Saturday, January 5, 2019

Review Jujur Film Keluarga Cemara Yang.. Cukup Bagus

January 05, 2019 0 Comments
Sudah beberapa review saya baca tentang film Keluarga Cemara, semuanya bilang bagus dan bikin nangis. Waw. Bagus dan bikin nangis itu genre film saya banget! hahahah. Jelas bertolak belakang dengan suami yang lebih suka film action. Maka Jum'at kemarin, setengah maksa, saya mengajak suami untuk nonton. "Nonton Aquaman aja deh." "Nggak! Pokoknya harus Keluarga Cemara." Okelah suami akhirnya bilang iya, karena doi juga sebenarnya suka dengan film yang berbau-bau keluarga.


Malam itu dengan ekspektasi tinggi, kami nonton di CGV Transmart Lampung yang jaraknya cukup dekat dari rumah. Pilih CGV karena selain dekat, disana juga gak ada tulisan "anak di atas 2 tahun harus bayar", jadilah kami beli 2 tiket aja. Masih banyak kursi kosong pun. Jadi Rania tetep bisa duduk di tengah. Dari awal, saya kurang dapet 'feel'nya karena si petugas bioskop lupa matiin lampu. Sampai film ada kali 10 menit berjalan, saya lihat petugasnya baru datang dan matiin lampu. Arggh. Agak kecewa, tapi yasudahlah.

Keluarga Cemara? XD

Lanjut nonton film. Keluarga Cemara ini diangkat dari serial yang pernah tayang saat jaman saya kecil dulu. Anak 90-an pasti tau deh. jalan ceritanya secara garis besar tentu sama, keluarga kaya yang usaha Abah nya bangkrut dan harus mengubah kehidupan mereka 180 derajat dari sebelumnya. Film-film semacam ini hampir selalu relate dengan kehidupan saya yang juga dibesarkan dari keluarga sederhana. Walaupun saya memang belum pernah sampai diminta berjualan di sekolah. Waktu lihat scene Euis jualan opak di sekolah. Hati saya ngiluu. Kebayang pasti beraaatt ya :'(

Film Keluarga Cemara ini adalah potret keluarga milenial saat ini yang berusaha memperbaiki ekonomi dengan cara menjadi ..... nonton sendiri deh :D yang jelas karena pemerannya Ringgo dan Nirina Zubir, film ini beberapa kali membuat saya ngakak.

Saya suka setting rumahnya yang asri dan ada ayunan pohonnya. Lovable. Saya juga suka  tokoh Ara yang auranya positif banget. Waktu baru pindah rumah dan anggota keluarga lain menghela napas melihat kondisi rumah, Ara justru memilih untuk bersenang-senang prosotan di rerumputan. Sungguh tipikal anak manis penyejuk hati Emak dan Abah.


Beberapa kali saya dibuat terharu saat Ara bilang, "Ara mau 7 tahun aja. Gak mau jadi 13 tahun. Soalnya kalo jadi 13 tahun nanti Abah marah-marah kayak Abah marah sama Teh Euis. Ara gak suka Abah marah-marah." Hati orang tua mana yang gak 'nyes' gaes. Saya juga cukup terharu saat Ara bilang, "Ara suka tinggal disini, jadi sering ketemu Abah, Emak juga masak Opak tiap hari. Ara bisa sekamar sama Teteh." Bahagia banget kan kalo punya ayah yang punya banyak waktu bermain sama anak dan ibu yang masakannya enak-enak. 

Pesan dari film ini adalah bagaimanapun keadaannya, yang paling penting kita melewatinya bersama dengan keluarga. Gak perlu ada kata penyesalan dan saling menyalahkan. Yang perlu dibangun adalah kebesaran hati yang mampu membuat keluarga jadi tempat paling nyaman untuk pulang.

Gak susah buat saya nangis dan tersentuh saat nonton film, ya karena dasarnya emang cengeng sih, haha. Salah satu reviewer film ini bilang, 'jangan lupa bawa tisu'. Saya udah bawa tisu segepok dong, takut beleleran air mata trus malu kan XD tapi enggak kepake sih karena film ini memang bukan tipikal film yang mengaduk perasaan banget banget atau bakal bikin nangis sampe mata bengkak. Bahkan dalam beberapa scene, bagi saya ada adegan yang too good to be true.

Saya sebenernya gak tega mau bilang kalau film ini sungguh kurang greget dan harusnya bisa dibuat lebih sentimentil lagi. Tapi serius, ini adalah film yang bagus untuk mengawali 2019. Tentang pesan yuk kembali ke keluarga. Because family is not an important thing. It's everything. Selamat menonton ya!

Note : Indonesia plis banyakin film keluarga yang berkualitas macam ini, saya dukung film baik.



Wednesday, January 2, 2019

5 Alasan Memilih Berwisata Alam ke Wira Garden Lampung

January 02, 2019 3 Comments
Kapan terakhir kali mengajak anak bermain di alam? Ehm, kalo saya sih jujur sudah lumayan lama yaa. Gak dipungkiri, weekend kami akhir-akhir ini lebih banyak berakhir di mall. Selain lebih dekat, suasanya nyaman dan fasilitas biasanya jadi alasan kami untuk mengajak Rania balik lagi jalan-jalan ke mall.


Libur akhir tahun 2018 kemarin, kami sekeluarga memutuskan untuk berwisata alam. Tadinya mau ke pantai, tapi karena masih khawatir gelombang tinggi dan tsunami, kami pun berbelok ke sungai. Tempat wisata alam yang selama ini menjadi favorit kami selain pantai adalah Wira Garden. Seingat saya, ini adalah kunjungan ketiga saya ke tempat ini.

wira garden lampung
Ajak anak main di alam yuk!

Lokasi Wira Garden Lampung berada di Jalan Wan Abdurrahman, Batu Putu, Teluk Betung Utara. Letaknya hampir persis bersebelahan dengan Taman Wisata Bumi Kedaton. Di daerah ini memang terdapat beberapa pilihan wisata alam, seperti Lembah Hijau, Bukit Mas atau Taman Kupu-Kupu Gita Persada. Terus apa dong yang membuat Wira Garden menjadi tempat favorit keluarga kami untuk berwisata alam? Ini nih alasannya.

1. Murah meriah dan tidak dikenakan biaya tambahan lain
Buat emak-emak, stabilitas keuangan pasca liburan tentu penting banget kan? haha. Tiket masuk Wira Garden Lampung ini per orangnya hanya Rp 12.500 loh. Anak kecil seumuran Rania (3 tahun) tidak dikenakan biaya masuk. Sebelumnya, saya pernah mengajak keponakan yang berumur 5 tahun main kesini, juga tidak dikenai biaya tiket. Saya gak ngerti sih, berapa batasan umur yang dikenakan tiket. Pokoknya asal gratis, saya seneng! hahaha. Jadi kunjungan kami sekeluarga bertiga kemarin, yang dihitung hanya 2 orang. Total Rp 25.000 aja bisa puas eksplor Wira Garden dari pagi sampe sore, ckckck. Berwisata alam ke Wira Garden Lampung juga aman banget di kantong karena pengunjung tidak dikenakan biaya tambahan lain seperti parkir, sewa pondok ataupun toilet. Luv!

wira garden bandar lampung
Anak happy, kantong emak pun happy :D

2. Alam yang masih asri
Ini juga yang menjadi salah satu alasan kami untuk balik lagi. Di pinggir-pinggir sungai, kami banyak menemui capung dan kupu-kupu cantik aneka warna yang menandakan bahwa tempat ini masih asri dan terjaga. Karena ini sudah kunjungan kami yang ketiga, kali itu kami memilih jalur anti mainstream untuk menuju sungai. Yaitu menyusuri jalan setapak yang melewati pohon-pohon buah. Bukan langsung parkir mobil di dekat sungai ataupun turun melewati tangga. Di jalan setapak ini, kami menemukan beberapa bunga dan jamur. Ala-ala hiking gitu deh. Seru euy!

wira garden lampung

3. Bisa main air sepuasnya
Karena wisata alam yang ada di Wira Garden ini adalah sungai, kami merasa Rania lebih aman main disini karena gak perlu khawatir dengan gelombang, tapi masih tetap bisa bermain dengan arus sungai. Rata-rata kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam untuk bermain air. Waw ya? XD Air sungai disini tergolong bersih. Meskipun saat musim hujan ataupun kering, sungai menjadi sedikit lebih keruh. Tapi masih tetap asik jadi tempat bermain air.


wira garden bandar lampung

4. Spot foto dan pohon buah yang bisa dinikmati pengunjung
Kebanyakan netijen saat ini mencari tempat wisata yang instagramable kan ya? Wira Garden bisa menjadi salah satu tempat itu. Beberapa spot foto cantik tersedia disini. Kita bisa berfoto dari area tinggi berlatar belakang laut, bergaya di tepi tebing alaminya atau berpose cantik di jembatan dan rumput hijau. Selain spot foto, yang paling saya suka adalah, Wira Garden memiliki beragam tanaman buah yang juga bisa dinikmati oleh pengunjung, seperti manggis, rambutan, sirsak, kelapa, jengkol dan durian. Nah, tujuan utama kedatangan kami kemarin sebenarnya ini, hahaha. Apalagi saat ini Lampung sedang musim durian dan rambutan. Tapi ternyata duriannya sudah gak sebanyak yang kami kira, mungkin sudah dipanen ya, tapi lumayanlah bisa petik-petik rambutan gratis :D


wira garden lampung

5. Fasilitas lengkap
Wira Garden juga menyediakan fasilitas taman bermain anak yang terletak tidak jauh dari tempat masuk. Selain itu, jika kita ingin menginap, disini juga tersedia cottage dengan ruang pertemuan yang cukup besar dan area ground camping yang bisa dipakai berkemah. Yang saya suka, Wira Garden juga dilengkapi dengan banyak saung di pinggir sungai dan sekitar area yang bisa dipakai gratis. Selain itu, ada beberapa titik toilet bersih dengan air yang mengalir deras di tempat ini, sehingga tidak khawatir mengantri terlalu lama. Terdapat juga mushola yang cukup luas di dekat taman bermain dan di area dekat sungai.

wira garden lampung


Bagi saya, Wira Garden is still a lovable place to visit. Perpaduan bermain di alam dengan fasilitas yang cukup nyaman dan harga terjangkau untuk wisata keluarga itu sudah sangat cukup menjadi alasan bagi kami untuk balik lagi ke tempat ini. Yuk ajak anak main di alam!







Tuesday, January 1, 2019

Assalamu'alaikum 2019

January 01, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum sobat blog emak. Postingan ini mengawali dibukanya lembaran baru tahun 2019. Gimana bobonya semalem? Nyenyak kah? Atau justru terganggu alunan kerasnya musik tetangga? :D Saya sendiri sebenarnya cukup terganggu, tapi alhamdulillah masih bisa nyenyak seperti biasa. Bisa tidur pulas  meskipun lingkungan sekitar berisik adalah salah satu nikmat yang sangat saya syukuri di awal tahun 2019 XD

Tahun ini, meskipun gak secara eksplisit saya tulis di blog, sepertinya saya cukup ambisius memasang target resolusi untuk setahun ke depan. Saya bilang ambisius karena jujur aja 2018 kemarin sungguh lempeng. Kurang greget karena saya memang gak buat target apa-apa, just let it flow, yang ternyata setelah dilalui, alhamdulillah gak nyesek-nyesek amat sih. Malah happy bisa melewati 2018 dengan beberapa pencapaian yang menurut saya membahagiakan. Nah di 2019 ceritanya saya pengen ada kemajuan dalam beberapa hal, jadilah saya tertarik untuk membuat resolusi.

Dari kemarin saya sibuk bikin target. Target pencapaian pribadi, target beresin rumah (yang gak beres-beres ituh), target sekolah Rania, target ngeblog tahun depan dannn target ngerapihin feed instagram XD Setelah merinci satu persatu pencapaian yang ingin saya raih, target-target ini saya baca ulang.. dan baru sadar. Gak ada satupun dari sekian banyak target itu yang berhubungan dengan urusan akhirat.

Krik krik..

Nganu. Itu yang paling penting kenapa bisa saya lupain ya?

 


Alih-alih lanjut buat resolusi, saya memilih untuk mengevaluasi ibadah-ibadah yang sudah saya jalani di tahun 2018. Dan waw, ya masih gitu-gitu aja sih. Kacau banget malah. SHOLAT terutama. Tahun kemarin, saya sempat pasang target sholat di awal waktu. Kenyataannya? walah walaahhhh masih banyakkk sholat yang saya kerjain di akhir waktu. Sampe harus berkali-kali diingetin suami, pernah juga tuh kami berantem gegara saya nunda-nunda sholat, ckck. Itu baru soal ibadah yang paling pokok. Ibadah lainnya? Jelas mengikuti ritme si sholat wajib ini. Kebayang kan, kalo yang paling pokok dan wajibnya aja belum terjaga, gimana dengan ibadah-ibadah yang lain cobak.. Hiks.

Jika seorang wanita selalu menjaga sholat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, "Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka." (HR Ahmad)

Jujur saya ngerasa ketampar bolak-balik. Karena kok ya bisa-bisanya buat daftar panjang untuk resolusi dunia. Tapi sama sekali lupa menyusun resolusi akhirat. Padahal kita di dunia ini ya ngapain sih, cuma bentar doang. Yang kekal dan kudu banyak bekal jelas di akhirat nanti :( Jadilah saya revisi semua target-target dunia itu. Jangan sampe semangat untuk mencapainya, melampaui semangat mengejar akhirat. Duh ini sebenernya tahun lalu ya ngomong gini juga. Sekarang ditulis lagi. Nulis ini bukan karena udah sholehah banget. Justru karena masih kacauu sampe harus dibuat jejak digitalnya sebagai pengingat.

Yuk yuk revisi resolusi 2019 nya. Buat yang lebih akhirat oriented, besides gak ada salahnya juga ngejar dunia asal gak berlebihan. Semoga cita-cita baik kita tercapai di tahun ini ya.. dan kita bisa jadi pribadi yang juga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin aamiin aamiin...

Kalo kamu gimana gaes? sempet salah bikin resolusi kayak aku juga nggak? *lha malah nyari temen* hehehe.


Thursday, December 27, 2018

My Up and Down Blogging Moment in 2018

December 27, 2018 10 Comments
Ini beneran udah mau penghujung tahun? Saya berasa mimpi sih tiba-tiba sudah mau tahun baru masehi lagi, ckck.  Pas buat postingan ini, saya langsung nengok sudah berapa banyak artikel yang berhasil saya buat di tahun 2018. Dan jumlahnya adalahhhhh... jeng jeng jeengggg.. 61 artikel per hari ini... prok prok prok, dikit yaa, WQWQ.

Nasib minim stok poto. Tolong anda jangan mual, bacalah postingan ini sampai habis XD

Rekor tersedikit posting artikel itu di bulan Juli dan Oktober, sebanyak 1 postingan ajah per bulan, hm. Bulan Juli saya memang sempat memutuskan off karena mau fokus ramadhan. Yang ternyata ya nggak fokus juga :( Lalu bulan Oktober, alasannya karena hape saya kecemplung bak kamar mandi dan jadi malas online, haha. Rekor menulis terbanyak dipegang bulan November sebanyak......... 13 artikel. *Yhaaaa penonton kecewa, wkwkkwkw* Itu karena saya ikut tantangan #BPN30DayChallenge2018,  yang pada akhirnya ngos-ngosan dan terhenti di hari ke 12. Sayang bangettt, padahal udah hampir separuh jalan, huhuhu. Tolong jangan bilang saya cemen, meskipun emang IYA sih. *CRY*

Blog ini pertama kali saya buat di bulan Maret 2017. Saat itu belum pakai domain berbayar. Memutuskan untuk mulai serius *serius bayar yaa, bukan serius nge-blog XD* di bulan Oktober tahun yang sama. Mulai menulis di bulan November, dan artikel ter-hits dengan pageview terbanyak, bahkan sampai dengan hari ini adalah posting tentang rekomendasi dokter spesialis anak di Bandar Lampung. Terbanyak itu, nilainya berkisar di angka 10.000, buat blog saya, itu udah paling banyak lhoo. KASIH SEMANGAT DULUUU GENGSSS. Hahahha.

Tahun 2018, saya mulai dengan menulis posting tentang resep kue lambang sari a.k.a nagasari. Alasannya apa? Gak ada, ya sukak sukak saya aja sih XD Saat itu, saya memutuskan bahwa blog ini akan berisi 3 sub bagian besar, yaitu motherhood, recipes dan lifestyle. Jadi saya memperbanyak posting tentang resep yang pernah berhasil saya buat di rumah. Dan senangnya, satu artikel tentang bolu pisang panggang no mixer no pengembang menjadi resep dengan jumlah pageview yang stabil sampai dengan hari ini. Hampir tiap hari ada aja gitu yang nyari dan nyangkut ke blog saya, alhamdulillah. Semoga bermanfaat buat para netijen budiman.

Hasil recook resep yang bersliweran di FB kala itu..

Di tahun 2018 ini, saya juga konsisten untuk bertahan di niche parenting & family. Pengennya, gak nulis atau ngambil job di luar niche ini. Bukan karena gak mau mencoba sesuatu yang baru, tapi saya memang mau fokus di satu niche. Saat ini saya buat agak lebih luas, tapi masih berkisar soal life as mommy. Saya bangga karena gak tergoda ngambil job content placement yang gak berhubungan dengan niche blog ini. LHA EMANG ADA YANG NAWARIN?? wkwkw. Ada lohhhh. Percaya dongggg, hahaha.

Soal pageview terbanyak 2018, dipegang oleh satu artikel parenting tentang stimulasi visual, auditori dan kinestetik anak, yang sejujurnya saya gak nyangka banget ternyata banyak yang cari. Di tahun ini juga, saya berkolaborasi secara tidak konsisten dengan mama blogger kenamaan Lampung, yaitu Mb Heni Puspita, wkwkkw. Awalnya mau collab seminggu sekali bahkan! Emejing sekali kannn. Tapi sampai saat ini, kami berhasil submit 3 tema tentang parenting. KASIH TEPUK TANGAN DOONGGG XD Alhamdulillah meskipun cuma 3, satu artikel soal stimulasi agar anak cepat jalan mendapatkan pageview yang membanggakan. Saya bahagia banget karena saat nulis artikel itu, saya research keyword dulu. Hitung-hitung belajar SEO. Dannn it works. Proud.

One of my best moment in 2018. Collab bareng mom blogger panutan, Mb Heni Puspita.

Di tahun ini pula, saya mulai bergabung dengan berbagai komunitas blogger. Tapis Blogger, Blogger Perempuan, Kumpulan Emak Blogger dan lain-lain. Senang sekali bisa berkenalan dengan teman-teman blogger dari berbagai daerah. Saya pun membuat akun instagram baru yang terbuka untuk publik. Dulu sih, akun sosmed hampir selalu saya kunci dan hanya berteman dengan teman-teman yang memang berteman di dunia nyata. Pusing kan bacanya? XD Sekarang? WOW saya dapat banyak teman baru. Pokoknya asal feeds enggak aneh-aneh, saya follback, terutama yang memang sesama influencer dan blogger. Tapi ada juga lohhhhh, blogger yang jumlah followersnya yaahhh belum banyak amat lah. Saya follow, TRUS GAK FOLLBACK. Sedih akutuuu. Wkwkwkwkwkkw *curhat*

Pertama kali saya tau rasanya jadi blogger bayaran ((BLOGGER BAYARAN)) juga di tahun ini. YHA IYALAH wong mulai ngeblognya juga baru kemarin, wkwk. Job pertama itu tentang review varian cake baru dari Banana Foster Lampung. Makasih loh Kang Hengky Kurniawan. Eaaaaa. Happy banget kan nyicip kue, dapet kue dan dibayar XD Meskipun berbayar, dalam tulisan apapun, saya selalu mengedepankan review jujur. Gak pengen muluk-muluk. Dan gak pengen juga mereview yang gak saya pake, meskipun berkaitan dengan niche blog ini, misal sponsored post susu formula.

Job pertama bareng teman-teman Tapis Blogger.

Semua serba pengalaman pertama ya, hihi. Belum selesai nih. Satu lagi pengalaman berkesan di tahun ini adalah, saya mendapatkan piala pertama seumur hidup saya selama 27 tahun terakhir.. dan itu didapat dari nge-blog, huwaaaaaaa. Ini adalah kali pertama saya ikut lomba blog, temanya tentang icon pariwisata daerah dan langsung menang. Ya karena pesertanya dikit juga sih, hahaha. Tapi tetep terharuuu. Lebih spesial lagi, karena di hari pengumuman pemenang itu pula, saya pertama kali memberanikan diri nyetir tanpa pendamping. Cuma deket ke rumah orang tua yang jaraknya paling-paling 10 menit doang. Tapiiiiiii I'M SO PROUD! Resolusi nyetir saya di tahun 2017, akhirnya kesampean juga di tahun iniii. Alhamdulillah. 
 
Alhamdulillah menang. Tapi agak bete sama fotografernya karena Rania gak ikut dimasukin frame, huhu.

Selama tahun ini, baru 2 kali saya ikut lomba blog. Satu menang, satu menang yang tertunda. Eaaaaa *bijaque* Harapannya, tahun 2019, semoga aja saya bisa ikut lebih banyak lagi lomba ngeblog. Biar produktif aja ye kann. Saya mau ikut tantangan-tantangan dan post tematik juga *kalau sempat* YHAAAAAAAA XD Alhamdulillah, pertama kali ikut tematik di Mom Blogger Community bulan Juni 2018, postingan saya tentang tips mudik aman naik bus bersama balita terpilih jadi yang terbaique. Ngerasa tertantang, tapi lebih dominan udahlah ngalah sama yang lain, hahahhaa. Sisi plegmathis itu muncul. Kadang saya memang bisa pengen banget berkompetisi. Tapi gak jarang, udahlah damai aja, trus jadi males ikut lomba, hahahahhaha.



Meskipun banyak senangnya, momen sedih juga sudah pasti ada. Saya inget banget di bulan Maret lalu,  akun adsense saya dicabut. Permintaan banding saya ditolak, hiks. Sempet down banget karena buat saya yang baru ngeblog beberapa bulan waktu itu, keterima adsense adalah sebuah kebanggaan. Hahaha. Kemungkinan besar sih karena saya suka berkali-kali me-refresh artikel setelah editing. Padahal niatnya sama sekali bukan untuk naikin PV, saya cuma suka gemes kalo ada typo.  Jadi abis edit, trus refresh. Gitu aja terus, ckck. Sekarang sih udah lebih santai ya. Kapan-kapan coba daftar lagi deh,  hehehe.

Oh ya, di tahun 2018 ini, blog saya sudah 3x berganti nama XD Yang pertama My Motherhood Story, lalu ganti jadi dwiseptiani.com. Dan sekarang Blog Emak, ditandai dengan bergantinya header. Someday saya pengen buat header yang lebih bagus untuk blog ini. Wish me luck! :D

Wahhhh banyak banget yaa kenangan blogging di tahun 2018 ini. Last but not least, kewajiban saya yang utama adalah tetap menjadi seorang ibu dan istri yang baik. Aktivitas blogging tidak pernah ingin saya menangkan diatas kewajiban utama saya. Saat anak bangun tidur dan ngajak main, i won't open my laptop. Saat anak menangis dan merasa kurang perhatian, i will stop. Sudah komitmen saya untuk menjalankan blogging dengan nggak ngoyo amat. Tapi gak pengen juga menjadikan anak dan tugas ke-istri-an sebagai excuse untuk tidak memposting artikel baru. Satu lagi, saya juga gak pengen waktu ibadah jadi berkurang karena ngeblog. Gak pengen ngambil waktu untuk tilawah harian. So yes, indeed, i need a better time management.

Do'akan saya bisa jadi manusia yang lebih baik baik lagi ya. Supaya kesenangan menulis ini, bisa saya gunakan untuk memperberat timbangan kebaikan saya di hari akhir kelak. Aamiin....

Terima kasih komunitas #BloggerPerempuanNetwork, yang sudah memecut parah semangat ngeblog saya di tahun ini. Postingan ini pun saya buat dalam rangka mengikuti challenge #BPN2018YearInReview. Sering-sering adain challenge yaaaaaa, you are truly what i really need from community. LOVE YOU BPN!


Teman-teman bloher tercinta udah pada ikutan challenge ini belum? Yuk-yuk ikuutt :D

Wednesday, December 26, 2018

Cara Mudah Membuat Bebek Goreng Sambal Korek, Empuk, Gurih, Nikmat

December 26, 2018 2 Comments
Bebek Lovers wajib coba!

resep bebek goreng empuk
Bebek goreng empuk, gurih, nikmat plus lalap dan sambel korek. Nyammmm.

Ini adalah salah satu resep milik Ci @xanderskitchen yang sudah beberapa kali saya recook. Rasanya ya Allah... enakkkk banget.. Kalo kamu pecinta bebek goreng, harus banget cobain resep ini. Gak ribet, gak kebanyakan bumbu, simpel tapi enak! Coba buat di rumah yuk! Baca juga tips memasak bebeknya dari saya ya, insyaAllah langsung berhasil menuai pujian dari suami dan anak-anak XD

Baca : 5 Rekomendasi Buku Resep Masakan dan Kue untuk Pemula


Resep Bebek Goreng Sambal Korek
Sumber : Instagram @xanderskitchen

Bahan:
2 ekor bebek muda, potong jadi 2 memanjang
Garam, gula, dan air secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:
12 butir bawang merah
7 siung bawang putih
Sejempol kunyit
Sejempol jahe
Sejempol lengkuas
2 lembar daun salam
2 batang sereh

Cara Memasak:
~ Cuci dan potong bebek
~ Balurkan bumbu yang sudah dihaluskan ke bebek, remas-remas sedikit, diamkan kira-kira 30 menit
~ Tuang bebek bersama bumbu ke dalam wajan, beri air, garam dan gula secukupnya
~ Ungkep bebek sampai empuk dan air habis
~ Goreng bebek dalam minyak panas sampai garing kecoklatan. Sajikan bebek goreng dengan sambal korek

Sambal Korek: Tumbuk 100 gr cabe rawit dan 4 siung bawang putih, jangan terlalu halus. Panaskan minyak bekas menggoreng bebek, tuang ke campuran cabe. Beri garam dan sedikit gula, aduk rata.

Baca : Resep Sambal Terasi Mentah Rasa Pedas Manis


Tips Mengolah & Memasak Bebek dan Sambal Korek

~ Buat yang belum pernah beli bebek di pasar, gak perlu bingung melihat bebek yang dijual kok masih pada hidup, hehehe. Tinggal minta tolong potongin sekaligus dibersihin aja sama penjualnya. Di pasar dekat rumah saya, konsumen harus menambah ongkos potong sebesar Rp 5.000.
~ Pilih bebek yang masih muda, potong bebek jadi 4 bagian supaya tidak terlalu kecil. Kemarin saya potong 8 jadinya kecil-kecil, tampilannya gak mirip sama yang di resto, haha.

bebek goreng empuk
Kalo potong delapan, jadinya kecil-kecil gini. Foto yang sungguh kurang effort, tapi hasilnya beneran enak XD

 ~ Meskipun sudah dibersihkan, bulu bulu halus si bebek tetap harus kamu bersihin lagi di rumah daaaann harus sabarrrr. Karena bulunya banyak plus kecil-kecil. Ada sebagian orang yang membakar bebek diatas kompor supaya bulunya hilang. Saya pilih bersihin manual aja pake tangan. Lagipula saya bukan tipikal yang jijik kalo masih ada bulu halus nempel. Yang penting bulu-bulu besarnya sudah hilang.
~ Sediakan 2 baskom. Satu baskom berisi bebek dan air untuk membersihkan. Satu baskomnya lagi diisi dengan sedikit air (nyemek-nyemek) dan perasan jeruk nipis. Gunanya untuk menghilangkan amis. Setelah bebek dibersihkan, langsung masukkan ke air rendaman jeruk nipis, sambil menunggu bagian lainnya dibersihkan. Setelah selesai, bilas lagi dengar air.
~ Jangan ambigu mengartikan kata 'sejempol'. Harus pake jempol siapa? wkwk. Pede aja pake jempolmu sendiri. Ukur kira-kira karena memasak itu memang seni XD

 
~ Saya gak menunggu bumbu meresap sampai 30 menit. Ala saya : masukkan bumbu yang sudah diblender (dan salam gak ikut saya blender, sereh cukup digeprek), tambahkan air lagi sekitar 150 ml, tambah garam 1 sdm, gula 1 sdm, royco bubuk rasa ayam 1/2 sdt, langsung ungkep. Penambahan air, garam, gula dan penyedap ini gak harus sama ya. Bisa diperkirakan aja sesuai kebutuhan. Kalo menurutmu gulanya kebanyakan, kurangin. Penyedap kesedikitan, tambahin. Mau gak pake penyedap, bisa banget karena resep ini sudah enak. Tapiii, kalo kamu mau rasanya miripp sama warung bebek langganan kamu, rahasianya ada pada takaran royco, wkwkwk XD

Baca : Rahasia Tumis Sapi Cabe Ijo Ala Hokben

~ Ungkep bebek selama 2 jam dengan api kecil. Api harus kecil ya.. kalau besar, nanti bumbunya gak meresap sempurna dan bebeknya hancur. Kalau airnya kurang, tambahkan. Masak sampai air menyusut.
~ Resep sambal korek ala saya yang gak pake takaran gram: 30 buah cabai rawit setan, 3 siung bawang putih ukuran sedang, garam, vetsin seujung sendok. Ulek kasar, tambahkan 5 sendok makan minyak panas bekas menggoreng bebek, aduk cepat. Minyak harus dalam keadaan panas supaya cabe dan bawang mentahnya menjadi setengah matang dan enak dimakan.

agar sambal korek tidak langu
Komposisi sambal korek ala saya

Gimana gaes? Masih berpikir ribet dan pengen langsung ke warung aja? Boleh sih.. gpp juga. Tapi coba hitung deh. Harga seekor bebek dipasar, berkisar antara 55 ribu - 65 ribu. Itu sudah dapet kepala, hati, ampela dan cekernya lengkap. Dua ekor bebek muda seharga Rp 120 rb bisa dibuat jadi 8 potong. Bumbu dapur semua sudah ada semua di rumah. Minyak dan gas gak perlu dihitung.

Kalau kamu makan di luar sekeluarga besar, satu porsi minimal 30.000. Delapan porsi berarti 240 ribu. Mau nambah kepala? harganya tentu beda lagi. Hampir dua kali lipat kan? Selain jauh lebih hemat dan puas, saat memasak sendiri di rumah takaran penyedapnya bisa kamu kontrol supaya tidak berlebihan. Btw, ingat-ingat kolesterol yaaaa. Tetap jaga kesehatan supaya bisa tetap makan enak. Yuk yuk, langsung eksekusi! jangan cuma dishare atau disimpen doang. Wkwk XD







Saturday, December 22, 2018

Ingin Kumengucap Hari Ibu, Tapi...

December 22, 2018 6 Comments
Di Indonesia, tanggal 22 Desember biasa diperingati sebagai hari ibu. Sejujurnya, saya hanya pernah beberapa kali mengucapkan selamat hari ibu. Bukan apa-apa, dari dulu hubungan saya dan Mamah memang terlalu kaku. Lebih tepatnya, saling malu bilang sayang, ckck. Yang saya ingat, hari ibu beberapa tahun lalu, saya dengan agak gengsi, masih mengucap melalui whatsapp, "Selamat hari ibu ya Mah." dah gitu doang. Yang kemudian akan dibalas Mamah sama singkatnya, "Ya, mks."

Gubrak!

Wkwkwkwk. Mamah bilang sih doi seneng dapet ucapan. Malah terharu sampe mata berkaca-kaca. Tapi ya itu, Mamah mana pernah bisa jawab semacam, "Makasih ya anakku sayang." Kata-kata 'sayang' rasanya belum pernah terucap, walaupun saya tau Mamah jelas benar-benar sayang sama kami bertiga. Kebayang kan ya betapa kakunya Mamah. Sama seperti Papah. Jadi orang tua saya itu adalah dua orang kaku yang kemudian menikah dan punya tiga anak, hahahha.

Sejak dua tahun terakhir, saya belum pernah lagi mengucap hari ibu. Jangankan hari ibu, hari ulang tahun Mamah pun saya gak ucapin. Bukan karena gak mau, tapi karena Mamah pasti akan bilang, "Gak usah gitu-gitu lah Septi. Gak dicontohkan Rasulullah. Lagian usia Mamah makin berkurang, mending nyiapin bekal kematian."

Lalu diam-diam saya crying di kamar mandi gaes... Nangis tiap Mamah sebut-sebut kata 'mati'. Rasanya saya gak akan pernah siap menghadapi itu semua.

Baca :  Soal Kematian dan Pertanyaan Rania Tentang Surga


Mamah dan Rania.

Nangis juga karena terharu. Betapa berubahnya Mamah beberapa tahun belakangan. Bahkan saya, anaknya yang (katanya) duluan ngaji ini, jelas kalah telak, kalah jauhh, bahkan makin ga bener kayaknya, huhu.

Sebaliknya, saat saya ulang tahun, Mamah juga sudah gak pernah lagi mengucap selamat ulang tahun. Lalu diganti dengan kalimat-kalimat semacam ini, "Kamu ulang tahun kan kemarin? Tiap tahun itu harus jadi lebih baik Septi. Sholat tepat waktu. Kerjain sholat-sholat sunnah."

Lalu diam-diam aku crying lagi di kamar mandi gaes.. Kamar mandi is my favourite place to cry. Mamah banyak banget berubah sejak dua tahun belakangan. Jadi makin rajin ikut pengajian. Makin rajin setel murottal (walaupun masih tetep diselingi dengan berita favorit Papah dan acara kontes nyanyi favorit Dek Adit.), Mamah juga makin getol menghapal Al-Qur'an. Saat ini hapalannya masuk juz 29. MasyaAllah tabarakallah Mamahku..... hiks. Kuterharuuu, monmaap saya ambil tisu dulu lap air mata T.T

Jadi begitulah kenapa saya sudah gak pernah lagi excited saat teman-teman sibuk menyiapkan konten tentang hari ibu. Karena Mamah memang gak butuh ucapan dari saya. Yang lebih beliau butuhkan adalah bakti saya, setiap hari. Bukan sekedar ucapan setahun sekali.

Saya juga gak mengucap hari ibu pada diri saya sendiri atau teman-teman sesama ibu. Simply karena menjadi Ibu itu adalah anugerah. Ladang pahala buat kita. Bahkan Rasulullah dalam sebuah hadits mengulang-ulang kata "Ibu" sebanyak tiga kali sebelum "Ayah". Jadi kita ini spesial gaes. Tanpa butuh pengakuan bahwa kita memang spesial.

Ahhh, saya gak berani mengucap dalil. Iman saya masih jauh. Tapi izinkan saya menukil salah satu ayat dalam Al-Qur'an.

"Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu."
(QS Lukman : 14)

Semoga kita semua bisa berbakti pada kedua orang tua, terutama Ibu, setiap hari. Berbuat baik dan mendo'akan mereka. Teruntuk teman-temanku sesama ibu, semoga kita bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak. Bukan hanya sekedar ibu yang baik di mata netijen, ehm. Tabik!

Friday, December 21, 2018

Resep Donat Kampung Ekonomis, Mudah dan Super Lembut

December 21, 2018 4 Comments
Kata suami, selera saya ini konvensional banget, haha. Contohnya soal urusan donat. Tiap beli donat, bisa dipastikan saya akan memilih yang toppingnya minim, seperti taburan meses coklat atau gula putih only :D Yah.. paling keren yang taburan keju lah, wkwk. Kalo toppingnya udah dimacem-macemin, saya malah B aja gitu, ga terlalu suka. Maka pas dapet resep donat kampung yang ekonomis, mudah dan super lembut ini, saya langsung kegirangan deh.

Ada yang follow akun @icha.irawan juga di instagram? Nah resep ini saya dapet dari akunnya Momychaa itu.. sapaan akrabnya uni Icha. Bahkan akun beliau awalnya terkenal ya karena resep donat kampung fenomenal ini, yang sampai sekarang masih banyak banget di-recook sama followersnya. Saya kan jadi penasaran ya.. Bahannya gampil dan cara buatnya pun mudah banget. Jadi deh saya langsung cuss buat bareng Rania.

resep donat ekonomis

Resep Donat Empuk Momychaa 
Ekonomis, mudah, super lembut.
Source : instagram @icha.irawan
Recook by me.

Bahan:
500 gram tepung protein tinggi
250 ml air hangat
5 sdm gula pasir
2 butir kuning telur
100 gr margarin, cairkan, dinginkan
6 gr ragi instan
2 sdm susu bubuk
Minyak untuk menggoreng
Gula halus untuk taburan

Cara membuat:
~ Siapkan wadah, masukkan 250 ml air hangat, 5 sdm tepung terigu, ragi dan gula pasir. Aduk searah jarum jam perlahan-lahan dengan sendok sampai larut.
~ Masukkan tepung sedikit-sedikit sambil diaduk. Apabila tepung sudah masuk, kira-kira setengah dari ukuran, masukkan satu per satu kuning telur, susu bubuk dan margarin. Aduk rata.
~ Tambahkan sisa tepung sedikit-sedikit sampai adonan tidak lengket lagi.
~ Uleni adonan sampai kalis elastis.
~ Setelah kalis, tutup adonan dengan plastic wrap (saya pakai kain basah) selama 45 menit sampai adonan mengembang dua kali lipat.
~ Kempeskan adonan, uleni sebentar, bagi-bagi adonan berbentuk bulat. Tutup kembali dengan kain bersih, diamkan sampai mengembang.
~ Ambil adonan satu persatu dan lubangi tengahnya dengan tutup botol atau cetakan donat.
~ Panaskan minyak di kuali besar. Goreng donat dengan api kecil-sedang. Hanya boleh dibalik satu kali demi kesempurnaan donat yang matang paripurna XD

Tips mencetak tanpa menggunakan cetakan donat:
Karena di rumah saya gak punya cetakan donat, jadilah saya memanfaatkan barang yang ada. Bukan tutup botol seperti yang disarankan momychaa. Tapi botolnya langsung gaess, hahhaha. Caranya, pertama saya bagi adonan masing-masing donat menjadi 35 gram. Ada yang 34 gr dan ada yang 36 gr, gapapalah, xixi. Siapkan talenan yang sudah ditaburi sedikit terigu. Ambil satu per satu adonan donat. Di atas talenan, tabok ((TABOK)) adonan tersebut! sampai gepeng sempurna, wkwkkw. Bolongin deh tengahhya pake botol kaca. Sebelum digoreng, rapihkan dulu sikit pinggir-pinggirnya supaya tsakep. Kebayang gak gaes? Kira-kira beginilah, harap maklum XD

alat cetak donat


Dari 500 gram tepung terigu itu bisa menghasilkan sekitar 28 buah donat yang masing-masing beratnya kurang lebih 30 an gram. Karena masih amatir banget, donat saya memang gak rapih-rapih amat, hehehe. Tapi ga perlu khawatir. Tinggal dibedakin aja pake gula halus, langsung syantik mulus deh. Caranya, masukkan beberapa sendok gula halus ke dalam kotak makan kecil, lalu masukkan donat (sedikit-sedikit aja ya), kocok-kocok sampai gula menutupi rata permukaan donat 😀

donat empuk layak jual
Sebelum dibedakin, xixixi. 

Donat ini sampai dingin keesokan harinya pun masih lembut. Kalau menurut suami saya, rasanya kurang manis. Buat saya sih, udah pas banget, soalnya kan bakal ditabur gula juga. Nah, kalau kamu suka yang lebih manis, bisa coba ditambah takaran gulanya. Atau pake resep yang pernah saya posting sebelumnya di resep donat empuk tanpa kentang tanpa ulen. Selamat mencoba yaaa, semoga berhasil :3

Thursday, December 20, 2018

Mempersiapkan Fase Aqil Baligh Bagi Orang Tua yang Tinggal Berjauhan dengan Anak

December 20, 2018 0 Comments
Pembahasan di blog kali ini adalah lanjutan dari postingan saya sebelumnya tentang Tinggal Berjauhan dengan Anak? Lakukan 10 Hal Berikut untuk Mendidik Fitrah Seksualitasnya.

Presentasi tentang mempersiapkan aqil baligh bagi para orang tua LDR ini kami buat dalam rangka pemenuhan tugas tentang fitrah seksualitas di Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional. Berawal dari keprihatinan melihat kondisi ayah atau ibu ibu yang cuek, bahkan kaku dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik kepada anak yang harus tinggal berjauhan dengan orang tua.

tinggal berjauhan dengan anak
Presentasi Kelompok 6 kala itu.

Seperti kita ketahui, orang tua yang tinggal terpisah dengan anak-anak sebenarnya punya PR ekstra untuk menjelaskan tentang fase baligh. Jangan sampai orang tua kecolongan momen penting perpindahan fase prebaligh menuju fase baligh anak. Untuk itu, sejak jauh-jauh hari, ayah dan ibu harus saling bekerjasama mempersiapkan dan memberikan pemahaman tentang baligh kepada anak. Para orang tua LDR juga harus lebih berkomitmen untuk menyediakan waktu khusus saat berkumpul untuk berbicara dengan masing-masing anak.

Hal-Hal yang Perlu Dipersiapkan Jelang Fase Aqil Baligh Anak :

1. Lakukan pemisahan tempat tidur secara bertahap disertai dengan komunikasi (sounding) intens sejak satu tahun sebelumnya. Bahwa suatu hari anak akan semakin besar dan tidur terpisah dengan orang tua.

Tahapan pemisahan tempat tidur:
  • Pisah ranjang - kamar bersama, sekitar usia 3-4 tahun. Pastikan anak tetap dapat melihat orang tuanya saat terbangun tengah malam, agar ia merasa bahwa, "Oh pisah kasur tidur sendiri juga tidak apa-apa."
  • Pisah kamar - tidur ditemani, sekitar usia 4-5 tahun atau satu tahun setelah tahun pertama. Buat desain kamar semenarik mungkin. Temani (keloni) anak sampai benar-benar tertidur.
  • Pisah kamar - tidak ditemani, sekitar usia 5-6 tahun atau satu tahun setelah tahap kedua. Orang tua tetap boleh mengantarkan anak ke kamar untuk mendongeng, bercerita dan lain-lain sebagai bagian dari quality time.

2. Jelaskan makna "baligh" pada anak. Tanamkan bahwa setelah ia memasuki baligh, maka ia telah dewasa dan semua amal perbuatan akan tercatat dan dimintai pertanggungjawaban.

3. Ajarkan anak untuk menutup aurat sejak dini dan menundukkan pandangan (QS An-Nur 30-31).

Sumber gambar : Pinterest.
 
4. Ajarkan anak untuk meminta izin ketika memasuki kamar orang tua, khususnya di tiga waktu (QS An-Nur 59). 

5. Jelaskan tentang ciri-ciri baligh pada laki-laki dan perempuan. Kepada anak laki-laki, sampaikan seperti apa mimpi basah dan jika dia mengalaminya nanti minta dia untuk menyampaikan pada ayah atau ibu (ayah sebaiknya mengambil porsi lebih banyak). Kepada anak perempuan, informasikan rasa dan perasaan pertama saat haid, bahwa hal tersebut adalah wajar. Minta anak untuk mencatat tanggal datang haid setiap bulan agar bisa bersiap-siap sebelum haid datang.

6. Ajarkan anak tata cara mandi besar beserta sunnah-sunnahnya.

7. Kenalkan tentang mahram dan sampaikan agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis.

8. Jelaskan tentang sistem organ seks dengan cukup detail.

9. Jelaskan tentang proses kehamilan dan kelahiran dengan detail.

10. Jelaskan tentang hubungan pria dan wanita, pacaran, dan pilihan hidup menikah/membujang.

Sumber gambar : bestkartun.blogspot.com

11. Terangkan tentang keharaman zina dan bahaya juga dosanya.

12. Berikan pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan.

13. Ajak anak berpikir dan berdialog tentang konsep hidup seorang muslim. Bahwa islam tidak menolak, tapi mengatur. Syahwat kepada lawan jenis bukanlah hal yang menjijikkanm ataupun hal yang diingkari, tetapi diatur sehingga memuliakan manusia.

14. Jelaskan bahwa islam menutup seluruh saluran syahwat, kecuali lewat pernikahan.

15. Ubah cara pandang anak : seksual = ibadah, untuk tugas mulia menjadi kholifah dan melanjutkan tugas para nabi di muka bumi.


Katakan pada anak, Selamat ya sayang, lembaran catatan amalmu telah dibuka. Isilah bukumu dengan goresan yang penuh dengan amal kebajikan. Buatlah sibuk malaikat Raqib menorehkan tintanya di sebelah kananmu dan biarkanlah malaikat Atid di sebelah kirimu beristirahat dan bersantai dengan tugasnya. Ayah Bunda selalu mendo'akan yang terbaik untukmu. Kami bangga kepadamu.

Sumber gambar : Pinterest.

Pilihan untuk tinggal berjauhan dengan keluarga karena alasan syar'i tidak boleh menjadikan kita serta merta meninggalkan tanggung jawab dan peran utama sebagai orang tua. Komitmen dan kesungguhan dalam mendidik fitrah seksualitas anak insya Allah akan berbuah pada peran keayahan sejati untuk anak laki-laki dan peran keibuan sejati untuk anak perempuan. Perjalanan sebagai orang tua itu luar biasa mulia. Kita tidak 'hanya' sedang mendidik seorang anak. Tapi kita juga sedang mendidik sebuah generasi. Semoga Allah senantiasa menjaga keluarga kita, baik dalam keadaan dekat ataupun jauh. Dan semoga Allah berikan kembali kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, tidak hanya di dunia, tapi sampai ke jannah-Nya. Aamiin. 


Me:
Jujur, sebagai orang tua yang saat ini tinggal berdekatan, peer saya pun tak kalah banyaknya. Sama seperti peer-peer yang kami tulis untuk para orang tua LDR diatas. Saya juga masih butuh banyak persiapan untuk mempersiapkan tidur terpisah dengan anak, hehe. Tulisan ini saya posting di blog sebagai pengingat terutama untuk diri saya pribadi. Tabik!

***

Daftar Pustaka:
Asy-Syantut Khalid. 2018. Mendidik Anak Laki-Laki. Solo : Aqwam.
Islahunnisa'. 2010. Mendidik Anak Perempuan. Solo : Aqwam.
Baihaqi Ibnu Bukhori, Ihsan. 2014. Mengajarkan Kemandirian Kepada Anak. Khazanah Intelektual.
TF Alimah, Niken, dkk. 2013. Bunda Sayang: 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Jakarta : Gazza Media.
Prita Khalida dan Sianiwati Sunarto Hidayat. 2014. Balita Bertanya Anda Menjawab. Jakarta : Panda Media.
Jamal Abdurrahman, Suwandi (Penerjemah). 2010. Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi. Solo : Aqwam.
https://www.eramuslim.com/oase-iman/mira-kania-dewi-akil-baligh.htm#.XBrxU80xXIU
https://sofianaindraswari.com/mempersiapkan-calon-ayah-mendidik-fitrah-seksualitas-anak-laki-laki-bagian-2/
https://www.yenisovia.com/2018/02/ayah-dan-anak-berjauhan-lakukan-cara-membuat-semua-tetap-terasa-dekat.html
http://khairunnisakuwait.blogspot.com/2013/10/mempersiapkan-anak-anak-menuju-fase.html
https://hatimuslimah.wordpress.com/mempersiapkan-anak-memasuki-usia-baligh/
https://www.fiqihmuslim.com/2015/09/kumpulan-hadist-nabi-tentang-sholat.html

Saturday, December 15, 2018

Ke Jogja Bawa Balita. Pilih Naik Mobil, Pesawat, Bus atau Kereta?

December 15, 2018 33 Comments
Ebuset opsinya panjang amat, hahaha. Serius saya bikin judul begitu karena memang sudah pernah merasakan semuanya XD Jadi tergerak untuk sharing tentang enak gak enaknya ke Jogja naik macem-macem transportasi ituh. Supaya parents lain yang mungkin sedang bingung memutuskan, bisa mantep menentukan pilihan.

Pic from : @malioboro_insta

Sejak menikah dengan mas suamik yang jogja tulen, saya si jogja jadi-jadian ini (akhirnya) jadi sering pulang kampung juga. Minimal setahun dua kali saya pasti ke Jogja untuk menemui mertua, eyang dan saudara-saudara dari Papah. Jadi sudah bisa dipastikan, akhir tahun begini adalah jadwalnya suami melingkari tanggal-tanggal libur nasional cuti bersama tahun 2019 yang sekiranya bisa dipake untuk pulang kampung, hahaha.

Ke Jogja Bawa Balita Part 1 : Naik Mobil Pribadi

Ke Jogja naik mobil pribadi sambil membawa Rania ini baru satu kali kami rasakan, waktu usia Rania 9 bulan. Naik mobil dari Lampung ke Jogja artinya kami juga harus naik kapal laut untuk menyebrangi Selat Sunda. Perjalanan kali itu kami tidak hanya bertiga, melainkan bersama dengan orang tua, adik dan mb saya beserta satu anaknya. Rame banget ya, huehehehe.

Plus :
~ Kosakata Rania bertambah. Mungkin karena sepanjang perjalanan, kami sekeluarga banyak mengobrol. Rania jadi mendengarkan dan meniru.
~ Pengalaman baru yang seru. Saat itu Rania baru pertama kali melihat laut dan naik kapal laut. She was very excited.
~ Murah. Berangkat rombongan seperti ini memang akan lebih murah dengan mobil pribadi ketimbang pesawat.
~ Bebas menyusui karena satu mobil isinya keluarga semua, hehehe.
~ Santai di perjalanan. Mau mampir untuk sholat dulu kek, beli jajan kek atau ke kamar mandi, bebass, semuanya kita yang atur.

Rania usia 9 bulan. Tertidur pulas setelah makan dan nenen.
Minus :
~ Lama sampenya. Kami memang mampir-mampir dulu sih supaya gak pegel-pegel amat. Nginep di Depok semalam, di Purwokerto semalam, baru deh sampai Jogja.
~ Capekk, baik supir maupun penumpang. Fisik harus bener-bener setrong. Makan yang bener, minum air putih dan multivitamin. Meskipun lelah, tapi Rania happy aja loh, mungkin karena ada keponakan saya ya. Jadi kompak berdua. Main, berantem, main lagi, berantem lagi. Gitu aja terus sampe di Jogja XD
~ Ribet menyiapkan MPASI. Saat itu saya buat bubuk teri, bubuk tempe, bawa pisang, ubi rebus, telur rebus dan macem-macem bahan makanan yang sekiranya awet di perjalanan darat yang bakal lama itu supaya tetap bisa MPASI 4 bintang.


Ke Jogja Bawa Balita Part 2 : Naik Pesawat

Pengalaman pertama membawa Rania pulang kampung naik pesawat itu waktu usianya masih 2,5 bulan. Yes, bayik belum 3 bulan udah naik pesawat. Memangnya boleh? BOLEH, alhamdulillah. Seterusnya, beberapa kali kami pulang ke Jogja menggunakan pesawat karena memang paling memungkinkan. Selain karena cuti suami yang terbatas, kami juga belum punya mobil pribadi yang kompatibel untuk dibawa perjalanan jauh, hehehe.

Plus :
~ Cepat sampai (meskipun beberapa kali kami harus mengalami delayed), hingga menghemat waktu perjalanan, terutama untuk yang hanya punya sedikit waktu cuti.
~ Fasilitas ruang tunggu bandara dan suasana di dalam pesawat yang relatif nyaman.

Minus :
~ Saat masih usia 2,5 bulan, kami harus ke dokter terlebih dulu untuk meminta surat izin terbang. Gapapa sih ya sekalian konsultasi meyakinkan bahwa Rania saat itu boleh terbang. Karena di beberapa artikel ditulis sebaiknya usia minimal anak saat naik pesawat itu 3 bulan kan.
~ Harus pakai baju menyusui yang super nyaman/bawa apron/pakai jilbab lebar supaya pewe saat menyusui. Karena di pesawat kita akan duduk sebelah-sebelahan dengan penumpang lain.
~ Wajib siap siaga membangunkan anak untuk menyusui saat take-off dan landing supaya telinganya gak sakit.

Baca : Sukses Menyusui dalam Berbagai Kondisi

~ Setelah anak agak gedean dan gak menyusui lagi, kita harus menyiapkan jawaban atas pertanyaan "Kenapa telingaku ada yang aneh?" dan menenangkan mereka sebisa mungkin saat take off dan landing.
~ Semua perlengkapan yang dibutuhkan harus lengkap di dalam tas, karena ketika pesawat sudah jalan, gak mungkin lagi kan kita minta minggir bentar untuk ke indomar*t XD
~ Mahal. Berasa banget pas Rania udah bayar sendiri setelah usianya di atas 2 tahun, hahaha.

Time flies, sekarang anaknya sudah harus duduk di bangku sendiri :D


Ke Jogja Bawa Balita Part 3 : Naik Bus

Ini sudah dua kali kami lakukan. Yang terakhir saat lebaran tahun 2018 kemarin, memanfaatkan fasilitas mudik gratis BUMN, hehehe. Alhamdulillah kami dapat bus yang cukup nyaman. Kendalanya satu : gak ada kamar mandinya. Padahal Rania saat itu sudah gak pakai pospak, huwaaaaaa!

Plus :
~ Sangat-sangat ekonomis. Gratis gaess. Konsumsi ditanggung pulak. Paling keluar uang kalau mau beli jajan tambahan.
~ Pengalaman yang seru untuk Rania karena bertemu banyak orang dan melihat banyak pemandangan di jalan.

Bus mudik gratis. Rania dan Ayah sedang sibuk motretin emaknya XD


Minus :
~ Bus yang kami dapat kebetulan tidak ada kamar mandinya. Itu super duper membuat saya deg-deg-an. Tiap mampir berhenti di rest area, saya harus menawarkan Rania untuk pipis. Harus, gak boleh ditawar lagi. Karena ya segan amat kalo nanti minta berhenti untuk pipis pas di tengah jalan.
~ Lama sampenyaa. Wajar ya karena perjalanan darat. Waktu itu lebaran pula, jadi bisa dipastikan macet, meskipun tidak separah tahun sebelumnya.
~ Harus buru-buru saat ada kesempatan berhenti di rest area. Ya iyalah kita gak mungkin lama-lama karena bisa diklaksonin supir atau dicemberutin penumpang lain. Jadi kami mengutamakan sholat dan ke kamar mandi, kalo makan sih bisa dibungkus.
~ ROKOK. Sebel banget hyaampuunnn. Ini bukan di bus mudik gratis BUMN ya. Tapi di bus sebelumnya yang pernah kami naiki. Sebut saja bus Putri Remaja. Meskipun dibilang bus AC, tapi sopir dan keneknya terus aja ganti-gantian ngerokok di dekat pintu, yang mana asepnya ya masuk juga dan tercium di seluruh penjuru bus. Huh sebal!
~ Wajib pakai baju yang nyaman untuk menyusui. Karena di bus, para bapak ganti-gantian nongkrong di pintu untuk merokok dan itu melewati bangku kita. Pastikan posisi aman. Oh ya, tips tentang naik bus membawa balita sebelumnya sudah pernah saya posting ya. Coba dibaca dulu supaya siap fisik dan mental.

Baca : Tips Mudik Nyaman Naik Bus Bersama Balita


Ke Jogja Bawa Balita Part 4 : Naik Kereta 

Saat itu Rania berusia 22 bulan. Sebelumnya kami piknik tipis dulu di Bandung selama 2 hari, lalu lanjut perjalanan naik kereta dari Bandung ke Jogja.

Plus :
~ Pemandangannya bagus deh, tsakeepp. Banyak yang bisa kita lihat dan obrolin sama anak.
~ Harga cukup terjangkau.
~ Tempat duduk nyaman, tidak sesempit seperti saat di pesawat atau bus.
~ Entahlah kumerasa lebih aman aja ketimbang naik pesawat yang harus terbang di udara itu, hehehe.
~ Melengkapi portofolio perjalanan Rania naik berbagai macam transportasi *penting* XD

Di depan Gedung Sate Bandung, sehari sebelum ke Jogja.


Minus :
~ Toiletnya so so. Gak kotor, tapi gak yang bersih banget juga.
~ Tidak ada kesempatan berhenti mampir di warung gaes, jadi semua yang dibutuhkan dalam perjalanan harus sudah lengkap ada di tas.
~ Sampenya cukup lama, dari Bandung ke Jogja hampir seharian, dan jalannya rataaaa aja gitu terus, gak ada tantangan, haha. Membuat suasana terkadung jadi super ngantuk, atau super bosen. Harus siap macam-macam amunisi, semisal buku dan mainan untuk penghalau bosan. Saya sendiri memang prefer gak kasih anak hape saat di perjalanan, supaya Rania bisa menikmati dan lebih peka dengan pemandangan di sekitarnya.

Baca : 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone

~ Tempat duduk antar penumpang yang agak berjauhan, membuat Rania kebingungan saat mau mencari teman main.

***

Nah itu dia plus minus ke Jogja membawa balita dengan berbagai macam moda transportasi. Kalau disuruh memilih, dari segi waktu, saya pilih naik pesawat. Dari segi kenyamanan perjalanan, saya pilih naik mobil pribadi. Dari segi ekonomis, saya pilih bus. Tapi dari segi pengalaman perjalanan, saya pilih naik kereta. Kan kan, setiap moda transportasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita.

Kalau kamu, bakal pilih yang mana?


Thursday, December 13, 2018

Tinggal Berjauhan dengan Anak? Lakukan 10 Hal Berikut Untuk Mendidik Fitrah Seksualitasnya

December 13, 2018 2 Comments
Pejuang LDR mana suaranyaaaaa??? XD

Postingan blog kali ini adalah sebagian tugas dari game level 11 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang baru sempat saya publish *sungguh alasan klasik* hihihi. Sepuluh tips ini saya buat berdasarkan pengalaman nyata ketika harus menjadi anak dari orang tua yang tinggal berjauhan. Semoga relate yah dengan kondisi teman-teman yang saat ini 'harus' berjauhan dengan keluarga. 
 
Pic from: Pinterest

Apa itu Fitrah Seksualitas?

Menurut Harry Santosa, seorang pakar pendidikan anak, fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki, tidak ada yang lainnya. Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai feminitas secara seimbang. anak laki-laki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Begitu pula dengan anak perempuan yang membutuhkan 75% suplai feminitas dan 25% suplai maskulinitas.

Tujuan dari fitrah seksualitas ini adalah agar anak tumbuh sesuai dengan peran sejatinya dan suatu saat mampu menjadi ayah sejati dan ibu sejati dengan kemampuan mendidik yang baik.


Mengapa Pendidikan dengan Fitrah Seksualitas ini Penting bagi Para Orang Tua LDR?

Tidak semua kondisi keluarga itu ideal. Saat ini banyak keluarga yang harus tinggal berjauhan (LDR) dikarenakan salah satu dari ayah/ibu seringkali ditugaskan keluar kota, memiliki pekerjaan di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan atau ditempatkan oleh perusahaan di daerah tertentu. Dalam mendidik fitrah seksualitas diperlukan kehadiran, kedekatan dan kelekatan Ayah Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqil baligh. Ketidakhadiran salah satu orang tua secara fisik di dekat anak bisa menjadi tantangan tersendiri dalam membimbing dan mengarahkan fitrah seksualitas anak. Kesalahan pola asuh ini bisa berakibat pada ketidakmampuan anak dalam menjalankan peran sejatinya, sampai dengan munculnya laki-laki yang bersikap gemulai atau perempuan yang bersikap kelaki-lakian, tidak menutup kemungkinan bisa pula berakibat pada lahirnya LGBT.


10 Langkah Pengasuhan Anak yang Harus Dilakukan oleh Orang Tua Long Distance Relationship (LDR)

1. Bangun kekompakan antara ayah dan ibu agar satu suara dihadapan anak-anak.

2. Ajak anak bicara dari hati ke hati. Berikan pengertian mengenai alasan mengapa kedua orang tua harus berjauhan.

3. Berikan pemahaman bahwa meskipun berjauhan, kehadiran keluarga akan tetap utuh dan komunikasi tetap lancar.

4. Manfaatkan teknologi agar anak tidak merasa kehilangan sosok ayah/ibunya. Saat menelepon/video call, tanyakan mengenai keseharian anak dan dengarkan ceritanya.

5. Meskipun berjauhan, orang tua bisa menceritakan dan menggambarkan tentang peran yang dilakukan oleh ayah/ibu dalam kesehariannya.

6. Tetap berikan gambaran/figur/contoh tentang peran laki-laki dan perempuan dalam keseharian lewat orang-orang terdekat yang ada di sekitar anak, misal kakek, paman, nenek, bibi dan lain-lain.

7. Atur waktu untuk pulang dan terlibat sepenuhnya saat sedang bersama anak. Tidak hanya hadir secara fisik, namun juga hati dan pikiran.

8. Peluk erat dan belai anak saat bertemu. Pelukan akan membuat anak tumbuh menjadi lebih peka serta memberikan perasaan tenang dan bahagia. Jangan remehkan keajaiban pelukan antara orang tua dan anak.

9. Berikan contoh nyata peran ayah (suplai maskulinitas) dan ibu (suplai feminitas) saat sedang bersama dengan anak. Kegiatan suplai maskulinitas yang bisa dicontohkan oleh ayah misalnya, sholat berjamaah di masjid, memperbaiki mesin kendaraan (otomotif), berolahraga dan lain-lain. Ayah juga yang wajib mendampingi anak untuk menjelaskan tentang tumbuh jakun, mimpi basah, ataupun tanggung jawab seorang laki-laki ketika akil baligh. Sedangkan contoh kegiatan suplai feminitas yang dapat dilakukan oleh ibu contohnya adalah memasak, melakukan pekerjaan rumah, menjelaskan tentang menstruasi dan tanggung jawab seorang perempuan saat akil baligh.

10. Sediakan waktu khusus untuk bicara dari hati ke hati dan melakukan aktivitas tertentu yang sesuai dengan peran sosial laki-laki atau peran sosial perempuan bersama masing-masing anak (buat jadwal nge-date dengan masing-masing anak).

Intinya adalah, saat orang tua memutuskan untuk berjauhan, keduanya harus sama-sama tetap berkomitmen dalam pengasuhan anak. Tidak bisa berat sebelah, karena masing-masing orang tua punya peran penting dalam tumbuh kembang anak. Hal penting lain selain komitmen adalah komunikasi. Orang tua tidak boleh beralasan tidak bisa berkomunikasi, kaku, tidak terbiasa atau apapun. Karena masalah komunikasi antara orang tua dan anak yang tidak diperbaiki sejak dini, akan menjadi masalah di kemudian hari. Jika saat ini memang harus LDR dan belum ada jalan lain untuk tinggal bersama, ingat dua hal, KOMITMEN bersama untuk mendidik anak dan KOMUNIKASI yang lancar, luwes tanpa gengsi.

Nah, presentasi lengkapnya tentang ini loh gaes. Pan kapan saya sambung yha. Luv.

Update:
Sudah ada lanjutan postingannya disini yaa.. Mempersiapkan Fase Aqil Baligh Bagi Orang Tua yang Tinggal Berjauhan dengan Anak