Saturday, June 9, 2018

Tips Mudik Nyaman Naik Bus Bersama Balita

June 09, 2018 3 Comments

Buk ibuk setuju yaa, kalau momen mudik bersama balita itu adalah salah satu pengalaman paling menegangkan bagi seorang ibu baru. Rasanya deg-degan banget. Awal packing  bingung mau bawa apa, setelah packing lebih bingung lagi karena kok rasanya mau dibawa semua, hahaha. Tenang kamu tak sendirian, toss dulu kitah! wkwk XD

Btw, ini postingan collab saya bareng Mama Rayyaan Razqa. Baca juga cerita Mama 2R yaa.

Pengalaman pertama saya membawa anak dalam perjalanan jauh dimulai saat Rania masih bayi merah berusia 37 hari. Saat itu, kami menempuh perjalanan Lampung-Jambi sekitar 23 jam dengan kecepatan very slow, hehehe. Alhamdulillah, karena naik kendaraan pribadi, kami jadi bisa banyak berhenti di jalan sekedar untuk istirahat, makan, atau membersihkan pup Rania  di kamar kecil.

Setelah berhasil melewati hari itu, saya jadi lebih pede bawa Rania bepergian, hehehe. Perjalanan darat, laut, udara, kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi, hayuk ajah! XD


Dari semua portofolio perjalanan Rania (tsaelah protofolio, hahaha), bagi saya yang paling challenging adalah saat harus mudik ke kampung halaman naik bus lebaran tahun kemarin. Ketika itu usia Rania 2 tahun 2 bulan. Kami berangkat sekitar pukul 3 sore dari Bandar Lampung dan sampai di Jogja pukul 1 dini hari di hari berikutnya. Hueheheheh.

Tahun ini, kami kembali berencana pulang naik bus, insya Allah persiapannya lebih matang deh, karena tahun kemarin kan sudah pernah, hihihi. Berikut saya rangkum beberapa tips mudik nyaman naik bus bersama balita berdasarkan pengalaman saya tahun kemarin ya buk ibuk, untuk yang tahun ini kalau ternyata ada tambahan, nanti blogpost nya saya update lagi deh. Let's cekidot!


Tips Mudik Nyaman Naik Bus Bersama Balita


1. Saat beli tiket
Usahakan banget untuk nggak ambil tempat duduk di deretan depan dekat supir. Karena perlu kuberitahu bahwaa kebanyakan supir bus dan kernetnya akan merokok hampir sepanjang jalan meskipun kita naik bus full AC. Itu sungguh menyebalkan, huhu. Jangan pula ambil bangku terlalu belakang, karena guncangannya lumayan dan deket kamar mandi, hmm. Saya sarankan bangku tengah. Tinggal pilih, mau lebih deket ke rokok apa ke kamar mandi? hahaha. Nggak lah ya, kamar mandi nya gak bau kok kalo kita gak deket-deket banget. Jadi saya cenderung memilih untuk berada di deret tengah hampir ke belakang.


2. Persiapan alat tempur anak
Penting sangat untuk punya tas serbaguna yang muat diisi oleh beberapa barang sebagai berikut:

Makanan dan minuman. Siapkan bekal nasi supaya perut anak 'aman' di jalan. Bawa juga kotak makan kosong beserta sendoknya kalau-kalau anak beli jajanan di jalan. Bisa juga untuk menaruh sisa makanan, multifungsi deh. Siapkan cemilan favorit, air putih (sedotan) dan susu. Cemilan favorit ini kalau saya ada yang sifatnya mengenyangkan, semacam roti dan ada juga yang kletikan, seperti stik keju dan kawan-kawannya. Bawa botol minum dan sedotannya jangan lupa buibu. Anak akan lebih aman minum di jalan dengan menggunakan sedotan untuk meminimalisir tumpah. Sedangkan untuk susu, saya biasanya membawa beberapa kotak UHT kemasan paling kecil.

Mainan. Bawa 1 atau 2 item mainan, kalau bisa mainan baru yang belum pernah dia lihat sebelumnya, gak terlalu printilan dan bisa dimainkan dalam waktu yang lama. Tahun kemarin saya membawa busy book yang masih dibungkus. Rania seneng banget waktu buka paketnya sendiri, lanjut main berulang-ulang, berasa dapet kado dadakan kann, hahaha. Alhamdulillah adem ayem sampe Jogja. Waktu itu Rania belum kenal youtube sama sekali, jadi saya gak mempersiapkan gadget untuk dimainkan di jalan.


Pospak. Estimasikan ganti pospak tiap 4 atau 5 jam sekali. Lebihkan 1 atau 2 buah, kalau-kalau ada surprised pup, ehehe. Siapkan juga beberapa plastik kecil untuk wadah pup kotor sebelum dibuang ke kotak sampah. Saya dulu masing-masing pospak dibungkus dengan plastik langsung, jadi tinggal ambil saat mau ke kamar mandi. Kalau perlu, siapkan air mentah di botol besar untuk campuran saat anak cebok, karena air di kamar mandi bus biasanya sangat dingin.

Alat kebersihan. Ini super duper penting. Bawa tisu kering, tisu basah, dan alat mandi. Mandi? Iya, harus mandi, karena perjalanannya satu hari lebih. Demi kenyamanan anak, mandilah paling minimal sekali deh, saat bus berhenti untuk istirahat di rumah makan. Alat mandi yang dibawa meliputi sampo, sabun,  sikat gigi, pasta gigi dan handuk kecil. Semua peralatan mandi, bawa dengan botol kecil dan masukkan ke dalam satu pouch supaya mudah ditenteng.



Baju. Siap baju ganti minimal 3 buah di tas. Fungsinya untuk kalau tiba-tiba baju terkena kotoran/basah, ganti saat mandi, atau kalau gak sempat mandi, minimal badan anak di lap dengan handuk basah, keringkan, lalu ganti baju di jam-jam mandi biasanya.

Alat tidur. Bawa jaket, topi/jilbab, selimut kecil dan kaus kaki supaya gak kedinginan saat tidur. Kalau punya bantal kecil boleh pun dibawa. Tahun ini saya membawa boneka hafizh doll juga karena biasanya saya setel jelang Rania tidur.

Obat-obatan. Obat-obatan yang saya bawa biasanya adalah segala perminyakan, berupa minyak telon, minyak but-but dan minyak kayu putih plus transpulmin. Bawa juga tolak angin anak untuk jaga-jaga. Kalau anaknya mabuk, bisa bawa antimo atau sejenisnya. Rania alhamdulillah nggak sih, jadi saya gak punya pengalaman soal obat anti mual. Bawa juga termometer dan obat penurun panasin case something happen, semoga nggak sih ya, huhu.

Gendongan Ergonomis. Ini fungsinya untuk menggendong anak agar gerakan pindah emak dari satu tempat ke tempat lainnya menjadi kebih cepat, xixixi. Atau saat si bocah hanya sedang ingin ditimang-timang. Pilih gendongan yang ergonomis supaya nyaman untuk ibu dan bayi. Tahun kemarin saya pakai Andrea seri toddler.



3. Persiapan alat tempur orang tua
Pakai baju nyaman yang ada kantongnya, untuk menaruh barang printilan anak atau bahkan punya kita sendiri. Plus bawa masker, untuk mencegah debu dan asap rokok.

Dompet diisi dengan uang secukupnya, siapkan uang kecil mana tau anak minta jajan. Bawa KTP dan kartu penting lainnya, seperti ATM, kartu BPJS orang tua dan anak dll.


Lainnya kurang lebih sama dengan anak, tinggal disesuaikan, tambahannya adalah hape dicas penuh, powerbank standby. Ini berguna banget untuk refresh pikiran saat anak tidur, hahaha. Bisa juga bawa buku sih, tapi kalo saya mah suka pusing baca buku di jalan. Atau yang paling mulia nih, kita bisa mengisi waktu luang dengan membaca Al-Qur'an dari aplikasi hape. Mudik tuh biasanya 10 hari terakhir kan ya.. Sayang kalau gak dimanfaatkan dengan baik.


4. Niatkan perjalanan untuk ibadah
Ini yang sering kita lupa kan? Padahal segala sesuatu yang niatnya ibadah akan terasa lebih indah, termasuk mudik bersama balita. Ini ane bukan mendadak jadi Mamah Dedeh loh, tapi sungguhlah makna perjalanan akan jadi beda kalo kita mudik cuma buat 'mudik doang' dan mudik untuk ibadah.


Beri penjelasan ke anak, kalau kita akan menemui kakung, uti dan saudara di kampung. Bersilaturrahim sekaligus menyenangkan hati mereka. Menyenangkan hati orang lain itu insyaAllah bernilai pahala kebaikan di sisi Allah. Maka semoga dengan niatan ini, susah senang gonjang-ganjing mudik di perjalanan bersama balita akan terasa lebih ringan, xixixi.

Jangan lewatkan ibadah wajib, apapun kondisinya. Iya, ibadah itu kita yang mengusahakan. Ingat bahwa anak aan mencontoh apa yang kita lakukan. So, parents pliss, jangan jadikan alibi baju kotor di perjalanan sebagai alasan kita untuk meninggalkan ibadah. Karena secetek pengetahuan saya, kotor itu belum tentu najis. Jangan juga beralasan capek bolak-balik musholla atau bingung karena gak ada air. Pelajari soal tayamum, sholat jamak maupun qashar dan tata cara sholat di perjalanan. Supaya sudah siap saat mudik dan gak googling-googling lagi, hehehe.

Nikmati momen bersama keluarga sambil mempererat bonding, sebisa mungkin temani anak dengan perhatian penuh selama perjalanan. Dengarkan celotehnya, jawab pertanyaannya. Belajar bisa dimana saja, termasuk saat perjalanan. Ada banyak hal yang bisa anak kita pelajari, dengan bimbingan orang tua tentunya. Ajarkan pula anak kalimat-kalimat tasbih, misal 'masyaAllah' saat melihat sesuatu yang indah.

Pak, Buk, sibuk sendiri main hapenya ntar ntar aja. Disini kesempatan kita banget untuk semaki  mengenal karakter anak dan lebih dekat dengan mereka loh. 



5. Kerjasama
Kerjasama yang baik antar suami istri saat mengasuh anak dalam perjalanan, akan membuat semuanya jadi lebih ringan, caya deh! :D Penting untuk berangkat dalam keadaan mesra yah, maksodnya jangan berantem sama pasangan pas hari H, HAHAHA. Asli itu bikin gak nyaman banget. Perjalanan kalau bukan untuk dinikmati, terus untuk apa dong? Aseek.


Sounding ke anak sejak jauh-jauh hari tentang rencana mudik, naik apa, berapa lama dan jelaskan gambaran perjalanannya dengan bahasa yang sederhana. 

It's all wrap! Begitulah tips berdasarkan pengalaman ini saya buat yah buk ibuk. Selamat mudik semuanyaaa. Semoga perjalanannya berkah, menyenangkan dan sehat selamat sampai tujuan. Aamiin... Jangan lupa do'a saat perjalanannya yaa :D









Wednesday, June 6, 2018

Resep Terong Cabai Hijau dan Cerita Family Project Perdana Keluarga Subekti

June 06, 2018 3 Comments


Ih wow akhirnya saya nongol lagi di blog, wkwk. Bulan ramadan ini ceritanya berusaha banget gitu meminimalisir sentuhan dengan gadget, termasuk ngisi blog.  Cuma 30 hari kan dalam setahun, jadi pengen manfaatin sebaik-baiknya. Tiap mau ngetik blog, ada rasa bersalah, haee tilawah masih sedikit, tilawah aja dah. 20 menit kemudian mulai ngantuk. Buka hape dulu ah biar sembuh ngantuknya. Kemudian scroll instagram 30 menit. BHAIQUE.

Mari skip usaha yang gagal itu, semoga sisa ramadan beberapa hari ini ibadah saya bisa lebih baik lagi, huhu, aamiin.

Beberapa rencana family project di bulan ramadan yang sudah digadang-gadang sejak sebulanan yang lalu, alhamdulillah akhirnyaaa bisa kami wujudkan. Baru satu sih, WK, tapi itu aja udah buat seneng banget. "Memberi makan orang yang berpuasa" Seruu rasanya, campur aduk deh, ada happy, ada sebel, ada tegang, ngos-ngosan, tapi lega dan juga bahagia, hehehe.


Happy karena ini adalah family project pertama keluarga yang sedari awal sudah kami rencanakan untuk dilakuin bareng-bareng bertiga. Pokoknyah apapun yang terjadi, we are team!, tsaelah.

Sebel karena ya memang kendala dalam keluarga kecil kami itu komunikasi. Saya sama suami sering banget miskom. Maksudnya A, saya nyampein pake cara B, suami pake cara C, gak nyambung, kemudian saya ngambek, suami pusing dan harus diselesaikan saat itu juga, sementara saya males ngomong XD Begitu lah yang terjadi selama 4 tahun pernikahan. Kami masih terus saling memahami satu sama lain, mungkin karena beda "bahasa" yaa. Maklum suami jawa tulen, saya mah jawa gede di sumatera, hehehe. Tapi abis itu baikan dan malah tambah mesraa, halah.


Tegang. Gimana nggak? Kami belanja dadakan hampir seluruh bahan pagi harinya. Eh, udah siang sih, jam 10-an. Paginya leyeh-leyeh dulu :D Yang udah saya cicil belanja dari hari-hari sebelumnya cuma cabe ijo doang, itu pun belum saya apa-apain, hahaha. Dan karena hari itu hari Jum'at, pulang dari pasar, suami sholat jum'at dulu. Saya masih belum mulai juga, mandi plus sholat, lalu buka buku resep. Selesai sholat, nyuapin Rania dulu sambil nunggu suami pulang. Kan team ya, jadi pengennya mulai bareng gitu *alasan* Jam 1 saya masih okelah. Jam setengah 2 suami belum pulang juga dari masjid. Jam 2 kurang 15 saya telpon, "DIMANAAA???" Jam 2 teng, akhirnya kami mulai, huahuahuaa. Suami kebagian bersihin lele, sementara saya ngulek cabe dan bawang untuk masak terong cabai hijau.


