Friday, December 8, 2017

Belajar Membuat Mie Sawi Homemade Bersama Rumbel Memasak IIP Lampung

Latepost banget inih.. :D

Dari kemarin pengen mengabadikan momen bikin mie bareng ibu-ibu IIP Lampung di blog ini. Tapi apalah daya, newbie blogger satu ini sibuk terus sama urusan dapur, jadi gak keketik-ketik. Xixixi.


Ceritanya udah lamaa banget saya pengen punya gilingan mie. Mau buat mie homemade gitu. Soalnya jajanan favorit saya kan mie ayam dan bakso, rasanya kalo udah bisa bikin 2 makanan itu, agak aman deh kantong mamak saat weekend tiba. Hahaha. Jadilah dari tahun kemarin ada niatan mau beli gilingan mie.. tapi belum terlaksana.

Long story short, Rumah Belajar (Rumbel) Memasak Institut Ibu Profesional (IIP) Lampung mengadakan acara membuat mie sawi homemade di rumah salah satu anggota, yaitu Mbak Iin, sekitaran 3 minggu yang lalu. 


Bagai gayung bersambut, saya teringat cita-cita mulia hampir setahun lalu untuk membuat mie sendiri di rumah. Dan seperti dipertemukan oleh semesta (halah) pas jalan-jalan ke Ace Hardware 2 hari sebelum acara, saya melihat gilingan mie (ampiang) di rak pajang toko. Aaakkkk. Harga gilingan mie merk Krischef itu kalau tidak salah sekitar Rp 250.000. Saya lupa saking semangatnya :'D

Begitulah kalau Tuhan mengizinkan, tetiba dengan ringan Mas Agung langsung nawarin, “Bunda mau beli ini?” saya mesem-mesem. “Mau gak?”, “YA MAU LAH!!!” hahaha. Akhirnya hari itu saya pulang dengan hati yang riang karena membawa ampiang. Makin semangat saya menunggu hari H, Sabtu, 19 November 2017.

Gilingan mie merk Krischef yang saya beli di Ace Hardware

Saat hari H tiba, saking semangatnya si ampiang hampir saja saya cuci. Untung baca buku petunjuk dulu. Ternyata ampiang hanya perlu dilap aja, gak perlu dicuci pake sabun. Alhamdulillah selamat :'D

Bolak-balik saya melihat jam khawatir terlambat sambil mengingatkan suami, “Sayang ayookkk.. Adek udah terlambat nihh..”. Setengah berlari saya bebereotan membawa ampiang, 2 buah baskom, celemek, lap dan potluck berupa muffin cokelat yang saya buat sehari sebelumnya sambil menggandeng tangan Rania masuk ke dalam mobil.

Sesampainya disana, syukurlah acara belum dimulai. Mbak Linda yang memandu acara belum datang rupanya. Kemungkinan, malam sebelumnya beliau lembur bikin contoh mie sawi homemade yang sudah jadi sampai diolah sehingga keesokan harinya para peserta acara tinggal mencicipinya. Sungguh berdedikasi prok prok prok :D

Sekitar pukul 10.30, Mbak Linda dan suami datang lebih bebereotan lagi daripada saya. Bawa 2 ampiang, meja panjang, se-tupperware mie sawi yang sudah dimasak dan perbagai pernak-pernik memasak yang lain. Acara dimulai saat 3 buah ampiang, termasuk ampiang saya, terpasang manis di atas meja.

Dimulai dengan penjelasan Mbak Linda tentang cara mengadon tepung. Wow anak-anak super excited. Apalagi saat cairan sawinya dituang dan adonan berubah menjadi hijau. Meskipun hijaunya agak pucat sih, bukan hijau jreng seperti kalau kita pakai pewarna makanan :D Tapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus mengadon.

Mb Linda tetap sadar kamera saat mengadon tepung :D

Excitednya anak-anak dan para emak saat mengadon tepung

Woww air sawinya dituang :D

Rania pun semangat ikut berkontribusi sampai pipinya penuh tepung. Xixixi.


Bagi Rania ini sensory play yang asyique 

Beberapa peserta, termasuk saya, tidak sabar kapan adonannya rata :’D “Kuncinya sabar..” begitu kata Chef Linda. Tapi mengendap-endap saya ke dapur, menuangkan kembali cairan sawi. Dann tring! Adonan saya jadi. Hahah, saya tersenyum puas.

Setelah adonan jadi, kami semua semangat sekali menggiling mie dengan ampiang. Ini kali pertama saya memegangnya. Soo happy. Apakah ini adalah sebuah awalan dari bisnis mie ayam bakso yang akan saya bangun dalam beberapa tahun kedepan? Wohooo pembaca tolong aamiin-kan saja :D

Rania ikutan menggiling mie

Anak-anak semangat banget memperhatikan instruksi

Bukan cuma ibu-ibu dan anak-anak, bapak-bapak pun semangat.


Rajinnya plis berlanjut sampe di rumah yaa pak bapak wkwk

Setelah menggiling adonan mie dengan ampiang, guess what, adonan saya ternyata kelembekan. Jadi waktu digiling agak bergerindil. Gak mulus gitu. Itulah akibat dari abai pada rules sabar-nya Chef Linda. Gak apalah. Namanya baru pertama *pembelaan*

Setelah lelah bermain dengan adonan dan ampiang, kami menikmati potluck yang dibawa siang itu. Ada mie sawi yang sudah diolah, rujak tahu, pempek dan ehmm muffin cokelat buatann saya :D Sesi makan-makan lalu dilanjutkan dengan foto-foto.

Nyam nyam

Foto-foto dengan hasil mie sawi buatan sendiri :D

Acara berakhir sekitar pukul 13.30. kami pulang dengan membawa mie buatan masing-masing. Bahagia rasanya karena bisa membuat mie sendiri. Tidak sulit ternyata. Kuncinya sabar :D

Saya juga diajarkan tentang cara membersihkan ampiang. Yaitu cukup dilap dengan kain atau tisu. Kalau ada adonan yang masih tertinggal dibagian yang agak dalam, biarkan kering terlebih dahulu supaya lebih mudah dibersihkan dengan cutik gigi.

Setelah sholat dan menikmati potluck, saya pulang karena sudah (kenyang) dijemput suami :D

Kegiatan membuat mie homemade ini menjadikan saya bertekad untuk membuat mie serupa di rumah. Untuk pewarnanya bisa diganti dengan wortel yang menghasilkan warna orange atau ungu dari ubi. Saya dan keluarga suka sekali dengan macam-macam olahan mie.

Ada yang mau ikutan bikin mie homemade ini di rumah? Ini resep membuat mie sawi homemade yang tak segan dibagikan oleh Chef Linda.

Resep Mie Sawi Homemade

Bahan:
1 kg tepung terigu protein tinggi (misal cakra premium)
1 butir telur
2 ikat caisim, ambil daun dan batang muda
1 sdm minyak goreng
Kurang lebih 2 gelas air

Cara Membuat:
  • Blender telur, sawi, minyak goreng dan air sampai halus
  • Ambil baskom, masukkan terigu
  • Buat lubang di tengah baskom
  • Beri air sawi sedikit demi sedikit, uleni. Terus lakukan sampai adonan kalis tapi tidak lembek.
  • Bentuk bulat-bulat (kira-kira setengah kepalan tangan) dan tutup dengan lap basah
  • Diamkan minimal 30 menit
  • Ambil bulatan, gepengkan adonan dengan tangan
  • Siapkan ampiang, masukkan adonan dan putar mulai dari nomor 1. Pipihkan kembali adonan sampai halus sambil terus ditambah nomornya. 2, 3 dan 4 tergantung keinginan. Jika igin hasil mie lebih kecil lagi, tambahkan nomor.
  • Setelah pipih, pindahkan adonan dan giling ke bentuk mie. Giling perlahan sampai adonan habis.
  • Angin-angiknkan mie. Setelah itu impan di wadah kedap atau ditutup plastic wrap, bisa dimasukkan ke dalam kulkas. Mie siap diolah.
Penampakan mie sawi homemade yang sudah jadi

Setelah mie sawi homemade jadi, kita bisa mengolahnya menjadi berbagai macam masakan. Salah satunya ini nih.. Mie nyemek ala Mb Linda. Cekidot! :D

Resep Mie Nyemek Ala Linda

Bahan:
2 porsi mie homemade, rebus sebentar lalu tiriskan
2 butir telur
1 sdm kecap manis
Garam secukupnya
2 sdm minyak goreng
1 ikat caisim, potong-potong
3 lembar kol, potong-potong
1 sdm minyak wijen
10 butir bakso, iris tipis bulat
2 buah wortel lokal, potong serong

Bumbu halus:
4 siung bawang putih
5 butir bawang merah
4 butir kemiri
1 sdm ebi
1 sdt lada putih

Pelengkap:
Acar timun dan wortel
Bawang merah goreng
Irisan daun bawang

Cara Membuat:

  • Campurkan mie, garam dan kecap manis di baskom tersendiri. Aduk rata, sisihkan.
  • Panaskan wajan, beri minyak. Goreng bumbu halus sampai harum kecokelatan.
  • Masukkan, telur, bakso, wortel, kol dan caisim. Aduk rata sampai sayuran layu.
  • Matikan api, masukkan mie. Aduk perlahan, masak dengan api kecil. Tambahkan minyak wijen. Koreksi rasa. Jika sudah oke, matikan api.
  • Angkat dan sajikan dengan taburan daun bawang, bawang merah goreng dan acar.
  • Hidangkan hangat.

Wow.. Yuk ah sesekali coba buat mie sendiri di rumah. Seperti tagline nya rumbel memasak IIP Lampung "Hadirkan Cinta dalam Setiap Rasa" aseek :D

2 comments:

  1. Wah, mie sehat nih. Dicatet resepnya. Saya belum berhasil juga bikin mie. Masih kelembekan jadi susah digiling. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  2. seruuuuuuu.. pengen ikutan jadinya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Means a lot to me :) Silahkan komentar yang sopan dan mohon jangan sertakan link hidup ya. Jika ingin berdiskusi atau butuh jawaban cepat, bisa menghubungi saya via pesan instagram di akun @dwiseptiani.dwi