Thursday, November 2, 2017

Hari Pertama - Game Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif

Ajaib, malam ini Rania tidur sekitar jam 9 lewat 10 menit. Biasanya paling cepat jam 10, 10.30 atau malah jam 11 malam. Sepertinya Rania tau banget mamaknya butuh mencurahkan aliran rasa di game tantangan 10 hari komunikasi produktif hari pertama. Uhuk!

Saya memilih menantang diri sendiri untuk memperbaiki komunikasi dengan SUAMI. Kenapa bukan dengan Rania? Karena selama ini saya merasa mengubah kebiasaan buruk dan belajar banyak hal demi anak itu jauuh lebih mudah, ketimbang memperbaiki diri demi menyenangkan hati suami. *tarik napas panjang*

Maka selama 10 hari ke depan, blog akan terus saya update untuk mencatat kekeliruan apa yang sering saya lakukan pada suami dan bagaimana saya berusaha memperbaikinya agar komunikasi kami semakin produktif.

Pagi ini diawali dengan kebiasaan saya yang sering asal njeplak. Kurang tepat dalam memilih kata. Gak produktif lah dalam bahasa IIP. Bukan cuma di dunia nyata, tapi juga melalui chat WA.

Chat njeplak saya yang berujung #uwuwuwuwmoment

Ceritanya, minggu besok suami mengajak saya untuk datang ke acara pembukaan anggota investor 212 Mart, tapi saya menolak lantaran di jam yang sama akan ada acara dari rumbel menulis IIP. Nah, "menolak"nya itu saya bahasakan asal dengan kata-kata "pisah" yang tentu saja konotasinya bisa lain ya kaaann. Untungnya setelah itu malah tercipta #uwuwuwuwmoment "Mas nggak mau pisah sama adek T_T" unch unch :D Namun di momen-momen lain, gak jarang loh asal njeplak-nya saya ini memicu perdebatan kecil yang bisa merusak suasana. Checklist satu, pemilihan kata harus tepat supaya tidak ada miskomunikasi.

Malamnya, saat pulang kantor dan dinner sama-sama. Tiba-tiba Rania menjerit karena ada duri ikan yang nyangkut di giginya. Sigap saya berusaha mencari dan mengeluarkan si duri, lalu minta tolong suami untuk mengambilkan tisu. Oemji, suami cuma ngambilin satu tisu doang, yang mana saya butuh banyak untuk ngelap iler dan antisipasi kemungkinan Rania muntah. Refleks saya bilang, "Kok cuma satu sih???" padahal seharusnya saya bisa bilang "Tolong ambilin lagi, kelihatannya ini gak cukup." Fiuuhh. Checklist dua, to the point dan minta dengan bahasa yang baik.

Jelang tidur saya manfaatkan untuk pillow talk sejenak, "Sayang, adek lagi tantangan kelas IIP nih.." Suami sudah tau sih dari paginya, cuma saya ingetin lagi. "Tiap bicara yang gitu-gitu sama mas, sebenernya adek udah tau itu salah, tapi masih terus adek ulangi. Maaf ya sayang. Adek pengen jadi lebih baik lagi. Sabar yaa dampingin adek belajar." Dan seperti biasa, tanpa diminta pun level sabarnya suami itu memang sudah jauh di atas saya.

So, saya menulis 2 checklist hari ini untuk diperbaiki kedepannya. Hari pertama terhitung failed. Hari-hari selanjutnya semoga bisa update pelaksanaan komunikasi produktif beneran. Minta aamiin ya pemirsa..

#Hari1
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi