Wednesday, April 18, 2018

Resep Best Banana Muffin Ever Ala Tintin Rayner, Lembut, Enak, No Mixer

April 18, 2018 0 Comments
Resep Tintin Rayner
Banana Muffin Ala Tintin Rayner, made by Mak Rania :D

Beberapa minggu kemarin, kami sedang menjalani tantangan 10 hari mengasah stimulasi logis matematika pada anak. Salah satu kegiatan yang saya lakukan bersama Rania adalah membuat kue. Kali ini, pilahan jatuh pada banana muffin, mengingat ada beberapa stok pisang yang sudah terlalu matang di kulkas. Biasanya sih bikin bolu pisang, kali ini pengen coba yang beda. Ditambah lagi, ada stok 2 kotak chocochips diskonan dari toko sebelah yang baru buka *alasan utama* hahaha XD

Baca : Resep Bolu Pisang Panggang No Mixer dan Tanpa Pengembang
  

Rania saat menimbang butter

Proses menimbang dan menakar bahan membuat kita berpikir logis bahwa ada ukuran yang digunakan untuk membuat semua bahan yang ada di meja saat itu menjadi beberapa buah banana muffin ala Tintin Rayner yang rasanya enak dan lembut. Rania kebagian tugas untuk menyet-menyet pisang (lalu dicemilin huft), menimbang mentega, menimbang tepung, menyendok gula dan membantu menghias chocochips (lalu kami sama-sama nyemilin chocochips bareng, hahaha). Di tengah proses timbang menimbang itu, Rania bilang, "Masukin semua aja Bunda." Disitulah tugas saya untuk mengasah stimulasi logis matematikanya. "Ohh untuk jadi banana muffin, masing-masing bahan udah ada ukurannya Nak.. Kalo kita masukin bahannya kebanyakan, nanti jadinya bukan banana muffin, tapi mungkin yang lain.. hihi." Rania manggut sambil senyum-senyum. Semoga beneran ngerti yaaa, hahaha.


Tekstur banana muffin ala Tintin Rayner ini sama sekali gak kering ya buk ibuk. Jadi lupakan kesan seret. Yang ada, kita bakal mencium wangi pisang yang semerbak saat dipanggang dan hasilnya yang lembut bak muffin dari bakery terkenal *ciee*.


Resep Banana Muffin Tintin Rayner
Instagram @tintinrayner . 415k! wow.

Btw, ada yang belum tau dengan Tintin Rayner? Cik Tintin Rayner ini adalah seorang penulis buku best seller Simple & Moist Cake yang mengawali sharing resepnya dari akun instagram @tintinrayner. Namanya mulai melambung di dunia per-baking-an karena resep-resepnya yang anti gagal dan layak jual. Saya sendiri, pantang deh mengubah komposisi bahan kalo pake resep dari cik Tintin. Soalnya beliau pernah share dalam postingannya, bahwa dia adalah Ratu Gagal. Jadi, resep-resep yang dibaginya di instagram itu sudah betul-betul melalui uji coba panjang sebelumnya. Masak kita mau ngulang kegagalan lagi sih? Mikut resep yang udah berhasil aja belum tentu berhasil, ya kan? HAHAHA. Yuk ah, cobain resep ini, simple and moist! cocok juga untuk dijadikan bekal sekolah anak :D

Buku resep tintin rayner
Simple & Moist Cake. Buku resep andalan que.

Resep Best Banana Muffin Ever Ala Tintin Rayner, Lembut, Enak, No Mixer
Sumber : Buku Resep Simple and Moist Cake by Tintin Rayner
Hasil 11 cup besar dan 17 cup kecil, tergantung wadah

Bahan A:
3 buah pisang tua dan besar, lumatkan
1 butir telur ukuran besar
80 gr gula pasir
30 gr gula palem
85 gr butter, lelehkan
1 sdt pasta vanila

Bahan B:
190 gr tepung terigu protein rendah/serbaguna
1 sdt baking powder double action
1/2 sdt baking soda
chocochips sesuai selera
1/2 sdt cinnamon/kayu manis bubuk (boleh ditiadakan)

Cara Membuat:
Panaskan oven 180 derajat celcius.
Aduk semua Bahan A hingga tercampur rata menggunakan whisk, sisihkan.
Di wadah lain, ayak semua Bahan B. Buat cekungan di tengahnya, masukkan bahan A perlahan di cekungan sambil terus diaduk menggunakan whisk. Cukup sampai rata saja, jangan berlebihan.
Masukkan dalam cup muffin/loyang muffin yang sudah dioles mentega. Taburi chocochips lagi supaya cantik, panggang selama 20-25 menit atau sampai matang.
Siap untuk dinikmati.

Tips:
Aduk cukup sampai rata bahan B ke bahan A, jika terlalu kencang akan berakibat muffin bantat karena gluten.
Lebih baik gunakan pisang yang sudah tua, mulai keluar bintik-bintik hitam, sehingga muffin lebih manis, legit dan harum.
Pisang cukup dihancurkan, jangan diblender supaya ada teksturnya. Jenis pisang bebas.
Selain chocochips boleh diganti dengan kismis/cranberry sesuai selera.
Gula palem boleh diganti dengan gula pasir semua, namun taste sedikit berubah.
Jangan buka tutup oven supaya tidak kempes.

Lembut, wangi, enak! namun maapkan lah yaa kalo punya mamaks hasilnya meleat-meleot, pake kertas bolu kukus soalnya, hahaha. Belum punya cetakan muffin XD

resep olahan pisang

resep olahan pisang


Resepnya sudah di-share lengkap sama Cik Tintin Rayner sampe ke tips-tipsnya loh.. Gak perlu ragu untuk mencoba. Semoga berhasil ya buk ibuk.







Saturday, April 14, 2018

Oleh-Oleh Workshop Bersama Bunda Ressy Laila : Mempererat Bonding Keluarga dengan "Family Project"

April 14, 2018 3 Comments
mempererat bonding keluarga
Mini Workshop Family Project Ibu Profesional Lampung.
Foto : Heni Puspita

((Sebelum lanjut baca, plis jangan cari saya di poto itu itu, gak ada. Rania nangis, jadi saya gak ikut poto bareng. *hahahahha, maha penting untuk dikonfirmasi*))


Family project itu apa sih?

Saya sendiri mendengar istilah family project pertama kali saat acara family gathering yang diadakan oleh Komunitas Ibu Profesional (IP) Lampung. Sayangnya, saat itu saya terlambat datang, jadi belum 'ngeh' dengan maksud family project. Sampai saat IP Lampung mengadakan rangkaian acara Gebyar Sambut Ramadahan yang di dalamnya terdapat mini workshop family project, saya masih menganggap bahwa family project adalah semacam proyek sosial besar yang diadakan oleh masing-masing keluarga gitu dan level saya mah belum sampe lah *nyerah duluan* XD

Saya sudah bergabung dengan whatsapp group komunitas Ibu Profesional Lampung sejak tahun 2016 dan mulai ikut kegiatan offline-nya di tahun 2017. IP Lampung merupakan sebuah komunitas yang dibawahi oleh Institut Ibu Profesional (IIP), sebuah forum belajar bagi para ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya dalam menjalankan peran sebagai perempuan, ibu dan istri. Rangkaian acara Gebyar Sambut Ramadhan ini adalah salah satu kegiatan offline yang diadakan satu tahun sekali.

Baca : Belajar Membuat Mie Sawi Homemade Bersama Rumbel Memasak IIP Lampung

Mini workshop family project hari Minggu, 8 April 2018 kemarin diisi oleh Ressy Laila Untari Ningsih. Seorang praktisi homeschooling yang pernah menjadi Leader Kota IP Bekasi dan saat ini tengah menjabat sebagai Leader Kota IP Prabumulih. Selain itu, beliau juga merupakan penulis buku Witing Tresno Jalaran soko Kulino (WTJK) yang isinya membahas tentang project-project keluarga yang membuat cinta semakin tumbuh subur.

Baca : Resensi Buku Parenting : Marah yang Bijak, Panduan Islami Menjadi Orang Tua Bijak

Bunda Ressy dan Mbak Elsy, MC yang suka kelewat bahagia :D
Foto : Heni Puspita

Bunda Ressy Laila membuka workshop hari itu dengan sebuah pernyataan:
Ada 3 hal yang tidak akan ditolak oleh anak, yaitu mendongeng, bermain dan hadiah.
Bermain bisa menjadi salah satu sarana untuk mempererat bonding keluarga. Family project bagi anak-anak, erat hubungannya dengan bermain.
Family project adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.
Jadi ternyata, family project itu bukan semacam proyek sosial besar seperti yang saya pikirkan di awal tadi, xixixi. Family project bisa berupa kegiatan apa aja kok. Yang penting dilakukan bersama, melibatkan komunikasi antar anggota keluarga, membuat anak-anak hepi (bukan hanya orang tuanya yang hepi) dan ada pelajaran yang bisa diambil setelah project selesai. Family project menjadikan keluarga kita sebagai a home team, bukan sekedar kerumunan.



Workshop Family Project bersama Ressy Laila Untari Ningsih. . . Sejak awal ikut acara, sungguh kutaktau arti family project itu apa. Kupikir semacam keluarga ngadain proyek sosial yang besar-besar gitu. Duh apalah aku cuma remahan kerupuk merah yang tersiram kuah soto.. . . Ternyataa family project itu ajang komunikasi antar anggota keluarga. Ngerencanain sesuatu bareng.. Ngelakuinnya bareng-bareng.. Dan di akhir kita apresiasi bareng.. Contohnya dimulai dari hal-hal sederhana banget. Misal, cuci mobil bareng. Itu bisa jadi family project. Orang tua bersih-bersih sambil ngobrol dan anak pun ikut asyik 'bantu' main-main sabun. Lengkapnya nanti di blog yaa. Kuterharu dengan workshop family project ini. Karena sadar bgt momen sama-sama sambil ngerjain sesuatu ini masih belum kami lakukan. . . Ini peserta sedang presentasi tentang keunikan keluarga.. Dan rencana project family saat bulan ramadhan nanti. . . Terima kasih banyak fotonya Mb @naqiyyahsyam dan Mb Evi ❤ . . #IbuProfesionalLampung #IPLampung #GebyarSambutRamadhanIPLampung #WorkshopFamilyProject
A post shared by Dwi Septiani (@dwiseptiani.dwi) on


Manfaat dari family project yaitu:

⇨ Menjadikan keluarga sebagai a home team
⇨ Sarana pendidikan bagi seluruh keluarga
⇨ Membuat cinta tumbuh subur
⇨ Keluarga kompak dan saling memahami
⇨ Keluarga semakin semangat
⇨ Hubungan antar keluarga semakin erat


Yang membedakan family project dengan kegiatan keluarga lainnya adalah prosesnya.

Bunda Ressy mencontohkan, proses komunikasi dalam  family project keluarga mereka diberi nama 'tea time'. "Kami punya forum ngobrol keluarga yang kami beri nama 'tea time'. Saat tea time, biasanya kami duduk bareng, ngobrol sambil minum teh dan makan cemilan. Tea time ini bisa disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing keluarga, kalau tidak suka teh, bisa diganti dengan makan puding bersama sambil tukar hadiah misalnya. Tea time bukanlah sebuah forum yang kaku, melainkan waktu ngobrol khusus yang bisa dilakukan dimana saja. Yang penting semua bahagia dan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi keluarga."

'Tea time' sebelum project
Dalam proses 'tea time' sebelum family project berlangsung, keluarga bisa mendiskusikan tentang hal-hal sebagai berikut:
Ide kegiatan. Bisa diambil dari mana saja. Hobi, aktivitas, masalah atau tantangan dalam keluarga. Kalau anak-anak sudah cukup besar, anak bisa ditanya tentang ide kegiatan apa yang ingin dilakukan untuk family project. Tetapi kalau anak-anak masih kecil, orang tua bisa memperhatikan kegiatan apa yang sedang disukai oleh anak atau aktivitas apa yang nantinya sekaligus bisa melibatkan si kecil dalam agenda family project.
Sarana. Apa saja alat-alat dan bahan yang dibutuhkan? Berapa estimasi dana?
Panitia. Siapa penanggung jawabnya? Anak-anak akan mengambil peran sebagai apa?
Waktu. Kapan pelaksanannya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Branding. Berikan nama khusus untuk proyek keluarga tersebut.

⇨ 'Tea time' saat pelaksanaan project
Komunikasi antar keluarga dilakukan dengan hangat dan bahagia saat project berlangsung.

⇨ 'Tea time' setelah project
Lakukan apresiasi, bukan evaluasi. Setelah project selesai, tea time dilakukan sembari mengapresiasi apa yang sudah sama-sama dilakukan. Bukan sekedar evaluasi yang seringkali membuat anggota keluarga merasa 'dinilai' hasil kerjanya.
Master mind. Membuat anggota keluarga berpikir positif tentang family project. Apa yang sudah sukses dilakukan minggu ini? Apa yang bisa dibagi? Ada kesan apa? Mau sukses apa lagi minggu depan?

See, peserta pada serius banget, xixixi.
Foto : Heni Puspita

Sampai sini, tiba-tiba saya mbrebes mili. Gitu saya mah, gampang nangis anaknya XD Entah kenapa saya tiba-tiba sedih gitu. Keinget bagaimana saya dibesarkan.. dan keinget kondisi keluarga sendiri. Saya nih istri yang sering banget minta tolong suami dengan nada menyuruh. "Ayah, rumput samping udah tinggi-tinggi banget tuh. Semprot dong, kan udah tugas Ayah." Sementara yang suami saya inginkan adalah kata-kata semacam, "Yuk kita sama-sama bersihin halaman." Meskipun kemudian saya dan Rania cuma main-main di sekitar situ, nemenin doang. Bagi suami saya itu akan lebih menyenangkan. Pekerjaan rumah selalu bisa dibuat menyenangkan dan justru jadi ajang ngobrol keluarga. Hmm berarti, meskipun belum mengerti teorinya, sebenernya udah lama ya suami pengen ngajakin family project, hehehe.

Baca : Resensi Buku Psikologi Populer : Toples Aksara, 33 Permen Renungan Bagi Jiwa


Nilai-nilai pembelajaran dalam 'tea time':

⇨ Musyawarah mufakat, tea time bisa menjadi ajang stimulasi ide untuk anak-anak dan mereka belajar bagaimana cara menyampaikan gagasan dengan baik. Anak belajar tentang musyawarah pertama kali dari keluarganya.

Baca : Visual, auditori atau Kinestetik? Tiap Gaya Belajar Anak Butuh Stimulasi

Problem solving, melatih daya pikir dalam memecahkan suatu masalah.
⇨ Tanggung jawab, membiasakan anak/seluruh anggota keluarga untuk berani mengambil peran dan bertanggung jawab atas hal tersebut.
⇨ Tidak memaksakan kehendak, dalam proses menyampaikan pendapat, ada kalanya pendapat tersebut kurang bisa diterima karena sesuatu dan lain hal. Disinilah anak/seluruh anggota keluarga belajar untuk menerima dan tidak memaksakan kehendak.
⇨ Toleransi, menjaga perasaan. Seringnya berdiskusi akan membuat kita semakin memahami karakter masing-masing anggota keluarga lau berusaha melatih diri untuk bersikap toleran dan saling  menjaga perasaan.


Mb Tiwi, peserta mini workshop family project yang jauh-jauh datang dari Kotabumi.
Foto : Heni Puspita

Contoh family project yang pernah dilakukan Omah Project:

Bunda Ressy Laila memberi nama Omah Project untuk project family keluarga mereka. Bagi Bunda Ressy, penamaan sangat penting. Karena hal tersebut akan menjadi branding yang melekat pada keluarga.

Project pertama yang dilakukan oleh Bunda Ressy dan keluarga beberapa tahun lalu adalah project coret lantai bersama-sama. Saat itu anak-anak dari Bunda Ressy memang sedang senang bermain cat. Satu ruangan khusus dijadikan sebagai tempat coret-coret. Di akhir project Keluarga Bunda Ressy membersihkan ruangan tersebut bersama-sama. Saya nyesel banget gak nanya merk cat-nya, hahaha *pengen niru tapi belum kebayang pake cat apa XD

Baca : DIY Menghias Kotak Sampah

Family project lain yang pernah dilakukan oleh Omah Project:

  • Project permainan tradisional, seperti ular naga dan cublak-cublak suweng
  • Project bermain cat, mengecat kaleng bekas, mengecat kamar bersama-sama 
  • Let's go clean, membersihkan taman di lingkungan sekitar rumah
  • Let's go green, berkebun
  • Membuat cilok
  • Pentas go green, anak-anak belajar membuat pementasan drama yang kemudian dimainkan di halaman rumah dan ditonton oleh Bunda Ressy dan suami
  • Kunjungan ke sawah, belajar apa saja yang ada di sawah dan ngobrol dengan para petani
  • Kunjungan ke kebun karet
  • Taman ceria, project mencabut rumput halaman rumah dengan cara yang kreatif, yaitu membuat tanda kotak-kotak dengan tali rafia kemudian membaginya sesuai jumlah anggota keluarga. Setelah selesai, masing-masing mendapat reward berupa hadiah
  • Main, baca puter-puter (cater). Ide family project ini diusulkan oleh anak-anak Bunda Ressy. Mereka mengumpulkan buku bacaan dan mainan yang ada di rumah untuk dibawa keliling. Tujuannya adalah mengajak anak-anak membaca buku dan bermain untuk mengurangi kecenderungan terhadap gawai

Baca : Cara Asik Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Usia 2 Tahun

Omah Project juga membuat family project untuk bulan ramadhan yang mereka beri nama SINDURAM. Singkatan dari Generasi Rindu Ramadhan. Bahkan nyiptain lagu sendiri loh. Peserta diminta berdiri sambil bernyanyi. Saya masih inget nih sebagian liriknya, "Kami senang kami senang sambut ramadhaann.." *eaaa, nyanyi dengan suara yang dibikin sok merdu, hahaha*

Ini nih beberapa project yang pernah dilakukan oleh Omah Project selama bulan ramadhan:

  • Indahnya sahur dan serunya berbuka, menyiapkan makanan bersama-sama
  • Hias kartu ramadhan, menghias kartu ucapan bersama-sama
  • Membuat parcel sederhana
  • Melukis tampah
  • Mengaji juz 30 untuk anak-anak
  • Puasa 3 hari untuk anak-anak

Sesi berikutnya masing-masing peserta diberikan sebuah kertas lebar untuk diisi dengan nama keluarga, tiga keunikan keluarga dan rancangan family project untuk kegiatan ramadhan tahun ini. Gak kerasa yaa, sebulan lagi puasaa :D

Saya saat presentasi keunikan keluarga. Suka jalan, suka mie ayam bakso, suka yang unik-unik, xixixi.
Foto : Naqiyyah Syam

Para peserta, termasuk saya, semangat untuk berpartisipasi dan mengajukan pertanyaan. Ada pertanyaan menarik dari Mbak Naqiyyah Syam nih soal menjalankan family project bagi suami istri yang sama-sama sibuk dan terpisah jarak *ciee* Pas banget suami Bunda Ressy baru saja hadir, jadi bisa ikutan nimbrung jawab pertanyaan. "Bagaimana mengkomunikasikan dan bersinergi dengan suami untuk menyatukan ide family project terutama bagi suami yang sibuk? Tadinya kami mau sama-sama dateng, tapi abinya ada acara lain. Sehingga kami harus bagi tugas menjaga anak-anak."

Menurut Bunda Ressy, terpisahnya jarak dan waktu ternyata tidak bisa dijadikan penghalang untuk agenda family project ini. Bahkan, menjaga anak-anak justru bisa dijadikan family project tersendiri. Sebelum berangkat, keluarga melakukan diskusi pembagian tugas dan menceritakan agenda yang nanti akan dilakukan. Saat kembali berkumpul di rumah nanti, masing-masing keluarga bisa saling bercerita tentang apa saja yang tadi dilakukan. Ketika suami berjauhan sekalipun, keluarga tetap bisa melakukan family project yang sama di beberapa tempat yang berbeda. Lalu setelah itu bisa video call. Jadi family project itu sama sekali gak kaku. Yang penting adalah komunikasi antar keluarga dan apresiasi setelah family project itu selesai.

Pak Ressy ikut sharing *saya lupa nama beliau XD
Foto : Naqiyyah Syam

Suami dari Bunda Ressy juga menambahkan sharing tentang bagaimana seorang Ayah bisa menjadi teladan dalam pelaksanaan komitmen family project tersebut. Misal, dalam bulan ramadhan masing-masing keluarga punya family project untuk target khatam Al-Qur'an. Ayah menargetkan khatam 1x, maka Ayah mencontohkan keberhasilan dari target tersebut dan memperlihatkan prosesnya kepada anak-anak.


Foto : Evi Wiliyanti

Ini saat beberapa peserta maju mempresentasikan rencana family project untuk bulan ramadhan. Kreatip-kreatip loh, saya modal ATM (amati, tiru, modifikasi) aja, xixixi. Saya jembreng yah, mana tau jadi inspirasi untuk yang mau buat juga jelang bulan ramadhan ini.
­čö║Bersih-bersih rumah
­čö║Tarawih keliling
­čö║Memberi ta'jil ke masjid
­čö║Membuat menu bersama keluarga
­čö║Menyiapkan makanan bersama-sama

Baca : Resep Oseng Cumi Asin Pete

­čö║Membuat es kopyor
­čö║Membuat kolak pisang

Baca: Resep Bolu Pisang Panggang No Mixer No Pengembang

­čö║Membuat sop buah
­čö║Membuat es blewah
­čö║Membuat es teler
­čö║Membuat es cendol

Lhaaaaaaa, minuman semuaa, hahaha. Ini sih tambahan dari saya ya XD

Gimana-gimana? Kebayang kan serunya family project? Pasti asik deh ngerjain sesuatu bareng-bareng sambil ngobrol hangat gitu. Makin mempererat bonding keluarga, kan? Jadi, kamu punya rencana apa nih untuk family project di bulan ramadhan? Share di kolom komentar yaaah.








Tuesday, April 3, 2018

Pengalaman Pertama Menang Lomba Nge-Blog

April 03, 2018 1 Comments

Alhamdulillah....... kusungguh excited! Sejujurnyaaa ini adalah piala pertama yang saya punya seumur hidup selama hampir usia 28 tahun :D

Terkejut? Gak perlu lah yaa lhaaa siapa jugaaa wkwk

via: GIPHY

Jadi, sejak dulu saya pernah beberapa kali ikutan lomba, tapi ga ada yang menang. Puncaknya, saya ikut sebuah kompetisi pemilihan pelajar muslim teladan se-Provinsi Lampung di tahun 2005. Dan cukup traumatis, jadi dari situ selalu males banget mau ikutan lomba, takut kalah lagi, xixi.

Flashback dulu yaa :D Jaman TK di kebun, saya gak pernah ikut lomba. Saya lupa sih, waktu itu ada ajang lomba apa nggak, haha. Yang saya ingat tentang prestasi jaman TK adalah saya dan temen-teman pernah tampil di depan para petinggi kantor Papah. Sungguh kubangga dengan baju tali rafia ala-ala hawaiaan yang mamah serut-serut pagi, siang, sore, malam. Yes, kostumnya itu mamah yang buat! Warnanya kuning apa pink lupa. Yang pasti i feel gorjes with that handmade costume :D


Lanjut ke jaman SD, masih di kebun yang sama, karena Papah saya 6 tahunan di kebun itu gak pindah-pindah, zzzzz. Sekolah dari kelas 1 sampai kelas 4 SD cawu 1. Seinget saya, gak ada juga lomba-lomba, selain lomba 17-an. Lupa sih pernah menang atau nggak, karna dulu saya suka malu-malu klo disuruh ikutan lomba-lomba. Tapi saat itu, karir ((KARIR)) saya di per-karate-an sedang bagus-bagusnya. Saya termasuk anak didik paling muda dan pernah tampil memperagakan kata di depannn... errr, lupa sih. Tapi pokoknya tampil lah, hahaha.

Lalu pindah SD ke bagian kebun lain di Sumatera Selatan. Duh, sekolahnya parahh banget. Parah level saya pertama kali tau istilah nganu-nganu itu dari sini. Ada pulak kejadian nganu itu di semak-semak belakang sekolah. Sungguh mengerikan. Padahal dulu belum jaman internet, tapi nganu sudah menyebar sampai ke pelosok dusun tempat tinggal saya waktu itu. Ditambah lagi tiap jam pelajaran kosong, teman saya, seinget saya namanya Eni, yang memang suaranya cukup bagus, disuruh genk cowok untuk nyanyi sambil joged di depan kelas dong! PARAH. Saya sampe galau banget, khawatir pas usia Rania sekolah, suami dapet penempatan disana juga. (Papah saya dan suami berasal dari kantor yang sama, hihi). Tapi lumayan lah, di sekolah itu saya sempet jadi duta dokter cilik. Cukup bangga, presentasi tentang cara gosok gigi dan cara mencuci tangan yang benar di depan teman-teman kelas. Pake jas putih pulak, cantek lah, wkwk.

via: GIPHY

Sayangnya, hampir tiap pulang sekolah selama sekolah di kebun itu saya nangis. Ada-ada aja kejadiannya. And it was disgusting! Jadi saya merengek minta pindah sekolah, dan keinginan terkabul. Akhirnya kami sekeluarga, kecuali Papah saya, balik lagi ke rumah kami di Bandar Lampung. Merasakan sekolah di kotaa, sungguh kubahagia.

Selain bahagia, ternyata sekolah di kota itu bikin kaget! Apalagi saya waktu itu SD di salah satu swasta faporit. Angkatan pertama pulak. Jadi nilai kelulusan angkatan kami jelas akan berpengaruh untuk nama baik sekolah selanjutnya. Dapet guru yang superrr, i love her so much! Buk Grastika namanya. Ampun dehh tegasnya, tapi saya suka banget dan merasa terpacu di berbagai mata pelajaran. Kelas 5 ini saya sempat ikut seleksi olimpiade tingkat SD, tapi gak lulus. Sempat pula pengen ikut Porseni, dan gak lulus juga. Prestasi saya di SD swasta ini cuma tersohor setingkat kelas. Itu pun, waktu kelas 6, nilai mbrosott banget. Sibuk sama gebetan sana-sini. Wahahahhaha sungguh aib.

Lulus dengan NEM 38 sekian, saya cuma bisa masuk SMP biasa. Di SMP itu saya ikut karate lagi. Tapi kok ya gak sesemangat jaman SD, jadi gak punya prestasi. Dulu, saya termasuk yang nilai bahasa inggrisnya bagus dan aktif di kelas, tapi heran deh kok saya gak diikutin lomba. Wkwk.


Suasana jelang pengumuman lomba nge-blog

Masuk SMA di sekolah yang sebenarnya bukan incaran saya. Tapi yasudahlah, masuk 10 besar hasil ujian dengan nilai tertinggi pun. Seiring berjalannya waktu, ya Allah, nilai matematika, kimia dan fisika saya anjlok ngett ngett ngett. Level wali kelas saya, Bu Diah, sampe prihatin. Jadilah saya masuk kelas IPS. Di IPA, saya cuma suka biologi, dan nilai saya tinggi. Cuma biologi aja kan gak cukup.

Pertama kali masuk kelas IPS, saya ingettt banget motivasi dari guru matematika saya, Pak Rudi. "Lebih baik jadi yang paling pintar di kelas IPS, daripada jadi yang paling bodoh di kelas IPA." Nilai saya termasuk baik saat itu. Tapi saya juga heran kenapa waktu itu gak diikutin lomba akuntansi. Seleksi pun nggak, wahahaha *ngarep* Temen saya, Suhendrik, yang akhirnya ikut. Suhendrik ini mukanya kalem, tapi aslinya raja judi. Bahhahaha, semoga kau baca Ndrik XD

Saya pernah ikut lomba pidato bahasa indonesia saat itu, tapii kalah, hihi. Terus ikut pemilihan pelajar muslim itu atas inisiatif sendiri daaannn terpilih. Yang utusan dari sekolah, malah gak lulus seleksi. Saat itu saya daftar mandiri karena gak tau harus sekolah yang ngutus. Walhasil saya dipanggil sama almarhumah guru saya jaman SMA. Agak down juga sih, karena yaaa, sudahlah skip aja. Performance saya selama karantina sama sekali gak maksimal. Dannn saya dieliminasi. Waktu itu lagi ngetren AFI lohh. Jadi saya bener-bener kayak anak-anak AFI yang tereliminasi gitu, nangis-nangis sambil geret koper. Trauma, wkwk *anaknya melow abis* Satu-satunya kenangan manis jaman SMA adalah waktu hasil karangan bahasa indonesia saya dibacakan di kelas IPA. BANGGA.

Jaman kuliah, duhh boro-boroo ikut kompetisi. Saya sibuk rapat kesana-kemari. Aktivis mahasiswa lah. Yang kerjanya ngadain lomba, tapi sendirinya ga pernah ikut lomba dengan berbagai alasan, termasuk alasan sok sibuk, haha.

Laluuuu saat kerja di BUMN, pas diklatsar, saya dapet posisi terbaik 3. Wow bangga, karena kebanyakan yang masuk urutan saat itu ya anak kesehatan, sesuai core business perusahaan. Dan saya, satu diantara gak banyak anak di luar kesehatan yang bisa dapetin posisi itu. Kuhappy, tapi ga dapet piala, hehe. Terus pernah juga ikut pelatihan akuntasi seluruh kantor cabang di Jakarta dan dapet terbaik 3 lagii. Kusenangg, tapi ya itu, gak ada piala juga XD

Lalu resign daaan memang memutuskan menarik diri dari huru-hara kehidupan di luar sana. Maka saya lebih nyaman berpindah dari kamar, dapur dan sumur. Memang karena saya yang pengen. Jadi kayak semacam kontemplasi diri gitulah. Sebenernya passion ku ini dimana.


Lalu mulai tahun 2018, saya coba rutin menulis di blog yang sudah ber-TLD ini. Dan waktu ada informasi lomba web blog yang diadakan oleh STMIK Pringsewu di grup WA Tapis Blogger, saya langsung pengen ikutan. Saya putuskan ikut, karena temanya masih bisa saya usahakan. Saya juga memang pengen banget nulis soal Lampung dan pengen pulak mampir ke Nggruput. Ini nih tulisan tentang Nggruput yang menang ituh, haha.


Foto bersama para pemenang

Maka hari Minggu pagi, saya, suami dan Rania bolos ngaji demi capcuss ke Pringsewu. Dan memang tempatnya kece, hingga saya semangat banget nulisnya. Kalau biasanya, draft mangkrak cukup lama baru saya selesein, ini langsung pengen buru-buru saya selesein bgt (selain memang karna mepet DL juga sih ya, haha). Bagi saya, wisata kuliner tradisional itu unik. Dan saya happy bangett bisa jajan-jajan makanan yang namanya udah lama saya denger, tapi belum pernah liat rupanya :D


Foto bareng mantuidaman.com

Lalu 2 minggu berlalu, saya galau mau dateng atau nggak ke Pringsewu pas acara pengumuman pemenang. Yang bikin saya galau adalah, suami kerja, jadi gak bisa nemenin. Pringsewu itu sekitar 1,5 jam dari Bandar Lampung. Bisa aja dianter Papah, tapi malu lah kalo gak menang. Ngabisin bensin aja ye kaan, hiks. Saya rayu-rayu adik saya yang alhamdulillah saat itu bisa, tapi terus pas udah deket waktu malah harus ngejer dosen di kampus buat urusan skripsinya. Yahh, yasudah, mau gak mau, dianter Papah. Saya berangkat lah, soalnya ngapain juga deg-deg-an di rumah ya kannn XD

Sampe Pringsewu, Papah gak ikut masuk, nunggu aja di parkiran. Ada senengnya dan ada sedihnya. Seneng karena klo kalah, saya gak malu malu amat lah sama Papah, haha *sekaku itu sama Papah sendiri*. Tapi sedihnya, klo misal saya menang, masak gak ada yang motoin sihh. 

Dannnn jreng jreng jrenggg.... Alhamdulillah banget nama saya nyangkut! di Juara 3. Juara 3 Lomba Web Blog yang diadakan oleh STMIK Pringsewu dalam rangka HUT ke-9 Kabupaten Pringsewu dengan tema wisata Pringsewu.



Entahlah kenapa angka 3 selalu mengikutiku.... hahaha. Saya super senengggggg banget dan terharu lalu rasanya pengen meluk suami saat itu. "Sayang, adek dapet piala.. Piala pertama seumur hidup adek.. huwaaaa." Gak lebay lho ini, cobalah mengerti perasaanku XD

Sedihnya ya itu, Papah gak nyaksiin waktu saya naik ke atas panggung sama Rania. Bukan panggung besar memang, tapi sungguh saya bangga. Bangga karena saya akhirnya mau ikutan kompetisi lagi. Bangga karena saya mau melatih mental kalah menang saya jadi lebih baik dan gak baperan. Bangga karena usaha saya served the best dapat apresiasi dari temen-teman BEM STMIK Pringsewu. Bangga juga karena, setelah jadi emak-emak, akhirnyaaaa saya punya PIALA. Yang digembol Rania kesana kemari hari itu dan sebenernya saya takut pataaaahhhh, aakk XD Tapi saya anggap Rania sedang berbahagia. Berbahagia sangat seperti mamaknya. Maka biarlah kalo piala itu patah sekalipun, karena piala itu memang untuk Rania, Nak.. 



Piala itu untuk Rania. Yang sudah bersabar nungguin Bunda mantengin laptop dan HP seharian saat DL waktu itu.

Piala itu untuk Rania, yang sudah berbesar hati main sendiri karena Bunda sibuk ngetik hari itu.

Piala itu untuk Rania, yang sudah sangat-sangat kooperatif diajak bolak-balik ke Pringsewu.

Piala itu untuk Rania, supaya Rania mencontoh percaya diri Bunda hari itu.

Piala itu untuk Rania, yang semoga mental menang kalahnya akan jauhhhh lebih baik dari Bunda..

Dan piala itu untuk Mas Ayah, yang sudah sangat bersabar nganterin istrinya kemana-mana. Mendukung hobi nge-blog dan terus menyemangati diriku yang mudah patah ini. Aku harus bilang i love you to the moon and back apa gimana di blog ini? Hahaha *pasangan kurang romantis*

Dan piala itu juga untuk Mamah dan Papah.. yang sungguh aku tau betapa besarnya kekecewaan Mamah dan Papah saat aku memilih 'hanya' menjadi ibu rumah tangga. Semoga jerih payah Mamah dan Papah membesarkan Septi dihadiahi syurga oleh Allah. Maafin Septi Mah.. Pah.. Semoga Septi tetap bisa buat Mamah dan Papah bangga.

Maybe it is small. But it really means to me :)


Friday, March 23, 2018

Tapis Blogger Gandeng ACT Lampung Adakan Sharing Ngeblog dan Public Speaking Bersama Indra Pradya

March 23, 2018 2 Comments


Bertemu dengan orang yang memiliki passion dalam pekerjaannya adalah hal yang menyenangkan bagi saya. Maka ketika Tapis Blogger mengadakan gathering rutin bulanan yang menghadirkan Bang Indra Pradya sebagai pembicara, saya merasa harus dateng nih gw. Memangnya saya tau siapa Bang Indra? Errr, belum tau sih. Tapi feeling saya, abang ini bakal kasih banyak suntikan semangat untuk saya dan teman-teman. Jadi kalo gak dateng, bisa rugi berat deh. 

Begitu lihat e-flyernya, jreng jrenggg. Kenapa gatheringnya hari Jum'at? Hik. Yang saya pikirin cuma Rania harus saya titip sama siapa? xixi. Soalnya Jum'at masih hari kerja suami, yang walaupun secara de jure boleh pulang sebelum jum'atan tapi secara de facto ya pulang abis maghrib juga *sigh* Saya cerita ke suami, "Adek harus dateng nih.. pembicaranya bagus." dan gak saya sangka-sangka jawaban suami adalah, "Ya udah dateng aja gpp. Nanti mas usahain banget bisa pulang setelah jum'atan." Uwuwuwuwuuwuww meleleh hati adek mass.. wkwk.


Berbahagialah istri-istri yang hobinya didukung suami. Dan berbahagialah juga saya hari itu karena bakal dapat kesempatan me time sambil menuntut ilmu sambil me time :D


ACT Lampung dan Tapis Blogger
Teman-teman tapis Blogger berfoto di depan gedung ACT Lampung

Dalam gathering yang keempat kali ini, Tapis Blogger menggandeng ACT Lampung sebagai sponsorship. Acara diadakan pula di Gedung ACT Lampung di daerah Pahoman, Bandar Lampung. Begitu memasuki gedung ACT Lampung, saya langsung disambut senyum ramah mbak mimin yang duduk di bagian informasi, juga spanduk-spanduk program kemanusiaan yang sedang digaungkan oleh ACT Lampung. Nama lembaga kemanusiaan yang satu ini sudah tidak asing di telinga saya. Saya lupa tepatnya kapan pertama kali mendengar, tetapi yang saya perhatikan, ACT (Aksi Cepat Tanggap) tidak pernah ketinggalan hadir di bagian terdepan setiap kali ada kegiatan tanggap darurat, khususnya pemulihan pascabencana. Sudah lama pula saya penasaran, program apa lagi yang dimiliki oleh ACT sebagai bentuk kepeduliannya terhadap permasalahan kemanusiaan? Saya berharap mendapatkan jawabannya ketika acara gathering dimulai.

Alhamdulillah saya tidak terlambat meskipun menginjakkan kaki di gedung ACT pukul 14 lewat 10 menit. Artinya saya bisa menyimak acara dari awal. Acara dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama yaitu penjelasan mengenai program ACT, sesi kedua sharing ngeblog dan public speaking bersama Bang Indra Pradya dan yang terakhir adalah sesi pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah dari sponsorship. Mas Yoga jomblotravelerdotcom membuka acara dengan gaya khasnya yang garing lucu. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tapis Blogger, Mbak Naqiyyah Syam.


Mas Yoga saat membuka acara Tapis Blogger Gathering #4


Kontribusi Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Program-Program Kemanusiaan Nasional dan Internasional

Masuk sesi satu, Ibu Dian Eka Darma Wahyuni, selaku Kepala Program ACT Lampung menghadirkan sebuah video tentang Ghouta yang membuat kami larut siang itu. Saya melipir mengelap air mata. Save Ghouta, Let's Help Syria adalah salah satu program internasional kemanusiaan yang dilaksanakan oleh ACT. Saya sering mendengar komentar miring orang lain tentang program-program kemanusiaan semacam ini, "Halah ngapain jauh-jauh keluar negeri, yang di dalem negeri aja banyak kok yang kelaparan." Berat napas saya tiap mendengar komentar semacam itu. Maka saya dengarkan penjelasan Bu Dian dengan seksama dan saya baca pula booklet yang diberikan oleh tim ACT kepada peserta Gathering Tapis Blogger #4.


Program kemanusiaan ACT Lampung
Ibu Dian Eka Wahyuni saat menjelaskan tentang program kemanusiaan dari ACT Lampung

ACT adalah lembaga kemanusiaan global yang memiliki visi membangun peradaban global yang lebih baik. ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepeduliaan tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai bagian dari akuntabilitas keuangannya, ACT secara rutin memberikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) kepada donatur dan pemangku kepentingan lainnya, serta mempublikasikannya melalui media massa.

Bagi saya, laporan keuangan ini penting sekali. Karena dari laporan keuangan yang diaudit oleh KAP inilah, kita bisa meyakini bahwa sebuah lembaga kemanusiaan itu terpercaya dan jelas pula kemana aliran dananya.

ACT pusat resmi berdiri sejak tanggal 21 April 2005 sebagai yayasan yang secara hukum bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Sejak tahun 2012,  ACT mentransformasi dirinya menjadi sebuah lembaga kemanusiaan global dengan jangkauan aktivitas yang lebih luas. Di Indonesia, jangkauan aktivitas program ACT sudah sampai ke 30 provinsi dan 100 kabupaten/kota. Sedangkan di luar negeri, jangkauan aktivitas program global telah meliputi 22 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika dan Eropa Timur.

Program Nasional Aksi Cepat Tanggap
  • Indonesia Darurat Bencana
  • Emergency Response
  • Community Development
  • Pemulihan Pascabencana
  • Sedekah Pangan 
  • Masyarakat Relawan Indonesia
  • Tepian Negeri
  • Global Wakaf
  • Global Qurban
  • Global Zakat

Program Internasional Aksi Cepat Tanggap
  • Let's Help Syria
  • Let's Help Rohingya
  • Let's Save Palestine
  • Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI)
  • Save Humanity
Stop Ghouta Memerah Darah, salah satu program internasional kemanusiaan dari ACT

ACT Lampung sendiri resmi berdiri sejak 6 November 2017. Saat ini ACT terus melakukan diskusi dan bersinergi dengan elemen pemerintah daerah serta terus mendapat dukungan dari berbagai komunitas dan alim ulama di Lampung. Kontribusi ACT terhadap masyarakat Lampung terlihat dari beberapa kegiatan yang telah diadakan, diantaranya: peduli korban banjir, peduli warga binaan lapas wanita dengan program seminar dan pemeriksaan papsmear, peduli keluarga pasien RS kelas 3 dengan membagikan paket pangan, bazar charity, donasi buku, menyelenggarakan pelatihan cinta Qur'an, bersama Rumah Umat Berkah membagikan susu, obat cacing dan mengadakan cek kesehatan gratis, serta masih banyak lagi. Program yang saat ini sedang berjalan yaitu Wakaf Lahan Papua, Duta Pelajar Kemanusiaan, Rumah Umat Berkah, Stop Ghouta Memerah Darah, Kapal Kemanusiaan Suriah dan Kapal Kemanusiaan Palestina.



ACT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita menghadirkan sebuah dunia yang nyaman bagi umat manusia, dunia beradab dan memiliki peradaban mulia di bawah naungan cahaya ilahi.

Rekening Donasi:
BNI Syariah 770000525
Bank Mandiri 1270007917428
a.n. Aksi Cepat Tanggap

Konfirmasi Donasi:
(0721) 5607053

Instagram: @act_lampung
Twitter: @ACTLampung_
Facebook: Aksi Cepat Tanggap Lampung
Website: www.act.id

Branch Office: Jl. Jendral Sudirman No. 73E, Pahoman, Bandar Lampung 35118
Telepon: (0721) 5607053


Sharing Ngeblog Hingga ke Luar Negeri dan Pelatihan Mini Public Speaking bersama Indra Pradya

Siapa Indra Pradya? Coba kita kepo akun instagramnya.



Jadi, Bang Indra ini sebenarnya PNS Dinas Pariwisata. Tapiiiii PNS djundjungan yang sungguh multi talented lah XD Bisa nge-MC iya, penyanyi iya, ehh travel blogger jugaa.

Feed instagram kece-nya Bang Indra Pradya

Feeling saya soal Bang Indra ini benar. Memang beda orang yang auranya positif tuh, begitu naik panggung, penonton berasa ikut semangat gitu :D Rupanya Bang Indra punya kunci sukses saat public speaking di depan khalayak ramai. Apa itu? Coba tahan tahan aja baca postingan blog mamak ya. Karena bakal panjanggg. Soalnya bagi saya, apa yang Bang Indra kasih kemarin itu 'daging' semua. Jadi mau saya masukin di blog untuk dibaca-baca lagi suatu saat ketika aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi ye kaan. Wkwk.



Hal-hal yang perlu diingat dan dilakukan saat memulai sebuah profesi, termasuk profesi sebagai seorang blogger:

Yang pertama, apapun yang kita lakukan, masukkan passion di dalamnya. Passion adalah gairah yang kita pupuk setiap hari. Sesuatu yang membuat kita bersemangat setiap bangun dari tidur.