Resep Terong Cabai Hijau
Sumber: Buku resep Variasi Hidangan Lauk Pauk untuk Sebulan oleh Lucy Lusanty

Bahan:
Terong ungu 4 buah, belah, potong 4 bagian
Cabai hijau 200 gram
Bawang merah 5 butir
Teri jengki 100 gram, goreng kering
Minyak goreng
Daun jeruk 5 lembar
Garam 1 sdm

Cara membuat:
Ulek kasar cabai hijau dan bawang merah
Goreng terung sampai layu dan lembut
Tumis cabai hijau dan bawang merah sampai harum, jangan terlalu matang
Masukkan terong dan daun jeruk, bubuhi garam
Tambahkan teri goreng, aduk rata. Angkat.

Mon maap. Saking riweuh-nya, saya cuma punya poto ini. Bawang dan cabe ijo, hahaha.

Simpel kan yaaa? Saya sukaa banget sama masakan terong dicabein ini. Bahkan lebih suka terong dicabe ijo daripada dicabe merah, apalagi dicabe-cabein -_- Karena saya suka dan membangkitkan selera makan itulah, makanya saya memilih menu terong cabai hijau ini untuk ifthar orang-orang yang berpuasa. Kemarin saya masak 2 kg terung dengan 1/2 kg cabai hijau dan 1/4 bawang merah. Bahan-bahan lain menyesuaikan. Daun jeruk juga saya sobek-sobek biar aromanya lebih keluar. Btw, cabe dan bawangnya harus diulek yaa. Kalo diblender nanti jadinya terlalu halus, kurang mantep gitu. Paling sip ya diulek. Sabar-sabar aja nguleknya, hehehe.

Ngos-ngosan banget karena mulai masaknya mepet. Jadi berasa lagi di Master Chef, dikejer waktu! Setelah selesai ngulek bumbu, saya langsung bumbuin lele pake garam, bawang putih ulek dan ketumbar. Suami cuss ke pasar lagi karenaaaaa, KERTAS NASINYA KURANG. Gubrak banget deh. Selain itu KARET GELANG KAMI JUGA GAK CUKUP. Jadi beli lah sekalian. LOL moment banget ini kalo diinget lagi. Bisa-bisanyaaaaaaa XD

Ba'da ashar, saya marathon goreng lele sekian puluh biji. Mo nangis rasanya karena kenceng di rumah saya kan kecil semua ya. Yang paling gede buat masak terong. Nyesel banget ngapa gak minjem alat tempur dulu sama Mamah, huhuhu. Suami mulai bersihin daun pisang untuk pelapis kertas nasi, masukin nasi, masukin tempe goreng dan terong cabe ijo nya. Sampe jam 5, lele yang mateng baru separonyaaaa. CRYYYYY. Langsung lah gorengan terakhir itu, saya cemplungin aja banyak banyak dan ikannya jadi nempel satu sama lain lalu mrotol. Huaaaaaaaaaaa.

Jam setengah 6 akhirnya semua selesai, NAMUNN ujian belum usai, HAHAHA. Karena kepenuhan isi, kertas nasinya susah ditutup XD ASTAGHFIRULLAH. Kami jadi banyak-banyak beristighfar :'D Wes lah, bentuk tak masalah plenyat-plenyot yang penting rasa (?) Rasa? Lah saya aja puasa, belum tau masakannya keasinan apa nggak. HAHAHA. Pas ngetik blogpost ini aseli lah saya keinget stress nya kemarin ituh. Pengalaman pertama banget masak untuk orang banyak. Sungguh warbyasak. Panikk boooook XD




Jam 6 kurang 15, alhamdulillah semua siap. Res beres, gotong-gotong, salin baju (gak sempet mandi lagii, huaaaa, masih bau terong, wkwk) jam 6 kurang 10 kami berangkat dari rumah menuju Masjid Al-Hikmah di Gang PU. Kok jauh amat? lha iya, udah diniatin. Soalnya suami tiap hari sholat disitu. Deket kantor kan. Trus disana memang dikasih makanan bukaan berupa nasi dari sumbangan para relawan. 

Yang kami khawatirkan sampe sana sholat maghrib udah selesai, karena mayan jauh dari Way Hui ke Gang PU, Kedaton. Mana macet pulak, huhu. Tapi alhamdulillah.. sampe disana, kami baru ketinggalan 1 rakaat. Suami langsung kasih beberapa bungkus nasi itu ke pengurus masjid yang berjaga dan segera ikut sholat berjamaah, begitu pun saya dan Rania. LEGA BANGET RASANYAA. Fiuuhhhh.

Selesai sholat, saya deg-degan lagi. Masakan gue ini keasinan apa nggak yaa, hhahaha. Pas saya cicip, ALHAMDULILLAH passs. Suami juga bilang enak, ya Allah seneng bangettt. Padahal masakan keasinan itu udah jadi cerita keseharian saya, wk. Kali ini alhamdulillah, gak berhenti-berhentinya saya bersyukur. Terlebih pas liat nasi bungkusnya ludes. Ya Allah.. bahagia banget. Semoga bermanfaat untuk orang-orang yang berbuka di masjid tersebut. Dan semoga Allah juga berkenan menerima ibadah buru-buru kami hari itu.

~

Btw, Rania ngapain pas kami sibuk oprek di dapur? She was busy too. Bolak-balik bertanya sambil mainan sendiri. Sesekali ngerecokin juga, tapi masih terkendali lah, hihi. Beberapa hari sebelumnya kami memang sudah memberikan pengertian tentang hal ini. Bahwa nanti kita akan memberikan makanan berbuka di masjid untuk orang yang berpuasa. Dengan itu kita bisa dapat pahala kebaikan dari Allah. Allah suka orang yang baik. Allah sayang orang yang baik. Selain itu, kita harus bersyukur punya makanan untuk berbuka puasa. Gak semua orang bisa merasakan hal yang sama. Dst, dst, tentunya dengan bahasa yang sederhana dan pengetahuan agama kami yang masih minim. Semoga suatu saat Rania bisa jauh lebih baik daripada kami, aamiin.

Alhamdulillah, hari itu ditutup dengan ngobrol ringan besok-besok gak boleh terburu-buru kek gini lagi. Kami juga memuji Rania yang sangat kooperatif menemani kami memasak di dapur. Selebihnya, kami bangga dan bahagia karena telah berhasil menyelesaikan project ini. Well done, Keluarga Subekti! :D




Sumber gambar: https://s1.bukalapak.com/img/191208933/w-1000/Terong_Ungu.jpg
Gif: Giphy









Tuesday, May 22, 2018

Menu Praktis Ramadan : Ayam Goreng Istimewa

May 22, 2018 2 Comments
ayam goreng


Assalamu'alaikum buk ibuk.. gimana puasanya? stok makanan di kulkas aman? :D Ini sih saya nanya diri sendiri yaa, xixixi. Soalnya ada rencana yang belum terealisasi di awal bulan ramadan ini, yaituuu bikin stok ayam goreng istimewa. Kenapa belum? karena minggu kemarin saya habis kalaappp belanja di Pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Lampung. Beli aneka seafood segarr dan ikan giling untuk bikin tekwan (semogaa bukan sekedar wacana, hahaha).


Jadi di hari-hari awal ramadan ini, puas-puasin dulu makan ikan, kerang, cumi dan kawan-kawannya. Cumi lagi murah banget disini. Ukuran sedang sekilonya cuma Rp 40.000. Beberapa hari yang lalu, saya sampai 3 hari berturut-turut makan cumi goreng tepung. Hasilnya? leher berat banget dan itu pasti kolesterol. Huhu, memang segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik yaa. Balik lagi ke soaln ayam goreng istimewa, ini menu andalan Mamah. Rasanya sedikit manis dan dominan gurih. Ayam goreng memang cocok dijodohin sama apa aja. Pake sayur tumis oke, bening mantep, lalapan plus sambel juga top markotop.


nyamm nyamm

Gak di bulan ramadan pun, Mamah memang sering banget nyetok ayam goreng istimewa ini. Maklum lah, anak tertua. Kunjungan keluarga bisa terjadi kapan aja. Kalau punya stok lauk, hati jadi lebih adem kan ya, hehehe. Gara-gara hobi Mamah nyetok makanan ini, freezer kulkas jadi penuh bangett. Gak saya poto deh waktu freezer kulkas Mamah diiket pake tali rafia saking penuhnya. Takut viral, HAHAHA. Daan akhirnya si Mamah beli freezer tambahan. Persis kek orang jualan nugget, padahal untuk konsumsi pribadi. Warbyasak XD

Ini nih resep andalan Mamah, ayam goreng istimewa, cekidot yaah.

Resep Ayam Goreng Istimewa
Untuk 8 orang
 Sumber: Kumpulan Resep Femina
Bahan:
1 ekor ayam, potong menjadi 8 bagian
air kelapa (dari 1 butir kelapa)
1 sdm air asam 
1 potong kecil gula merah
1 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
minyak untuk menggoreng

Bumbu yang dihaluskan:
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdm ketumbar
1 ruas lengkuas
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
garam secukupnya

ayamg setelah diungkep

Cara membuat:
Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, kunyit, jahe dan garam.
Didihkan air kelapa bersama bumbu halus, air asam, gula merah, serai dan daun salam.
Masukkan ayam, masak hingga empuk dan air mengering sambil sesekali diaduk. Angkat dan biarkan ayam dingin.
Goreng dalam minyak panas hingga kuning, angkat dan tiriskan.

Catatan dari Mamah:
Untuk 1 kg ayam, Mamah biasanya menggunakan garam sebanyak 1 sdm.
Resep dengan menggunakan air kelapa ini cocok untuk diaplikasikan ke ayam kampung. Karena di rumah sering pakai ayam negeri yang memang udah empuk, biasanya setelah dicuci, ayam langsung Mamah tiriskan. Trus langsung masukkan aja ke wajan bareng dengan bumbunya. Ayam negeri ini nantinya akan mengeluarkan air juga, jadi gak perlu ditambahkan air lagi.

ayam yang ditiriskan
Menggoreng ayam tidak perlu terlalu lama karena ayam yang kekeringan, cita rasa bumbunya akan berkurang.

Penting banget punya persediaan menu praktis selama bulan ramadan ini. Karena kita pengennya fokus sama ibadah kan.. Meskipun masak untuk keluarga itu ibadah juga sih :D Yang praktis-praktis gini bisa jadi penyelamat banget juga saat sahur di injury time :D Tinggal goreng sebentar, langsung leppp. Semoga puasa kita tahun ini menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi ya. Aamiin.

Salam sayang!





Thursday, May 17, 2018

3 Tips Sukses Puasa Ramadan Saat Hamil dan Menyusui

May 17, 2018 6 Comments



Alhamdulillah.. sampai lagi di bulan penuh berkah ini. Tahun 2015 yang lalu (di atas itu foto saat usia kehamilan saya 38 minggu), saya dihadapkan pada posisi menyusui bayi usia 2 bulan saat bulan ramadan tiba. Tahun ini? Pada kepo gak? hahaha. Saya belum hamil lagi sih. Gatau nanti pas pertengahan puasa. Wohoooooow XD

Saat melahirkan Rania, ilmu per-puasa-an dan ilmu segala-gala saya masih minim banget deh. Support group juga gak ada. Belum tau lah ternyata banyak banget birth club dan komunitas menyusui gitu. Jadi dukungan terbesar saya saat itu ya 'cuma' dari suami dan keluarga besar. Bukannya gak cukup, tapi ternyata kita juga butuh banget nget teman senasib sepenanggungan yang sudah berpengalaman lebih dulu dan jauh lebih mengerti tentang ilmu beserta praktik di lapangannya.

Pasca resign 3 bulan setelah melahirkan, saya diberitahu oleh Mbak Sukma, kakak tingkat saya semasa kuliah, untuk bergabung di facebook group AIMI Lampung. Dari situlah mata saya jauuuhhh lebih terbuka tentang dunia per-ASI-an. Berawal sejak itu pula saya mulai cukup sering mengedukasi orang-orang terdekat sebisa dan semampu saya. Salah satunya lewat media sosial. Itu juga yang menjadi salah satu alasan saya untuk membuat blog ini. Agar lebih banyak lagi orang yang bisa membaca tulisan saya.


Ramadan tahun ini, alhamdulillah saya bisa mengikuti kuliah whatsapp langsung di grup Ibu Profesional Lampung, dengan pembicara Mbak Upi Fitriyanti, Ketua AIMI Cabang Lampung. Saya coba rangkum kembali diskusi kami di grup hari itu ya.. Semoga bermanfaat bagi para bumil dan busui yang tetap ingin sukses manjalankan ibadah di bulan ramadan ini.





3 Tips Sukses Puasa Ramadhan Saat Hamil dan Menyusui

Berbicara tentang ibu hamil dan menyusui, yang perlu kita ingat yaitu bahwa hamil dan menyusui adalah kondisi normal pada tubuh wanita, bukan kondisi medis. Pada saat hamil dan menyusui ini, metabolisme dan penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih efisien. Ibu hamil dan menyusui membutuhkan tambahan asupan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan mencegah terjadinya pengurangan zat gizi pada jaringan tubuh ibu. Dan ternyataaa, ibu menyusui tidak membutuhkan makanan khusus loh untuk meningkatkan produksi ASI, yang penting tetap gunakan Pedoman Gizi Seimbang.

Ini harus saya bilang kabar baik atau kabar buruk sih? wkwkwk. Kan jadi gaabisaa modus lagi minta beliin ini itu yaah XD *kidding*


Pedoman Gizi Seimbang

Prinsip gizi pada ibu menyusui:
• Jika asupan ibu tidak cukup, tubuhnya akan menggantikan gizi yang kurang untuk produksi ASI, sehingga kandungan ASI tetap lengkap dan baik
• Jika ibu mengalami kekurangan gizi, tubuhnya akan “mengorbankan” zat gizi dari tubuhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi ASI


So, here it is.. 3 Tips Sukses Puasa Ramadan Saat Hamil dan Menyusui 

1. Niat, Persiapan dan Dukungan

• Niat yang kuat
Ini bener banget menurutku. Meskipun dalam islam ada rukhsoh (keringanan) untuk tidak berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui. Namun ga ada salahnya juga untuk kita coba terlebih dahulu, diawali dengan niat yang kuat. Saat hamil, kita bisa komunikasi sama bayi yang ada di perut. Komunikasi yang baik ini bisa jadi sugesti yang positif untuk diri kita dan dedek bayi. Saat menyusui juga, kita harus yakin kalau ASI itu rezeki bayi. Dan yang Maha Pemberi Rezeki itu Allah, maka bismillah kita coba puasa sambil mengamati reaksi bayi.

• Persiapan – berkonsultasi ke dokter
Dokter insyaAllah paham kondisi kita *eh bumil dan busui sih, saya belomm, haha* Berkonsultasi dan mendengarkan saran dokter bisa membuat kita lebih yakin saat mengambil keputusan untuk lanjut berpuasa atau tidak.
 
• Dukungan – meminta bantuan keluarga atau pihak lain
Meminta dukungan suami dan keluarga kita. Kalau orang terdekat belum mengerti, kita bisa edukasi sebelumnya atau sekalian diajak saat berkonsultasi dengan dokter.


2. Menjaga Asupan Minum dan Makan

• Cukup minum dan hindari konsumsi minuman berkafein dan berkarbonasi
Air putih harus banget cukup. Yang suka ngopi dan minum colaa, coba tahan dulu, hehehe.
• Usahakan minum air putih sebanyak 2 liter per hari atau 10-12 gelas

Sumber: DanCommunity.com

• Mengatur agar asupan makanan yang bergizi tetap terjaga
Ingat-ingat bahwa berpuasa hanya menggeser jam makan.
• Minum secukupnya setiap jam atau makan dalam porsi kecil namun sering
Jangan sekaligus, kamu gak akan kuat :P


3. Mempertahankan Menyusui

• Menyusui dan memerahlah seperti biasa
Ini harus kita coba terlebih dahulu, sambil mengamati reaksi si anak.

Kapan Puasa Harus Dihentikan?

Jika Bayi
• Berat badannya tidak bertambah atau menurun
• Buang air kecil lebih sedikit. Bayi sedikitnya harus buang air kecil sebanyak 6 kali per hari
• Rewel sepanjang waktu bahkan setelah disusui, atau sebaliknya bayi lemas dan selalu mengantuk 

Jika Ibu
• Mendadak merasa lemas
• Warna air seni lebih pekat
• Pusing atau rasa sakit yang tidak tertahankan


Kulwap hari itu berlangsung seru karena banyak peserta yang menyimak dan aktif memberi tanggapan. Berikut beberapa diskusi dan tanya jawab bersama Mbak Upi Fitriyanti yang saya rangkum:

Irma: 
Bumil galau ingin berpuasa namun BB bayi kurang.
Upi:
Untuk calon bayi yang BB nya kurang, sebaiknya ibu tidak berpuasa. Islam memberikan kemudahan bagi ibu hamil dan menyusui dengan mengqadha puasa.

Evi: 
Saya insyaAllah melahirkan dua hari sebelum ramadan, minta tips dan trik tetap fit menyusui karena makan dan ngemil harus sembunyi-sembunyi dari anak yang sedang belajar berpuasa.
Upi:
Butuh proses untuk bisa mengedukasi anak-anak memahami tentang apa itu nifas dan mengapa ibu tidak berpuasa. Semoga dimudahkan memberikan edukASI ke anak-anak.

Linda: 
Jadi bumil dan busui tinggal diatur pola makannya saja ya mbak?
Upi: 
Iya, atur pola makan dan minum jangan sampai berkurang seperti saat tidak puasa. Terutama minum ya.

Indah: 
Galau di kehamilan saat ini memasuki 3 bulan, masih suka mual dan muntah.
Upi: 
Jika masih mual-mual hebat yang menyebabkan lemas dan pusing, sebaiknya tidak berpuasa dulu. Selanjutnya silahkan dikonsultasikan ke dokter untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Saat kondisi masih morning sick, lebih dianjurkan untuk makan sedikit tapi sering. Pada usia kehamilan 0-3 bulan itu masa pembentukan otak calon bayi, maka diperhatikan sekali asupan gizi pada menu makanannya. Pastikan memenuhi kaidah Pedoman Gizi Seimbang pada menu makanan sehingga memiliki “cadangan makanan” yang dapat digunakan pada saat menyusui nanti. Termasuk jika ASI pada hari 1-3 belum keluar, bayi juga memiliki cadangan makanan.

Mira:
1. Busui, bayi 1 tahun. Syarat minimum buang air kecil bayi sebanyak 6x dalam sehari berlaku sampai usia berapa?
2. Dulu waktu hamil anak pertama, saat usia kandungan 3 bulan, saya memaksakan puasa. Sesuai anjuran, saat berbuka dan sahur sering makan. Tapi hampir setiap sore sekitar jam 4 saya muntah cairan kuning dan saya tetap melanjutkan puasa sampai maghrib. Bagaimana dengan kondisi yang seperti itu?
Upi:
1. BAK bayi minimal 6x sehari berlaku untuk bayi ASI Eksklusif (6 bulan). Jika sudah lewat dari 6 bulan, perhatikan saja warna BAK nya, jika pekat sebaiknya puasa ibu dihentikan. Untuk anak usia 1 tahun, sebaiknya fokus saja pada pemberian makannya. Usia 1 tahun sebenarnya sudah makan dengan menu keluarga.
2. Kalau sampai menyebabkan lemas dan pusing pasca muntah, sebaiknya puasa dihentikan jangan dipaksakan.

Iin: 
Bayi saya berusia 2 bulan nanti ketika masuk bulan ramadan, sekarang saya sudah latihan persiapan ramadan, coba puasa sunah tapi di hari pertama puasa, bayi menjelang sore menyusu dan setelahnya muntah lumayan banyak. Apakah ini efek puasa atau kekhawatiran saya saja terbawa mindset karena puasa?
Upi: 
Ada beberapa bayi yang memberikan “sinyal” berbeda saat berpuasa. Pastikan pola makan dan minum ibu tidak berkurang. Terutama minum minimal 2 liter per hari. Jadi harus diatur selama berbuka sampai dengan sahur terpenuhi jumlah air yang diminum. Selama ibu dan bayi kuat, tidak masalah. Namun pastikan juga tanda-tanda kecukupan ASInya. Untuk bayi ASI eksklusif, minimal 6x BAK dan tidak berwarna pekat. Kenaikan berat badan bayi 600-800 gram. Jadi sebaiknya dikonsultasikan juga ke dokter sebelum memutuskan untuk tetap berpuasa.

Baca: Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Bandar Lampung

Lusia:
Asupan tetap sama seperti saat tidak puasa ya mb? Hanya beda waktu makan dan minumnya.
Upi: 
Iya, jumlah asupan tetap sekitar 500 kalori, hanya beda waktu/jadwal makannya. Sebaiknya jumlah sayur dan buah lebih banyak dari karbo.

Ummu Azzam: 
Si kecil tanggal 3 Juni genap 2 tahun, berarti ramadan nanti mulai tahap penyapihan. Namu saya khawatir si kecil rewel. Apakah sebaiknya saya tunda setelah bulan ramadan ya?
Upi: 
Saya pakai metode Weaning With Love (WWL). Anak saya tidak ada yang pas 2 tahun menyapihnya. Saran saya ditunda saja dulu.

Linda: 
Untuk bumil dan busui saat puasa apakah ada makanan tertentu yang sebaiknya dihindari agar tetap fit?
Upi: 
Untuk makanan tidak ada larangan, yang penting harus seimbang antara karbo, protein, sayur dan buah. Sedangkan untuk minuman, kurangi minuman yang berkafein.
Evi: 
Pengalaman saya, kalau anak sudah MPASI akan lebih nyaman berpuasa. Tapi kalau belum MPASI, benar-benar harus dipersiapkan dan diperhatikan kondisi bayinya, karena dalam islam juga ada keringanan untuk ibu menyusui.
Upi: 
Ya betul, sebaiknya tidak berpuasa untuk yang masih ASI Eksklusif.

Intermezzo yaa pemirsaaa, hahaha

Selesaii. Semoga beberapa pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan para pembaca blog juga yaa, hehehe. Mbak Upi Fitriyanti menutup diskusi dengan pesan untuk para ibu hamil dan menyusui, agar memastikan diri untuk mempersiapkan lahir batin, dimulai dari niat yang tentunya juga disesuaikan dengan kekuatan tubuh dan bayi. Ibadah puasa ramadan akan dapat dilaksanakan dengan bahagia jika kita melakukan persiapan yang optimal.

Sepakaaatttttt!!! Gimana bumil dan busui? Semoga kuliah whatsapp bersama Ketua AIMI Cabang Lampung, Mbak Upi Fitriyanti ini bermanfaat yaa. Saya dokumentasikan resumenya di blog juga sebagai pengingat kalau-kalau suatu saat saya jadi bumil atau busui lagi, hihihi. Kamu yang lagi baca, puasa pertama lancar jaya kan? Teruss semangat yaaa.

Saturday, May 12, 2018

Asyiknya Berenang di Global Surya Swimming Pool Bandar Lampung

May 12, 2018 4 Comments
harga tiket masuk kolam renang global surya lampung


Akhir pekan ituu jadwalnya tidur olahraga, jalan-jalan dan jajan-jajan. Yeayyy! Minggu kemarin, kami sekeluarga memutuskan untuk berenang. Udah kangen banget mau main air, hihihi. Dari rumah siap-siap bekal, baju ganti dan peralatan mandi. Ikut pengajian minggu pagi dulu sambil mikir nanti mau berenang dimana. Rencana awal sih pengen berenang di seputaran Natar, tapi selesai pengajian itu sudah agak siang. Akhirnya kami memutuskan untuk berenang di sekitaran Rajabasa aja. Global Surya Swimming Pool jadi pilihan karena kami memang belum pernah ke tempat ini sebelumnya. Ceki-ceki google, eh ada prosotannya, cocok nih, hehehe.




Begitu sampai, suami saya memilih bertanya terlebih dahulu kepada penjaga di stand tiket. "Ini ada kolam renang untuk dewasanya kan Mas?", "Ada Pak." Oke fix, saya dan Rania ikut turun sambil menenteng tas dan bekal sarapan. Harga tiket masuk kolam renang Global Surya adalah Rp 17.000/orang. Semua yang masuk, berenang ataupun tidak, harus tetap bayar. Senengnya, tiket ini bisa ditukar dengan satu teh botol di area kantin bagian depan. Berasa dapet minuman gratis gitu, padahal sih bayar ya, LOL.

Baca: Main di Trans Studio Mini Transmart Lampung, Mahal Gak Sih?

Global Surya Swimming Pool ini sebenarnya kolam renang milik Sekolah Global Surya. Tidak sulit mencapai tempat ini. Berada di Jalan ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung, Global Surya Swimming Pool berlokasi tepat di belakang Tribun Lampung. Rute menuju ke tempat ini bisa ditempuh dengan bus trans dan angkot biru jurusan Rajabasa atau transportasi online. Kolam renang dibuka untuk umum hanya pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 07.00 sampai dengan 17.30. Di hari-hari biasa, kolam ini dipakai khusus untuk anak-anak Sekolah Global Surya.


Pintu masuk kolam renang Global Surya

Minggu pagi itu, arena kolam didominasi oleh anak-anak yang sedang les renang. Begitu sampai di tempat, saya langsung membuka bekal. Lafaaarrr!  Sembari sarapan, saya ngobrol dengan ibu-ibu yang duduk di pondokan sebelah saya. Kebetulan, anak si ibu ikut les renang disitu, baru beberapa kali pertemuan. Saya juga berkenalan dengan salah satu guru renang. Kepoo dong sama les renangnya, hihihi.

Untuk delapan kali pertemuan selama satu bulan kita cukup membayar biaya sebesar Rp 300.000. Jadwal bisa disesuaikan dan murid boleh memilih guru renangnya sendiri. Saya lihat ada beberapa guru disitu. Ada mbak-mbak, mas-mas dan bapak-bapak. Nah tinggal pilih deh. "Minimal umur berapa ya Mbak untuk ikut les renang ini?", "Gak ada batas minimal Bu. Asal anaknya mau dan berani. Biasanya sih mulai dari 4 atau 5 tahun udah bisa." FYI, disini bukan khusus swim school atau aquatic baby kayak di instagram-instagram gitu yaa. Ini les renang biasa yang bisa untuk segala usia. Kalo yang khusus untuk les renang bayi di Bandar Lampung, saya belum tauu infonya, hehehe. Saya save nomor salah satu guru, mana tau pengen ikut les juga kaan suatu saat. Tapi gak saya jembreng disini yaa, khawatir ganggu privasinya. For more info bisa coba dateng aja langsung tanya-tanya kesini.

Ana-anak sedang les renang. Ibu-ibu yang ikutan les renang juga ada loh!

Selesai sarapan, saya dan Rania udah gak sabarr pengen segera nyemplung. Setelah salin di ruang ganti, kami berdua langsuungg menuju ke kolam anak-anak. Rania happy banget main air disitu. Biasanya di rumah cuma pake bak mandi aja kan, hahaha. Yang bikin terharu, Rania udah tambah gede bangett ihh.. Dulu tuh kalo main air selalu nempel sama saya. Ini dia udah main air sendiri aja. Doi pindah ke kolam anak-anak di sebelahnya, terus sok ikrib dengan anak-anak yang lain. Aaakkk anakku udah gede! XD





Ayah kemana? Dia sibuk berenang dengan gaya andalan yang sampe sekarang belom ada kemajuan! hahaha. Global Surya Swimming Pool punya 3 kolam renang. Dua kolam anak-anak dan satu kolam dewasa yang dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama kedalamannya mungkin sekitar 1,2 meter ya. Anak-anak yang les renang banyak di tempat ini. Bagian kedua di sebelahnya saya kok ngerasa itu lebih dari 1,5 meter ya, soalnyaa saya yang 157 cm inih kelelep, huhu. Ga bisa napak gitu. Tapi masih bisa jinjit lah, pas leher banget. Antara bagian pertama dan kedua gak ada tali. Cuma dibatesin sama keramik warna biru tua. Harus lebih hati-hati kalau belum bisa berenang, takutnya panik kaan tiba-tiba turunan dan tambah dalem. Di bagian ketiga, kedalamannya mungkin sekitar 1,75 meter. Suami saya yang tingginya 170 cm itu kelelep, hehehe. Nahhh antara bagian kedua dan ketiga ini barulah ada tali pembatas.

3 bagian di kolam renang dewasa Global Surya Swimming Pool

Foto-foto dulu nih buat kenang-kenangan, hihihi.

No filter, jadi tolong harap maklum, wkwk
Belajar gerakan kaki sama Ayah

Asyiknya disini, dengan harga segitu, kita bisa nikmatin main perosotan. Walaupun perosotannya cuma dua biji yaa, xixixi. Rania belum berani mrosot sendirian. Saya sih seneng banget disuruh nemenin, yes yes bisa ikut prosotan juga *swimming goals* hahaha. Kayaknya cuma saya sih, ibu-ibu yang naik ke atas prosotan itu. Gapapa lah yaa, palingan kami dikira kakak adik, wkwkkwkw *ngareppp*

Anak-anak semuahh yang main disini, hehehe

Satu jam kemudian kami laper lagiii. Karena olahraga dan makan harus seimbang, kami memutuskan untuk jajaaann, hahahah. Kantin disini menjual gorengan dan mie instan. Namun saat itu kami memilih memesan somay yang ada di luar gerbang sekolah. Perlu keluar sebentar memang, tapi gak jauh kok. Jerit aja bisa sih sebenernya, cuma gak sopan kaan, hihihi. Kami makan somay sembari menukar teh botol.

Global Surya Swimming Pool punya beberapa pondokan yang cukup nyaman untuk santai-santai. Ada juga 2 buah ayunan dan satu mainan gini nih, apa sih namanya, hehehe.


Tempat duduk-duduk shantaii

Selesai makan, kami lanjut berenang lagih. Tiap berenang rata-rata kami menghabiskan waktu 4 jam. Lama yaaaa, hahaha. Kalo harus buru-buru mending gak renang karena Rania pasti bakal cranky.Berenang segitu lama gak takut masuk angin? Nggak.. Alhamdulillah selama ini tiap selesai berenang 4 jam, Rania baik-baik aja. Paling malemnya pegel-pegel dan minta pijet sih, xixixi.

Latihan pernapasan XD

Selama 4 jam itu, saya dan Rania main di seputaran kolam renang anak-anak aja. Ayah sih asik sendiri di kolam renang dewasa, hmmmh. Jelang dzuhur baru deh kami siap-siap pulang. Saya sarankan untuk membawa kacamata renang, karena air di kolam renang dewasa entah kenapa terasa pedih di mata saya. Untuk kolam renang anak, ada beberapa titik lantai keramik yang pecah. Gak banyak memang, hanya satu dua. Karena saya kecipak-kecipuk disitu sampai 4 jam, jadi saya sudah hapal letaknya dimana, hahaha. Gak tajam sih, cuma akan lebih baik kalo diperbaiki. Overall berenang disini asikk, terutama karena tiket masuknya yang murah meriah gak bikin kantong jebol, hehehe. Kolam renangnya juga gak terlalu crowded, jadi kita bisa bebas berenang dengan lega. Saya mau banget balik kesini untuk berenang lagi, yeay!



Udah weekend lagi nih, ada rencana apa di hari libur ini? Di rumah aja ataupun jalan-jalan keluar, semoga kita semua selalu berbahagia bersama keluarga tercinta ya!

Thursday, May 10, 2018

Main Hape Boleh Tapiii... Ada Batasannya Ya! Ini Dia 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

May 10, 2018 4 Comments
cara menghentikan ketagihan gadget
8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

Halo halo haiiii, hai hai halooo. Pasti udah kangen banget yaaaa sama obrolan mamah mamah kece cem kami berdua??? wkwk. Iya nih, udah hampir 2 bulanan kami gak ngopi-ngopi bareng di blog karena berbagai alasan keadaan. Monmaap para fans *ditimpuk cangkir*, here it is! Ngupi Pay kali ini kami akan membahas tentang gadget. Saya sharing tentang aturan main hape di rumah, sedangkan Mama Rayyaan Razqa bahas tentang sahabatnya hape, yaitu tivi. Iyes, hape dan tivi adalah dua sahabat karib yang saya juga sukaaaa banget, tapi kemudian sadar sepenuhnya harus nahaannnn jangan kasih kendor demi habit yang lebih baik untuk anak.


Ada yang udah bete duluan baca judul hape dan tipi ini? Sok-sokan banget, emang anak situ gak pernah ketagihan gadget? Gadget bisa jadi sarana belajar juga kok. Anak saya anteng main gadget dan tetep suka baca buku. Ya situ di rumah cuma ngurus anak, lah sini kerja.

Oke, satu, Rania pernah banget ketagihan tipi di usia 16 bulan. Saat itu Rania bahkan baru bisa jalan, tapi udah ngerti tipi dan ketagihan *cry*


Rania juga pernah banget ketagihan hape karena saya berpikir hape bisa untuk sarana belajar, tapi saat itu masih bebas belum pake aturan. Hasilnya, Rania keterusan dan tantrum. Kalo udah main hape, emosi Rania jadi gak stabil, dikit-dikit marah, persis saya kalo seharian kebanyakan online, eh.


Jadi ibu bekerja itu tantangan. Jadi ibu di rumah juga tantangan. Karena blog saya gak suka bahas working mom versus stay at home mom, jadi marilah kita sama-sama berusaha, fokus dengan segala daya dan upaya untuk buah hati tercinta. InsyaAllah ada jalan... *akur*

Via : Giphy


Setelah beberapa kali trial and error, 8 tips inilah yang sekarang saya terapkan untuk membatasi Rania bermain hape di rumah. Well pastinya ini bukan akhir, besok-besok mungkin bisa berubah lagi, ya karena masing-masing usia punya tantangannya sendiri kan? Baca : Anak Umur 3 Tahun Harus Sudah Bisa Apa?

1. Syarat dan Ketentuan Berlaku

Hape hanya akan saya berikan kalau Rania sudah sarapan, sudah mandi dan sudah sisiran. Yang terakhir itu penting banget karena anaknya suka males sisiran, wkwk. Rania hampir selalu mengambil jatah main hape di pagi hari. Persis kek mamaknya, bangun tidur yang diinget hape *rrrr*

2. Pasang Timer

Berdasarkan trial and error selama ini, Rania kalau dikasih lihat hape lebih dari 30 menit udah pasti bakal tantrum. Jadi saya menerapkan aturan main cukup 30 menit. Sebelum hape dikutak-katik, set timer. Rania sekarang bahkan udah bisa mencet sendiri timer-nya sambil senyum manis ngambil hati saya. "Alarm dulu yah Bundaa.." Duh Nak kamu manis banget kalo mo minta hape, kek mamak pas minta jatah kuota sama Ayah, HAHAHAH

Via : Giphy


3. Beri Pengertian Bahwa Hape Adalah Sarana Belajar

Itulah kenapa saya gak donlotin film kartun di hape. Video-video dengan durasi pendek lebih saya sukai. Kalo yang durasi panjang, biasanya saya setel di tipi. Terus kalo gak ada film kartun, Rania nonton apa? Banyak. Beberapa lagu nasional dan lagu daerah (lagu anak-anak udah nggak, dulu itu yang bikin Rania ketagihan tipi, jadi saya anggep dia udah banyak hapal, cukup lah), phonic song untuk belajar alfabet, pengenalan huruf hijaiyah dan angka, asmaul husna, surat-surat pendek (al-fatihah, an-naas, al ikhlas), science for kids, video masak, video DIY mainan dan beberapa lagu anak dalam bahasa inggris. Pan kapan saya pengen bahas deh tentang channel yutub andalan, hihi.


4. Mau Nonton Kartun? Di Tipi Nasional Ajah

Gak donlotin kartun di hape, bukan berarti saya gak ngebolehin Rania nonton kartun. Boleh banget lah, refreshing. Kayak kita juga kan, sekali-kali butuh nonton inpotemen *eh* Buat saya pribadi, yang receh-receh penting juga buat nyeimbangin otak, hahaha. Oke ini gak ada teorinya ya, cuma karangan saya aja XD Tayangan kartun yang saya izinkan untuk ditonton, harus tetep saya pilih. Yang paling penting adalah aman dari adegan kekerasan, adegan dewasa dan kesimpulan yang ngajarin ga bener. Menurut saya contoh kartun yang cukup aman itu seperti Tayo dan Robocar Poli. Etapi Rania sukanya Rainbow Ruby, hihihi. Karena Rainbow Ruby tayang siang dan Tayo itu malam, Rania harus pilih salah satu. Jadi kalau siangnya sudah nonton, malamnya jatah saya dan suami nonton berita atau kalau lagi pengen, ya nonton film yang juga aman ditonton sama Rania :D

5. Meminta Izin Saat Mengecek Hape

"Rania sedih kalo Bunda main hape terus.." Huhu, piye Mak perasaanmu, kalo anak bilang begitu? Kek ngobatin panu pake kalpanak ya, perih.. Rania akan bilang begitu tiap kali saya mulai sibuk sendiri. Maka semenjak menerapkan aturan main hape, saya hanya akan ngintip-ngintip hape saat Rania lagi melengos, tidur siang, main ke tempat tetangga, udah tidur ataupun diizinkan langsung saat dia dalam kondisi sadar. "Nak Bunda liat hape dulu ya, ini ada yang penting." "Ya sudah jangan lama-lama. Nanti kalo main hape terus pusing loh, matanya bisa sakit." Oemjii, anak gue ceramahnya udah lebih pinterr *emejing*

Via : Giphy


6. Meminta Dukungan Semua Pihak

Orang-orang terdekat harus tau aturan 'main hape gak boleh di depan Rania'. Kalo Rania masih santai acuh tak acuh, sesekali okelah. Tapi kalo Rania udah mulai ikutan ngintip, plis stop! Percayalah dia akan ketagihan lalu mulai tantrum lagi. So stop! Pindah deh ke tempat lain. Di rumah, saya udah deal-deal an sama suami. Di rumah orang tua, saya juga udah warning. Di rumah mertua, belom berani HAHAHA. Kan pulang kampung jarang-jarang, mo banyak aturan kok saya terlihat kek mantu cerewet banget ya. Yasudahlah sedikit menjaga reputasi, limpahkan tugas 'mengkomunikasikan' ke suami, wkwkwk. Se-strict itu memang, karena Rania tipikal anak visual yang mudah banget terdistraksi sama hape.


7. Orang Tua Harus Memberikan Contoh Baik tentang Penggunaan Hape

Children see, children do.
Children are great imitators, so give them something great to imitate.
Children learn more from what you are than what you teach.
Jangan ngarep anak berhenti main hape, kalo saat makan bareng aja tangan kita gak berhenti ngecek hape. Saya termasuk contoh yang buruk deh. Masih sering ngintip hape, gatel sama notif. Ada aja gitu bisikan setan yang ngerayu untuk buka hape. "Cek love instagram deh sist.." "Cek chat WA  shayy, mana tau ada job." *cih* Memang lah syaithan itu kuat banget godaannya bagi mamak lemah hape macem saya. Tapi alhamdulillah, alarm alami saya masih hidup dengan baik. Saya sadar sepenuhnya harus jadi contoh untuk hal yang satu ini. Saya juga gak tega denger rengekan Rania, i will stop, whenever she asks me to stop *meskipun dalam beberapa kasus yang penting banget, saya tetep coba ngelobi sih, huft*

8. Temani Anak Bermain

Anak perlu kita kenalkan dengan berbagai macam kegiatan lain yang menyenangkan. Dan yang terpenting, we are into them

Pic from : Pinterest

Banyak permainan sederhana yang bisa kita lakukan di rumah. Mulai dari membaca buku, bermain dengan cat air, membuat sains project, menggunting dan menempel kolase, mengenalkan anak dengan permainan tradisional atau membuat prakarya bersama anak. Ini bisa jadi bahasan tersendiri dalam sebuah blogpost panjang, hahaha. Ide bermain dengan caption singkat biasanya saya posting di instagram  @dwiseptiani.dwi aja sih, follow dong! XD


~

Baiklah, sesungguhnya 8 tips ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya pribadi. Kalau suatu saat Rania ketagihan hape *lagi*, bisa jadi saya melanggar salah satu atau salah dua atau bahkan lebih tips yang sudah saya tulis sendiri. Do'akan saya istiqomah menjalankan ke-8-8-nya yaa.

Percayalah, anak akan jauhhh lebih bahagia dengan beragam aktivitas. Sama seperti kita, yang sudah pasti pusing kalo mulai kelamaan online. They just need to stop, but they don't know how. Karena masih kecil, mereka belum tau caranya. Tugas kitalah, para orang tua, untuk mengenalkan dunia lain yang gak kalah menyenangkan dari sekedar layar berukuran sekian senti ituh. Tugas kita juga menjadikan kemajuan teknologi sebagai sahabat dalam pengasuhan, bukan musuh dalam membesarkan anak.

Kamu setuju kaan? Okesip, sampai jumpa di Ngupi Pay selanjutnyaa yaa. Love!