kayu Telaga Warna.


"Udah belum?"
"Bentar.."
"Lama amat."

Saya kadung tidak enak dengan pengunjung lain yang hyaampun tetiba banyak lagi yang berdatangan antri untuk foto.

"Hang nih.. gak bisa moto."

Arghh, saya memutuskan mundur dan menyilahkan pengunjung lain untuk foto lebih dulu.

"Kenapa Yah?"
"Memori hape Adek penuh nih.. Pasti foto yang kemarin-kemarin belum dipindahin deh.."

Hmmh, saya tersenyum miris karena sadar betul selama ini sering merepotkan suami perihal memindahkan file hape ke laptop. Ndilalah kok yaaa, pas lagi momen keluarga di tempat begini memorinya malah penuh. Memang harus rajin back up sendiri sih, huhuhu. Gerutu saya dalam hati.

Males antri lagi, akhirnya kami foto disini aja dulu.

Kunjungan ke Telaga Warna kami sudahi saat rintik-rintik hujan mulai turun. Sore itu langit memang terlihat mendung. Sebenarnya, saya masih sangat ingin berkunjung ke tempat wisata yang lain di sekitar situ, terutama Candi Dieng. Sejak dulu, saya memang hampir selalu tertarik dengan candi dan benda-benda purbakala. Namun, selain cuaca yang memang tidak memungkinkan, saya juga sebenarnya mulai kehilangan mood karena kejadian memori hape tadi.


Ditemani hujan yang semakin deras, perlahan kami turun dari kawasan Dataran Tinggi Dieng. Malam itu, kami menutup kebersamaan dengan semangkuk mie ongklok khas Dieng (ergh, suami dan adik saya nambah sampai dua mangkok sih). Sepanjang jalan Rania tidak berhenti membuat kami semua tertawa. Padahal malam semakin larut. Mungkin Rania tidak ingin kehilangan sedikitpun momen dengan tidur sebelum benar-benar sampai rumah. Celotehnya sanggup menemani adik saya yang menyetir sekian jam sampai kami semua selamat kembali sampai di rumah. Alhamdulillah, liburan keluarga hari itu perlahan mulai mencairkan suasana diantara kami. Sebuah perjalanan memang bisa merekatkan hati orang-orang yang melaluinya bersama. Ahh, entah kapan lagi bisa kembali kesana sekeluarga. Pikiran saya melayang jauh, namun hati kecil saya lalu tersenyum. Kemanapun tujuan kami berikutnya, yang paling penting adalah pergi bersama mereka yang tersayang.
In life, it's not where you go. It's who you travel with.

Hape Impian untuk Merekam Kenangan Bersama yang Tersayang


Bahagia kami hari itu, menjadi momen yang penuh kenangan di tahun ini. Pulang kampung berikutnya, saya dan suami berencana gantian memilihkan tempat untuk kami kunjungi sekeluarga. Mungkin tidak perlu jauh, asal bisa membuat kami tertawa lepas satu sama lain. Sebuah tempat yang tidak perlu berjalan menanjak lagi, mengingat kesehatan ibu yang kini sudah lebih cepat lelah. Sebuah tempat yang akan jadi kenangan manis kami berikutnya.

Saat menentukan tempat itu, yang juga akan paling saya ingat adalah keharusan memiliki 'alat tempur' yang oke. Berupa smarttphone impian dengan performa yang jauuh lebih baik dari yang saya miliki saat ini. Iya, karena saya ingin menyimpan semua memori itu tidak hanya dalam bentuk kenangan, tetapi juga dalam gambar atau video yang bisa kembali saya ceritakan.



Dari perjalanan ke Dieng, saya mengambil banyak pelajaran sebagai bahan pertimbangan untuk memilih hape impian. Yang pasti, kamera harus bagus dengan kapasitas memori yang cukup besar. Tidak lemot, desain kece dan harga affordable (baca versi IRT irit: murah). Naluri ke-emak-emak-an saya tertuju pada hape Huawei Nova 3i yang ternyata bahkan memiliki spesifikasi lebih dari yang saya inginkan. Apa saja?

* Desain stylish dan mudah digenggam. Coba jawab, kita para wanita ini seringkali milih tampilan paling kece dulu atau spesifikasi paling oke? Kalau saya sih, jujur aja, pilih warna yang paling cute dulu baru belakangan nanya Spek-nya apa? hahaha. Huawei Nova 3i memiliki gradasi biru dan ungu yang super cantik. Mevvah saat pertama kali melihat. Enak dipandang dan bikin nyaman, tipikal wanita hape idaman banget kan?


* Huawei Nova 3i punya empat buah sensor kamera, dual kamera di bagian depan dan dual kamera di bagian belakang. Keempat kamera ini bisa menghasilkan efek bokeh tanpa harus edit snapseed, hehe. Kamera utama dibekali sensor 16 MP + 2 MP. Kamera depan bahkan memiliki sensor yang lebih besar, yaitu 24 MP + 2 MP, hingga membuat Huawei Nova 3i masuk dalam kategori selfie camera. Ugh, could i repeat selfie in Kawah Sikidang? Keunggulan ini ditambah lagi dengan adanya fitur Artificial Intelligence (AI) yang bisa secara otomatis menentukan mode terbaik saat kita akan memfoto sebuah objek. Juga High Dynamic Range (HDR) yang mampu menghasilkan gambar tetap optimal meski minim cahaya. Sungguh cocok bagi penyuka foto instan bagus layak upload dalam sekali jepret seperti saya.

* Kapasitas 128 GB! Paling besar di kelas smartphone mid-end saat ini. This is what i really love! Sudahlah jangan sampai kejadian mundur foto di Telaga Warna itu terulang kembali *cry*

* Dilengkapi dengan RAM sebesar 4 GB, sistem operasi android 8.1.0 Oreo terbaru dan prosesor Kirin 710. Yang saya tau, dengan kelengkapan seperti ini, Huawei Nova 3i memiliki performa yang baik, tidak lemot. Sangat tepat bagi freelancer yang harus mobile menyelesaikan pekerjaan disana-sini. Masih kurang? Hape impian ini juga dilengkapi dengan GPU Turbo untuk para pecinta gamers. Wah, Mas Agung nih yang hobi main football football apalah itu di hapenya. Pamer performa ahh, hihihi.


* Slot dual SIM yang keduanya berada di jaringan standby 4G. Sungguh surga bagi pecinta bonus kuota seperti saya yang SIM satunya suka diganti-ganti supaya paket data tetap ngebul.

* Layar lebar berukuran 6,3" dengan FullView display dilengkapi juga dengan fitur eye comfort. Saya optimis fitur ini akan mengurangi kejerengan mata saya saat harus mengetik blog dimana-mana lewat hape seperti saat dalam perjalanan menuju Dieng.


* Terdapat fitur Qmoji dan AR Stiker yang bisa membuat mimik wajah, gerakan dan suara-suara lucu penghibur bosan di perjalanan.

* Paling MURAH di kelasnya. Ya Allah.. MERDEKA dan MELEGAKAN banget gak sih begitu tahu informasi yang terakhir ini? hihihi.

Dengan sebegitu banyak kekecean yang sudah saya sebutkan di atas. Disempurnakan lagi dengan harga yang ramah di kantong, membuat saya FIXED memilih Huawei Nova 3i sebagai hape impian di tahun 2018. Sekaligus 'alat tempur' wajib yang akan saya bawa kemana-mana kelak saat merekam kenangan bersama mereka yang tersayang.




"Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blog-nya Jiwo."



Saturday, September 22, 2018

Resep Daging Cincang Rumah Makan Padang

September 22, 2018 25 Comments

Suatu hari di temlen saya.. lewatlah postingan resep daging cincang milik Mommychaa (instagram @icha.irawan). Postingan ituuuuh, sanggup membuat saya seketika membulatkan tekad menuju rumah makan padang *gampang terpengaruh XD Langsung happy banget deh saat nasi padang sudah ditangan. Kebayang tinggal 'lepp' di rumah.. Nyam nyam.

Baca : Rahasia Tumis Sapi Cabe Ijo ala Hokben 
 
Btw, nasi padang punya kisah tersendiri dalam hidup saya *malah jadi nostalgia* Dua tahun lamanya saya merantau di Kota Jambi saat masih jadi pegawai pemerintah. Dua tahun itu pula hampir setiap hari saya makan nasi padang. Gausah heran, habisnya saya bingung sih mau makan apa lagi, hihi. Paling sesekali diselingi dengan makan Ayam Lepas dekat Gor Kota Baru atau sop daging di seberang Islamic Center. Selebihnya, ya balik lagi ke nasi padang.

Saking banyaknya rumah makan padang di Jambi, saya sampe dejavu Jambi itu adalah Padang, hahaha. Pada zaman itu rumah makan prasmanan tidak terlalu banyak dan kualitas makanannya pun so so. Sebagai anak warteg saat masih ngekos di Jakarta dulu, saya suka sedih kangen masakan rumahan. Dan karena makan masakan padang terus menerus, dalam kurun waktu dua tahun kadar kolesterol dalam darah saya selalu diatas normal! that's horrible :( medical check up tahun pertama 210, tahun kedua 220! Padahal batas normal harusnya 200. Oemji..

Balik lagi ke nasi padang yang saya beli hari itu. Harga hampir 30 ribu, untuk satu bungkus nasi padang, yang setelah saya buka, isinya sungguh tidac proporsional. ~ cryy. Porsi nasi banyak bangettt. Gulai cubadak 2 potong doang, sambalado satu sendok makan, yang kalo dibagi untuk nasi segambreng itu mana cukupp. Dann daging yang ukurannya menyedihkan. Ibarat angka 10 dibagi 15, dapetnya 0 koma doang, huhuhu. Berhubung saya laper banget dan sungguh ingin makan cincang padang, udahlah tetep lahap bagai quda. Semua tandas, kecuali nasinya. Selesai makan, saya masih merasa penasaran dan belum puass. 

resep cincang padang
Pengen daging cincang yang banyak dengan bumbu semaunya ky ginii.

Sebenarnya, sudah lama saya gak menginginkan nasi padang sampe sebegininya, hihi. Sejak resign dan balik lagi ke Bandar Lampung, saya ogah-ogahan tiap kali melihat nasi padang. Boseeenn akutuuuuu. Tapi lidah gitu sih yaa. Suka benci-benci rindu, pfft. Lama-lama kok yaa kangen lagi sama masakan padang. Apalagi setelah lihat postingan Momychaa hari itu. Sempurna banget makan cincang pake telur rebus, timun plus emping.. huhu. Dan begitu beli, eh hasilnya kurang memuaskan. Udah lah saya putuskan untuk BUAT sendiri DAGING CINCANG di rumah yang rasanya kudu persis sama dengan rasa daging cincang yang ada di rumah makan padang, xixixi. Kebayang kaan, bisa tuang sendiri kuah cincang sepuasnya.. aduk-aduk di dalam nasi panas sampe medok! duh, niqmattt XD


Resep Daging Cincang Rumah Makan Padang

By : Momychaa (IG @icha.irawan)
Recook by meee~

Bahan:
1 kg  daging (boleh yang berlemak/tulang), potong dadu

Bumbu yang dihaluskan:
15 butir bawang merah
8 butir bawang putih
1/2 buah pala
4 cm jahe (sejempol)
4 cm lengkuas (sejempol)
3 cm kunyit (sekelingking)
5 butir kemiri 
15-20 cabe merah keriting

Bumbu-bumbu lain: 
2 sdm bumbu kari bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
1 sdt lada bubuk
1/2 sdt kayu manis bubuk
5 butir cengkeh
2 buah bunga lawang
1 lembar daun kunyit
5 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdt gula merah
1 sdm air asam jawa
2 gelas air (ukuran gelas belimbing)

Cara memasak:
Tumis semua bumbu sampai wangi (kalau saya, masak dulu bumbu halus sampai setengah matang, baru masukkan bumbu-bumbu lain, aduk-aduk sampai keduanya matang)
Masukkan daging, aduk rata sampai daging berubah warna
Masukkan air, tutup panci, masak sampai daging empuk dan airnya mengental
Terakhir, bila daging sudah empuk, koreksi rasa (kalau saya, tambahkan garam secukupnya dan sedikit penyedap rasa)
Siap disajikaaannnn ~

resep cincang padang
Cincang Padang versi close up. Nyak enyak enyakk.

Alhandulillah kesampean juga buat daging cincang sendiri.. Wanginya saat dimasak syedeppp bangettt lohh. Hasilnya juga maasyaAllah enakkkk! Cepet-cepet saya ambil nasi bahkan sebelum dagingnya empuk banget, hahaha. Gapapa lah makan duluan, udah ga ketahan lagiiii XD


Salut luar biasa ya sama nenek moyang kita yang berhasil memadupadankan berbagai macam kekayaan rempah Indonesia menjadi satu sajian masakan yang lezat. Jujur, ini kali pertama saya masak pake bunga lawang, hihi. Bangga deh dengan kekayaan kuliner Indonesia. Kamu harus cobain resep cincang padang Momychaa ini di rumah ya gaesss. Worth to try! Ceritain ke aku kalo udah recook ~






Tuesday, September 11, 2018

Review Jujur Baju Renang Muslimah Nuna Hijab Swimwear

September 11, 2018 34 Comments
baju renang muslimah nuna hijab swimwear

Alhamdulillah sampai di bulan September. Bentar lagi saya masuk usia 28 nih, wow! Keriput di bawah mata udah mulai keliatan. Krim anti aging to the rescue, hahaha. Di akhir tahun 2018 ini rencananya kami mau kasih adik buat Rania, xixixi. Mohon do'anya yaaa netijen ❤

Sebelum merencanakan kehamilan anak kedua, ada dua hal yang pengennn banget saya wujudkan. Yang pertama, bisa nyetir. Yang kedua, bisa berenang :D

Keinginan untuk bisa nyetir dan punya SIM A alhamdulillah sudah terlaksana di bulan Juli kemarin. Tinggal keinginan kedua, yaitu bisa berenang. Sejak bulan Agustus saya sudah mulai cari-cari guru renang perempuan. Tapi entahlah adaa aja lupanya. Sampai suatu hari Rania bilang, "Bunda, Rania pengen punya adek bayi sekarang. Kok lama banget lahirnyaaa." Wqwqwq, brb saya langsung kejer target. "Tunggu ya Nak, Bunda belajar renang dulu baru kita punya adek." XD

Selain mencari guru renang perempuan, hal lain yang juga saya pikirkan adalah soal baju renang. Saya belum pernah punya baju renang sih dan selama ini cuma pakai celana panjang biasa, kaos dan jilbab. Bisa dibilang 'kostum berat' ya karena peruntukannya memang bukan untuk berenang, hihihi. Tapi saya cuek aja, lha wong selama ini andalan saya cuma meluncur dan gaya bebas modifikasi ala-ala. Yang penting gerak dan bisa pindah tempat, wqwq.

Baca : Asyiknya Berenang di Global Surya Swimming Pool Bandar Lampung

Saat memutuskan serius les renang, mau gak mau saya harus cari baju renang. Selain ringan, baju renang beneran juga akan membuat pergerakan kita lebih nyaman. So, mulailah saya hunting baju renang muslimah di instagram dan beberapa market place. Lalu akhirnya bertemu dengan akun Nuna Hijab Swimwear ini.

baju renang syar'i
Akun @nunahijabswimwear di instagram

Yang membuat saya tertarik dengan baju renang dari Nuna Hijab Swimwear ini adalah karena penampakan baju yang sesuai dengan kriteria saya, yaitu longgar, tidak ketat. Bahan baju terlihat berbeda dari baju renang pada umumnya. Plus semua jilbabnya menutup dada. Langsung deh kepo-kepo akun instagramnya dan baru 'ngeh' ternyata mereka punya dua model baju renang yang berbeda, yaitu RDAB (Renang Dewasa Atas Bawah) dan RDDB (Renang Dewasa DoBel). Berikut saya jembrengin perbedaan dan persamaannya yaa untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Perbedaan baju renang RDAB dan RDDB:

RDAB 
~ Model atas bawah terpisah. Satu set terdiri dari jilbab, baju dengan karet di pinggang dan celana
~ Pergelangan tangan ADA karet, pergelangan kaki TANPA karet
~ Harga Rp 175.000 - Rp 180.000 

review baju renang muslimah syar'i
Baju renang muslimah model RDAB

RDDB
~ Model celana terusan/jumpsuit. Satu set terdiri dari jilbab, baju dan jumpsuit
~ Pergelangan tangan dan kaki ADA karet
~ Harga Rp 185.000 - Rp 190.000

Baju renang muslimah model RDDB

Persamaan baju renang RDAB dan RDDB:

Bahan parasit gezzbo dengan keunggulan ringan, cepat kering dan tidak menyerap air
~ Pilihan size S-XXXXL
~ Busui friendly, terdapat sleting di bagian depan baju dan jumpsuit 
~ Jilbab menutup dada dan ada karet pengait untuk dimasukkan ke pergelangan tangan. Jadi gak perlu khawatir jilbab tersingkap saat berenang.

Setelah menimbang-nimbang cukup lama, pilihan saya akhirnya jatuh pada model RDDB. Simply karena saya pengen gerak bebas tanpa khawatir baju tersingkap. Selanjutnya saya survey harga ke beberapa market place. Saat cek toko sebelah, harga baju renang serupa ada yang sampe 300-an, huhu, akhirnya saya balik lagi ke toko online punya Nuna sendiri di Shopee dan berlanjut chat untuk info ketersediaan stok, warna dan ukuran.

Awal-awal chat sempet agak bete karena mbak admin jawabnya singkat banget, hahaha. Saya kaget juga pas disaranin pake ukuran XL. Hah? Apa gak gombor-gombor banget tuh? Maklum yak, masalah timbangan ini kan persoalan sensitip bagi para wanita, wqwq. Mungkin saat itu lagi rame orderan, jadi mbaknya lelah, hihi. Dengan tinggi badan 157 cm dan berat badan 47 kg, awalnya saya galau memilih ukuran M atau L. Tapi akhirnya pilihan jatuh pada model RDDB ukuran M dengan warna perpaduan merah dan hitam.

Detail baju renang muslimah model RDDB

Beberapa hari setelah itu, paket baju renang dataang, yeay! Packingnya rapih, laff. Begitu saya buka, ternyata warnanya biru donker, bukan hitam. Hmm, mbak admin kurang akurat saat ngasih informasi. Tapi ga masalah sih, tetep bagus, hehehe. Warna merahnya  juga  walaupun terang, tapi gak yang nyolok mata banget, cakep lah. Jadi deh baju renang RDDB ini saya pakai saat perdana les renang minggu kemarin. Akhirnya yaaaa jadi juga #2018BelajarRenang xixixi. Selama dua hari berturut-turut, saya merasa nyaman, walaupun tetap ada beberapa kekurangan.

Plus plus nya baju renang RDDB:

~ Bahannya enakeuunn. Semua baju renang di Nuna Hijab Swimwear dibuat dari bahan parasit gezzbo dan didesain longgar, gak ketat sama sekali. Sekilas persis seperti baju training untuk olahraga, tapi yang ini jauh lebih ringan. Jadi tetap pede meskipun pake celana panjang karena gak nyeplak bentuk tubuh. 
~ Setelah berenang dan kita mau kembali ke atas, namanya baju dalam posisi basah, ya pasti jadi nyeplak dan nempel badan. Tapi jangan khawatir karena bahan baju ini cepet kering. Tips nya, saya duduk dulu di pinggir kolam renang. Kibas-kibas jilbab dan baju sebentar, baru deh naik ngambil cemilan di pondokan, hahaha *laper* Dibanding baju renang lain, ngetatnya RDDB ini sangat bisa diminimalisir ya gaes. 
~ Dengan model jumpsuit, mau bergerak ky apa juga gak khawatir pinggul terbuka.
~ Bisa dipakai dua hari berturut-turut karena bahan cepat kering, xixixi. Jadwal les renang saya itu hari Sabtu sore dan Minggu pagi. Jadi setelah pulang, langsung cuci, gantung dan dikeringin pake kipas angin. Besok paginya udah siap dipake lagi, hahaha.
~ Harga sangat terjangkau dibandingkan dengan baju renang muslimah lainnya.

baju renang muslimah
Baju renang model RDDB saat basah

 Minusnya baju renang RDDB:

~ Meskipun bahannya enak, tapi untuk perenang profesional, bahan seperti ini kelihatannya bakal agak mengganggu. Karena bahan yang longgar ini mirip seperti celana training. Jadi ada rasa 'keset' 'ketarik' gitu di bagian paha saat kita mau menggerakkan kaki. Gimana yak ngejelasinnya, hahaha. Gini deh, baju renang itu memang akan jauh lebih enak kalau bahannya terbuat dari semacam spandex atau malah cuma pake bikini doang. Jelas lebih ringan, lebih bebas bergerak dan gak perlu ada rasa 'ketarik' saat mau bergerak. Tapi pilihan balik lagi ke masing-masing pribadi ya. Karena saya bukan perenang profesional dan lebih suka yang nyaman dipakai saat kering maupun basah, jadi rasa 'ketarik' itu masih bisa saya maklumi. Gak parah-parah amat kok, masih sangat tolerable dan tetep nyaman.
~ Model RDDB ini membuat saya kelabakan saat mau pipis! XD Kalau berenang ngajak Rania, sudah bisa dipastikan akan menghabiskan waktu 3 sampe 4 jam. Selama itu, biasanya saya ke kamar kecil minimal satu kali untuk pipis. Nah, model RDDB ini hyaampuun, harus buka jilbab dulu, buka atasan, lanjut buka sleting jumpsuitnya, barulah bisa pipis dengan tenang, wqwq, riweuh.
~ Meskipun busui friendly karena ada sleting yang panjang di bagian jumpsuit, tapi untuk menyusui, kita tetep harus ngangkat baju bagian atas dulu. Which is agak ribet untuk menyusui anak yang belum bisa menyusu dengan posisi duduk.

Baca : Breastfeeding 911 : Sukses Menyusui dalam Berbagai Kondisi

~ Bentuk ciput jilbab renangnya bikin wajah saya jadi ceper banget, hahaha. Apa itu ngefek di muka saya aja yaaa, wqwq. Ya sapa tau kan someday Nuna ngeluarin seri jilbab renang dengan pet kokoh dan anti tembem gitu XD

Jilbab renang yang saya bilang bikin wajah makin ceper XD

Overall untuk kesan pertama, saya sih YES  dengan baju renang dari Nuna Hijab Swimwear ini. Bahagia karena produsennya Nuna memperhatikan banget kebutuhan muslimah akan pakaian syar'i saat berenang. Ditambah lagi, saat ini mereka juga memproduksi baju renang model gamis loh. Nah, cocok tuh buat temen-temen yang tetep pengen pake rok dalam suasana apapun, hehehe.

review baju renang muslimah syar'i
Baju renang model gamis (RDG)

Next saya mau order satu lagi yang model RDAB ahhh. Atas bawah gitu. Sepertinya lebih nyaman untuk pipis dan menyusui, xixixi. Kalo kamu suka yang mana gaes? RDDB, RDAB atau RDG? Apapun pilihannya, semoga kita bisa tetap nyaman berolahraga sunnah dengan menutup aurat yhaa ~



Monday, August 27, 2018

Piknik Tipis dan Survey Sekolah untuk Rania

August 27, 2018 4 Comments
[tjurhat alert]

Petualangan mencari pendidikan terbaik itu pun dimulai...


Apa yang terlintas dalam benak kita saat anak pertama mulai masuk usia sekolah? Senang karena akhirnya ada sedikit spare waktu untuk me time? atau mellow karena merasa waktu cepet banget berlalu dan belum melakukan banyak hal di usia yang kemarin-kemarin? Buibu masuk #timsenang atau #timmellow? Kalo saya sih no wonder ya, udah bisa ditebak, pasti masuk #timmellow wqwqwqwqwq. Orang tua dengan karakter melankolis cem saya gini seringkali sekolah belom mulai aja, dah banyak yang dipikir duluan XD


Lumayan lama saya menimbang bakal masukin Rania ke sekolah yang seperti apa. Dengan pilihan yang ada di Bandar Lampung tentunya. Termasuk membahas soal kemungkinan suami pindah ke daerah lain yang peluangnya sangat besar dan bisa terjadi kapan saja. Kepindahan suami yang bisa jadi bukan ke kota, tapi ke pabrik yang letaknya di dusun dan gak banyak pilihan sekolahnya. Harus siap mental dari sekarang dan juga siap plan A plan B.

Memang umur Rania berapa kok mamake mulai survey sekolah? Baru 3 tahun 4 bulan sih. Belum pengen saya sekolahin, tapi survey harus mulai jalan dari sekarang, penasaran euyy XD


Jadi sepagian sampai sesiangan kemarin, kami piknik tipis sembari mengunjungi 2 calon kandidat kuat sekolah yang menurut banyak orang "oke". Bukan oke menurut saya, karena liat tempatnya aja baru kemaren, xixixi. Secara keseluruhan tipikal TK nya sama. Saya pilih yang mengajarkan basic agama. Karena sadar diri pengetahuan agama saya kurang banget. Pengennya dengan menyekolahkan Rania, saya juga jadi ikut belajar banyak hal gitu.. Dan menurut saya sia-sia aja sih kalo milih TK yang happy-happy thok. Sayang karena otak anak-anak mudah menyerap banyak hal dan fitrah keimanan mereka harus banget ada penyalurannya.


Dari dua sekolah tadi, dua-duanya punya basic agama, tapi yang jadi fokus, beda. Tercermin sekilas dari visi, misi dan beberapa kegiatan yang ditulis dalam brosur mereka. Untuk harga, gak jauh beda. Sekolah qualified jaman sekarang memang mayan nguras kantong ya makkssss XD

Percaya nggak sih, ngeliat brosur doang aja pikiran saya udah kemana-mana banget loh. Sungguh melankolis paripurna, wqwq. Dan karena belum puas, jadi dalam beberapa hari ke depan saya akan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

~ Melihat langsung saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah.
Cara gurunya mengajar, satu guru menangani berapa murid, gimana cara mereka menghadapi permintaan anak-anak yang kadang absurd, menanggapi 'pekerjaan' anak, menumbuhkan semangat belajar dan cara mereka mengenalkan anak pada Allah, mencintai sekaligus 'takut' Allah. Banyak bermainnya atau duduk rapi jali di kelas. Jadi rencananya saya bakal kepo pas jam pelajaran berlangsung, xixixi. Semoga kelihatan ya.

 
~ Mempertimbangkan mau lebih fokus kemana. Apa yang kira-kira masih bisa dan kurang bisa saya back up di rumah
Cek kurikulumnya, harus ada nilai tambah pendidikan yang lebih dari yang biasa Rania lakukan di rumah. Detail kegiatan harian dan kegiatan tambahan. Menekankan pada proses belajar atau hasil. Ekstrakurikuler bisa jadi pertimbangan juga.

~ Simulasi jarak dari rumah ke sekolah 
Penting supaya 'supir'nya inih bisa memperkirakan jarak tempuh, xixi. Dan supaya gak bosen karena kelamaan di jalan.

~ Mendengarkan testimoni beberapa orang tua murid
Soal gimana mereka juga diajak untuk sama-sama mendidik anak di rumah, perubahan perilaku dan pola pikir anak setelah sekolah disitu. Kecapekan banget atau nggak. Banyak PR apa nggak, xixixi. Tentang guru-gurunya, fasilitas dan maybe 'update-update' terbaru, if you know what i mean, hehe. 

~ Cek fisik bangunan
Survey pertama kemarin, saya belum sampai mengecek kamar mandi dan fasilitas penunjang lain. Baru sekedar liat tempat bermain dan ruang kelasnya. Next, bakal lebih detail. Ohya, saya gak masalah sama sarana bermain yang terbuat dari besi atau kayu, memang ini ngaruh ke safety ya. Tapi buat saya ada yang lebih penting dari itu. Jadi gak prinsipal cari sekolah yang materialnya terbuat dari kayu. Tapi saya harus tau penanganan yang sekolah lakukan saat ada anak yang cedera. Kemanan yang juga penting adalah soal akses gerbang sekolah, cara sekolah menangani penjemput anak dan makanan yang ada di sekitar.

~ Lihat outputnya
Ini bisa jadi subjektif sih ya. Cuma gak ada salahnya juga kan lihat kualitas para alumni. Duile, bahasa mamak nih 'universitas' banget gak sih? :'D

~ Istrikharoh 
Saat dihadapkan pada pilihan apapun, ini SOP yang harus kita lakukan. Semoga Allah mantapkan hati untuk memilih sekolah yang juga semakin mendekatkan kami sekeluarga pada Allah, aamiin.

 
Buibu yang anaknya udah sekolah, cerita dong... ceritain apa aja boleeee untuk insight mamak muda yang baru akan menyekolahkan anak pertamanya ini, hehehe. Rekomendasiin sekolah di Bandar Lampung juga boleh banget. Ngobrol di kolom komentar yahh.


Wednesday, August 22, 2018

Cara Mengolah Buncis Agar Tetap Hijau dan Renyah saat Ditumis

August 22, 2018 41 Comments
Setelah masak tumis tempe maranggi dan daging cabe ijo ala hokben saat Idul adha kemarin, saya kemudian puter otak, sayurnya apa nih, xixixi. Gak pengen ke pasar, karena stok kulkas masih penuh banget. Masak yang ada aja tapi pantes. Lalu keinget masih punya setengah kilo buncis, yes! Waktu beli, saya keingetan banget tumis buncisnya Rumah Kayu yang suami bungkusin untuk di rumah setelah blio rapat disitu. Begitu saya makan, awwwwww kresss kresss manis banget, masih terkagum-kagum sampe sekarang, kebayang enaknya, huhu. Saya tertantang juga pengen bikin kek gitu. Kerenyahan yang paripurna, wqwq.

Cara mengolah buncis agar tetap hijau dan renyah saat ditumis:

~ Pilih buncis yang masih muda, berwarna hijau segar, berukuran sedang dan biji-bijinya tidak terlalu menonjol
~ Potong ujung-ujung buncis yang bentuknya mirip seperti ekor (jangan sampai putus), lalu tarik pelan-pelan ke arah bawah supaya serat buncis ikut terambil
~ Cuci bersih
~ Potong-potong buncis sesuai selera, boleh agak menyerong, boleh lurus-lurus. Saya agak menyerong sih karena terobsesi dengan cah buncis rumah makan kemarin, hihi
~ Masak air di panci untuk merebus buncis
~ Siapkan es batu dan sedikit air dalam wadah yang lain
~ Setelah air mendidih dan bergolak, masukkan buncis yang sudah dipotong-potong, rebus sekitar 30 detik saja (jangan kelamaan)
~ Matikan api, tiriskan buncis, masukkan ke dalam wadah yang berisi es batu dan sedikit air
~ Tunggu sampai buncis benar-benar dingin

cara memasak buncis tetap hijau
Buncis saat dimasukkan ke air dingin, ijoooo.

~ Tiriskan dan siap diolah


Hasilnya? wihhhhhh kress kresss. Saya buat jadi tumis buncis dengan bumbu minimalis kemarin. Pakai bawang putih cincang, laos, daun salam, kecap, sedikit gula dan garam. Rasa memang belum separipurna cah buncis ala resto yang saya makan waktu itu. Tapi untuk kres kress nya udah dapet banget, yeayy! Kerenyahan yang HQQ XD Saat ditumis, masaknya juga gak usah lama-lama. Cicipin dulu, kalo udah enak langsung deh matiin kompor *ya iyalah* hahaha.


cara memasak buncis tetap hijau
Tumis buncis hijau dan renyah


Sebelum melakukan cara ini, pastikan punya stok persediaan es batu di rumah yaa. Soalnya begitu ditiriskan dari air panas, buncis harus langsung dimasukkan ke dalam air es. Kalo belum ada es batu, yuuk bikin duluuu, hihihi. Selamat mencoba, semoga tips nya bermanfaat.



Tuesday, August 21, 2018

Rahasia Tumis Sapi Cabe Ijo ala Hokben

August 21, 2018 0 Comments
Menu pertama yang saya pikirin untuk lebaran haji justru makanan yang sekiranya gak buat gigi saya sakit, xixixi. Dan jadilah tumis tempe maranggi yang udah pasti empuk dengan rasa manis-manis pedes. Yumm! Barulah setelah itu saya mikirin masak daging karena kebetulan juga masih ada stok daging sapi di freezer. 

Awalnya pengen telpon Mamah untuk nanya resep daging cabe ijo seperti di masa kecil saya dulu. Tapi posisi Mamah sedang dalam perjalanan menuju Lampung dari Malang. Kkhawatir mengganggu, saya searching-searching aneka masakan daging sapi di gugel. Kriteria resep yang akan saya pilih sudah pasti resep olahan daging sapi yang praktis. Sederhana tapi enak dan bahannya gak mengada-ada *banyak mau, hahaha* Lalu akhirnyaaaa nemu resep tumis sapi cabe ijo ala Hokben di cookpad Mb Meylisha. Langsung liat komposisi bahannya apa aja. Yeaayy ada semuaa. Memang ada beberapa bumbu gak biasa sih yang saya stok di dapur buat coba-coba resep, semisal kecap inggris dan minyak wijen. Beli yang ukuran kecil aja. Alhamdulillah yaa kepake lagi sebelum datang masa expired-nya, wakakakak.
resep olahan daging sapi

Tumis Sapi Cabe Ijo ala Hokben
 recook by me

Bahan:
250 gr daging sapi (has dalam/sengkel), iris tipis
1 siung bawang putih, cincang halus
1/2 bawang bombay, iris
3 iris kecil jahe
Secukupnya cabe hijau besar, iris serong
Secukupnya air (100-200 ml)

Bumbu marinasi/rendaman:
1 sdt tepung sagu
1 sdt kecap asin
2 sdt kecap manis
1 sdt saus tiram
1 sdt kecap inggris
1/2 sdt minyak wijen
1/4 sdt lada bubuk
1/4 sdt gula pasir
1/4 sdt garam

Cara membuat:
~ Siapkan wadah kedap udara. Masukkan daging dan bumbu marinasi. Aduk rata. Simpan di kulkas minimal 1 jam
~ Tumis bawang putih, sebagian bawang bombay dan jahe sampai harum
~ Masukkan daging yang telah dimarinasi. Tumis dengan api besar sampai berubah warna
~ Masukkan air secukupnya. Kecilkan api
~ Masak sampai air sedikit menyusut. Masukkan cabe ijo dan sisa bawang bombay. Aduk rata. Tumis lagi sebentar. Matikan api
~ Siap disajikan

Catatan dari cookpad Mb Meylisha:
Bawang bombay dan cabe ijo bisa aja dimasukkan semua di awal, tapi nanti bawang bombaynya jadi gak crunchy dan warna cabe ijonya butek.

_

Selesaaaiiiiii. Hasilnyaaaa wueeenaaakkkkk. Jujur saya sebenernya belum pernah makan Hokben, wakakakak. Tapi kata Mb Meylisha itu rasanya mirip Hokben. Saya pernah makan yang rasanya sejenis ini di resto dan rasanya mirip, huwaaa. Can't believe saya bisa masak makanan kelas resto, bahahah. Sampe suami bilang "Buka PO aja Nda." Walahhhh, belum berani ah. Tangan saya suka gak konsisten soalnya. Hari ini enak, besok belom tentu, padahal resep sama X'D Bu ibu ada yang gitu juga gak sih? *kumencari teman* wqwq.

Oh ya, kalo masak dagingnya cukup banyak dan mau disimpan, saya rasa lebih baik masukin bawang bombay dan cabenya di awal aja supaya makanan gak cepet basi. Soalnya itu jatuhnya setengah mateng kann. Tapi kalo mau disajiin langsung cem di resto gitu, bolehlah pake cara Mb Meylisha. FYI, bawang bombay setengah mateng itu meninggalkan rasa agak langu tapi manis dan enak ya. Jadi balik ke selera masing-masing.


Masakan ini, Mb Meylisha bilang terinspirasi dari resepnya Xanders Kitchen yang hits di instagram. Resep asli udah saya screenshoot di atas ya, atau langsung follow IG @xanderskitchen aja. Memang gak persis sama. Ada cara yang berbeda saat proses marinasi. Disitu juga gak tertulis jelas takaran bumbunya. Saya gak pandai mengira-ngira, jadi saya pake cara Mb Meylisha aja. Terima kasih banyak resepnya ya mbakk. Yes yes kupunya resep andalah untuk olahan daging sapi.

Buibu yukkkk dicobaaa, worth it banget lah pokoknya! Semoga berhasil yaaaa :D


Monday, August 20, 2018

Semua Orang Bisa Masak Tumis Tempe Maranggi ala Heni Maria

August 20, 2018 1 Comments
Idul Adha tahun ini adalah salah satu momen emejing buat saya, haha. Iya karena ini pertama kalinya saya nyiapin masakan buat lebaran. Tahun-tahun sebelumnya, saya lebih sering 'numpang' makan di rumah Iyah (ibu saya) sesudah sholat Ied, xixixi. Pernah juga beberapa kali beli sarapan karena kami segera meluncur ke masjid yang agak jauh tempat hewan kurban kami dipotong. So, this time will be different and i'm so excited!

Jujur yang pertama kali saya pikirin bukanlah menu daging. Saya justru mikir masak apa nih ya supaya gigi gw gak sakit pas lebaran XD Dan terpikirlah ide cemerlang, AHA! Tempe aja deh. Tempe enak dimasak apa? Buanyaaak. Meski kelihatan sederhana, rasa tempe itu khas dan cocok dengan banyak bumbu. Yang bersliweran sih resep tempe kecap dan bacem tempe ya, tapi saya pengen yang beda. Pengen yang puedess puedess gitu semacam tempe penyet atau tempe orek pake rawit yang banyak. Tapi terus inget Rania. Huwaaa udahlah putar haluan masak yang manis-manis aja, supaya gak dua kali masak dan semuanya bisa makan, wkwk.

Resep Tumis Tempe Maranggi ala Heni Maria
recook by me

Bahan:
1 papan tempe, potong dadu
1/4 gula merah disisir
3 sdm air asam jawa
1 sdt kecap manis
cabai rawit sesuai selera

Bumbu halus:
5 siung bawang putih
4 butir bawang merah
1/2 cm jahe
1/2 cm lengkuas
1 sdm ketumbar
1 sdt garam
1 sdt merica 

Cara:
~ Goreng tempe setengah kering, angkat, tiriskan, sisihkan
~ Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan tempe, gula merah dan air asam jawa, aduk rata, beri kecap manis, masak hingga matang, angkat, sajikan dengan taburan cabai rawit potong

heni maria semua orang bisa masak
Tumis Tempe Maranggi, manis pedas :D

Ihiiyyy, hasilnya alhamdulillah enakk :D Seneng banget karena saya berhasil masak salah satu dari sekian banyak aneka kreasi masakan tempe, haha. Ini rasa bumbunya mirip sate maranggi, kuat di ketumbar, tapi isiannya tempe. Finishing taste nya manis ya, kalo mau pedes tinggal banyakin aja irisan rawitnya. Jatah punya Rania pisahin di awal, biar doi gak kepedesan, hihi. Setelah aman dengan menu tempe, barulah saya mikirin masak daging XD Btw ini bukan kali pertama saya recook resepnya Ci Heni Mari dari buku Semua Orang Bisa Masak, sebelumnya yang selalu jadi favorit saya adalah Oseng Cumi Asin Pete. Bedehhhh mantep banget lah, sangat gak disarankan buat yang lagi diet XD

Jadi gimana lebarannya gaes? Semoga happy semua yaa kumpul bareng keluarga. Salam sayang :) 

Friday, August 17, 2018

Breastfeeding 911 : Sukses Memberi ASI dalam Berbagai Kondisi

August 17, 2018 2 Comments
[a very long post, mending sediain cemilan dulu deh.]

Parenting Blogger Indonesia


Tiap mendengar kata-kata menyusui, pikiran saya seringkali otomatis flashback ke masa-masa awal menyusui Rania, tiga setengah tahun yang lalu. Alhamdulillah direct breastfeeding hampir gak ada masalah, tapi soal ASI perah, huhuhu, saya bahkan belum 'ngeh' merk pompa ASI mana yang cukup nyaman untuk memerah, padahal harus sudah kembali masuk kantor. Ckckck.


Seneng banget melihat beberapa tahun terakhir makin banyak komunitas, organisasi ataupun perusahaan yang mengadakan sharing tentang seluk beluk menyusui. Saya selalu dukung sratus persen acara-acara semacam ini karena menyusui punya peran penting di 1000 hari pertama kehidupan anak. Dengan akses informasi yang semakin mudah, semoga semakin banyak juga ibu-ibu yang berhasil memberikan ASI. Itulah kenapa saat tau ada acara Breastfeeding 911 yang diadakan oleh majalah Ayah Bunda dan Pigeon di Lampung, saya langsung mupeng banget pengen ikut. Ditambah lagi pematerinya dongg, dr.Tiwi ! Buibu yang hobi baca soal parenting di instagram pasti udah akrab sama nama dokter anak feverit para arteis ini :D


Pagi itu, Sabtu, 11 Agustus 2018, saya udah berusaha banget dateng ke Novotel sebelum jam setengah 10 teng demi dapet hadiah dari majalah Ayah Bunda *usaha bgt sist* Tapi sayangnya, udahlah berangkat nge-pas waktu, eh di jalan ada insiden suamik hampir nyenggol motor. Jadi gagal dateng in time. Kusyedih, namun yasudalaaaa~ Sesampainya di ballroom tempat acara berlangsung, saya dan teman-teman eksis blogger, langsung sigap foto-foto sebelum acara dimulai. Buat update status ya kaaannn, wk.

Foto komplit bareng manteman Tapis Blogger :D

Jumpa Pakar Breastfeeding 911 dimoderatori oleh Arif Tirtosudiro, seorang MC yang sukses bikin saya termotipasi untuk olahraga dan beli krim anti aging. Gimana nggak, anak gadisnya udah usia 15 tahun tapi tampilan masih seger bgt *huhu, cry* Selanjutnya acara dibuka oleh Mbak Gracia Danarti, selaku redaktur pelaksana majalah Ayah Bunda. Turut hadir pula bu wali, Eva Dwiana Herman HN yang sangat mengapresiasi kegiatan positif semacam ini. Bahkan di akhir sambutannya, Bu Eva sempet nyanyi dangdut yang intinya dukung ASI loh. Saya lupa liriknya, tapi lucuk sih, kreatif, xixixi.

Ibu Eva Dwiana Herman HN saat membuka acara Breastfeeding 911 di Hotel Novotel, Lampung
 
dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS : "ASI diciptakan sangat spesies spesifik"

Materi pertama disampaikan oleh dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS atau yang lebih dikenal dengan sapaan dr. Tiwi. Biasa cuma liat di instagram, liat langsung gini beda bgt euy. Dokternya cancik, mungil, cucok, hahaha. dr. Tiwi membuka presentasi hari itu dengan menekankan bahwa ASI diciptakan dengan sangat spesifik. Sama seperti air susu mamalia lain yang juga spesifik untuk spesies keturunannya. Kebayang kan, kalau bayi manusia langsung diberi susu sapi di awal kehidupannya? Pasti akan ada sesuatu yang missed (hilang) dan tidak sempurna.
Susu sapi untuk otot, ASI untuk otak.

dr. Tiwi saat menyampaikan materi
Perbedaan ASI dan susu sapi
Dilihat dari jumlah protein,  ASI memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan susu sapi. Namun, kandungan laktosanya lebih tinggi. Laktosa merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Jadi kasarnya, susu sapi tuh untuk otot, sedangkan ASI untuk otak. Anak belum mau kita jadiin Ade Rai sejak bayi kan? ckck. Kandungan protein yang lebih sedikit pada ASI sudah sangat sesuai dengan kebutuhan bayi karena lambung bayi yang baru lahir masih butuh proses penyempurnaan. Kelebihan protein justru akan membuat bayi rentan terkena alergi. Selain itu, lemak pada ASI mengandung DHA, AA dan lipase, sedangkan susu sapi hanya DHA dan AA saja. Saat usus belum sempurna, enzim lipase ini berfungsi membantu menyerap DHA untuk otak. Lha kalo gak ada kandungan enzim lipase nya? Coba dibikin kesimpulan sendiri, udah yaqin kan ASI yang terbaique?


Di masa awal menyusui, payudara akan mengeluarkan kolostrum. Jumlahnya hanya sedikit, sesuai dengan ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil. Karena warnanya yang agak kekuningan, kolostrum sering dianggap sebagai susu basi yang harus dibuang. Padahal kolostrum memiliki banyak kandungan dan manfaat yang sangat penting. Saking pentingnya, bayi dengan kondisi tertentu yang belum bisa dirawat gabung dengan ibu karena adanya pemeriksaan lanjutan, tetap harus mendapatkan kolostrum dengan cara diperah dan diberikan melalui media spuit.




Kunci keberhasilan menyusui
Menyusui itu sebenarnya kemampuan natural. Jadi kita harus pede, insya Allah bisa menyusui eksklusif (tanpa tambahan apapun termasuk air putih) sampai usia anak 6 bulan dan dilanjut (dengan tambahan makanan pendamping ASI) sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Tapi selain pede, ada 3 hal yang bisa menjadi kunci keberhasilan menyusui. Yang pertama, edukasi antenatal. Kita harus banyak belajar soal pentingnya menyusui saat masih dalam masa kehamilan. Kenapa harus belajar? Karena sebagai ibu baru yang rasanya masih campur-campur, kaget iya, sakit iya, ngantuk dan capek iya, kalau gak banyak bekal ilmunya pasti akan gampang banget tergoda pake susu formula.

Yang kedua, Inisiasi Menyusu Dini. Menyusu ya, bukan menyusui. Jadi bayi yang diletakkan di dada ibu dan biarkan ia mencari sendiri puting ibunya. Bukan ibu yang menyodorkan puting untuk dihisap. Kalau kondisi ibu belum memungkinkan untuk IMD, bisa digantikan dengan ayah. KAGET GAK??? Seriusan inih bapak-bapak boleh nge-IMD-in anak jugak? Qiqiqiqq. Hari itu kami ditunjukkan video suami dari Olla Ramlan (tau kan yaa, Aufar Hutapea XD ) yang sedang meng-IMD-kan anaknya. Tujuan utama dari IMD ini salah satunya adalah merangsang refleks primitif pada bayi. Jadi boleh digantikan tugasnya oleh ayah. Tapi kalo kondisi ibunya memungkinkan jangan dikasihin ayah yaaaa. Nenen bapak-bapak kan gak ada kolostrumnyaa, wqwq. Pengalaman IMD bagi saya tiga setengah tahun yang lalu itu emejing banget, menyenangkan dan membuat ASI jadi lancar. Kita harus proaktif sama RS dan tenaga kesehatan yang menangani proses persalinan untuk meminta waktu buat IMD, minimal 60 menit. Mana tau mereka lupa ye kaan, meskipun ada poster IMD segede gaban di ruang persalinan.

Baca : Selebrasi 2 Tahun AIMI Lampung : Seminar Kesehatan bersama dr. Wiyarni Pambudi dan dr. Tan Shot Yen

Yang ketiga, posisi dan pelekatan. Harus sabar dan pelan-pelan belajar supaya posisi dan pelekatannya pas biar gak ada drama-drama lecet di awal menyusui. 

Nonton video IMD bayi baru lahir


Selain memberikan nutrisi terbaik dan kekebalan tubuh, menyusui juga merupakan proses stimulasi dan saat-saat kita membangun kelekatan dengan anak. dr. Tiwi berpesan agar buibu banyakin belajar saat masa-masa kehamilan. Kalo udah tiba waktunya menyusui, ya menyusui aja, jangan sambil nonton IG TV! ohkutersindir pemirsa yang budiman, uhuhuu. Semua perempuan dengan berbagai bentuk payudara, bisa menyusui btw. Size doesn't matters. Bentuk puting juga ga penting, karena bayi nyusu di aerola, bukan di puting. Untuk keberhasilan menyusui minimal sampai 6 bulan, dr. Tiwi menyarankan agar tidak memberi dot sampai bayi berusia 6 minggu. Saat daya tahan ibu menurun dan sakit, tetap berikan ASI. Karena saat itu ASI justru membentuk antibodi yang memberi perlindungan pada bayi. Sakit apapun boleh tetap menyusui, kecuali saat ibu menjalani kemoterapi atau mengidap penyakit HIV.

ASI eksklusif harus diiringi dengan evaluasi berat badan.

Presentasi dari dr. Tiwi hari itu ditutup dengan pesan bahwa ASI eksklusif harus diiringi dengan evaluasi berat badan. Ibu harus rutin mengecek kurva pertumbuhan. Kalaupun suatu saat memang dibutuhkan untuk menaikkan berat badan, gaess, susu formula itu bukan racun. Tapi harus konsul ke dokter dulu dan memang ada indikasi medisnya. Semoga anak kita sehat-sehat yaa. Jadi ga perlu sufor sampe usianya 2 tahun nanti, aamiin.

dr. tiwi
Selfie bareng dr. Tiwi. Posisi eik kurang strategis btw, xixiix



dr. Luh Karunia Wahyuni, Sp. KFR : Keterampilan  Oromotor untuk Fungsi Menyusu

Saat pertama kali mendengar nama dan penyebutan gelar dr. Luh, saya bingung sih. Baru kali ini tau kalau ada spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Kira-kira bakal ngomongin apa di acara Breastfeeding 911 ini?

dr. Luh saat ini merupakan Kepala Departemen Rehabilitasi Medik, FKUI-RSCM sekaligus pengajar disana. Gayanya menyampaikan materi pagi itu santai dan keibuan banget. Entah kenapa, tiap kata-kata yang keluar bikin saya pengen nangis! huhuhu. Berbeda gaya dengan dr. Tiwi yang semangat berapi-api, dr. Luh ini ibarat oase di tengah padang pasir ya gaes, adem ~ Sumvah saking terpananya, catetan saya sampek kosong. Dan saya nyesel banget gak ngerekam kata demi kata yang beliau ucapkan, penguatan banget soalnya, beneraannnnnnn. Uwuwuwuwww pengen mengulang momen ndengerin dr. Luh lagik  ~
Menyusui itu harus sakral.

Pesan dr. Luh, gunakanlah saat menyusu itu sebagai saat yang sakral. Pernah ngerasa bete gak sih menyusui anak pas awal-awal lahir? Jujur saya pernah banget. Begadangnya itu loh.. hik. Apalagi pas Rania baru lahir, posisi menyusuinya harus duduk kan. Jadi hampir tiap malem, begadang nyusuin lalu tertidur dalam posisi duduk, paginya pinggang panass pegel bgt, mata panda, kangen bobo nyenyak, huhu. "Kalau dalam 3 bulan pertama semua terasa menyakitkan, that's normal. Jangan putus asa." gitu kata dr. Luh. Pengen meluk banget yhaaa T.T

breastfeeding 911
Foto bareng dr. Luh

Dalam proses menyusu, bayi belajar banyak hal. Itulah kenapa menyusu itu merupakan stimulasi penting di awal kehidupan mereka. Jangan dikira kita doang yang lagi penyesuaian, bayi juga loh! di dalam rahim mereka adem ayem, makan tinggal nunggu pasokan aja dari plasenta. Tetiba lahir ke dunia, denger banyak suara, ngerasain dinginnya kehidupan *halah* dan kadang jauh dari musik yang akrab mereka dengar setiap hari saat di dalam rahim, yaitu detak jantung ibunya. Itulah kenapa bayi sering nangis kalo harus jauh. Pengennya digendong terus, deket-deket ibunya terus, maunya nenen aja. Karena selain laper, mereka juga butuh rasa nyaman. Dan itu cuma ada di pelukan si ibu melalui proses menyusui. CRY akuh CRY. Saya curiga dr. Luh ini kesehariannya pasti puitis banget, entahlah, huhuhu. Kalo dulu kamu termasuk yang pernah nyerah saat menyusui atau kesel sama bayi yang posisinya susah gak pas pas, udah pasti bakal nangis denger dr. Luh hari itu.

Menyusui jangan takut goyor-goyor, itu cuma otot. Exercise aja! nanti balik lagi.

Ini nyata ya. Memang ada buibu yang gak mau menyusui bayi karena takut bentuk payudaranya tak lagi indah. If only they knew that breastfeeding was not just feeding their babies.. kekhawatiran payudara kendor mah gak ada apa-apanya dibanding manfaat yang akan diterima anak sampai mereka dewasa nanti.

Saat bayi lahir, mulut berperan besar untuk mengatur sensori-integrasi dan perilaku neuromotor pada bayi. Mulut adalah pintu dunia bagi bayi. Bayi menjadikan kegiatan menyusu sebagai media untuk menumbuhkan kasih sayang, berkomunikasi, bersosialisasi dan relaksasi. Menyusu pada ibu adalah saat yang membahagiakan dan sangat berharga untuk masa depan anak.

Saat menyusui, ada 6 hal yang perlu diperhatikan:

1. Positioning
Posisi harus benar agar bayi dan ibu mendapatkan manfaat dari proses menyusui. "Ibu-ibu bapak-bapak coba kepalanya mendongak, tarik ke belakang. Bisa menelan? Susah ya. Begitu juga dengan bayi. Jadi posisikan bayi dengan benar sesaat sebelum proses menyusu. Leher dan tubuh berada dalam satu garis, biarkan bayi berada pada posisi alaminya, yaitu panggul menekuk." Saya langsung manggut-manggut dongg.. xixixi. Soalnya beberapa kali saya pernah lalai dan gak 'ngeh' saat posisi Rania terlalu mendongak. Itu berarti nelennya susah yaa, huhu maapkan mamakmu nakk.



Membedong bayi juga ada ilmunya lho. Jangan sampai terlalu kenceng, tegak lurus siap grak! selain karena posisi menekuk pada bayi baru lahir sangat penting untuk perkembangan, tangan yang dibungkus dalam kain bedong akan menghalangi bayi memasukkan tangan ke mulut yang merupakan gerakan alami bayi. Berikut adalah langkah-langkah membedong bayi yang saya kutip dari buklet "Membedong Bayi" yang ditulis oleh dr. Luh.
  • Tangan bayi diposisikan pada garis tengah tubuh dan dekat dengan mulut
  • Tungkai bawah ditekuk dengan perlahan menuju ke perut
  • Derajat tekuk berbeda pada setiap bayi tergantung pada kondisi medis dan toleransi terhadap suatu posisi
  • Selimut harus mudah dikendurkan dengan menendang atau gerakan-gerakan lain oleh bayi jika ia merasa terganggu selama dibedong
  • Untuk bayi yang berisiko tinggi yang tidak dapat dibedong, gunakan popok yang digulung untuk menyangga disekelilingnya kemudian selimuti yang diselipkan disisi bayi.

langkah-langkah membedong bayi
Pembedongan bayi yang optimal


2. Refleks rooting
Adalah kemampuan untuk menerima sentuhan pada pipi, bibir, gusi dan lidah yang merupakan prasyarat untuk menyusu. Jadi ada stimulasi yang sering kita lakukan gengs, tapi selama ini pastilah gak sadar dan gak 'ngeh' ternyata sepenting itu. Penasaran??? Itu loh, usap-usap jari telunjuk ke pipi bayi. Terus bayi bakalan nyari gitu kan, mau ngisep telunjuk kita karena dikira nenen, hihi. Itu artinya bayi merespon dan mempersiapkan diri untuk memulai menghisap payudara ibu, ini penting bgt ternyata. Oke fix anak kedua nanti sebelum nenen usap-usap pipi dulu, xixixi.

3. Menempel pada puting
Menempel sempurna pada puting ini berfungsi supaya payudara gak lecet. Percayalah, payudara lecet yang diisep bayi kelaparan itu sungguh perih! seperih ditinggal pas lagi sayang-sayangnya -.- Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
  • Postur ibu dan posisi bayi
  • Posisi awal dari hidung sejajar puting dan memiringkan kepala
  • Pergerakan bayi ke payudara ibu
  • Posisi hidung dan pipi
  • Menempel pada puting
Di sesi ini, dr. Tiwi menambahkan catatan untuk ibu dengan payudara besar agar menekan puting ke atas dengan dua jari tangan terlebih dahulu, lalu arahkan ke mulut anak. Jika anak masih sulit dan ibu pun masih belajar, perah ASI awal lalu tetap berikan dengan menggunakan spuit. Berbahagialah buibu dengan payudara kecil, karena kata dr. Tiwi itu akan lebih memudahkan bayi untuk menyusu. Kan gaes, percayalah Allah udah menciptakan dengan sebaik-baik bentuk XD

4. Mengisap
Ada dua karakteristik pengisapan, yaitu nutritive sucking (NS) dan non nutritive sucking (NNS). NS ini tujuannya mendapatkan nutrisi atau istilah kita-kitanya sih bayi memang beneran haus dan laper. Kalau NNS itu terjadi saat bayi cuma ngempeng doang. Tujuannya untuk eksplorasi oral, menumbuhkan rasa aman dan nyaman.


Proses mengisap pada bayi


5. Menelan
Yaitu gerak reflek lidah untuk mendorong cairan ke belakang.

6. Koordinasi antara pengisapan, menelan dan bernafas
Setelah materi dari dr. Luh, saya baru 'ngeh' kalo proses menyusui itu sebenarnya panjang ya. Harus ada koordinasi yang baik antara mengisap, menelan dan bernafas. Dan itu semua pelajaran yang bener-bener baru, bukan cuma buat kita, tapi utamanya buat anak kita. Iya, mereka bayi kecil itu belajar banyak hal dari proses menyusui. Puk-puk diri sendiri dan semua buibu pejuang ASI, sabar kita harus dibanyakin lagi. Emang gak mudah tapi bukan berarti gak bisa. Masya Allah, tabarakallah.

Buklet dr. Luh, saya beli 5 diantaranya, buat warisan ke anak cucu XD


Acara ditutup dengan pemberian doorprize bagi pemenang lomba caption instagram, penanya dan peserta dengan kostum terbaik. Gak lupa juga foto bareng-bareng, dilanjut makan siang dan pengambilan goodie bag dari Pigeon. Ahhh seru banget! Hari itu juga ada diskon pembelian untuk produk Pigeon, tapi saya belum ada yang perlu dibeli sih, hehehe. Overall puas banget! Thanks a bunch untuk Majalah Ayah Bunda dan Pigeon Baby Indonesia. Makin semangat nih #2019GantiStatus jadi ibu beranak dua, iya-in gak gaesss??? XD

Pemenang best caption instagram. Eciyee ada Mak Ajeng dari Komunitas Eping Lampung.

Best costume, foto bareng dr. Luh dan Mb Gracia Danarti


Ini yang mengajukan pertanyaan kalo ga salah, lupa euy :'D


Finally foto bareng-bareng! Yeayyyyy. Thanks a bunch Ayah Bunda dan Pigeon Baby Indonesia!