Saturday, November 24, 2018

Tentang Mengasuh Anak di Era Sosial Media


Jadi ibu jaman sekarang mah enak ya, apa-apa tinggal googling, info di sosmed juga banyak.

Sebagai seorang ibu muda unyu-unyu, ehmm, terus terang iya, saya merasa sangat terbantu dengan kemudahan zaman. Mau cari apa, tinggal ngandelin ujung jari atau scroll timeline. Seolah-olah semua jawaban akan ada disana, tinggal kitanya aja mau nyari atau nggak. Saat ini sudah banyak sekali akun-akun sosial media yang memberikan informasi dan sharing soal tumbuh kembang anak. Memang gak mudah jadi ibu baru. Ngurus anak mana ada pelajarannya sih. Kecuali mungkin dulu kamu kuliah di kebidanan atau tinggal sama saudara dan kebagian ikut ngurus ponakan, iya gak?


mengasuh anak di era sosial media


Saya pernah punya pengalaman pribadi soal ini. Suatu ketika saya nanya sama Mamah, "Mah, ngebedong bayi gimana caranya ya?" lalu Mamah saya jawab, "Duh iya Mamah lupa. Udah lama sih." Wkwk, dan berakhir dengan kami berdua nonton video tutorial di youtube XD Saat memberikan Rania ASI perah juga, yang paling saya andalkan adalah sosial media. Karena meskipun sudah baca-baca buku, entah kenapa saya justru baru 'ngeh' setelah baca-baca sharing di sebuah grup menyusui.

Baca : Selebrasi 2 Tahun AIMI Lampung : Seminar Kesehatan Bersama dr. Wiyarni Pambudi dan dr. Tan Shot Yen

Karena mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat itulah, saya menjadi sangat bergantung pada sosial media. Meskipun di beberapa wakti, 'toxic'nya juga banyak banget sih. Misal penyakit 'envy' saat lihat tumbuh kembang anak lain yang lebih mbul atau tetiba udah bisa baca aja, ckckck.


Pic from : landtdesignco.com.au

Plus Minus Ibu Milenial Saat Mengasuh Anak di Era Sosial Media

Plus :

Mudah mencari informasi tentang kehamilan, gentle birth, tumbuh kembang anak, ASI, MPASI, pertolongan pertama pada anak yang sakit, imunisasi, ide bermain dll.
Nah, dengan kemudahan mengakses informasi ini, pilihan benar-benar ada di tangan kita.  Mau sekedar memenuhi beranda dengan hocip artis, atau follow akun-akun yang bermanfaat?

Bisa baca-baca dan sharing dengan sesama mama di grup parenting.
Meskipun secara teori kita sudah mengerti, namun dalam pelaksanaannya seringkali kita butuh support system, salah satunya dengan mengikuti berbagai macam grup parenting berfaedah yang di dalamnya kita bisa saling curhat dan menguatkan satu sama lain.

Baca : Breastfeeding 911 : Sukses Memberi ASI dalam Berbagai Kondisi

Mudah mencari info review produk bayi.
Sebelum membeli suatu barang, saat ini kita bisa banget baca-baca review di internet atau sosial media. Bahkan jika memungkinkan, kita juga bisa mencoba barang tersebut di tempat penyewaan baby's stuff.

Pic from : clipartmax.com

Kemudahan mengakses info seminar parenting, belajar dari video youtube dan ramai-ramai ikut whatsapp grup yang berfaedah.
Di jaman ini, kita bisa upgrade ilmu lewat banyak sarana, yang berbayar maupun yang gratis tinggal modal kuota..

Bergabung dengan komunitas parenting.
Selain dapat ilmu, kita juga akan mendapatkan banyak teman dari berbagai tempat yang merasa sepemahaman, senasib dan sepenanggungan. Cung, siapa yang deg-deg-an ketika pertama kali ikut kopdar? hehehe.
Banyak terbantu dengan informasi tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan urgensi me time untuk ibu.
Gak seperti jaman ibu kita dulu, isu peran ayah dalam pengasuhan ini sangat digaung-gaungkan. Soalnya memang benar, urusan pengasuhan itu bukan semata-mata urusan ibu thok. Buat bareng-bareng, ngurus bareng-bareng, begitu kira-kira. Urusan me time juga jangan sampai dilupakan, penting untuk menjaga kewarasan katanya. Betul apa betul?

Baca : Dear Suami, Beri Waktu Bagi Ibu Rumah Tangga Untuk Me Time Tanpa Anak
Pic from : Pinterest

Terbantu saat menjelaskan ke orang tua/orang lain tentang sebuah informasi.
Alhamdulillah, Mamah saya meskipun jadul, tipikal yang open minded. Jadi dengan lihat yutub seperti pengalaman saya dulu, Mamah udah langsung he eh bahwa membedong bayi itu gak boleh terlalu kencang, harus begini, harus begitu, de el el. Kalo yang  orang tuanya masih 'gaya lama' mungkin memang harus tetap bertemu langsung dengan dokter anak (pilihan kita) ya. Supaya langsung dapat penjelasan dari ahlinya.
Kemudahan berbelanja online.
Ini nih salah satu kemewahan teknologi yang bisa dirasakan oleh mama milenial jaman now. Gak perlu repot-repot bawa bayi ke pasar karena semuanya bisa dibeli secara online.

Cari hiburan untuk anak dari youtube.
Ada yang belum pernah kasih anaknya youtub? thumbs up. Susah banget memang menahan godaan untuk gak ngasih yutub ke anak. Karena jujur, ngeliat anak anteng barang sejenak itu nikmatttttt banget. Ya kannn? hehehe.

Baca : 8 Tips Membatasi Anak Bermain Handphone


Minus :

'Sok tahu'.
Sadar gak sih seringkali kita jadi sok tahu karena merasa sudah membaca banyak hal dari sosial media. Padahal bisa jadi, yang ada di sosmed itu hanya sepersekian persen dari ilmu utuh yang sebenarnya. Lalu kita menganggap remeh orang lain yang belum tahu tentang informasi tersebut. Kita juga jadi seringkali jadi ngeyel saat orang tua bercerita tentang pengalaman mereka dalam mengasuh anak. Kalau ada hal-hal yang kita gak setuju, tetep sampaikan dengan baik ya gengs, karena biar bagaimanapun, orang tua sudah lebih dulu melalui itu semua.
Mom war yang bikin pusing.
Working mom vs ibu rumah tangga. ASI vs susu formula. MPASI made ini mama di rumah vs MPASI instan, dll. Seakan gak habis tema 'perang' mama-mama milenial saat ini.
Gak pede sama gaya parenting sendiri.
Setelah scrolling sosial media dan melihat betapa kreatifnya kegiatan anak-anak orang lain, seringkali kita jadi berkecil hati dan gak pede dengan gaya parenting kita sendiri. Padahal, mana anak kita peduli sih sama feeds instagram ibu-ibu itu. What they really need is us. A happy us. Tetep banyak baca supaya kaya ilmu dan jangan lupa asah insting kita sebagai ibu, untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak.

Pic from : parenting.com

Banding-bandingin anak kita dengan anak orang lain.
Baby shaming dimana-mana. Capek ya kalo gak fokus sama kelebihan anak sendiri. Ngeliat anak lain sudah sekian kilo beratnya, kita langsung stres bukan kepalang. Padahal berat bayi kita masih normal-normal aja, ckckck.

Baca : 10 Simulasi Praktis Agar Anak Cepat Jalan

Menuntut anak.
Seringkali secara gak sadar kita jadi sering menuntut anak. Demi apa? Demi pencapaian diri kita sendiri. Lihat anak lain udah lepas pampers, jadi gemes banget sama anak sendiri yang toilet trainingnya belum lulus-lulus, lalu jadi marah-marah. Marah yang beda dari biasanya, karena kita merasa gagal jadi ibu yang baik di mata netijen. Ebuset.

Banyakan kepo sosmed dan ngumpulin artikel tapi gak dilaksanain.
Siapa yang gini juga? hehehe. Gak cuma resep masakan aja yang kita tumpuk. Artikel tentang pengasuhan juga sama, numpuk doang tapi gak dilaksanain. Jangan ya moms. Pake prinsip one bite at a time. Praktekin dikit-dikit, lama-lama jadi bukit. PS : #itisalsoanotetomyself.

Kemakan hoax.
Bukan cuma politik, pengasuhan anak ada hoaxnya juga, waw. Harus tetap pandai memilah informasi shahih yang berasal dari sumber terpercaya. Tahan jempol untuk menyebarkan hal-hal yang belum tentu benar.

Pic from : huffingtonpost.com

Tsunami informasi.
Saking banyaknya grup parenting yang kita ikuti, kita malah jadi bingung mau praktekin yang mana duluan. Iya gak sih? Sudah saatnya kita betul-betul memilah yang paling sesuai dengan kondisi keluarga dan anak-anak kita, lalu laksanakan secara konsisten. Delete dulu yang lain-lain.

Anak kecanduan yucup.
Meskipun banyak kontennya yang bermanfaat, tapi kalau berlebihan, semuanya justru akan jadi tidak baik. Seperti kita yang mungkin keasikan lihat anak anteng, lalu gak sengaja buat mereka jadi kecanduan yutub.

Baca :  Cerita Rania Tujuh Hari Tanpa Hape

 ***

Gimana-gimana? Setelah baca plus minus mama milenial mengasuh anak di era sosial media ini, yuk kita manfaatkan kemudahan zaman untuk hal yang baik-baik. Kalo kita udah mulai gampang emosi, gak sabaran ngadepin anak, mungkin main sosmed nya udah kebanyakan. STOP. Balik ke dunia nyata, main bareng anak-anak kita. Fokus pada kebahagiaan keluarga kita. Salam!




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi