Tuesday, March 20, 2018

Jelajah Nggruput : Tempat Hits Berburu Kuliner Tradisional di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

nggruput pringsewu
Jelajah Nggruput, Berburu Kuliner Tradisional di Pringsewu, Lampung
  
Pringsewu merupakan sebuah kabupaten yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandar Lampung. Jarak tempuh ke kabupaten ini sekitar 40 km dan dapat dicapai dengan waktu 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Hari Minggu (18/3/2018) kemarin, saya sekeluarga berkesempatan mengunjungi Pringsewu. Tujuan saya kali ini adalah Nggruput. Tempat hits berburu kuliner tradisional yang sedang ramai di media sosial.

Nggruput diadakan setiap hari Minggu di jalur dua kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Nggruput merupakan singkatan dari Minggu Meruput. Meruput berasal dari Bahasa Jawa yang artinya pagi-pagi sekali. Tak heran, soalnya Nggruput memang buka dari pukul 05.30 sampai dengan pukul 10.00 pagi.

Nggruput merupakan kegiatan yang digagas oleh teman-teman dari Pringsewu Community (PC). Sebuah komunitas di media sosial facebook yang sampai saat ini telah memiliki 200.000 lebih anggota. Saya penasaran sekali dengan tempat berburu wisata kuliner yang satu ini karena konsep yang ditawarkan berbeda dari yang lain. Kalau biasanya car free day diisi dengan kegiatan olahraga dan sunday morning seringkali jadi ajang berjualan berbagai produk, Nggruput mengkhususkan diri hanya untuk menjual aneka jajanan dan mainan tradisional khas Indonesia. Jadi kita tidak akan menemui macam-macam barang dagangan lain di tempat ini. Kalaupun ada, itu adalah pedagang liar di luar binaan PC yang biasanya ikut mangkal di area sekitar Nggruput.

Kabar baiknya, masuk ke area Nggruput ini gratis! Kecuali biaya parkir dan biaya jajan yaa.. hehehe. Tenang saja.. harga jajanan tradisional disini ramah di kantong kok :)

Suasana Nggruput di pagi hari. Biarpun ramai tapi tetep ademm.

Rute Menuju Nggruput

Rute menuju Nggruput tidaklah sulit. Dari Bandar Lampung, kita bisa melewati daerah Rajabasa atau Kemiling untuk terlebih dahulu memasuki Kabupaten Pesawaran. Tidak perlu khawatir, akses jalan menuju Kabupaten Pringsewu sudah sangat bagus dan ramai. Kalaupun tidak membawa kendaraan pribadi, kita bisa naik bus dari Terminal Rajabasa Bandar Lampung dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi online seperti Gojek atau Grab.

Setelah melewati Kabupaten Pesawaran, kita akan menjumpai Gapura Bambu Selamat Datang dan rest area yang menandai bahwa kita telah memasuki daerah Kabupaten Pringsewu. Sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan dengan hamparan sawah yang hijau dan banyaknya bangunan yang dimanfaatkan untuk sarang walet.

Gapura Bambu Selamat Datang saat memasuki Kabupaten Pringsewu
Sekitar 1,3 km dari Gapura Bambu, kita akan disambut dengan Tugu Gajah Angkat Besi yang ada di sebelah kanan jalan. Itulah akses masuk menuju ke area kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Tidak terlalu jauh dari tugu tersebut, kita akan menemui keramaian penjual yang menyerupai pasar. Disitulah kegiatan Nggruput berlangsung.

Tugu Gajah Angkat Besi, jalan masuk menuju lokasi Nggruput
Sampai di Nggruput. Yeay!
Setelah sampai di Nggruput, apa aja sih yang bisa kita lakukan? Ini nih..


5 Hal Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Nggruput


1. Memanjakan Lidah dengan Kuliner Tradisional Khas Indonesia

Di Nggruput, kita akan menemui berbagai macam makanan dan minuman khas Indonesia. Kuliner tradisional disini diatur sedemikian rupa agar tidak ada yang sama antara pedagang yang satu dengan pedagang yang lainnya. Jadi puluhan pedagang ini menjual aneka ragam kuliner tradisional yang semuanya berbeda loh. Wow! Saya sampai bingung memilihnya, hahaha. Pedagang yang berjualan di Nggruput juga sebelumnya telah melewati tahap uji coba makanan oleh tim PC. Jadi konsumen tidak perlu khawatir soal kualitas dan kehalalan makanan yang dijual.

Beberapa makanan dan minuman tradisional yang dijual di Nggruput antara lain:

Takir nasi urap, mada maja, kerupuk gadung dan lemper
Keron goreng dan tape ketan
Kue pancong beras

Makanan favorit saya waktu masih kecil nih.. haha *anak 90-an*
Sate bandeng
Sego kencur
Sego pincuk telor ayam suwir



Geblek, lontong dan gemblong
Pecel kaprok, lupis, empleng-empleng
Aneka jipang


Jongkong dan lenggang
Empek-empek, kemplang panggang, rujak tahu
Lemang

Lemangnya laris maniss
Cilok, cilung, somay
Sale pisang
Opak bumbu sate dan keripik jengkol

Wedang uwuh
Kopi veteran

Es balon
Rucuh mangga gula aren

Slurrppp
Es tung-tung
Es cendol beras

Gimana? Enak-enak kan? Masih ada lagi lhoo. Tiwul sambel teri, sate jamur, nasi kucing, aneka lauk sate dan bacem, sawut singkong, ketan urap kelapa, tape ketan, aneka bubur, kue lumpur, burgo, kue timpan aceh, ongol-ongol, lemper, semar mendem, mendoan anget cocol sambel, gudeg kendil jogja, nasi kuning, nasi jagung komplit, nasi tutug oncom, es pisang ijo, es goyobod dan masih banyak lagi.

Itu baru saya jembrengin sebagian tapi udah kayak menu rumah makan lengkap ya.. xixixi. Pokoknya dijamin kenyang deh! Dan semoga gak bingung mau icip yang mana dulu XD Saya sarankan untuk datang ke Nggruput ini paling lambat jam 8 pagi. Soalnya rame dan laris banget. Diatas jam 8 sudah banyak jajanan tradisional yang habis. Mruput lah dari rumah, sembari relaksasi ditemani udara pagi yang segar dan baik untuk kesehatan.

Habisss. Saya udah gak kebagian pecel. Hiks.
 

 2. Mengenalkan Anak dengan Permainan Tradisional

Di Nggruput, saya melihat beberapa mainan tradisional yang dijajakan, seperti klotokan dan lele-lelean. Meskipun belum banyak, namun saya senang karena Rania ikut tertarik dengan mainan-mainan tradisional tersebut. Di tahun 2017, kabarnya sempat ada permainan enggrang, gobak sodor dan lain-lain. Namun saat ini, Nggruput memang belum kembali berfokus pada permainan tradisional. Saya berharap agar Nggruput bisa kembali mengenalkan berbagai permainan tradisional yang baik bagi perkembangan motorik anak tersebut. Dan semoga semakin banyak pedagang yang menjualnya.


3. Menikmati Hiburan Menarik yang Ada di Nggruput
 
Naik delman keliling area Nggruput
Bagi pengunjung yang ingin berkeliling, terdapat kuda delman yang siap mengantar kita berputar di area Nggruput. Cukup dengan membayar Rp 10.000/orang.

Berkeliling menikmati pemandangan hijau
 Foto bersama ular
Saya sempat melihat Wakil Bupati Pringsewu, Bapak Fauzi sedang berfoto bersama ular.

Bapak Fauzi dan Ian Kasela (?)

Pojok literasi
Baca buku gratis sepuasnya. Tapi jangan dibawa pulang yaa..



Main robot bersama Komunitas IT Pringsewu
Robot ini bergerak menuju panas yang dihasilkan oleh lilin. Keren yaa Pringsewu, punya komunitas IT yang aktif mengedukasi masyarakat. Anak-anak pada penasaran dan pengen coba.


Sepeda onthel yang kian eksis
Sport is a lifestyle.


4. Berfoto di Spot-Spot Instagramable

Bagi warga Pringsewu, hamparan sawah hijau nan luas mungkin sudah biasa. Tapi bagi saya dan wisatawan lain yang berasal dari luar Pringsewu, pemandangan ini sudah pasti tidak boleh dilewatkan. Saya sempat mengambil foto berkali-kali loh. Cobalah tengok kenarsisan mamak kali ini XD





Setelah puas berfoto di area Nggruput, kami bertiga memasuki kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Disini kita bisa berfoto sepuasnya dengan latar belakang gedung perkantoran dan lingkungan yang masih sangat asri.
 

Kompleks perkantoran seperti ini mengingatkan saya pada kompleks perkantoran di Malaysia yang pernah saya datangi sekitar tahun 2012. Dari negara tetangga, saya menyadari bahwa ternyata tempat pemerintahan juga bisa dijadikan objek wisata yang potensial. Saya yakin suatu saat kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu juga akan terus bersolek dan semakin cantik. Tak hanya itu, jelang ulang tahun ke-9 Kabupaten Pringsewu pada tanggal 3 April 2018 nanti, saya berharap semoga  kinerja pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakatnya semakin baik.

Dirgahayu ke-9 tahun Kabupaten Pringsewu. Semoga sukses mewujudkan "Pringsewu Berdaya Saing, Harmonis dan Sejahtera (BERSAHAJA)."

5. Membeli Oleh-Oleh di Seputaran Nggruput

Setelah kenyang dan puas berkeliling di area sekitar Nggruput, dalam perjalanan pulang kami menemui beberapa penjual belut yang berbaris di pinggir jalan.


Belut memang merupakan salah satu komoditas yang khas dari Kabupaten Pringsewu. Belut-belut gemash yang kaya akan gizi ini bisa kita beli dengan harga Rp 50.000 per kilonya. Sudah pasti lazis untuk diolah di rumah karena belutnya masih segar dan hidup.


***

nggruput pringsewu
5 hal seru yang bisa kamu lakukan di Nggruput

Laff banget deh dengan short trip saya ke Pringsewu kali ini. Setuju kan kalau sudah punya anak, paling asyik jalan-jalan dengan rute-rute pendek dan memperbanyak makan, supaya anak anteng dan tetap menikmati suasana, hahaha *modus*

Selain bisa bernostalgia dengan jajanan masa kecil, bagi saya, mengenalkan kuliner tradisional kepada generasi zaman now lewat kegiatan Nggruput ini penting. Karena ada nilai-nilai historis yang perlu dilestarikan dibalik setiap kelezatan rasa makanan dan minuman khas Indonesia.



Nggruput Pringsewuuu i'll be back! jelas tho, karena belum semua jajanan saya cicipi.. wkwkwk XD

Kamu gimana gaees? Jajanan apa yang bakal pertama kali kamu cicipin kalau mampir ke Nggruput Pringsewu? Share di kolom komentar yaa.


Catatan: 
1. Keseluruhan foto dalam tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi penulis 
2. Isi tulisan merupakan hasil karya pribadi penulis yang bisa dipertanggungjawabkan


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba web blog yang diadakan oleh STMIK Pringsewu dan BEM STMIK Pringsewu dalam rangka HUT ke-9 Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

16 comments:

  1. Gak nahan pasti kalau ikutan nggruput. Pengin cobain semua makananya. Hehehe. Dan pulangnya bawa oleh2 belut buat digoreng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mbak.. Ini mah kudu dateng berkali-kali.. Soalnya cem macem bgt jajanannya.. Xixixi

      Delete
  2. Seru banget. Bisa sekalian ajak anak dan istri joging dan sarapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Kudu imbang tapi yaa olahraga sama sarapannya.. Wkwkwk

      Delete
  3. Seneng lihat kegiatan pasar traditional seperti ini marak dibeberapa kota, bisa melestarikan kuliner dan kebudayaan Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas.. penting banget supaya gak hilang ditelan zaman. Jajanan kekinian boleh masuk, tapi kuliner tradisional tetap punya tempat tersendiri di hati, hehehe

      Delete
  4. Ke pancong sama rucuh mangga dong mba. Dan cilokk pasti ajd pilihan aku. Ya Allah blm pernah ke ngruput huhu pengen banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihh iya tuh Pi rucuh mangga slurrpp banget dah. Kesana dong, sapa tau ketemu jodoh #eh

      Delete
  5. Wah... Saya juga sering ke nguruput mbak, beli nasi kucing buat sarapan. Murah dan enak. Heee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius? Jangan-jangan kemarin kita ketemu tapi gak saling kenal, hahaha

      Delete
  6. Ehm.. akhirnya ada juga yang ngerepiu nggruput.. terima kasih udah ikut berpartisipasi dengan menghadiri nggruput. boleh ditambahkan yang ke 6 panitianya juga ramah, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kang.. betull, panitianya ramah-ramah. Kemarin sempet ngobrol panjang lebar juga sama panitia, xixixi :D

      Delete
  7. Wah seru ya acaranya..

    Apalagi ada acara memperkenalkan permainan tradisional pada anak jaman now..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak seru, gak cukup dateng sekali, hehehe

      Delete
  8. Hmm, belum sampai sana, padahal sudah lama punya rencana

    ReplyDelete
  9. Lampung memang banyak potensi menarik ya mbak. kapan-kapan ingin juga main ke Pringsewu.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi