Saturday, December 15, 2018

Ke Jogja Bawa Balita. Pilih Naik Mobil, Pesawat, Bus atau Kereta?

December 15, 2018 4 Comments
Ebuset opsinya panjang amat, hahaha. Serius saya bikin judul begitu karena memang sudah pernah merasakan semuanya XD Jadi tergerak untuk sharing tentang enak gak enaknya ke Jogja naik macem-macem transportasi ituh. Supaya parents lain yang mungkin sedang bingung memutuskan, bisa mantep menentukan pilihan.

Pic from : @malioboro_insta

Sejak menikah dengan mas suamik yang jogja tulen, saya si jogja jadi-jadian ini (akhirnya) jadi sering pulang kampung juga. Minimal setahun dua kali saya pasti ke Jogja untuk menemui mertua, eyang dan saudara-saudara dari Papah. Jadi sudah bisa dipastikan, akhir tahun begini adalah jadwalnya suami melingkari tanggal-tanggal libur nasional cuti bersama tahun 2019 yang sekiranya bisa dipake untuk pulang kampung, hahaha.

Ke Jogja Bawa Balita Part 1 : Naik Mobil Pribadi

Ke Jogja naik mobil pribadi sambil membawa Rania ini baru satu kali kami rasakan, waktu usia Rania 9 bulan. Naik mobil dari Lampung ke Jogja artinya kami juga harus naik kapal laut untuk menyebrangi Selat Sunda. Perjalanan kali itu kami tidak hanya bertiga, melainkan bersama dengan orang tua, adik dan mb saya beserta satu anaknya. Rame banget ya, huehehehe.

Plus :
~ Kosakata Rania bertambah. Mungkin karena sepanjang perjalanan, kami sekeluarga banyak mengobrol. Rania jadi mendengarkan dan meniru.
~ Pengalaman baru yang seru. Saat itu Rania baru pertama kali melihat laut dan naik kapal laut. She was very excited.
~ Murah. Berangkat rombongan seperti ini memang akan lebih murah dengan mobil pribadi ketimbang pesawat.
~ Bebas menyusui karena satu mobil isinya keluarga semua, hehehe.
~ Santai di perjalanan. Mau mampir untuk sholat dulu kek, beli jajan kek atau ke kamar mandi, bebass, semuanya kita yang atur.

Rania usia 9 bulan. Tertidur pulas setelah makan dan nenen.
Minus :
~ Lama sampenya. Kami memang mampir-mampir dulu sih supaya gak pegel-pegel amat. Nginep di Depok semalam, di Purwokerto semalam, baru deh sampai Jogja.
~ Capekk, baik supir maupun penumpang. Fisik harus bener-bener setrong. Makan yang bener, minum air putih dan multivitamin. Meskipun lelah, tapi Rania happy aja loh, mungkin karena ada keponakan saya ya. Jadi kompak berdua. Main, berantem, main lagi, berantem lagi. Gitu aja terus sampe di Jogja XD
~ Ribet menyiapkan MPASI. Saat itu saya buat bubuk teri, bubuk tempe, bawa pisang, ubi rebus, telur rebus dan macem-macem bahan makanan yang sekiranya awet di perjalanan darat yang bakal lama itu supaya tetap bisa MPASI 4 bintang.


Ke Jogja Bawa Balita Part 2 : Naik Pesawat

Pengalaman pertama membawa Rania pulang kampung naik pesawat itu waktu usianya masih 2,5 bulan. Yes, bayik belum 3 bulan udah naik pesawat. Memangnya boleh? BOLEH, alhamdulillah. Seterusnya, beberapa kali kami pulang ke Jogja menggunakan pesawat karena memang paling memungkinkan. Selain karena cuti suami yang terbatas, kami juga belum punya mobil pribadi yang kompatibel untuk dibawa perjalanan jauh, hehehe.

Plus :
~ Cepat sampai (meskipun beberapa kali kami harus mengalami delayed), hingga menghemat waktu perjalanan, terutama untuk yang hanya punya sedikit waktu cuti.
~ Fasilitas ruang tunggu bandara dan suasana di dalam pesawat yang relatif nyaman.

Minus :
~ Saat masih usia 2,5 bulan, kami harus ke dokter terlebih dulu untuk meminta surat izin terbang. Gapapa sih ya sekalian konsultasi meyakinkan bahwa Rania saat itu boleh terbang. Karena di beberapa artikel ditulis sebaiknya usia minimal anak saat naik pesawat itu 3 bulan kan.
~ Harus pakai baju menyusui yang super nyaman/bawa apron/pakai jilbab lebar supaya pewe saat menyusui. Karena di pesawat kita akan duduk sebelah-sebelahan dengan penumpang lain.
~ Wajib siap siaga membangunkan anak untuk menyusui saat take-off dan landing supaya telinganya gak sakit.

Baca : Sukses Menyusui dalam Berbagai Kondisi

~ Setelah anak agak gedean dan gak menyusui lagi, kita harus menyiapkan jawaban atas pertanyaan "Kenapa telingaku ada yang aneh?" dan menenangkan mereka sebisa mungkin saat take off dan landing.
~ Semua perlengkapan yang dibutuhkan harus lengkap di dalam tas, karena ketika pesawat sudah jalan, gak mungkin lagi kan kita minta minggir bentar untuk ke indomar*t XD
~ Mahal. Berasa banget pas Rania udah bayar sendiri setelah usianya di atas 2 tahun, hahaha.

Time flies, sekarang anaknya sudah harus duduk di bangku sendiri :D


Ke Jogja Bawa Balita Part 3 : Naik Bus

Ini sudah dua kali kami lakukan. Yang terakhir saat lebaran tahun 2018 kemarin, memanfaatkan fasilitas mudik gratis BUMN, hehehe. Alhamdulillah kami dapat bus yang cukup nyaman. Kendalanya satu : gak ada kamar mandinya. Padahal Rania saat itu sudah gak pakai pospak, huwaaaaaa!

Plus :
~ Sangat-sangat ekonomis. Gratis gaess. Konsumsi ditanggung pulak. Paling keluar uang kalau mau beli jajan tambahan.
~ Pengalaman yang seru untuk Rania karena bertemu banyak orang dan melihat banyak pemandangan di jalan.

Bus mudik gratis. Rania dan Ayah sedang sibuk motretin emaknya XD


Minus :
~ Bus yang kami dapat kebetulan tidak ada kamar mandinya. Itu super duper membuat saya deg-deg-an. Tiap mampir berhenti di rest area, saya harus menawarkan Rania untuk pipis. Harus, gak boleh ditawar lagi. Karena ya segan amat kalo nanti minta berhenti untuk pipis pas di tengah jalan.
~ Lama sampenyaa. Wajar ya karena perjalanan darat. Waktu itu lebaran pula, jadi bisa dipastikan macet, meskipun tidak separah tahun sebelumnya.
~ Harus buru-buru saat ada kesempatan berhenti di rest area. Ya iyalah kita gak mungkin lama-lama karena bisa diklaksonin supir atau dicemberutin penumpang lain. Jadi kami mengutamakan sholat dan ke kamar mandi, kalo makan sih bisa dibungkus.
~ ROKOK. Sebel banget hyaampuunnn. Ini bukan di bus mudik gratis BUMN ya. Tapi di bus sebelumnya yang pernah kami naiki. Sebut saja bus Putri Remaja. Meskipun dibilang bus AC, tapi sopir dan keneknya terus aja ganti-gantian ngerokok di dekat pintu, yang mana asepnya ya masuk juga dan tercium di seluruh penjuru bus. Huh sebal!
~ Wajib pakai baju yang nyaman untuk menyusui. Karena di bus, para bapak ganti-gantian nongkrong di pintu untuk merokok dan itu melewati bangku kita. Pastikan posisi aman. Oh ya, tips tentang naik bus membawa balita sebelumnya sudah pernah saya posting ya. Coba dibaca dulu supaya siap fisik dan mental.

Baca : Tips Mudik Nyaman Naik Bus Bersama Balita


Ke Jogja Bawa Balita Part 4 : Naik Kereta 

Saat itu Rania berusia 22 bulan. Sebelumnya kami piknik tipis dulu di Bandung selama 2 hari, lalu lanjut perjalanan naik kereta dari Bandung ke Jogja.

Plus :
~ Pemandangannya bagus deh, tsakeepp. Banyak yang bisa kita lihat dan obrolin sama anak.
~ Harga cukup terjangkau.
~ Tempat duduk nyaman, tidak sesempit seperti saat di pesawat atau bus.
~ Entahlah kumerasa lebih aman aja ketimbang naik pesawat yang harus terbang di udara itu, hehehe.
~ Melengkapi portofolio perjalanan Rania naik berbagai macam transportasi *penting* XD

Di depan Gedung Sate Bandung, sehari sebelum ke Jogja.


Minus :
~ Toiletnya so so. Gak kotor, tapi gak yang bersih banget juga.
~ Tidak ada kesempatan berhenti mampir di warung gaes, jadi semua yang dibutuhkan dalam perjalanan harus sudah lengkap ada di tas.
~ Sampenya cukup lama, dari Bandung ke Jogja hampir seharian, dan jalannya rataaaa aja gitu terus, gak ada tantangan, haha. Membuat suasana terkadung jadi super ngantuk, atau super bosen. Harus siap macam-macam amunisi, semisal buku dan mainan untuk penghalau bosan. Saya sendiri memang prefer gak kasih anak hape saat di perjalanan, supaya Rania bisa menikmati dan lebih peka dengan pemandangan di sekitarnya.

Baca : 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

~ Tempat duduk antar penumpang yang agak berjauhan, membuat Rania kebingungan saat mau mencari teman main.

***

Nah itu dia plus minus ke Jogja membawa balita dengan berbagai macam moda transportasi. Kalau disuruh memilih, dari segi waktu, saya pilih naik pesawat. Dari segi kenyamanan perjalanan, saya pilih naik mobil pribadi. Dari segi ekonomis, saya pilih bus. Tapi dari segi pengalaman perjalanan, saya pilih naik kereta. Kan kan, setiap moda transportasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita.

Kalau kamu, bakal pilih yang mana?


Thursday, December 13, 2018

Tinggal Berjauhan dengan Anak? Lakukan 10 Hal Berikut Untuk Mendidik Fitrah Seksualitasnya

December 13, 2018 0 Comments
Pejuang LDR mana suaranyaaaaa??? XD

Postingan blog kali ini adalah sebagian tugas dari game level 11 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang baru sempat saya publish *sungguh alasan klasik* hihihi. Sepuluh tips ini saya buat berdasarkan pengalaman nyata ketika harus menjadi anak dari orang tua yang tinggal berjauhan. Semoga relate yah dengan kondisi teman-teman yang saat ini 'harus' berjauhan dengan keluarga. 
 
Pic from: Pinterest

Apa itu Fitrah Seksualitas?

Menurut Harry Santosa, seorang pakar pendidikan anak, fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnyasebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki, tidak ada yang lainnya. Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai feminitas secara seimbang. anak laki-laki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Begitu pula dengan anak perempuan yang membutuhkan 75% suplai feminitas dan 25% suplai maskulinitas.

Tujuan dari fitrah seksualitas ini adalah agar anak tumbuh sesuai dengan peran sejatinya dan suatu saat mampu menjadi ayah sejati dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik.


Mengapa Pendidikan dengan Fitrah Seksualitas ini Penting bagi Para Orang Tua LDR?

Tidak semua kondisi keluarga itu ideal. Saat ini banyak keluarga yang harus tinggal berjauhan (LDR) dikarenakan salah satu dari ayah/ibu seringkali ditugaskan keluar kota, memiliki pekerjaan di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan atau ditempatkan oleh perusahaan di daerah tertentu. Dalam mendidik fitrah seksualitas diperlukan kehadiran, kedekatan dan kelekatan Ayah Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqil baligh. Ketidakhadiran salah satu orang tua secara fisik di dekat anak bisa menjadi tantangan tersendiri dalam membimbing dan mengarahkan fitrah seksualitas anak. Kesalahan pola asuh ini bisa berakibat pada banyaknya banyaknya laki-laki yang bersikap gemulai atau perempuan yang bersikap kelaki-lakian, tidak menutup kemungkinan bisa pula berakibat pada lahirnya LGBT dimana-mana.


10 Langkah Pengasuhan Anak yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua Long Distance Relationship (LDR)

1. Bangun kekompakan antara ayah dan ibu agar satu suara dihadapan anak-anak.

2. Ajak anak bicara dari hati ke hati. Berikan pengertian mengenai alasan mengapa kedua orang tua harus berjauhan.

3. Berikan pemahaman bahwa meskipun berjauhan, kehadiran keluarga akan tetap utuh dan komunikasi tetap lancar.

4. Manfaatkan teknologi agar anak tidak merasa kehilangan sosok ayah/ibunya. Saat menelepon/video call, tanyakan mengenai keseharian anak dan dengarkan ceritanya.

5. Meskipun berjauhan, orang tua bisa menceritakan dan menggambarkan tentang peran yang dilakukan oleh ayah/ibu dalam kesehariannya.

6. Tetap berikan gambaran/figur/contoh tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keseharian lewat orang-orang terdekat yang ada di sekitar anak, misal kakek, paman, nenek, bibi dan lain-lain.

7. Atur waktu untuk pulang dan terlibat sepenuhnya saat sedang bersama anak. Tidak hanya hadir secara fisik, namun juga hati dan pikiran.

8. Peluk erat dan belai anak saat bertemu. Pelukan akan membuat anak tumbuh menjadi lebih peka serta memberikan perasaan tenang dan bahagia. Jangan remehkan keajaiban pelukan antara orang tua dan anak.

9. Berikan contoh nyata peran ayah (suplai maskulinitas) dan ibu (suplai feminitas) saat sedang bersama dengan anak.

10. Sediakan waktu khusus untuk bicara dari hati ke hati dan melakukan aktivitas tertentu yang sesuai dengan peran sosial laki-laki atau peran sosial perempuan bersama masing-masing anak (buat jadwal nge-date dengan masing-masing anak)

Intinya adalah, saat orang tua memutuskan untuk berjauhan, keduanya harus sama-sama tetap berkomitmen dalam pengasuhan anak. Tidak bisa berat sebelah, karena masing-masing orang tua punya peran penting dalam tumbuh kembang anak. Hal penting lain selain komitmen adalah komunikasi. Orang tua tidak boleh beralasan tidak bisa berkomunikasi, kaku, tidak terbiasa atau apapun. Karena masalah komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak diperbaiki sejak dini, akan menjadi masalah di kemudian hari. Jika saat ini memang harus LDR dan belum ada jalan lain untuk tinggal bersama, ingat dua hal, KOMITMEN bersama untuk mendidik anak dan KOMUNIKASI yang lancar, luwes tanpa gengsi.

Nah, presentasi lengkapnya tentang ini loh gaes. Pan kapan saya sambung yha. Luv.





























Thursday, December 6, 2018

Susu Kental Manis Tak Layak Dikonsumsi Anak, Ini Alasannya

December 06, 2018 33 Comments
Familiar dengan jingle iklan berikut?

Susu saya.. susu Bender*

atau
Susu kental manis Cap E**k, yang penting enakk.


Saya yakin anak 90an langsung auto nyanyi,  wkwk. Jaman saya kecil dulu, dua iklan susu kental manis tersebut seringkali muncul di tivi. Apalagi hari Minggu di jam nonton kartun. Sudah pasti dengar berkali-kali sampai hapal diluar kepala. Iklannya selalu digambarkan dengan anak kecil yang sehat dan cerdas karena suka minum susu.

Susu Kental Manis (SKM). Foto: news.detik.com

Kamis, 29 November 2018 kemarin, saya dan teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan menghadiri talkshow "Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu kental Manis" yang diadakan oleh PP Muslimat NU bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendikia (YAICI). Acara dibuka oleh ibu Dr. dr. Hj. Reihana, M. Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Hadir sebagai narasumber hari itu :
~ Dr. Lusi Darmayanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
~ Ibu Masruroh, perwakilan dari BPOM Lampung
~ Dra. Hj. Susiyati, PP Muslimat NU PW Lampung
~ Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.

Foto: Naqiyyah Syam.

Acara ini membuat ingatan saya sejenak kembali ke masa kecil. Jaman esde, saya akrab sekali dengan 'nyanyian' ibu saya tiap pagi jelang berangkat sekolah, "Diminum susunya, biar pinter.." Iya, beliau menganggap bahwa susu kental manis adalah bagian dari '5 sempurna'  yang harus diberikan pada anak setiap hari. Sebegitu lekatnya imej susu kental manis (SKM) sebagai susu dengan harga yang murah, praktis dan bergizi tinggi kala itu.

Lalu bagaimana dengan kondisi hari ini? Nyatanya masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa susu kental manis adalah sumber nutrisi utama yang boleh diminum anak setiap hari, bahkan ada yang menggunakannya sebagai pengganti ASI. Acara talkshow ini pun salah satunya dilatarbelakangi oleh keprihatinan kasus meninggalnya bayi Arisandi (10 bulan) di Kendari, Sulawesi Tenggara bulan Februari 2018 lalu. Bayi Arisandi diberi susu kental manis oleh ibunya karena tak sanggup membeli susu bayi yang harganya sangat mahal. Sebelumnya, dua bayi juga menderita kasus gizi buruk akibat pemberian susu kental manis.

Di sisi lain, kita juga tentu pernah mendengar soal kasus anak-anak yang mengalami obesitas. Saya sendiri punya tetangga usia SD yang sangat suka minum susu kental manis. Bahkan dijilat gitu aja tanpa diseduh air. Awal-awal sih gendutnya lucu ya. Tapi lama kelamaan makin menjurus ke obesitas. Hingga dokter menyarankan untuk diet dan memperbanyak aktivitas fisik seperti bermain di luar dan berenang. Penggunaan susu kental manis (SKM) yang tidak tepat, menjadi salah satu penyumbang masalah gizi ganda yang dihadapi oleh Indonesia saat ini, yaitu obesitas dan kekurangan gizi.

fakta susu kental manis
Apa saja fakta seputar si "kental manis" ini hingga tak layak dikonsumsi sebagai susu anak dan balita? Berikut penjelasannya.

Susu kental manis mengandung gula sebesar 40-50 persen.

Tekstur kental dalam susu kental manis didapatkan dari proses memanaskan susu pada suhu tinggi sampai 60% kadar airnya hilang. Gula ditambahkan hingga menciptakan warna yang agak kecokelatan dan rasa yang sangat manis. Fungsi gula sebenarnya adalah untuk tujuan pengawetan. Namun, kandungan gula yang sangat tinggi pada susu kental manis ini tidak pernah diinformasikan oleh produsen. Yang selama ini ditonjolkan hanyalah kandungan nutrisinya yang padahal jauuuhh lebih sedikit ketimbang kandungan gulanya. Coba tonton deh video tentang "manisnya" janji-janji iklan susu kental manis berikut. Sedih akutu dibohongi :(





Kadar gula yang tinggi pada susu kental manis meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Dalam satu gelas susu kental manis (140 ml air) terdapat dua sendok makan gula atau setara dengan 21 gram. Jika kita minum dua gelas susu kental manis setiap hari, seperti anjuran iklan, berarti kita telah mengonsumsi empat sendok makan gula, atau setara dengan 42 gram. Kadar gula ini sangat besar dan berbahaya bagi anak. Merujuk pada aturan WHO, konsumsi gula maksimal untuk anak usia 4-6 tahun adalah 40 gram per hari. Dua gelas susu kental manis saja sudah melebihi kuota maksimal konsumsi gula harian anak, belum lagi ditambah dengan gula yang datang dari makanan lain, seperti permen, cokelat ataupun biskuit. Kandungan gula yang tinggi pada susu kental manis berisiko menyebabkan obesitas, perubahan pola makan, gizi buruk dan diabetes tipe 1. Penyakit lain yang juga dapat ditimbulkan oleh konsumsi gula yang berlebihan ini adalah risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, jantung, stroke, kanker dan lain sebagainya.


Asupan gula yang berlebihan akan merusak gigi anak.

Konsumsi gula yang berlebih, termasuk susu kental manis, dapat memicu kerusakan gigi. Dikutip dari laman ayahbunda.co.id,  zat gula yang menempel pada sela-sela gigi akan menjadi 'makanan' bagi bakteri dalam mulut dan menghasilkan zat asam. Zat asam inilah yang dapat merusak lapisan email gigi dan menyebabkan gigi keropos atau berlubang.


Kandungan gizi susu kental manis lebih rendah dibandingkan jenis susu lainnya.

Ada beberapa jenis susu yang dijual di pasaran, diantaranya susu segar, UHT, pasteurisasi, susu full cream, susu skim, low fat dan susu evaporasi. Dibandingkan dengan semua jenis susu itu, susu kental manis memiliki kandungan gizi paling rendah.





Ibu-ibu muda cem kita gini ((ehmmm)) mungkin kebanyakan udah tau ya informasi soal tingginya kandungan gula pada susu kental manis. Tapi gimana dengan simbah simbah kita? Masyarakat di sekitar kita? Yang masih mengonsumsi SKM dan menganggap SKM adalah salah satu minuman yang bergizi tinggi. Gimana caranya ngasih tau mereka kalau susu kental manis itu sebenarnya bukan susu, tapi gula. . Pertanyaan menarik dari seorang peserta Sosialisasi Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu Kental Manis siang ini. . "Gampang banget." jawab salah satu pemateri. "Ibu tinggal beli susu kental manis, trus rebus. Lama kelamaan dia akan jadi karamel. Itu bukti kalo SKM itu gula, bukan susu." . WOW, aku kok tetiba dapet ide bermain masak-masakan sama Rania 😆😆😆 . . @sahabatyaici @bpom_ri @kemenkes_ri @tapisblogger #RoadshowMuslimatNU #BijakPakaiSKM #bloggeronduty #TapisBlogger #BloggerLampung #BloggerIndonesia
A post shared by Dwi Septiani (@dwiseptiani.dwi) on



Kalsium dan protein susu kental manis lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar.

Bukannya mendapatkan kalsium dan protein, anak justru hanya akan mendapatkan kandungan gula tinggi yang dapat menimbulkan sugar rush. Sugar rush dapat terjadi saat anak mengonsumsi makanan/minuman dengan indeks glikemiks yang tinggi. Makanan/minuman seperti ini cepat diserap dan dicerna tubuh sehingga gula darah meningkat cepat lalu turun lagi. Kenaikan gula darah ini memompa energi balita dan berdampak buruk bagi konsentrasinya. Oleh karena itu, asupan gula yang tinggi ini harus kita batasi. Meminum susu segar adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan kalsium dan protein yang paling tinggi.



Cara Bijak dan Aman Menggunakan Susu Kental Manis

Susu kental manis bukanlah susu pertumbuhan, bukan pula susu untuk pemenuhan gizi. Kandungan gula yang tinggi membuat SKM tidak layak dikonsumsi sebagai nutrisi harian anak, apalagi digunakan sebagai pengganti ASI.

fakta susu kental manis
Sudah ada peringatannya di belakang kemasan loh. Jangan nekat dikasih ke bayi ya. Saya pernah ngasih SKM ini ke 4 anak kucing yang baru lahir karena ditinggal induknya. Eh, empat-empatnya mati :'( Kucing aja gitu kan.. apalagi bayi, hiks.

Ibu Masruroh, selaku perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada talkshow hari itu mengatakan, konsumen harus teliti sebelum membeli dan mengonsumsi suatu produk. Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kadaluarsa) -nya terlebih dahulu.

Pic from: bundabiya.com

Di akhir tahun 2018 ini, BPOM juga mengeluarkan aturan lengkap terkait label dan jam tayang iklan susu kental manis. Para produsen pun sepakat menghapus kata 'susu' pada kemasan SKM yang terbaru. Kalau punya stok SKM di rumah, coba lihat deh. Sudah gak ada kata-kata 'susu' nya lagi. Tinggal 'kental manis' aja.


BPOM menegaskan bahwa susu kental manis tidak boleh diseduh sebagai minuman utama. Konsumsi susu kental manis boleh digunakan dalam jumlah wajar sebagai topping atau tambahan pada makanan dan minuman, misal martabak, kue, jus, es teler dan sebagainya.

Seperti olahan makanan dan minuman yang dibuat oleh ibu-ibu dari PP Muslimat NU Provinsi Lampung ini nih gaess.

olahan dari susu kental manis
Pic from: instagram @vitarinda

Ini dilombakan lho, lihat deh wajah-wajah sumringan para pemenang. Hadiahnya bikin mupeng XD

sosialisasi skm muslimat nu
Pic from: Naqiyyah Syam

Saya dan teman-teman Tapis Blogger hari itu mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat tentang cara bijak menggunakan susu kental manis. Terlebih, kami yang hadir hari itu adalah para orang tua dan calon-calon orang tua yang akan mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di tahun 2045. Tahun dimana Indonesia akan genap berusia 100 tahun dan mengalami 'bonus demografi'. 70 persen jumlah penduduk saat itu berada di usia produktif (15-64 tahun). Merupakan tugas kita bersama untuk mempersiapkan kualitas calon pemimpin masa depan terbaik di masa depan, berawal dari asupan nutrisi yang kita berikan pada anak-anak kita hari ini.

Squad Tapis Blogger. Para ibu dan calon ibu pendidik generasi hebat. Ehmmm, boleh minta aamiin?

Sebagai penutup, Ibu Susiyati dari PP Muslimat NU PW Lampung mengajak peserta untuk merenungkan firman Allah yang tertera dalam QS An-Nisa ayat 9, bahwa Allah memerintahkan kita agar jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah. Dan Allah beritahukan pula dalam QS Al-Baqarah ayat 168 agar kita memberi makanan yang halal dan baik.

Makanlah makanan yang halal lagi baik. Gula halal, susu kental manis halal, tapi kalau kebanyakan, jadi tidak baik.

Yuk, bijak pakai SKM! :)






Saturday, December 1, 2018

10 Tips Bahagia Sehat Lahir Batin untuk Ibu Rumah Tangga

December 01, 2018 1 Comments
Jadi ibu rumah tangga yang harus stand by 24 jam memang bukan perkara mudah ya gengs. Pekerjaan yang berulang dan itu-itu saja bisa menimbulkan stres dan kejenuhan loh. Kejenuhan itulah yang seringkali membuat kita merasa jadi yang paling capek sedunia dan yang paling butuh me time dibanding suami kita. Iya atau iya? Nah, kalau sudah begitu, seorang ibu rumah tangga harus pandai-pandai mengatur ritme supaya beban pekerjaan tetap terasa ringan dan dijalankan dengan bahagia. Karena pepatah happy mom raise a happy family itu benar adanya loh gengs. Simak 10 tips bahagia sehat lahir batin untuk ibu rumah tangga berikut:

tips sehat dan waras di rumah untuk ibu rumah tangga

Menjaga pola makan

Makan teratur dan ciptakan menu sehat dengan gizi seimbang di rumah. Tidak harus mahal, kita bisa membuatnya dari bahan-bahan sederhana yang tersedia di pasar. Jangan takut mencoba menu-menu baru. Suami dan anak-anak biasanya suka dengan menu yang variatif, lezat dan bergizi.

Baca : 5 Rekomendasi Buku Resep Masakan dan Kue untuk Pemula


Memperbanyak minum air putih

Meskipun sepele, hal ini sering terlupakan ya. Saya juga begitu. Dalam hal ini, saya mencoba untuk menggunakan tips mamah saya, yaitu membuat jadwal minum. Kita bisa mengatur jadwal minum yang paling nyaman, misal 1 gelas setelah bangun tidur, 1 gelas setelah sarapan, dst. Dalam sehari, tubuh memerlukan sedikitnya 8 gelas air putih.

Sumber gambar : olvista.com

 Olahraga
Melakukan pekerjaan rumah tangga juga bisa membakar kalori loh. Contohnya mencuci piring. Dalam waktu 30 menit, kita sudah bisa membakar kalori sebanyak 160 kalori. Kita juga bisa menjadwalkan hari olahraga keluarga untuk jalan sehat atau berenang di akhir pekan.
 
 
Istirahat cukup
Saya sendiri sekarang-sekarang ini sudah tidak mau lagi begadang. Kalaupun ingin melakukan hobi seperti ngeblog, saya akan memilih untuk tidak menunda tidur malam dan bangun lebih cepat keesokan paginya. Kebiasaan begadang memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan kita, misal rentan sakit dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Beri tubuh waktu yang cukup untuk istirahat, terutama di malam hari.
 
 
 
 Menekuni hobi
Untuk menghidari kejenuhan dari rutinitas harian, seorang ibu rumah tangga harus menyediakan waktu untuk dirinya sendiri. Akan sangat baik jika waktu tersebut digunakan untuk kegiatan yang produktif semisal menekuni hobi. Saya sendiri selain me time leyeh-leyeh scroll hape biasanya juga melakukan hobi baca buku atau ngeblog, hehehe.
 
 
 
Stop sosial media
Pernah merasa tiba-tiba rumah kita menjadi sempit? hati menjadi sesak saat melihat kebahagiaan orang lain yang ada di sosial media. Kita sibuk membanding-bandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain yang kelihatannya lebih menyenangkan. Stop sosial media! Meskipun memiliki beberapa dampak positif, sosial media juga memiliki banyak dampak negatif jika digunakan terlalu sering. Atur waktu online kita agar bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

 
 
Get dressed!
Bangun dan berpakaianlah keluar rumah! Perbanyak interaksi di dunia nyata dengan tetangga sekitar rumah. Kita juga bisa menghirup udara segar sambil mengurus tanaman. Saya sendiri suka sekali mengoleksi beberapa tanaman buah di halaman rumah. Bahagia rasanya saat melihat hijau-hijau di depan mata, apalagi momen saat memetik buahnya. Benar kalau tanaman itu bikin happy.

 
Sumber gambar : cardiffandvaleuhb.wales.nhs.uk
 
Fleksibel
Don't be too hard on yourself. Atur waktu yang fleksibel agar kita tetap bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan di luar pekerjaan rumah. Santai, tetapi tidak menunda-nunda pekerjaan. Jangan lupa untuk selalu mengagendakan waktu bermain dengan anak-anak. Sesekali ambil 'liburan' saat seluruh anggota keluarga ada di rumah. Libur memasak misalnya :D



Terus meng-upgrade diri
Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita berhenti belajar. Justru babak baru pembelajaran baru saja dimulai. Terus upgrade diri dengan ilmu ke-rumah-tangga-an. Banyak hal yang bisa kita pelajari, misal tentang ilmu parenting, dapur hacks, seni beberes rumah ala konmari, mengelola sampah plastik di rumah atau mencoba menu-menu baru.

 
 
Berpikiran positif
Kunci kebahagiaan yang utama bagi seorang ibu rumah tangga memang harus selalu berpikiran positif. Sebenarnya mudah sekali untuk terbawa pada pikiran negatif seperti stigma masyarakat pada seorang ibu rumah tangga. Tapi bahagia itu kita yang tentukan gaes. Niatkan segala aktivitas yang ada di rumah untuk ibadah dan jangan lupa untuk melakukan kesembilan aktivitas diatas supaya terhindar dari kejenuhan. Cheers :D

Sumber gambar : www.themostlysimplelife.com

Friday, November 30, 2018

Chit Chat : Ngobrol Soal Koleksi Barang di Rumah

November 30, 2018 0 Comments



Ngomong-ngomong soal beberapa barang yang mendominasi rumah, saya belum merasa pantas menyebutnya koleksi sih. Karena jumlahnya gak terlalu banyak dan saya ngerawatnya juga biasa aja. Tapi ternyata buat orang lain, itu cukup wow. Jadi bolehlah ya saya sebut itu sebagai koleksi, wkwkwk *maksa*

Tanaman Buah

Nah nah, maksa yaa. Tanaman saya masukkan kategori barang, hahaha. Di rumah, saya memiliki beberapa koleksi tanaman buah, diantaranya alpukat, jeruk nipis, jeruk sambel, jeruk mandarin, anggur, jambu kristal, jambu madu deli, mangga chonakan, srikaya merah, srikaya new varietas, apel india, tin hijau, tin ungu, belimbing dan kelengkeng. Saya pengen banget nambah macem-macem buah lagi tapi halaman udah gak muat hahaha. Oh ya, halaman rumah saya bukan berarti luas juga lho. Saya menggunakan media tanam planter bag. Meskipun begitu, karena gak rajin muter planter bag nya, banyak tanaman yang akarnya sudah menembus tanah, jadi pohonnya tumbuh besar. Saat ini sih saya diuntungkan karena belum punya tetangga kanan kiri. Jadi masih bebas pohon nyebrang kemana-mana XD

Jeruk nipis dengan media planter bag di halaman rumah.

Buku Resep Masakan dan Kue

Bukan karena saya pinter banget masak. Tapi justru karena pengen belajar masak. Cuma ya gitulah, belum selesai satu buku, sudah beralih ke buku lainnya, hihihi. Dari beberapa buku, saya memfavoritkan 5 buku resep. Ceritanya pernah saya buat jadi postingan tersendiri, mampir ya.



Buku Anak, Parenting dan Pengembangan Diri

Sejak jadi emak-emak, saya jadi jarang baca novel. Padahal dulu saya punya beberapa koleksi novel Tere Liye yang masih nangkring dengan manis di meja pojok rumah.. Bacaan saya beralih ke buku parenting dan pengembangan diri. Saya juga suka membeli buku anak untuk Rania, meskipun koleksi saya tentu belum sebanyak ibu-ibu pecinta buku lainnya, hehehe.




Meme di atas itu cukup saya banget lah, haha. Sekarang-sekarang ini saya bisa menahan diri dari membeli baju-baju lucu dan barang-barang keperluan rumah tangga, demi bisa membeli buku, hehehe. Kalau sudah jadi ibu rumah tangga, harus pintar-pintar mengatur keuangan kan ya :D Rasanya ketiga barang di atas memang paling dominan di rumah saya. Meskipun baju-baju dan barang-barang pindahan dari jaman kapan banyak juga yang belum dibongkar dan itu sepertinya lebih mendominasi seisi rumah, tapi sungguh itu bukan koleksi, hahaha. Kalo kamu, suka koleksi apa di rumah?






5 Rekomendasi Buku Resep Masakan dan Kue untuk Pemula

November 30, 2018 32 Comments
Sejak menikah, saya jadi punya hobi baru, yaitu mengoleksi buku masakan memasak. Kenapa ngotot belajar masak? karena pengiritan XD ingin masakan saya dirindukan oleh seluruh anggota keluarga. Iya, sesuatu yang paling ditunggu-tunggu saat pulang ke rumah. Sebab pepatah bilang, seenak-enaknya masakan resto, tetap paling enak masakan ibu sendiri. Kalo masakannya enak gaess.. kalo nggak yhaa gimanaaa, milih resto lah.. wkwkwk. Makanya harus belajar masak! dan saya memulainya dengan  mengoleksi buku resep terlebih dahulu LOL! XD

review buku resep masakan dan kue

Di era digital seperti ini, sebenarnya banyak sarana untuk belajar memasak secara otodidak. Tinggal modal kuota dan senam ujung jari, kita bisa dengan mudah menemukan berbagai resep masakan dan tutorial masak yang beredar di dunia maya. Baik melalui aplikasi handphone, website, blog ataupun sosial media. Dari sebegitu banyaknya resep, terus kenapa dong saya tetap doyan membeli buku resep?

~ Karena tidak semua resep yang muncul di laman pertama google itu betul-betul teruji kelezatannya, walaupun banyak juga yang memang enak. Bahkan ada loh beberapa website resep yang cuma copas-copas dari website lainnya. Jadi yang nulis belum tentu pernah mraktekin sendiri. Sebel kaannn. Yang begitu biasanya cuma buat nyari untung, bukan memang niat berbagi resep.

Baca : Resep Bolu Pisang Panggang No Mixer dan Tanpa Pengembang

~ Dengan punya buku, resep-resep jadi terdokumentasi rapih dan bisa diwariskan ke anak cucu.
~ Bagi saya, lebih mudah melihat buku saat memasak, daripada harus bolak-balik ngidupin dan scroll layar hape.
~ Sinyal internet mungkin akan hilang timbul di tempat tertentu. Handphone bisa aja raib diambil orang, mit amit yhaaa. Atau memori tetiba lenyap sebelum sempat memindahkan data. Nah, di saat-saat itulah, buku bisa jadi penolong. Asal jangan sampe ada yang minjem trus gak dibalikin yaaa *jitak*

Sebagai pemula dalam hal masak memasak, saya selalu memilih buku resep yang 'beginner friendly'. Bahan yang digunakan gak ribet, cara masak simpel dan hasilnya udah pasti enak. Supaya gak buang-buang bahan masakan ya kaann XD So i recommend you this 5 recipe books!

500 Resep Masakan Terfavorit, Sisca Soewitomo, Best Seller

500 bok! dipraktekin 10% nya aja udah hebat banget! wkwkwk. Generasi 90-an pasti tau Bu Sisca Soewitomo ini. Jaman dulu wajah si ibu sering menghiasi layar televisi. Kala itu belum ada sosmed ya. Resep-resep yang ada di buku beliau ini meliputi macam-macam resep nasi, sajian pelengkap nasi bakar, sup dan soto, ayam, daging, ikan dan seafood, sayuran, tempe, tahu pasta, mie dan pangsit, bubur dan telur, juga dilengkapi dengan resep macam-macam bumbu dasar. Udahlah lengkap banget pokoknya. Kalo udah berhasil khatamin buku ini harusnya bisa bikin resto yaa, hahaha. Soal rasa gak perlu diragukan lagi, Bu Sisca adalah legenda dalam dunia masak memasak, jadi resepnya sudah pasti teruji.

Sumber gambar : ebooks.gramedia.com

Home Cooking Ala Xanders Kitchen, Junita, Mega Best Seller

Ci Junita ini merupakan pemilik akun @xanderskitchen yang sampai saat ini memiliki 547.000 lebih followers instagram. Dalam kurun waktu 7 bulan, penjualan bukunya telah masuk cetak ulang ke-13, terjual lebih dari 50.000 eksemplar dan mendapat predikat buku masak Mega Best Seller pertama di Indonesia. Waawww kece yaa. Saya ikutan beli buku ini karena resep yang ada di dalamnya benar-benar resep masakan sehari-hari yang mudah dipraktekkan. Sering kan kita temui buku resep masakan dengan aneka ragam makanan yang malah justru gak kita praktek-praktekin. Soal rasa gak perlu diragukan, sudah banyak cerita sukses hasil recook dari para followers, bahkan ada yang sampai memberanikan diri membuka usaha kuliner dari resep-resepnya Ci Jun.

Sumber gambar : gramedia.com

Semua Orang Bisa Masak, Heni Maria, Best Seller

Dari judulnya aja langsung tergambar kan kalau resep di dalam buku ini memang ditujukan untuk para pemula. Ada aura pede begitu membaca judul bukunya, hehehe. Selain menghadirkan resep masakan Indonesia, buku ini juga menampilkan beberapa resep western food dan tips memotret makanan agar hasilnya instagrammable. Whaaa, cucok kan untuk para milenials.

Sumber gambar : Tokopedia

Simple and Moist Cake, Tintin Rayner, National Best Seller

Buku resep kue yang satu ini juga gak kalah fenomenal yha. Penulisnya, Tintin Rayner, mengawali debut dari sebuah akun instagram @tintin rayner yang saat ini followersnya mencapai 625K. Tintin tidak pernah mengenyam pendidikan pastry, ikut kursus atau demo masak sekalipun. Kemampuan baking/pastry nya didapat dari belajar secara otodidak. Buku ini dilengkapi dengan penjelasan tentang bahan, pengenalan peralatan untuk baking, foto step by step serta tips n trik anti gagal. Super lengkap pokoknya. Gak perlu khawatir untuk kita yang masih awam dengan dunia perbakingan. Buku ini menjelaskan secara detail, jadi sangat cocok untuk pemula.

Baca : Resep Chocochips Cookies By Tintin Rayner

review buku resep masakan dan kue
Buku resep andalanque.

Kue-Kue Indonesia, Hayatinufus A. L. Tobing dan Cherry Hadibroto

Saya membeli buku ini lantaran rasa nasionalisme sebagai generasi bangsa yang merasa wajib melestarikan kue-kue tradisional khas Indonesia. Saya gak pengen Rania cuma tahu donat atau rainbow cake doang. Tapi dia juga harus ngerti bahwa ada kue enak bernama lemper, lupis, getuk, nagasari dan lain-lain.


Buku ini mengelompokkan resep kue-kue tradisional Indonesia berdasarkan bahan dasarnya, yaitu tepung beras, tepung ketan, tepung kanji, tepung sagu, tepung hunkwee dan tepung terigu yang baru masuk ke Indonesia sejak abad ke-18. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan pengenalan tentang bahan-bahan pelengkap kue indonesia, macam-macam piranti yang digunakan untuk membuat bahkan teknik melipat daun beserta tutorialnya untuk beberapa jenis kue tertentu. Laffff sangat.

review buku resep masakan dan kue


***

YES, 5 buku resep masakan dan kue tersebut betul-betul saya rekomendasikan untuk kamu yang pengen mulai serius belajar masak. Penjelasannya super mudah dimengerti untuk pemula. Nah, kalau sudah beli, jangan sampe cuma jadi pajangan doang ya. Yang penting tuh, prakteknya, hahaha. Ngomong sama diri sendiri banget ini XD Selamat belajar memasak. Semoga kita semua jadi koki kesayangan keluarga. Aamiin.






Thursday, November 29, 2018

5 Blogger Favorit Versi Dwiseptiani.com

November 29, 2018 1 Comments
Masuk hari ke-9 tantangan rutin menulis selama 30 hari dari Bogger Perempuan. Tema hari ini adalah tentang blogger favorit. Sejujurnya, saya cukup terhenyaque, karena ternyata gak banyak blog yang saya baca akhir-akhir ini, selain karena kewajiban blogwalking, ckckck. Dan banyak juga dari blog-blog yang dulunya sering saya kunjungi secara sukarela, bukan karena kewajiban blogwalking, sekarang sudah jarang diisi lagi oleh si empunya, atau kemudian diisi dengan kebanyakan sponsored post. Hingga saya mulai kehilangan selera untuk kembali mampir.

blog terbaik 2018


Gak mudah memang menjaga konsistensi nge-blog, karena kelihatannya sekarang ini lebih mudah menulis di sosial media, iya gak sih? Respon pembaca cepat didapat, komen nggak susah karena gak ada captcha, tampilan lebih dinamis, dan bagi saya, entah kenapa kalau menulis di blog itu bahasanya seringkali jadi beda. Kelihatan lebih serius gitu, mungkin lantaran disini gak ada emoticon ya.. haha. Ya bisa aja sih ada emot-emot gitu, tapi perasaan jadi gak rapih deh.


Ada beberapa blog luar negeri yang juga saya subscribe. Semuanya berkaitan dengan ide kegiatan bermain anak di rumah. Tapi lama-lama di-bisnis-in juga. Ya gak salah sih, but.. Perasaan riweuh aja liat banyak iklan di blog. Mata berasa siwer gitu. Ujung-ujungnya jadi jarang saya buka lagi dan kebanyakan langsung nyari ke website besar gitu, yang saya sendiri gak tau, siapa aja tim di balik penulisan website itu (ya iyalah).

Karena merasa, woh, kok dikit amat referensi bacaan gw, jadi sebelum nulis ini saya sempetin searching dengan keyword "blogger favorit 2018". Yang muncul emang bagus-bagus sih, tapi bukan track saya aja gitu, jadi keknya kecil kemungkinan saya baca, hahaha. Boong banget kan kalo saya rajin baca iwanbanaran.com atau omkicau.com? Meskipun 2 blog ini punya buanyak fans dari kalangan mereka, tapi saya belum kepikir nambah pengetahuan dengan baca-baca dari sini XD Kemarin di sebuah instastory, mb @nenglita mengajukan pertanyaan yang sama pada netijen tentang blogger favorit. Langsung lah saya searching jawaban-jawaban netijen ituh. Ada beberapa beauty blogger yang disebut, tapi begitu saya buka, ya saya kok prefer ke beauty vlogger ya, xixixi. Beberapa yang lain, hmm mungkin bukan selera saya.

Jadi intinya, inilah 5 blog yang paling sering saya kunjungi untuk cari hiburan. This is it, 5 blogger favorit versi Dwiseptiani.com:

Grace Melia, Diari Mami Ubii, www.gracemelia.com

Dari dulu banget belum kenal blog, blog nya Mbak Gesi ini adalah blog pertama yang dengan tulus saya klik dari laman facebook. Kadang ngikik sendiri, haru, tercerahkan, campur-campur lah. Niche blog nya tentang parenting and marriage. Dan kalo udah di blog ini, biasanya saya juga bukain judul-judul yang lain. Beberapa memang karena kepo, haha, beberapanya lagi ya memang karena pengen tau aja, LHAAAA XD Selain tulisannya Mb Gesi, saya juga nungguin diari papi ubii (suaminya Mb Gesi). Meskipun pemikiran saya dan keluarga ini gak selalu sejalan, tapi tetep aja saya terhibur, haha.


Inti dari sebuah blog jadi favorit menurut saya selain karena tulisannya bagus, ya karena si penulisnya konsisten posting. Jadi sebagai pembaca loyal yang nunggu-nunggu tulisan, kumerasa tidak dikecewakan. Dan Mami Ubii ini rutin posting yang postingannya bukan sekedar sponsored post doang. Tapi sponsored post di blog ini pun saya baca loh. Karena entah kenapa, gak kayak ngiklan aja. Ceritanya mengalir. Dan kadang saya suka niru-niru pas mau bikin tulisan sponsor, etapi belum bisa sekeren itu, haha. Kesannya ringan, tapi tetep enak dibaca oleh pembaca awam, bukan sekedar sesama blogger. Maka waktu dapet kesempatan ngobrol langsung sama Mb Gesi di grup ODOP tahun 2017, saya gak segan bilang bahwa i adore her.


Annisa Steviani, www.annisast.com

Kak Icha ini sobatnya Mb Gesi banget. Pertama kali tau doi dari postingannya tentang ASI yang viral di facebook kala itu. Dari situlah saya ngeliat, woh, Mb Gesi dan Kak Icha ini punya tulisan collab bareng tho dan akhirnya saya jadi pembaca yang nungguin postingan terbaru mereka, xixixi. Blog annisast.com ini sebenernya campur-campur ya. Cuma mungkin beberapa tahun terakhir, Kak Icha mem-branding diri dengan parenting blogger Indonesia. Jadi mostly memang tentang parenting dan cerita Xylo, anak laki-lakinya Kak Icha yang sekarang usianya 4 tahunan.


Endang Indriani, www.justtryandtaste.com

Ini blog favorit saya, bahkan saat saya belum ngeh bahwa ada media sosial bernama blog. Serius. Dari dulu, kalo pengen nyari resep yang udah paten, gak diragukan lagi rasanya, ya saya langsung aja meluncur ke blog ini. Atau searching di google dengan keyword 'JTT' di akhirnya, supaya diarahkan ke blog ini. Misal 'brownies JTT', langsung deh muncul resepnya Mb Endang. Kala itu belum banyak akun instagram yang nulis resep, semacam @xanderskitchen yang sekarang populer banget. Di jaman itu, saya ngerasa grup masak paling populer tempat berburu resep adalah grup LangsungEnak di facebook. Jadi dua referensi belajar masak saya dulu adalah 2 tempat ini, blognya Mb Endang dan grup LE. Sampai saat ini saya masih setia me-recook resep-resepnya Mb Endang kalo lagi mood, hahaha.



Olenka Priyadarsani, www.backpackology.me

Saya lupa pertama kali tau Mb Olen ini dari mana. Kayaknya sih dari share status nya Mb Heni. Trus saya kepo lalu ngikik-ngikik sendiri baca status Mb Olen. Meskipun banyak gak ngertinya karena pake bahasa jawa. Saya justru ngerasa jadi sedikit demi sedikit belajar percakapan bahasa jawa sehari-hari. Ya meskipun tetep ya, bahasa cem gitu mana bisa sih saya praktekin sama mertua, haha *tjurhat*. Mb Olen ini aktif banget bikin status di facebook. Blog nya mostly berisi perjalanan keluarga mereka ke berbagai belahan negara, yang dalam setiap perjalanan itu selalu ada aja sialnya hikmah yang bisa diambil. Pertama kali banget saya jadi kegandrungan baca blog Mb Olen itu setelah baca postingan tentang gimana dulu doi resign dari UN (PBB). Tentunya dengan penghasilan yang gak sedikit. Padahal doi lulusan S2 dari Australia. Trus saya ngerasa relate gitu, hahahah. Meskipun saya dulunya gak kerja di tempat sekeren itu dan cuma nyicip semester 1 doang di pendidikan magister XD



Langit Amaravati, www.langitamaravati.com

Tau kapan waktu saya obrak-abrik blognya Teh Langit? Jelang lomba, biasanya buat nyari ide. Teh Langit ini memang langganan menang lomba dimana-mana. Sampe-sampe saya ngeri deh klo doi ikutan juga, jadi keder gitu wkwk. Saya suka penyampaian yang ada di langitamaravati.com, selain plot twist nya bikin ngakak, dalam membuat tulisan, ketara banget Teh Langit menguasai informasi tentang produknya. Jadi gak asal buat. Selain itu, keunggulan blog ini dibanding blog emak-emak lainnya adalah infografis yang mumpuni. Gak heran kan kalo jadi hantu lomba dimana-mana. Mulai dari yang hadiahnya hape, laptop sampai uang tunai 10 juta. Beuh, top markotop.



Nah itu dia 5 blogger favorit versi DwiSeptiani.com. Coba deh kepo-kepo blog mereka setelah ini. Dan tetep baca blog saya juga yaa *yaelah usaha banget sist hahahah* Terakhir, cuma mau narsis bahwa saya juga mengidolakan diri saya sendiri lhoooo sebagai blogger favorit. YA IYALAH, KALO BUKAN SAYA SENDIRI, LALU SIAPA LAGI? KALO BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI??? *malah kampanye, wkwk* See you later on my next blogpost! tabik.




Tuesday, November 27, 2018

5 Benda yang Wajib Ada di Tas Emak Rempong

November 27, 2018 0 Comments
Sebagai genk emak rempong, ada beberapa 'alat tempur' wajib yang harus selalu saya bawa saat bepergian bersama Rania, si toddler yang mulai beranjak dewasa XD Udahlah bye bye tas tipis, backpack hampir selalu jadi pilihan.

perlengkapan yang harus dibawa saat bepergian bersama anak

Kira-kira apa aja sih 5 benda wajib itu? Check this out!

Dompet beserta Uang Cash di dalamnya.
Kalo kamu punya toddler, jangan ngandelin ATM. Karena beli coki-coki doang mah ribet ya kalo kudu nggesek. Sedia uang cash cenderung receh. Soalnya dalam perjalanan, ada beberapa hal yang gak luput dari perhatian anak, yaitu es krim, coklat, permen, balon dan odong-odong. Uang cash ini juga penting banget untuk beli jajanan. Ngganjel perut demi menjaga kewarasan gaess. Saya genk mama wajib kenyang, genk mama pantang kelaparan dan genk mama tantrum jika lapar.

Baca : 5 Jajanan Paling Favorit Bagai Cinta Mati 

LOL! XD
Handphone
Handphone wajib dibawa terutama jika keadaan chaos mulai terjadi. Segeralah telpon 911 ((SUAMI)) untuk meminta bantuan.


Tisu dan Alat Pembersih semacamnya
Entah kenapa sedikit aja kotoran nempel di pipi, bisa membuat anak jadi tantrum. Stop bilang "Bersihin pake tangan aja Nakkkk." Karena itu percuma. Mereka akan make baju untuk ngelap pipi. Jadi sebelum hal itu terjadi, mending selalu sedia tisu atau saputangan di dalam tas.

Makanan Ringan, Minum dan Makanan Beneran
Harus banget bawa snack untuk mencegah anak bengong lalu mengajukan pertanyaan macam-macam seperti, "Kapan pulang?" atau "Aku mau beli jajanan di Indomaret." Dalam kasus Rania, saya bahkan harus selalu membawa bekal nasi (makanan beneran) kemana-mana. Karena entahlah anaknya random banget. Baru aja mobil jalan tetiba, "Nasi Nda." Ya masak mo balik lagi ke rumah, huhu. Pernah juga lagi nyantei-nyantei di atas Candi Borobudur, lalu "Aku mau nasi." "Hah? Makan biskuit aja yaa." "Nggakkk, aku mauu nasiii." Atulah turun ke bawanya jauh Nakkkkk, arrggghh! Jadi buat Rania, nasi is lyfe. Dan bawalah minum dalam botol sebagai bentuk cinta bumi pengiritan.


Mainan
Bawa mainan supaya Rania ada kesibukan dan gak minta hape.

Baca : 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

Juga untuk melancarkan sok kenal sok deketnya dengan teman-teman sebaya. Sebaiknya tawarkan atau kasih pilihan mainan yang boleh dibawa. Karena kalo kita nanya, "Mau bawa mainan apa Nak?" Sekeranjang bakal dibawa semua sama dia, ckckck.

Lima barang ini sudah seperti penghuni tetap ransel saya. Yang bahkan lebih penting daripada 'sekedar' lipstik. Urgh. Kamu punya toddler juga? Sama gak barang wajib bawanya? Atau malah lebih banyak isi yang gak penting seperti video Kristina Kuzmic ini XD