Kedua, no limit standard. Jangan batasi diri sendiri. Jangan sepelekan pemberian Tuhan, kita sudah diciptakan dalam kondisi terbaik. Jangan batasi diri dengan fisik, umur dan kemampuan. Setiap tahun kita harus punya kebisaan baru, keahlian baru. 

Ketiga, opportunity meet ability. Kesempatan akan selalu ada, asal kemampuan sudah kita persiapkan. Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Kebetulan terjadi karena kita punya kemampuan dan kesiapan.

Keempat, content marketing. Semakin banyak konten yang bisa kita kuasai, kita akan semakin dilirik orang lain.

Kelima, sell yourself, "jual dirimu", perkenalkan siapa dirimu, jual kemampuanmu, tunjukkan kebisaanmu.

Keenam, personal development, jangan berhenti membangun diri.
It's not enough to be yourself, but please BUILD yourself.
Ketujuh, networking. Cari networking yang sesuai dengan passion kita.

Kedelapan, responsibility, tanggung jawab terhadap apa yang kita katakan, yang kita tuliskan dan apa yang sudah dipercayakan kepada kita.

Kesembilan, keep your spirit up! semangat terus!

Acara makin santai dan kekeluargaan dipandu Mb Naqi

Btw, bicara passion, saya termasuk yang masih suka bingung passion saya itu apa. Makanya sekarang pelan-pelan mencoba mengenali diri sendiri dengan lebih baik. Dan berusaha sangat keras, supaya Rania gak merasakan apa yang saya rasakan, hehe. Saya ingin Rania mengenali dirinya dengan lebih baik dan sudah tau apa yang menjadi passionnya sejak kecil, lalu menekuni passion tersebut.


Tips menulis blog ala Bang Indra:
  • 5W1H
  • Tulis apa yang menarik atau malah apa yang membuat kita jengkel. Tidak perlu memikirkan soal informasinya harus lengkap. Orang akan lebih memilih mencari informasi lengkap di website resminya. Maka sebagai seorang travel blogger seperti Bang Indra, ceritakan aja apa yang kita dapatkan. Buat sudut pandang sendiri, misal jalan-jalan ke Nusa Penida, tulis tentang tips ngetrip murah ke Nusa Penida.
  • Ngedraft dimana pun kapan pun. Dalam satu hari, harus ada yang kita bahas di pikiran kita kemudian kita tuliskan.
Umi Neny lagi serius banget makan somay memperhatikan materi

Tips membangun networking ala Bang Indra:
  • Perkenalkan diri kita, termasuk juga mem-branding diri
  • Jangan batasi pergaulan, bergaul seluas-luasnya tapi yang positif
  • Perbanyak komunikasi. Posisi juga menentukan prestasi. Duduk di dekat orang penting lalu ngobrol itu perlu
  • Tukar kartu nama
  • Sejauh manapun kita pergi, jangan lupakan budaya kita. Pakai sesuatu yang mencerminkan budaya lokal Indonesia, sehingga mudah diingat orang lain ketika bepergian ke luar negeri
  • Bersungguh-sungguh menjaga kepercayaan dan menjalankan tugas dengan baik
  • Multi talented. Tambah kebisaan kita. Dengan beberapa kebisaan itu, kita bisa membangun networking yang lebih luas.
  • Quotes dari almarhumah Mama yang masih Bang Indra ingat, "Kamu gak harus pintar sekali, yang penting kamu punya bakat. Karena dimanapun kamu hidup nanti, dengan bakat itulah kamu bertahan."
Masuk materi selanjutnya tentang Public Speaking

Public speaking adalah seni berbicara agar orang paham maksud kita. Lupakan batasan fisik, mitos dan rasa takut.  "Kalau masih punya rasa nervous, berbahagialah, itu artinya kita manusia." Begitu kata Bang Indra. Rasa nervous itu wajar dan tidak bisa dihilangkan, tapi bisa diminimalisir. Fokus pada apa yang ingin disampaikan dan siapa audience kita.

Ini nih kunci kemilau Bang Indra di panggung, yaitu SMIZE. Alias smile with eyes. Jadi mata ikut bicara itu penting untuk menunjukkan ekspresi kita. Kalau mulut tersenyum, tapi mata datar kan kelihatan gak tulusnya ya, hahaha.

Tips public speaking ala Bang Indra:
  • Biar gak belepotan saat bicara? Banyak membaca. Tidak mungkin pandai bicara, jika tidak pernah membaca. Banyak baca buku, utamanya buku sastra, karena susunan kata-katanya ajaib.
  • Blank? Nge-blank terjadi karena tidak ada persiapan matang. Trik mengatasinya: coba ulang apa yang kita sampaikan sebelumnya
  • Saat gugup, urai nervousnya, jangan taruh di satu titik. Saat kita berbicara di depan, orang hanya akan melihat dari bagian pinggang ke atas. Maka urai nervous itu ke bawah, di kaki. Gerakkan kaki atau ubah posisi duduk. Body language merupakan bagian dari upaya mengurai kegugupan
  • Selalu lakukan evaluasi, apa kurangnya saya hari ini, untuk terus memperbaiki diri ke depan
  • Cari dukungan dan dapatkan kepercayaan dari orang terdekat, orang tua/suami/istri, agar lebih tenang saat bekerja

Gimana rangkuman mamak? Panjang yaa, hahaha. Paling mantep sebenarnya dateng langsung. Soalnya kemarin Bang Indra juga cerita soal jatuh bangunnya memulai karir, wiih. Sebagai MC, Bang Indra malah pernah dilempar botol karena garing. *duh perih ya* Tapi gara-gara hal itu, Bang Indra gak berhenti mengevaluasi diri untuk jadi lebih baik lagi. Bang Indra saat ini masih punya keinginan untuk diwujudkan yaitu, menjadi perpanjangan tangan Indonesia di luar negeri. Waahh, kita aamiin-kan dulu pemirsa..


Sesi ketiga, pembagian hadiah dari sponsorship

Ini nih beberapa penanya yang mendapatkan hadiah kece dari Aura Publishing. Juga momen saat penyerahan souvenir dari sponsorship (ACT Lampung, Thasya Busana dan Aura Publishing) kepada Bang Indra.



Alhamdulillah nama mamak nyangkut juga sebagai salah satu pemenang lomba foto dan caption IG. Dapet kaos kece dari ACT Lampung. Jazakumullah khoir, terima kasih banyak.


Sampai jumpa di gathering selanjutnya.