Friday, May 26, 2017

Resep Oseng Cumi Asin Pete

May 26, 2017 0 Comments
Salah satu penulis resep favoritku di instagram adalah Cik @henimaria. Euleuuhhh sok kenal. Hahaha. Beneran deh, kalau ketemu, aku pengen ngucapin banyak terima kasih sama beliau ini karena resepnya sudah banyak menginspirasi dan menyelamatkan tudung saji di rumah dari kekosongan persediaan makanan yang berujung pada jajan di luar. Simpel dan enak jadi ciri khas resep-resep keluaran Cik @henimaria. Wajar kalau kemudian kumpulan resep instagramnya dilirik penerbit dan dibukukan dengan judul “Semua Orang Bisa Masak”. Lha wong memang bener, resepnya gak belibet dan mudah dipahami pemula, macam aku.

Sudah beli bukunya? Aku belum sih. Soalnya kemarin terlanjur beli buku resepnya NCC dan suami repot minta dipraktekin dulu yang itu sebelum beli yang lain. Ada benernya juga. Kadang (sering sih kalo aku) kita ini hobi beli bukunya aja, tiba di rumah belum tentu dibaca sampe habis. Atau malah baru dibaca setelah berbulan-bulan kemudian dengan beribu alasan. Fiuh.

Kembali ke cumi asin. Cumi asin ini merupakan salah satu makanan kegemaran suami. Seleranya memang yang asin-asin. Sedangkan dulu dirumahku, bisa dihitung jari Mamah masak yang jenis asin begini. Awal-awal nikah, aku pernah masak cumi asin. Alot daan gagal. Mungkin karena cuminya aku rebus dulu dalam waktu yang cukup lama.

Sampai kemudian ketemu resepnya Cik @henimaria. Wow, gampang banget! Gak perlu pake rebus-rebus. Bumbunya pun simpel. Segera eksekusi. Dan saat jadi, masyaaAllah.. aku dan suami balapan nambah nasi. Hahaha. Satu hal yang jarang terjadi padaku.

Ini resepnya ya buat yang mau cobain juga. Gak nyesel deh. Perpaduan cumi asin, pedasnya cabai rawit dan legitnya pete.. duh enak banget!

Nice Homework #2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

May 26, 2017 2 Comments
Ngeri gak sih judulnya? Menurut saya 'ngeri' banget yaa.. hahaha. Dari pertama ikut IIP, tau kepanjangannya aja hati langsung ciut. Maju mundur mau ikut apa enggak. Institut Ibu Profesional. Alamakk.. berat kali lah itu.. pas baca visi misi nya apalagi. Hati bertanya-tanya 'Apa saya bisa?'.

Pada materi kedua di Kelas Matrikulasi IIP kali ini ditekankan bahwa indikator keberhasilan seorang ibu profesional adalah "Menjadi Kebanggaan Keluarga". Peserta diminta membuat checklist indikator profesionalisme dengan SMART (spesific, measurable, achievable, realistic, timebond).


Saya menyadari bahwa menjadi seorang istri dan ibu berarti bersedia berkomitmen untuk senantiasa memperbaiki diri. Maka bismillah, saya membuat beberapa checklist indikator sebagai berikut:

Saturday, May 20, 2017

Menjemur Uang

May 20, 2017 0 Comments



Kalau ada hal yang tak ingin kulewatkan dari pengajaranku kepada anak-anakku kelak, salah satunya adalah tentang bagaimana sulitnya “mencari uang dari hasil kerja keras sendiri”. Learning by doing. Mereka harus terjun langsung dan betul-betul merasakan jerih payah itu. Agar mereka menghargai apa yang tersaji di hadapan dan apa yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bukan hanya sekedar mendengar nasihatku tentang berhemat dan bijak menggunakan uang. Tetapi mereka harus mencarinya dan mengumpulkannya dengan usaha mereka sendiri.

Dulu saat aku masih duduk di bangku SMA, aku pernah berjualan bunga wisuda bersama dua orang temanku. Berhari-hari mereka merangkai bunga. Aku membantu penjualannya saja.

Pada hari itu kami datang pagi-pagi. Berkeliling GSG Universitas Lampung bersama dengan puluhan penjual bunga lain. Lelah. Penat. Itulah pengalaman pertamaku berjualan yang masih terkenang hingga saat ini. Berjam-jam kepanasan bahkan berdesak-desakan. Apa yang kupelajari saat itu? Bahwa mencari uang itu tidak mudah. Dan bahwa ternyata rezeki itu tidak akan tertukar. Dari sekian banyak penjual yang dagangannya hampir serupa, tetap ada juga yang membeli dagangan kami. Bahagianya..

Uang hasil keuntungan berjualan bunga itu kuhabiskan begitu saja di meja mie ayam dan bakso Mas Yon.

Stimulasi Permainan untuk Anak Usia 2 Tahun

May 20, 2017 8 Comments


Memasuki usia 2 tahun, kemampuan motorik kasar dan motorik halus anak mengalami banyak perkembangan. Di usia ini pula, kemampuan berbahasa melesat tajam ditandai dengan lonjakan kosakata dan keterampilam menyusun 3-4 kata sekaligus. Aspek kemandirian mulai terlihat menonjol. Walau belum tentu bisa, seringkali anak ingin melakukan banyak hal secara mandiri. Kepekaan orang tua dalam melihat perkembangan anak dapat ditunjukkan dengan mengajak anak melakukan permainan yang sesuai dengan usianya.




Berikut stimulasi permainan untuk anak usia 2 tahun, dikutip dari berbagai sumber:

Pentingnya Bermain Bersama Anak

May 20, 2017 0 Comments


Kehadiran orang tua yang sungguh-sungguh saat menemani anak bermain merupakan impian setiap anak. Meskipun tidak mudah, orang tua harus mulai memperbaiki komitmen. Baik dalam hal pengelolaan waktu maupun manajemen emosi dan rasa lelah. Dengan begitu, orang tua diharapkan betul-betul hadir membersamai anak saat mereka bermain. Bukan sekedar meladeni dengan sisa-sisa tenaga ataupun wajah yang pura-pura excited, namun pandangan fokus pada telepon genggam dan menjawab ala kadarnya, “Oh.. Iya.. He eh..”.

Membersamai Anak Bermain itu Penting dan Banyak Manfaatnya.




Anak yang ditemani bermain dengan sungguh-sungguh akan merasakan kedekatan yang hangat dengan orang tuanya. Ruang kasih sayang anak akan terisi dengan penuh karena merasa diperhatikan dan selalu dianggap penting. Komunikasi yang terjalin membangun kepercayaan anak pada orang tua. Hal ini membuat mereka tak segan menjadikan orang tua sebagai teman bicara.

Bagi orang tua, bermain dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan kapasitas diri. Seringkali tidak mudah mencari jawaban dari pertanyaan yang kelihatannya sederhana. Di waktu ini pula, anak akan mengenal lebih dekat orang tuanya, bahwa ada saat dimana orang tua tidak selalu tahu jawaban dari setiap pertanyaan mereka. Inilah kesempatan membangun tim yang kompak untuk mencari tahu jawabannya bersama-sama.

Momen-momen masuk ke dalam dunia bermain anak, menjadikan orang tua semakin memahami potensi yang dimiliki oleh anak dan tak terus menerus berfokus pada kelemahannya.

Saat bermain, orang tua dapat turut berperan aktif menjalin komunikasi dengan anak. Hal ini tentu saja baik bagi perkembangan komunikasinya dengan teman-teman sebaya. Tak jarang imajinasi anak juga berkembang saat bermain, pada kesempatan inilah orang tua dapat membangun imajinasi tersebut menjadi sebuah mimpi dan pengharapan yang nyata. Bahwa tak ada yang tak mungkin, selama kita berusaha dan berdo’a. Motivasi anak menjadi kuat, kepercayaan diri bertambah, nasihat membekas di benak mereka, bukan dalam bentuk rentetan kalimat panjang yang susah dicerna, tapi kenangan indah yang menyenangkan saat bermain dengan orang tua.

Dear parents, kehadiranmu yang sungguh-sungguh saat menemani anak bermain itu lebih mahal harganya dari mainan termahal yang pernah engkau berikan. Orang tua adalah teman bermain yang membuat permainan apapun menjadi semakin mengasyikkan. Yuk, kembali kita perbaiki komitmen untuk selalu menyediakan raga dan jiwa yang utuh saat mendampingi anak bermain di tiap tahap tumbuh kembangnya.

Friday, May 19, 2017

Nice Homework #1 : Menjadi Ibu Cekatan

May 19, 2017 0 Comments
Nice Homework pertama dari Matrikulasi Ibu Profesional Batch IV yang Mamak Rania ikuti.

Setelah hampir 1 tahun ikut grup, akhirnyaaaa memberanikan diri ikut kelas matrikulasi. Memang sudah saatnya menantang diri sendiri untuk menjadi lebih baik lagi.

Well actually, i am totally a 'lemot' person. Hukss. And believe it or not, cita-cita saya sebagai seorang ibu itu sederhana. Saya ingiinnn sekali menjadi ibu cekatan. Atau dalam istilah Jawa biasa disebut 'prigel'.

Bagi yang sudah mengenal saya, pasti tahu, bahwa saya masih jauhhhhhhhhhhhhhhhh dari cita-cita sederhana itu. That's why saat pertanyaan matrikulasi ini muncul, saya menjadikan Ibu Cekatan sebagai jurusan yang ingin saya tekuni dalam universitas kehidupan. Karena bagi saya, 'cekatan' itu gak sesederhana kedengarannya.