Friday, February 16, 2018

Lakukan 10 Stimulasi Praktis Berikut Agar Anak Cepat Jalan

"Mamahh, curhat dong Mah... Anak saya usia 12 bulan belum bisa jalan, gimana caranya ya Mah agar anak cepat jalan sendiri? Atau mungkin ada obat tradisional agar anak cepat berjalan? Kalau perlu sekalian vitamin anak cepat jalannya. Terus Mah ajarkan saya doa khusus agar anak cepat jalan dong. Supaya gak terlambat macem anak tetangga."

-______________-

Ya kalik Mamah Dedeh bisa jawab soal tumbuh kembang anak XD

Familiar kan ya dengan keresahan buk ibuk yang anaknya belum bisa jalan. Padahal usianya baru 12 bulan. Itu juga sih yang dulu pernah saya rasakan. Saat di usia 1 tahun, Rania bahkan belum memiliki reflek menapak ketika badannya saya berdirikan.

Kebetulan pula saya tinggal di perkampungan yang tetangga satu sama lainnya saling peduli. 'Peduli' bisa berarti dua sisi. Peduli yang membangun atau malah peduli yang bikin minder dan panik orang tua lain.

Topik soal anak umur 1 tahun yang belum bisa jalan ini lah yang bakal jadi bahan obrolan perdana saya bareng Mb Heni Puspita Mama Rayyaan Razqa di Ngupi Pay! Ngobrol seru bareng duo mom blogger Lampung.

Agar anak cepat jalan
10 stimulasi praktis agar anak cepat jalan

Baca juga punya Mama Rayyaan Razqa:
Anak Umur 1 Tahun Belum Bisa Jalan, Normal Gak Ya?

So yeayy! mulai bulan Februari dan seterusnya blog saya bakal diisi dengan Ngupi Pay! semacam ngobrol seru sambil ngopi-ngopi virtual. Kompakan posting satu tema di blog bareng Mama Rayyaan Razqa. Ngupi Pay! nantinya akan bahas macem-macem mulai dari parenting, family, jalan-jalan, kuliner, endebre. Rencana publish tiap hari Jum'at dua minggu sekali. Buk Ibuk yang mau request tema boleh banget loh :D

Kembali ke topik soal anak, saya pernah banget ada di fase itu. Saat usia 1 tahun, Rania belum bisa berjalan bahkan belum memiliki refleks untuk menapak saat badannya saya berdirikan. Rania lebih suka merangkak, meskipun saat itu sebenarnya mulai bisa rambatan dengan bantuan berbagai perabot yang ada di rumah.

Awalnya yang ada di pikiran saya cuma bagaimana cara melatih anak berdiri sendiri, bukan bagaimana agar Rania cepat jalan. Gak ada sama sekali terlintas pikiran panik, karena memang sudah pernah membaca Kuesioner Praskrining Perkembangan Anak untuk usia 12 bulan. Dan indikator "anak dengan perkembangan usia SESUAI" disitu tidak menyebutkan bahwa seusia tersebut Rania harus sudah bisa berjalan. Jadi saya santai aja, fokus sama stimulasi.

Unduh Kuesioner Praskrining Perkembangan Anak di link berikut.

Yang kemudian bikin saya panik justru, apalagi kalau bukan 'perhatian' dari para tetangga XD cem macem deh anggapan waktu itu. Karena mindset mereka anak 1 tahun harusnya sudah bisa jalan. Sebagai orang tua baru yang lagi semangat semangatnya belajar soal perkembangan anak #uhuk, tentu saja saat itu saya jadi agak sedih dan tersinggung. Cuma pura-pura cuek aja, hahaha. Toh akhirnya alhamdulillah Rania jalan pun di hari ulang bulannya yang ke-16 :D

Perasaan-perasaan kompetitif resah gitu beberapa kali saya alami. Dulu sih, di awal-awal jadi ibu. Sekarang mah udah lebih santai, xixixi.

Gitu katanya.. Hahaha


Kapan anak bisa dikategorikan terlambat jalan (delayed walking)?

Berdasarkan kuesioner praskrining perkembangan anak dan windows of achievement for six gross motor milestones dari World Health Organization, bisa disimpulkan bahwa anak disebut terlambat jalan atau delayed walking  bila hingga usia 18 bulan anak belum mampu berjalan sendiri tanpa dipegangi.


Jadi jika anak di bawah usia tersebut belum bisa berjalan, hal itu merupakan sesuatu yang normal dikarenakan tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda. Yuk ah, resahnya buang jauh-jauh! Kita fokus stimulasi anak aja.

Baca : Resensi Buku Parenting Islami : Marah yang Bijak, Panduan Islami Menjadi Orang Tua Bijak


10 Stimulasi Praktis untuk Melatih Anak Berjalan  

Berikut beberapa cara yang pernah saya lakukan untuk menstimulasi tahapan berjalan Rania:

Permainan kaki, Saya makin gencar melakukan berbagai permainan saat Rania berusia 1 tahun, agar kakinya terbiasa dengan macam-macam stimulasi. Mulai dari saya biarkan menendang kerincingan, menyentuh es batu, dipijat sambil bermain sampai memercik-mercik air dengan hentakan kaki.

Ambil benda, ini salah satu cara melatih anak berdiri sendiri. Karena saat itu Rania sedang suka merambat, saya menaruh mainan atau bahkan benda-benda absurd macam remote tivi, botol bekas dan tutup panci untuk diambilnya :D

Mendorong, stimulasi mendorong ini saya lakukan agar Rania berani melangkah. Awalnya saya menggunakan 'bangku bakso' yang cukup ringan. Tapi suatu saat Rania oleng dan sepertinya cukup trauma, hihi. Jadi saya putuskan untuk menggantinya dengan  kursi biasa yang agak berat tapi masih bisa didorong oleh Rania. Saya ikut memegang kursi seolah-olah bantu dorong, padahal nggak sih, hehehe. Soalnya kalau Rania disuruh dorong sendirian gak mau dia. Dikira eksploitasi anak mungkin XD Lalu karna bosen dan pengen kekinian jugak, saya menyewa sebuah push walker di tempat penyewaan mainan anak. Gak disangka, Rania malah fokus sama main pencet musiknya, ketimbang mendorong si push walker. Akhirnya ya sudahlah dorong apa adanya barang di rumah aja. Lebih murah dan efektif :D


Mendorong kursi bersama Ayah

Tanpa alas kaki, di usia 1 tahun saat itu, kaki rania sangat sensitif dengan berbagai macam benda yang menempel di kakinya. Saya mulai rajin mengenalkan aneka ragam tekstur dengan mengajak Rania berjalan kaki di rerumputan hijau, pasir pantai dan paving block. Awalnya Rania menolak, bahkan menangis. Jadi saya harus mengajaknya bermain terlebih dahulu untuk mencairkan suasana, hehe

Naik turun tangga di rumah Iyah. Selain untuk melatih motorik kasarnya, fungsi naik turun tangga ini juga untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri Rania.

Berenang, lebih tepatnya mengajak Rania berjalan di dalam kolam renang sih. Kan seru ya belajar jalan sambil main air :D

Bermain dengan hewan peliharaan, pertama kali Rania berani menapakkan kakinya di paving block belakang rumah, itu karena ingin mengejar kelinci loh :D

Rania dan kelinci-kelinci yang berjasa di masa tumbuh kembangnya, hehehe

Titah, saya tim #titah meskipun gak sering. Soalnya anaknya juga mau, hahaha. Cara saya titah sambil pegang ketiaknya untuk meminimalisir risiko keseleo. Tapi kalau sudah capek, kadang saya titah biasa aja sambil genggam tangan Rania.

No baby walker, karena alat ini dapat mengganggu perkembangan otot-otot kaki. Lah terus Rania gak pake baby walker kok tetep belum bisa jalan di usia 1 tahun? Takdir Perkembangan anak kan beda-beda, yang penting masih dalam batas toleransi tumbuh kembangnya, ya kan? 

Baca: Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Bandar Lampung
 
Kata-kata positif, yang bisa orang tua lakukan adalah terus menstimulasi anak termasuk dengan kata-kata positif, bukan malah menjatuhkan mental anak, "Tuh.. anak itu aja udah bisa jalan. Masak kamu belum sih." | "Memang penakut anak ini, gak mau jalan sendiri. Temen-temennya aja udah pada jalan." | "Jalan sendiri geh Nak.. kan udah gede. Kok lambat bener.." ((GEH nyaaa..  Lampung banget lalu inget Andika Kangen Band XD)) Saya suka sedih kalau dengar orang tua yang berkata seperti ini. Padahal anak kan sudah mengerti dengan apa yang kita ucapkan ya. Coba ganti dengan kata-kata positif, puji sekecil apapun perkembangan anak. Saat itu saya juga selalu membela Rania tiap kali ada yang bilang dia "penakut".

~

Yuk ah udahan resahnya, kita fokus stimulasi aja. Kalau sampai dengan usia 18 bulan, anak belum bisa berjalan sendiri, orang tua baru boleh panik. Tapi paniknya langsung ke dokter anak sub spesialis tumbuh kembang ya. Supaya tau penanganan tepat selanjutnya. Tabik pun!




12 comments:

  1. makasih sharing nya mba,kebetulan saya sedang hamil 7 bulan dan sedang banyak belajar seputar tumbuh kembang anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhh jadi inget masa-masa hamil dulu.. hehehe. sehat-seha ibu dan debay ya mb...

      Delete
  2. jadi ga sabar mau ajarin 'anak' jalan. Wkwk. Anak siapa hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajarin dulu 'anak' itu jalan menuju rumah orang tuamu nov.. wakakakk

      Delete
  3. Alhamdulillah ya stimulasi bisa bikin anak makin percaya diri dan akhirnya lekas jalan. Anakku yang pertama dibuatkan bambu yang dipegang bisa muter hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bambu yang bisa muter itu aku bingung visualisasinya mbak. haha. aku nyambungnya malah enggrang XD

      Delete
  4. Makasih bun sharingnya, pas nih buat anak saya yang sudah 4 bulan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya mb.. bisa siap-siap dari sekarang.. dimulai dari stimulasi permainan kaki dulu :D

      Delete
  5. wah makasih mb artikelnya bermanfaat sekaliii hehe buat bekal nanti kalau punya anak hihi

    ReplyDelete
  6. anak saya tgl 9 mei 2018 tepat 1 tahun bunda,belum bisa jalan juga.tapi saya gk panik dan gk mau dengerin kata2 negatif dari orang lain termasuk saudara/keluarga sendiri.krn kedua kakaknya lancar berjalan di usia 14 bulan.dan setiap anak beda2 perkembangannya.tidak bisa disamakan.sekarang nafis lagi belajar keseimbangan badan biar berdirinya gkk tumbang,mulai berani utk melangkah setengah step..alhamdulillah..maaf kepanjangan bunda..wassalam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp mb.. ditunggu aja dengan sabar.. insyaAllah akan datang masanya.. hehehe. salam kenal :D

      Delete
  7. anak saya jga gitu baru jalan waktu umur 16 blan...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi