Friday, November 10, 2017

Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Bandar Lampung

Sebagai orang tua zaman now yang cukup sering membaca informasi seputar kesehatan anak, beberapa kali saya mendengar istilah tentang pengobatan yang rasional, atau biasa disebut dengan Rational Use of Medicine (RUM).


Definisi RUM menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) berarti pasien mendapat terapi sesuai diagnosa penyakitnya, memperoleh obat dengan dosis dan jangka waktu yang tepat, informasi tepat dan harga obat yang termurah. 

Jadi bukan asal anti dokter, anti obat-obatan, ataupun anti antibiotik. Tentang RUM selengkapnya bisa dibaca disini.

Saat anak sakit, saya tentu senang ketika Rania cepat sembuh setelah minum beberapa macam obat dari dokter. Tapi di sisi lain, ada pula kekhawatiran kalau-kalau anak saya mendapatkan pengobatan yang berlebihan. Jadi saat memilih dokter anak, pertimbangan saya adalah dokter yang komunikatif dan menerapkan RUM. 

Dari rekomendasi seorang teman, akhirnya saya mencoba datang ke Apotek Sinar Antasari, tempat praktik dr. Willy Gunawan, SpA, DPPS. Letaknya persis berada di bawah fly over Jalan Gajah Mada yang dulu merupakan bangunan Bioskop Sinar.

Alamat dan jadwal praktik dr. Willy Gunawan, SpA

Saya kesini pertama kali saat Rania berusia 11 bulan. Ketika itu Rania demam tinggi dan muncul bintik-bintik merah di sekitaran wajah serta beberapa anggota tubuh yang lain. Berdasarkan hasil searching sana-sini cirinya mirip dengan roseola. Penyebabnya? virus. Obatnya? Sabar. Cuma roseola kan bikin panik yah, suhu badan Rania sampai 40 derajat waktu itu. Akhirnya di hari ketiga, saya memutuskan untuk meluncur ke tempat praktik dr. Willy.

Baca : Resensi Buku Parenting : Marah yang Bijak, Panduan Islami Menjadi Orang Tua Bijak

Sesampainya disana, saya tidak diberikan macam-macam obat.  Hanya ada 2 resep yang harus saya tebus, yaitu Sanmol (obat penurun panas) dan Imunped (suplemen daya tahan tubuh). That's all. Saya juga disarankan agar Rania terus diberikan ASI, istirahat dan tidak usah terlalu banyak terkena angin. Alhamdulillah beberapa hari kemudian, tanpa konsumsi obat macam-macam, Rania sudah kembali ceria seperti biasa.
Kali kedua datang ke tempat praktik dr. Willy, Rania berusia 30 bulan. Saya panik karena ada beberapa buah sariawan yang muncul di lidah dan bibirnya secara bersamaan. Membuat dia susah minum dan menelan, padahal berat badannya baru saja (akhirnyaaa) menginjak angka 11 dan nafsu makan sedang bagus. Sedih melihat Rania pengen makan, tapi gak bisa karena sakit dan ujung-ujungnya tantrum. Zzzzz.

Di ruang dokter, Rania diperiksa keadaan mulutnya. Keponakan saya, Hannan, yang saat itu juga ikut mengantar, langsung diajak perawat main pancingan ikan di dalam ruangan, jadilah rasa penasaran dia untuk ikut pegang stetoskop teralihkan. Ntap nih, buat ibu-ibu yang harus bawa 'rombongan' saat masuk ke ruang periksa. Di dalam memang ada semacam pojok bermain, jadi kalau anak gak mau naik ke atas kasur, bisa diperiksa sambil bermain.

Kira-kira begini penjelasan dr. Willy:
"Ini virus, Ma." Sapaan khasnya untuk semua ibu-ibu yang datang ke tempat ini. Pertamanya sumvah aneh, perawat-perawatnya juga memanggil dengan panggilan yang sama, macem sok kenal sok dekat gitu. Pfftt.

"Rongga mulutnya kotor. Kalau sikat gigi, lidahnya harus ikut dibersihkan ya. Virus yang menyerang mulut ini namanya Herpangina. Kalau menyerang tangan dan kaki namanya HFMD, atau ibu-ibu biasa bilang flu singapur. Satu sampai dua hari ke depan kasih makanan dan minuman yang dingin-dingin. Susu dingin, es krim, sari buah dingin. Tapi jangan sampai keterusan jadi flu ya, Ma. Ini saya kasih sanmol dan imunped."

Beberapa orang tua mungkin bakal kzl ya. Sudah ke dokter, tapi gak dikasih 'obat'. Lagi-lagi sama, sanmol dan imunped. Lalu kita disuruh sabarrr karena penyebabnya virus. Dan penyakit semacam ini nantinya memang akan sembuh sendiri tanpa treatment macam-macam.

Pulangnya, Rania diberi sepasang jepit rambut berwarna merah. Mungkin karena perawat melihat poni Rania udah offside yah :'D

Poni offside yang sudah minta ditindaklanjuti.
Jepit rambut warna merah

Benar saja, setelah bersabar selama 2 hari meladeni Rania yang nangis setiap makan dan minum, alhamdulillah atas izin Allah di hari ketiga sariawannya kempes pes. Rania bisa makan dan minum kembali dengan normal. Yahh memang gak perlu obat macam-macam, tapi harus sabarrrr.. :'D

Baca : Lakukan 10 Stimulasi Praktis Berikut agar Anak Cepat Jalan

Kalau ingin mencoba konsul, dr. Willy praktik dari hari Senin-Jum'at pagi pukul 08.00 s.d 12.00 dan sore pukul 17.00 s.d 20.00. Sedangkan untuk hari Sabtu hanya praktik di pagi hari pukul 08.00 s.d 12.00. Biaya konsul disini memang cenderung lebih mahal dari tempat lain. Satu kali berobat, kita harus merogoh kocek sebesar Rp 150.000,- Tapi percayalah that's worth.

One thing, dokternya ceplas-ceplos btw. Contohnya gini: waktu saya nanya tentang virus herpangina, dr. Willy bilang, "Ibu ada internet kan?" Hellowww ya ada lahh *kzl* Tapi itu mungkin maksudnya yaa, let's say "Ibu harus banyak baca, biar gak gampang panik." Atau saat saya bilang termometer saya ketinggalan di rumah dan saat ini saya sedang menginap di tempat orang tua, then he said, "Beli aja di apotek depan Ma. Sekalian dua lusin." Ppffffttttttt. Udahlah dengerin aja -_- Rania plis sehat-sehat Nak.. biar kita gak sering-sering kesini. LOL.

Baca : Cara Asik Belajar Bahasa Inggris Lewat Lagu untuk Anak Usia 2 Tahun

Penting --> Tulisan ini merupakan sharing pribadi saya. Mungkin gak setiap orang tua setuju, karena dokter itu kan cocok-cocokan yah, gak bisa dipaksain. Kita maunya Raisa sama Keenan, eh dia lebih nyaman sama Hamish *@$^&%!



11 comments:

  1. Okeeeeeeh....
    Ane cengar-cengir dan senyum2 geli baca tulisan mu wooonk...
    Jujur....penyampaian uwonk tuh kena dan nyambung bgt utk emak2 zmn now ya....
    Semangat berkarya y uwonk...
    Hasilkan karya2 dan share ilmu lewat goresan tangan mu ini...ups...bukan goresan yaa...ketikaaan kl zmn now mah...
    Smoga senantiasa diberi kesehatan utk uwonk suami dan mba rania...
    Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamin... makasih udah mampir mble'.. sering2 yaa.. hahaha

      Delete
  2. bisa menambah referensi yang bingung cari dokter anak di lampung

    ReplyDelete
  3. Dokter yg menurut saya bagus sih mom, ga ngebiasain anak2 mengenal obat sejak dini .... Memang harus siap2 kuping terasa pedas karena emang pembawaan dokternya yang ceplas ceplos. Tapi yg diomongin bener kok. Ini dokter langganan saya kalo anak2 pada ga sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener.. tahan2in.. soalnya yang diomongin emang bener..hahaha

      Delete
  4. Bruakakkakakak, emang klo visit ke beliau suka deg degan ama komennya hehe. Tapi biasanya imunisasi or konsul ya ujung2nya ke beliau lagi hehe. Btw, DSA Rayyaan di Manado dulu juga temen bliau, namanya sama2 pakai Gunawan, emang rekomendasi beliau juga sih hihi. Enak jg diajak ngobrol. Kalau parents yg konsul itu yg menetap/memang asal Manado, bliau pakai logat Manado. Kalau sama pendatang, ngomongnya pakai logat Jawa #akubengong haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa perlu jikalau punya anak laki2 nanti kuberi nama Gunawan supaya jadi dokter anak 😂

      Delete
  5. Salam kenal.. gak sengaja mampir di blog ini. Dr.willy jg dsa anakku. Dr pertama imunisasi smp skrg. Dia satu2nya dokter yg buat saya nyaman dan gk insecure krna gak pernah kasih obat macem2 apalagi antibiotik. Klo gk sanmol ya imunped. Slalu kasih nasihat klo kita para mama kudu sabaaaar sm anak dan jgn panikan. Pernah bawel soal macem2 vaksin n sunat bayi. Bliau gak maksain hrs pilih vaksin ini itu dll dia cm jelasin detail soal smuanya dan ngasih pilihan2 terbaik trs nyuruh kita org tuanya buat diskusi di rumah buat mutusin apa yg yg hrs kita pilih. Anakku gk trauma ke dokter. Soalnya abs dr sana pasti dapet mainan dll. Hehehe. Klo di suntik imunisasi jg bs sambil main. Cm ya gt. Dokternya klo ngomg kadang suka ceplas ceplos bikin keki hihihihi..

    ReplyDelete
  6. Salam kenal.. gak sengaja mampir di blog ini. Dr.willy jg dsa anakku. Dr pertama imunisasi smp skrg. Dia satu2nya dokter yg buat saya nyaman dan gk insecure krna gak pernah kasih obat macem2 apalagi antibiotik. Klo gk sanmol ya imunped. Slalu kasih nasihat klo kita para mama kudu sabaaaar sm anak dan jgn panikan. Pernah bawel soal macem2 vaksin n sunat bayi. Bliau gak maksain hrs pilih vaksin ini itu dll dia cm jelasin detail soal smuanya dan ngasih pilihan2 terbaik trs nyuruh kita org tuanya buat diskusi di rumah buat mutusin apa yg yg hrs kita pilih. Anakku gk trauma ke dokter. Soalnya abs dr sana pasti dapet mainan dll. Hehehe. Klo di suntik imunisasi jg bs sambil main. Cm ya gt. Dokternya klo ngomg kadang suka ceplas ceplos bikin keki hihihihi..

    ReplyDelete
  7. iyes mbakkk.. bikin keki thats right! xixixi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi